alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat Nilai Dialog UAS dengan Prabowo Upaya Dongkrak Suara
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb0e85510d2953a9c1a238f/pengamat-nilai-dialog-uas-dengan-prabowo-upaya-dongkrak-suara

Pengamat Nilai Dialog UAS dengan Prabowo Upaya Dongkrak Suara



Pengamat Nilai Dialog UAS dengan Prabowo Upaya Dongkrak Suara

Jakarta - Manajer Riset Lembaga Survei Konsep Indonesia Safraji menyoroti video dialog Ustaz Abdul Somad (UAS) dengan capres Prabowo Subianto yang beredar. Safraji menilai video itu sudah dipersiapkan dengan tujuan mendongkrak suara Prabowo menjelang pencoblosan.

"Itu sebagai suatu gerakan yang dipersiapkan dan merupakan upaya kubu Prabowo-Sandi untuk mendongkrak suara di hari-hari terakhir menjelang pencoblosan," ujar Safraji melalui rilisnya, Jumat (12/4/2019).

Safraji pun menilai upaya itu sebagai langkah wajar dalam pemilu, meski bukan sesuatu yang luar biasa. Untuk itu, perlu pengecekan dan membutuhkan waktu untuk membuktikan dialog itu akan menaikkan elektabilitas Prabowo.

"Tidak akan terlalu berpengaruh signifikan. Soalnya, UAS, walaupun pernah menyatakan netral, sesungguhnya jelas karakteristiknya banyak yang mirip dengan pendukung Prabowo," jelasnya.

"Intinya, nggak aneh kalau UAS mendukung Prabowo-Sandi. Di awal atau di akhir sama saja, pendukung UAS bisa diprediksi juga pendukung Prabowo-Sandi," ujarnya.

Menurut Safraji, jika tujuannya untuk mendongkrak elektabilitas, gerakan itu terlambat. Hal ini karena di sisa waktu yang tersisa, pemilih kedua kubu sudah solid.

"Selisih kedua paslon di survei nasional Konsepindo adalah 20,7 persen, itu lebar sekali. Tidak bisa digebrak dalam satu-dua hari," imbuhnya.
(nvl/gbr)
SUMBER
=======================

Entah ada apa dengan UAS.
Bukannya Su'udzon. Bisa jadi UAS dapat perintah langsung dari Habib Rizieq untuk menaikkan elektabilitas Prabowo dan mengangkat suara Prabowo yang memang terpaut jauh dari Jokowi.

Sejak lama UAS telah mendapat stigma sebagai pendukung Prabowo. Meskipun halus sekalipun narasinya dalam tiap ceramah, selalu ada narasi yangmenyindir dan menyinggung pemerintahan Jokowi. Apalagi selama ini penggemar UAS selalu mengidentikan UAS sebagai pengganti Habib Rizieq. Jadi aneh sekali kalau ada pihak-pihak yang sesumbar langkah UAS ini akan mendulang suara besar pemilih muslim dan membuat pemilih muslim hijrah dari kubu Jokowi ke kubu Prabowo.

Dalam politik tak ada yang instan.
Rakyat telah membaca dan mencermati setiap langkah yang dilakukan oleh pasangan Capres-Cawapres kedua kubu beserta Timsesnya serta para pendukungnya. Para pemilih telah menetapkan hati siapa yang akan dipilih nanti. Dan itu sulit buat goyah.

Langkah KPK akhir-akhir inipun terkesan bermain api. Ada kesan upaya penggembosan suara kubu petahana. Ini kemungkinan besar karena kekecewaaan pihak KPK terhadap penanganan kasus Novel yang jalan ditempat.

Narasi Bowo sang Caleg dari Golkar yang tertangkap OTT KPK juga terkesan aneh. Dia maju sebagai Caleg dari Partai Golkar. Dana hasil korupsinya juga dari pihak Humpuss milik Tommy Suharto. Tommy Suharto dengan Partai Berkaryanya adalah pendukung Prabowo. Logikanya Bowo pasti akan mementingkan dirinya untuk menjadi Caleg. Ketika langkahnya terhenti, dia membuat narasi dengan menyeret Golkar. Belum cukup, maka dia juga memberi penegasan apabila Golkar ada di kubu 01. Lucu, sekaligus naif!

