alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Sebagian penyintas gempa Banggai sudah kembali ke rumah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb176ad68cc95674c2bbeef/sebagian-penyintas-gempa-banggai-sudah-kembali-ke-rumah

Sebagian penyintas gempa Banggai sudah kembali ke rumah

Sebagian penyintas gempa Banggai sudah kembali ke rumah
Warga dengan menggunakan kendaraan menuju tempat tinggi setelah gempa melanda Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Jumat (12/4/2019) malam. Menurut data BMKG, gempa di Banggai Kepulauan berkekuatan 6,8 skala richter dan berpotensi tsunami.
Jumat malam (12/04/19) pukul 19.40 WITA, gempa tektonik mengentak dengan kekuatan magnitudo 6,8. Wilayah terdampaknya meliputi Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Guncangan kuat seketika menghamburkan warga keluar rumah. Tambahan kabar potensi tsunami membuat mereka berlarian ke tempat aman, termasuk perbukitan. Namun, sebagian dari mereka, Sabtu (13/4) sudah kembali ke rumah masing-masing.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sumber gempa terletak pada koordinat 1,89 lintang selatan dan 122,57 bujur timur. "Tepatnya di Teluk Tolo pada jarak 82 kilometer arah barat daya Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah," kata Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG.

Hasil permodelan gempa berkedalaman 17 kilometer itu menunjukkan potensi tsunami. Lantas BMKG dalam waktu kurang dari 5 menit segera mengeluarkan peringatan dini tsunami. Statusnya ancaman waspada dengan estimasi tinggi tsunami kurang dari 50 sentimeter.

Setelah itu BMKG melakukan permutakhiran data besaran gempa dan monitoring terhadap muka air laut pada alat tide gauge. Lokasinya di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Taliabu, Maluku Utara. "Hasilnya menunjukkan tidak ada kenaikan muka air laut yang signifikan," kata Daryono.

Berdasarkan pengecekan kondisi lapangan oleh BMKG dan BPBD setempat juga tidak ada laporan adanya air surut dan tsunami. Atas dasar itu BMKG pada pukul 19.47 WIB (20.47 WITA) menyatakan peringatan dini tsunami selesai.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan situasi masyarakat pasca gempa sudah kondusif pada Sabtu pagi (13/4). Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali Operasi BNPB, penyintas yang mengungsi sebagian sudah pulang ke rumahnya.

"Pengungsian sempat teridentifikasi di Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, hingga Jumat malam," katanya lewat keterangan tertulis.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Banggai pada Sabtu (13/4) pukul 06.00 WIB, 1.300 kepala keluarga penyintas tersebar di empat titik pengungsian telah kembali ke rumah. Lokasi pengungsian itu di halaman kantor Bupati, Masjid An-Nur kompleks perkantoran, Gedung DPRD, dan kantor Polres.

Kondisi masyarakat di Kota Palu, Luwu, Banggai, dan Kepulauan Banggai dilaporkan sudah kondusif. Beberapa warga di Kabupaten Banggai masih ada di pegunungan karena rasa takut, demikian juga mereka yang ada di Kabupaten Kepulauan Banggai. Namun sebagian besar warga yang awalnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Sebagian warga memang belum mau kembali ke rumah walau BMKG sudah mengakhiri peringatan dini tsunami. "Mereka tetap memilih mengungsi di bukit-bukit atau di daerah yang tinggi," kata Sutopo.

Petugas di lapangan mengalami kesulitan untuk meyakinkan masyarakat agar turun dari bukit. Belum lagi kabar soal tsunami beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp.

"Apalagi jeda waktu antara peringatan dini evakuasi dan diakhirinya dalam waktu pendek sehingga masyarakat tetap di pengungsian," imbuh Sutopo.
Berada di wilayah sesar aktif
Berdasarkan titik sumber gempa dan kedalamannya, lindu itu tergolong dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Ada dugaan, kata Daryono, struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Peleng yang jalurnya berarah barat daya – timur laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo.

Sesar Peleng merupakan sesar aktif yang memiliki laju sesar 1,0 milimeter per tahun dan magnitudo maksimum hingga 6,9. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike slip).

Dugaan ini didasarkan pada alasan bahwa lokasi episenter terletak pada kelurusan Sesar Peleng yang menerus ke laut dan sumber gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar menganan (dextral).

Dampak gempa ini berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di wilayah Poso, Buol, Morowali, Banggai dan Palu pada skala intensitas IV MMI; di Kolaka Utara dan Toli-toli III-IV MMI; di Kotamobagu, Palopo, Kolaka, Makassar dan Kep. Konawe III MMI; di Gorontalo dan Kendari II-III MMI; di Manado, Pinrang dan Konawe II MMI.

Sejauh ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Hingga Jumat pukul 23.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terjadinya aktivitas gempa susulan (aftershock) sebanyak 43 kali dengan kekuatan paling besar M=5,6 dan terkecil M=3,4.

Wilayah Kepulauan Banggai berdasarkan catatan BMKG berada di kawasan rawan gempa dan tsunami. Secara tektonik di wilayah ini terdapat beberapa sesar aktif seperti Sesar Naik Batui, Sesar Balantak, Sesar Ambelang, dan Sesar Peleng,

Berdasarkan riwayat sejarah, Kepulauan Banggai sudah beberapa kali mengalami tsunami. Wilayah ini pernah dilanda tsunami pada 13 Desember 1858 hingga menerjang sejumlah desa-desa di pesisir pantai Kepulauan Banggai sampai rusak parah.

Selanjutnya pada 29 Juli 1859 wilayah Kepulauan Pulau Banggai kembali dilanda tsunami yang menerjang dan merusak banyak bangunan rumah di wilayah pesisir.

Terakhir adalah tsunami akibat gempa dengan magnitudo M=7,5 pada 4 Mei 2000. Gempa ini memicu tsunami yang kemudian melanda Luwuk, Banggai, dan Peleng. Tsunami Banggai ini memiliki ketinggian yang diperkirakan mencapai 3-6 meter di Kecamatan Totikum, Kayutanyo, dan Uwedikan dengan luas tsunami sejauh 100 meter dari garis pantai.

Di dermaga Totikum air surut kurang lebih 200 meter. Kejadian gempa dan tsunami tahun 2000 ini mengakibatkan korban meninggal sebanyak 46 orang dan 264 orang luka-luka.
Sebagian penyintas gempa Banggai sudah kembali ke rumah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...mbali-ke-rumah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Sebagian penyintas gempa Banggai sudah kembali ke rumah Mahfud MD ajak generasi milenial untuk memilih

- Sebagian penyintas gempa Banggai sudah kembali ke rumah Investigasi surat suara di Malaysia terkendala akses

- Sebagian penyintas gempa Banggai sudah kembali ke rumah 1,2 Juta calon mahasiswa mulai disaring masuk kampus negeri

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di