alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jalan Kaki 6 Jam Cuma Bawa Bekal Jagung
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cafee35a727687c5c3c7fff/jalan-kaki-6-jam-cuma-bawa-bekal-jagung

Jalan Kaki 6 Jam Cuma Bawa Bekal Jagung

Jalan Kaki 6 Jam Cuma Bawa Bekal JagungMETROPOLITAN – Nama Marianta mendadak viral di media sosial. Pelajar dari Pulau Dewata itu setiap harinya menghabiskan waktu enam jam hanya untuk pergi sekolah. Melintasi bukit dengan berjalan kaki jadi rutinitasnya.
Marianta merupakan siswa kelas enam SDN 6 Bunutan, Karangasem, Bali. Anak kelima dari pasangan Ni Nyoman Sudiasih dengan I Made Mastika itu tinggal di Dusun Gulinten. Jarak dari rumah ke sekolahnya cukup jauh yaitu sekitar 20 km.

Sekolahnya berada di wilayah perbukitan. Namun untuk menjangkau sekolah itu, ia harus jalan kaki melewati bukit. Jalan setapak ia lalui sejak awal sekolah di sana. “Untuk mencapai sekolah, mereka harus jalan sekitar tiga jam dari jam lima pagi. Dan ketika hujan, perjalanan mereka akan sangat berat dan tentunya dengan seragam yang kotor karena lumpur,” tulis Andy di Instagram @andy_k_wy, Selasa (2/4/2019).

Namun dikatakannya pula perjalanan bisa memakan waktu lima sampai enam jam. Suatu ketika, Marianta harus mengikuti ujian pemantapan. Ia dan teman-temannya memutuskan menumpang tidur di rumah warga agar bisa sampai sekolah tepat waktu dan mengikuti ujian dengan baik. Tak lupa mereka juga membawa bekal untuk mengisi perutnya.

“Marianta membawa bekal jagung kiloan yang nantinya akan dia masak buat dimakan. Sementara jagung yang masih utuh akan digoreng pakai lauk. Marianta menumpang di rumah Gede Sibang yang juga termasuk warga tidak mampu. Gede Sibang tinggal bersama dua adik dan ayahnya. Sementara ibu Gede Sibang kerja ke kota jadi buruh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” papar Andy.

Bila di rumah Gede Sibang, jelasnya, tidak ada kasur dan bantal. Hal itu pun mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Rencananya kasur itu akan dikirimkan agar Marianta dan teman-temannya bisa tidur nyenyak untuk menghadapi ujian. Namun memang ada kesulitan untuk pengirimannya karena medan yang berbukit.

Sementara itu, Marianta mengatakan, dari 18 temannya itu, lima orang duduk di kelas enam yakni Kadek Januada, Komang Soma, Kadek Sugiarta, Wayan Listiawati dan Luh Putu Suartini. “Kalau yang nginap sebelum pemantapan cuma berdua. Saya dan Suartiani,” katanya. Teman lainnya berangkat lebih pagi agar tidak telat karena pukul 07:30 WIB pemantapan sudah dimulai. Saya bawa jagung untuk dimakan,” katanya.

Dalam perjalanan sekolah, tak jarang mereka dihantui bencana tanah longsor, terutama musim hujan. Tak hanya itu, bojog (monyet, red) yang ditemui dalam perjalanan pun membuat anakanak itu takut. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk sekolah demi mendapat ilmu. (oke/bex/rez/run)

Sumber : Meropolitan.id
Diubah oleh Salsadila23
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
siapa yg pernah bilang gak makan infrastruktur? emoticon-Betty
Timpang bgt dgn slh satu sd di dkt pantai kuta.. tetap semangat, kalian sdh punya jiwa berjuang dan dedikasi, lebih berharga dari devisa pelancong di bali. Berlian kasar
yg perlu dicontoh, kegigihannya dan semangat buat jd pinter.

klo kampret udah pinter malah menggunakan ilmu nya buat membodohi org lain
Balasan post hamtonz
Namany juga demokrasi emoticon-Cool
never give up nak
padahal bali termasuk daerah banyak duit, masih timpang juga bangun infra-nya, mana nih gubernur bali emoticon-Mad

salut buat bocah-bocah ini berjuang menuntut ilmu emoticon-Nyepi tetap semangat ya adek-adek emoticon-2 Jempol
Dia ga mau dipindah karena kasihan bumi didesanya itu, gitu kan?!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di