Mengingat berita lama soal perolehan suara dari Malaysia yang terkesan aneh tahun 2014, dimana suara yang dikirim melalui pos sangat tinggi perolehan suaranya untuk Prabowo-Hatta dibanding perolehan suara melalui TPS yang kalah oleh pasangan Jokowi-JK, nampaknya kasus pencoblosan di ruko kemarin itu menjadi terang benderang.

Kemungkinan besar selama ini, suara yang dikirim melalui pos memang dicoblos sendiri, sebab itu juga terjadi di era Orde Baru. namun mungkin sekarang polanya dirubah. Karena sekarang ini tujuannya adalah mendelegitimasi KPU dan Pemerintah, maka dibuatlah pencoblosan itu untuk 01 agar terkesan curang. Dicoblos juga caleg dari Nasdem yaitu David Kirana yang notabene adalah anak Dubes Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana, untuk memberi kesan KBRI tidak netral. Dan makin kebetulan lagi partainya adalah Nasdem, partai yang sangatdibenci kubu 02 karena medianya dianggap sangat merugikan kubu 02.

Kalau hal ini semuanya benar, maka sia-sialah semua usaha yang dilakukan kubu 02. Rakyat semakin yakin akan pilihannya untuk tetap mendukung kubu 01.
Rakyat akan tetapmendukung Jokowi, seorang Presiden yang ramah, tidak pemarah, sabar, bisa membuat rakyatnya tertawa dalam, setiap pertemuan, dan yang jelas bisa lebih mempermudah semua usaha pemerintah membangun infra struktur yang berkelanjutan. Apalagi ada ancaman dari Prabowo yang akan menghentikan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi untuk diopilah-pilah sesuai kemampuan APBN dan urgensi peruntukannya bagi rakyat. Bisa-bisa semuanya terbengkalai seperti di JAKARTA.

Kembali ke soal UAS, sejak awal UAS telah dianggap sebagai pendukung Prabowo. Dan kebanyak Ulama, Ustadz pendukung Prabowo tipikalnya jauh berbeda dengan Ulama dan Ustadz dari kubu Jokowi. Jika kubu Jokowisemua Ulama dan Ustadznya jauh lebih adem menjaga hati ummat muslim, kalau kubu Prabowo hampir semua Ulama dan Ustadznya lihai dalam memprovokasi massa atau ummat. dari yang mencoba bermain halus seperti Aa Gym, sampai yang kasar macam Tengku Dzul.
Dan ketika UAS dengan entengnya menghina Rina Noise mengenai hijab, maka publik telah bisa menilai, kemana arah UAS melabuhkan pilihan dan dukungannya.

Ulama kami bukan Ulama kalian.
Ustadz kami bukan Ustadz kalian.
Ummat Islam dikelompok kami tidak seperti ummat Islam di kelompok kalian.

Ketika seorang Habib berkata-kata kasar, ketika seorang Habib berlaku kasar terhadap seorang anak Piatu, ketika seorang Ustadz mengumbar kata-kata kotor di sosial media, ketika seorang Ustadz dengan entengnya menghina seorang wanita, ketika seorang Kyai ikut berkomentar mengenai banjir di kota lain tapi tak mau berkomentar bagi wilayahnya sendiri, maka jelas sudah mana Ulama dan Ustadz yang harus kami jadikan panutan, mana yang tidak pantas dijadikan panutan.

Dan itu semakin jelas batasnya.
Sulit untuk dirubah.

Diubah oleh n4z1.v8
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Kalau si Somad mah udahdari jaman kapan juga ketahuan kalau dia dukung wowok emoticon-Cape d...

Pengamat Nilai Dialog UAS dengan Prabowo Upaya Dongkrak Suara
Diubah oleh GayusTambunan.
ulama akhirat..???
ulama Su'...?
masuk gol mana ente mad..?
Minggu terakhir kampanye dalam pemilu adalah krusial utk menggaet swing voter/undecided voter, dukungan UAS ke 02 bisa dibilang sebuah nihilisme karena pendukung prabowo adalah pendukung UAS juga.

Nih saya kasih tau, undecided voter minggu terakhir itu sebenarnya istilahnya adalah Kura-kura. Alias orang melihat situasi aman atau tidaknya situasi utk memilih calon tersebut,jika dirasa tidak aman, mereka akan diam berada tetap di tempurung utk berlindung.

Jadi untuk tim Kampanye, tolong dengan sangat, gampang utk meraih mereka: JAMIN KEAMANAN MEREKA!GERTAK PIHAK YANG MENGANCAM KURA2 INI!!! Kalau keamanan mereka terjamin, mereka pasti akan keluar dan akan menjadi vote getter.

