alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Audrey dan Suramnya Netizen Penghuni Internet
5 stars - based on 15 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cafeaaf82d49565846d2a52/audrey-dan-suramnya-netizen-penghuni-internet

Audrey dan Suramnya Netizen Penghuni Internet




Link youtube yang TS sertakan di atas adalah trailer dalah salah satu episode serial Netflix Black Mirror yang judulnya Hated in The Nation. Black Mirror sendiri adalah serial Netfilx yang mempunyai banyak pesan satire terkait kemajuan teknologi sekarang yang seakan menjadi berhala banyak orang.

TS sebagai penggemar serial ini melihat episode ini sebagai salah satu episode yang paling menohok dan menyeramkan. TS sendiri setelah menonton episode ini menjadi berpikir berkali-kali kalau ingin membully orang lewat internet. Episode ini sendiri memang menggambarkan betapa buruknya kelakuan penghuni internet alias netizen yang sangat amat teramat mudah marah dan ngatain orang.

Sebagaimana kita tahu saat muncul #JusticeForAudrey para netizen ini sangat merasa prihatin. Maka dalam kecepatan cahaya #JusticeForAudrey menjadi trending topic dunia. Dan seperti biasa para netizen ini beramai-ramai menyampaikan keprihatinnya kepada bocah SMP ini. Di sisi yang lain tak sedikit dari netizen ini menjadi hakim jalanan dengan membully orang yang katanya menganiaya Audrey sampai miss V nya rusak.

Sebagai sesama penghuni Internet TS sendiri merasa prihatin namun entah kenapa TS lebih prihatin dengan para pembully online ini. Apakah mereka sudah yakin dengan fakta yang terjadi dalam kasus Audrey? lalu apakah membully massal orang yg katanya pelaku itu akan menyelesaikan masalah? ENGGAK W@!

Nyatanya ini netizen ketipu semua dan sekarang mereka malah nyalahin Audrey hastag #audreyjugabersalah menjadi TT hari ini. Dan sekarang mereka mebully Audrey dengan memblow-up kelakuan Audrey di sosmednya.

Lihatlah betapa suramnya kejadian ini, betapa suramnya kelakuan penghuni internet ini. Benar-benar menggambarkan dengan gamblang pendidikan yang gagal total. Betapa netizen ini tidak bisa berpikir analitis dan kritis, kebanyakan hanya menjadi sumbu pendek dan hanya mengikuti arus. FIkiran mereka hanya dipakai untuk melihat apa yang sedang ramai dan bersegera mengikutinya tanpa berfikir lebih lanjut.

Apa  implikasi dari kebiasaan tersebut? Implikasinya sangat mahal bung! Silahkan baca berapa banyak remaja yang bunuh diri karena di bully secara online! Bullyan netizen itu bisa menjadi pisau yg mematikan (benar-benar bikin mati) bagi sasaran bully. Kalau gak mati minimal orang yang di bully ini memiliki trauma yang sulit hilang sampai akhir hayat!

Dan netizen membullynya berdasarkan sumbu pendek di akal mereka.... sungguh suram sangat suram.... entah akan sampai kapan


Diubah oleh RifanX
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 8
welcome to indonesia ...
emoticon-Traveller
Lihat 1 balasan
Balasan post rizalshinoda
Merata gan bkn cuman di Indo
Diubah oleh RifanX
namanya juga anak jaman now. wajar
Suara netijen itu maha benar gans, kalaupun salah netijen gak bakalan pernah minta maaf. Ane selalu menjaga diri kalau memang ada isu seperti ini, takutnya apa yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan
lah itu mah yg bkin hashtag #audreyjugabersalah labil.bocah goblok.gak konsisten ama omongannya sndri.penjilat.udh bela,dijatuhin,dibela lagi.tolol tolol...
Lebih ngeri di screenshoot dan di viralkan ketimbang dimarahin mamak sekarang nih
Quote:


kehidupan online memang rentan distrorsi fakta,, krn nyata dan palsu bercampur menjadi satu,,,,, terjadi dari hal kecil seperti kehidupan sehari-hari di sosmed sampai berita-berita yang mencapai derajat hoax. Itulah mengapa jadi penghuni Internet perlu ilmu
Quote:


gue penasaran nih sama kehidupan onlen remaja sekarang di sosmed... soalnya gak sedikit berita remaja bunuh diri krn onlen onlen entah dibully entah depresi
Lihat 3 balasan
Balasan post RifanX
Iya gan, soalnya mereka lebih banyak "massa" dalam bersosial media sedangkan kita sudah pilih pilih "lingkup pertemanan" yah begitulah mereka jadinya
Balasan post embeksehat212
jadi kerentanan psikologisnya lebih besar ya gan? gara2 gak bisa dapetin temen yg benar-benar mengayomi?
Balasan post RifanX
Yup sepeti itulah, kontrol keluarga terdekat pun belum bisa maksimal ya karena ortu gak bisa track lingkup pertemanannya secara penuh baik nyata maupun maya

harusnya memang ada sedikit benturan dan fakta sosial agar bisa beripikir lebih matang dan juga lingkup pertemanan yang sehat
kualitas pendidikan disini rendah, jd kualitas orangnya kurang lebih sama. mau lulusan SD sampai S2 sekalipun kalo komen gak pake mikir
Lihat 1 balasan
jejak digital bahaya juga ye gan emoticon-Ngakak
Mendingnya Hiddenweb Ga ada yg pansos emoticon-Leh Uga
Balasan post privasibaik
emoticon-Sorry emoticon-Sorry miris bray,, tak pernah ada solusina juga
Penting! Jangan terlalu memakan mentah mentah kabar dan berita emoticon-Hansip
Netizen = Labil
bener ga sih ?
sebenernya balik lagi ke tingkat pendidikannya sih. kalo negara kita pendidikannya baik pasti ga ada kasus kaya gini
untung ane masih waras
Hesteg audreyjugabersalah itu lebih seperti pembelaan terhadap diri netijen tersebut, yang merasa paling baik, paling benar dalam kehidupan. Ketidakterimaan akan hal yang tidak sesuai ekspektasi. Mereka hanya menerima pembelaan kalo ternyata korban adalah anak yang baik. Padahal yang perlu disorot adalah tentang perundungan tersebut. Dalam kasus ini, pembully yang paling asli adalah netijen tersebut, setelah kemaren membully pelaku, sekarang malah menyerang korban, bagaimana enggak, mereka berame2 share ss kelakuan bocah tersebut di dunia maya, share foto2 korban waktu sebelumnya, body shaming, dan lain sebagainya. Dewasalah, fokus ke kasus bukan ke pribadi. Tujuan hesteg justiceforaudrey itu kan sebenarnya untuk memutus rantai perundungan tersebut, biar masyarakat luas tau, bahwa bully itu, walau apapun sebabnya tidak dibenarkan.
Ketika drama medsos lebih menarik daripada drama televisi, inilah yang terjadi.
aku cinta indonesia
Halaman 1 dari 8


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di