alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Memupuk Persaudaraan lewat Tali Akrab
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb160b70577a946901060bc/memupuk-persaudaraan-lewat-tali-akrab

Memupuk Persaudaraan lewat Tali Akrab

Jalan Sunyi Rosyid Merawat Minoritas

Memupuk Persaudaraan lewat Tali Akrab



Sat, 13 Apr 2019 - 03:25 WIB

444

Memupuk Persaudaraan lewat Tali Akrab

SM/dok : BEDAH BUKU: Moh Rosyid, Pengajar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kussdus tampil dalam bedah buku 'Djamhari Penemu Kretek'.(24)



Setelah penelitian adat-istiadat masyarakat Samin, Moh Rosyid terdorong mendekat dan bercengkerama dengan warga yang karena kepercayaan serta budayanya sering dipandang negatif. Tak hanya itu, mereka bahkan menjadi sasaran kemarahan warga lainnya.

PERNAH mendengar Bahai?

Apa itu Bahai?

Nun jauh saat rezim Orde Baru masih mencengkeram, karena atas nama stabilitas keamanan, Bahai pernah dijadikan sebagai faktor dan objek persoalan di lingkungan warga. Meski secara populasi, dari segi jumlah warga hanya nol koma nol sekian persen dibanding jumlah penduduk dan tidak mengganggu warga lainnya, pemeluk Bahai tetap dianggap sebagai ancaman dan gangguan. 'Pemeluk Bahai di Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati pada masa itu beberapa kali diinterogasi oleh polisi dan kejaksaan atas dasar keyakinan yang dianut,' tutur Moh Rosyid (47), Jumat (12/4).

Pengajar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus itu mengenang dinamika yang harus dialami pemeluk Bahai. 'Namun pemeriksaan oleh polisi dan jaksa akhirnya berhenti dengan sendirinya, setelah Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengeluarkan surat rekomendasi bernada pembelaan,' ujarnya.

Bahai secara organisasi memang dinyatakan terlarang berdasar Keppres yang ditandatangani Presiden Soekarno. 'Namun Bung Karno tidak pernah melarang warga untuk memeluk Bahai.

Hanya organisasinya saja yang dilarang.' Tak hanya berurusan dengan aparat keamanan, tokoh Bahai yang sehari-hari adalah guru, akhirnya batal dilantik menjadi kepala SD negeri setelah diketahui beragama Bahai.

'Hingga sekarang, kolom agama pada KTP para pemeluk Bahai juga dibiarkan kosong,' ujarnya.

Jumlah pemeluk Bahai sampai saat ini, menurut Rosyid, tercatat 27 jiwa dan tinggal di Cebolek, Margoyoso, Pati. 'Mereka generasi ketiga dan terbagi dalam tujuh keluarga. Memiliki lembaga pelatihan pendidikan yang mengajarkan agama Bahai, meski ditentang sebagian warga. Kini lembaga pelatihan itu terbengkalai karena pengelola pindah ke Bandung mengikuti suami,' ungkapnya.

Dari siapa mereka mengenal agama Bahai? 'Pada 1970-an ada yang menjadi guru di Pamotan, Rembang. Guru itu kemudian berinteraksi dengan relawan PBB asal Iran yang bertugas dalam pemberantasan wabah malaria di Pamotan. Lewat komunikasi dengan relawan PBB itu, sang guru merasa mendapat pencerahan,' katanya.

Tali Akrab

Komunitas kecil pemeluk Bahai di Cebolek, dalam beberapa tahun terakhir telah menjalin komunikasi aktif dan menjadi akrab dengan Moh Rosyid. 'Ini berkat Komunitas Lintas Agama dan Kepercayaan (Tali Akrab),' tuturnya.

Rosyid tak hanya menjadi Ketua Tali Akrab, namun sekaligus inisiator organisasi masyarakat yang fokus mewadahi warga minoritas dalam hal agama maupun kepercayaan. 'Lewat forum Tali Akrab ini, saya berupaya terus memupuk dan mengembangkan dialog antariman, persaudaraan, dan sikap saling menghargai,' ungkapnya.

Dia terketuk untuk mempertemukan dan menguatkan para pemeluk agama serta kepercayaan yang sering dilihat secara negatif tersebut, setelah bergaul secara intens dengan masyarakat Samin. 'Untuk keperluan tesis sejarah di Undip, saya mengangkat perlawanan petani Samin, serta untuk disertasi di UIN Walisanga saya menyoroti konversi agama Samin.' Hasil riset itu telah dia bukukan. Meski demikian, hatinya terus berkecamuk. Bagi Rosyid, hanya melakukan penelitian dan kemudian membukukan maka hanya akan berputar dalam wacana, kenapa tidak mengambil langkah secara praksis juga? 'Pada 2014 saya mencoba berkomunikasi dengan pendeta di Dukuh Kayuapu, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, yang kebetulan tetangga,' kenangnya.

Komunikasi berlanjut dengan penganut agama minoritas lain dan juga para penghayat kepercayaan. 'Legalitas Tali Akrab pun kami urus, daan pada 2015 mendapat pengesahan berbadan hukum dari Kemenhumkam serta pada 2016 mendapat surat keterangan terdaftar dari Kesbangpolinmas Kabupaten Kudus,' jelasnya. Tak hanya pemeluk Bahai, tetapi minoritos lain, seperti Kristen, Hindu, Buddha, penghayat kepercayaan, dan pengikut Saminisme juga bergabung dalam Tali Akrab. 'Di samping ada pertemuan secara rutin, kami juga mempraktikkan toleransi, antara lain mengunjungi warga Hindu sehari setelah Nyepi, juga Waisyak Buddha, serta mengikuti prosei adat-istiadat saat dalam perkimpoian maupun kematian, íí paparnya.

Dia mengakui, tidaklah mudah untuk mempertemukan antargolongan minoritas tersebut. 'Ini seperti yang menyangkut keberadaan Ahmadiyah. Terpaksa harus nonaktif dari Tali Akrab bukan hanya lantaran fatwa MUI dan sikap warga, melainkan juga karena ada perbedaan yang amat tajam sebagian warga di internal Tali Akrab,' tuturnya berterus terang. (Prayitno- 41)

https://www.suaramerdeka.com/smcetak...wat-tali-akrab


Supaya nggak klaim agamanya mayoritas, mendingan kolom agama di ktp dihapus aja
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Persaudaraan?
lupakah dengan pertanyaan "man ikhwanuka?" Atau siapa saudaramu?
TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO

PERWAKILAN Kementerian Dalam Negeri, Edie Sampurno Rambe (Disdukcapil Sumut) bersama perwakilan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dari beberapa kabupaten dan kota serta penghayat foto bersama usai pelaksanakan Sosialisasi Juklak Juknis Implementasi Putusan Judicial Review UU Adminduk, Upaya Pemenuhan Hak Konstitusional Agama Leluhur yang digelar di Hotel Antares Medan, Kamis (11/4/2019). 

Deputi Direktur ASB, ferry Wira Padang mengatakan. diskusi ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Juklak Juknis implementasi putusan JR UU Adminduk seabgai bagian pemenuhan hak konstitusi penghayat kepercayaan di Sumut.

“Lewat diskusi ini diharapkan penghayat kepercayaan mendapatkan pelayanan publik dalam mendapatkan adminduk dan wajib untuk dilayani secara setara dengan kelompok agama lainnya,” kata Ferry.

http://medan.tribunnews.com/2019/04/...n-surat-dirjen

#penghayatkepercayaan #kolomagama #ktp #agamaleluhur


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di