Mau tau kenapa saya bisa bilang ini?
Belajar pengalaman pilkada DKI 2017, keadaanny sangat tidak lazim karena ada tekanan dari pihak non Jakarta dan pemerintah diikat tangannya oleh pihak2 internal (Petunjuk= pengawalan TN* jauh lebih sedikit dibanding pilkada 2012 karena seorang berinisial GN* memihak lawan,yg harusnya tidak boleh) dan eksternal(ancaman jakarta rusuh karena pembiaran massa luar kota masuk ke ibukota,tidak ada inisiatif TN* pula utk mencegah ini). Berkaca dari dua ini KURA2 tidak berani keluar dari tempurungnya dan cenderung prioritas melindungi diri mereka kalau terjadi apa2, suara KURA2 yang menghilang ini masuk menjadi golput dan suara absen/ golput ini cenderung dimanfaatkan pihak2 yg tidak bertanggung jawab utk mengkoreksi nilai perolehan suara mereka.

Hal ini MAU DIULANG dengan bocoran strategi putih oleh FU*,tapi sudah ada antisipasinya oleh PakDhe supaya massa 01 juga memakai baju putih, which is good, karena ini termasuk lawan strategi perang dgn strategi perang. Akan tetapi saya rasa utk menjamin vote getter Kura2 ini, tolong buat suatu jaminan terbuka bahwa KURA2 ini bisa nyoblos dengan tenang, niscaya mereka adalah murni vote getter terakhir kalian.

Mohon kesediannya utk mendengar dan memahami dan disampaikan ke pihak terkait,Terima Kasih
Diubah oleh Fujimiya
Yaialah, namanya juga lagi kontestasi pilpres, yah tindakan apapun yang dilakukan tujuannya untuk mendongkrak perolehan suara.
cuma mau komeng kaya gituh disebut pengamat... kucing boker juga tau
Quote:


Amunisinya bukan itu saja

UAS ini ASN, harusnya ga boleh
Dan harusnya ada sanksi
Nah, BPN nunggu momen UAS dikasi sanksi buat senjata lanjutan
Terkait Abdul Somad


Rakyat Indonesia itu FANATISMENYA TINGGI

terkadang jika seorang ustadz kondang memberikan tausiyah, maka biasanya jamaahnya banyak dan secara tidak langsung akan dianggap sebagai "pengikut" nya. Makanya demokrasi di Indonesia, jika seorang ustadz kondang memberikan dukungannya kepada salah satu calon, maka diharapkan "pengikut"nya akan ikut memilih si calon. Dengan kata lain, ada penilaian satu suara ustad senilai seribu orang. Inilah yang ane katakan FANATISME karena mereka memilih bukan karena piliha hati, bukan karena visi misi calon, bukan karena kinerja namun lebih karena ingin mengikuti yang diikuti.

Ini terjadi pada calon 01 atau 02. Ada sebagian mereka yang memilih 01 atau 02 karena dasar fanatisme, namun kita sama-sama tahu kan pendukung mana yang fanatismenya lebih tinggi?
butuh banyak korban dalam pemilu kali ini emoticon-Ngakak
Ya ustad banyak dukung 01.. yg 02 santai wae..

Kok Somad dukung 02 cebong panas dingin
Quote:


Pengamat Nilai Dialog UAS dengan Prabowo Upaya Dongkrak Suara


Pengamat Nilai Dialog UAS dengan Prabowo Upaya Dongkrak Suara
Alloh suka yg ganjil emoticon-EEK!
Quote:

Krn uas idealesme tinggi
Tidak mudah goyah di undang ke istina
emoticon-Leh Uga

Quote:


yoi gan, gak cem romi, tgb, hahaha
ya elah namanya promosi ya jelas untuk dongkrak suara . mana ada promosi untuk menurunkan elektabilitas . klo kayak gini aja gue juga bisa jadi pengamat .
bener ga sih klo dia masih aktif sebagai ASN
UAS tau g seh kalo wowo islam ny masih belum jelas..?
Hebat juga ya somad bisa bikin prabowo nangis...

emoticon-Big Grin
pastinya
apalagi di musim kampanye dan coblosan sudah dekat
Pengamatan yang bagus emoticon-Hansip
Ajarin wowo ngaji donk pak emoticon-Cool
Pilpres 2019 emang beda..
Sumbu pendek vs sumbu panjang
emoticon-Coblos
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di