alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bawaslu soal Pemilu di Malaysia: Ada Anak Buah Rusdi Kirana
2.33 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caf4b3ea2d195465c5f49c8/bawaslu-soal-pemilu-di-malaysia-ada-anak-buah-rusdi-kirana

Bawaslu soal Pemilu di Malaysia: Ada Anak Buah Rusdi Kirana

Bawaslu soal Pemilu di Malaysia: Ada Anak Buah Rusdi Kirana

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengaku sudah lama mengendus niat tak baik dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Malaysia di Pemilu 2019.

Bagja mengatakan PPLN di Malaysia pernah menolak saat Bawaslu hendak menempatkan pengawas pada Kotak Suara Keliling (KSK).

"Kami sudah meminta kepada KPU, kepada PPLN, agar pengawas TPS diikutkan dalam KSK, tapi mereka menolak. Itu kan sudah ada tanda-tandanya. Kami bilang ini sudah ada tanda-tanda mereka mau aneh-aneh PPLN," kata Bagja saat dihubungi, Kamis (11/4).


Bagja juga menyampaikan Bawaslu sempat menyoroti komposisi PPLN di Malaysia. Pasalnya ada satu perwakilan dari Duta Besar Malaysia Rusdi Kirana masuk dalam struktur PPLN Malaysia.

Bawaslu sempat menyurati KPU untuk mempertimbangkan mengganti perwakilan dubes tersebut. Mereka khawatir ada konflik kepentingan.
[table][tr][td]
Rusdi Kirana. (CNN Indonesia/Safir Makki)


"Kami sudah mengirimkan surat kepada KPU RI untuk mengganti yang bersangkutan agar tidak terjadi konflik kepentingan karena pak Duta Besar punya anak yang sedang running (menjadi caleg)," ucap Bagja.

Caleg yang dimaksud Bagja adalah Davin Kirana, caleg DPR RI nomor dua Partai Nasdem di Dapil Jakarta 2.

Ditemui terpisah, Komisioner KPU Hasyim Asy'ari membantah pernyataan Bagja. KPU belum pernah mendapat rekomendasi dari Bawaslu secara resmi terkait penggantian perwakilan dubes. Hasyim juga menyebut perwakilan dubes sah-sah saja menjadi petugas PPLN.

"Wakil dubes? PPLN itu petugasnya ada yang pegawai kedubes, mahasiswa, ada yang warga, siapa saja bisa," tutur Hasyim saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (11/4).

Sebelumnya, beredar video menayangkan surat suara tercoblos di Malaysia. Surat suara sudah dicoblos untuk paslon 01 Jokowi-Ma'ruf dan Partai Nasdem.

Peristiwa di video itu dikonfirmasi kebenarannya oleh Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar. Namun KPU belum mau banyak berkomentar.

"Masih kami konfirmasi dengan Pokja Pemilu luar negeri, bagaimana kejadiannya, kenapa bisa terjadi demikian," kata Komisioner KPU Ilham Saputra saat dihubungi, Kamis (11/4).


https://www.cnnindonesia.com/nasiona...h-rusdi-kirana

PANTESAN...PENGEN SEMUA BERJALAN MULUS
MIRIP TOL YG BEBAS HAMBATAN
emoticon-Leh Uga
Diubah oleh nevertalk
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Tunggu konter cebong emoticon-Salaman
subannalloh
Klo yang ini jaraknya berapa cm dari presiden. Orang baik berkumpul dengan orang baik ya? lol
Mantul skali pemilu kali ini sodara2
emoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwk
Bawaslu soal Pemilu di Malaysia: Ada Anak Buah Rusdi Kirana


Bawaslu soal Pemilu di Malaysia: Ada Anak Buah Rusdi Kirana



Bawaslu soal Pemilu di Malaysia: Ada Anak Buah Rusdi Kirana


emoticon-Malu


Diubah oleh kongkalingkong.
gak mungkin ga mungkin, ga mungkin, tkn tim jokowi semua baik, orang baik, ini pasti konspirasi kampret, aneh kok surat suara di taro d gudang?? kok di dalem amplop?? kok?

*cebong mode off
Pantesan harga tiket pesawat lion dinaikin... Ternyata buat modal nyaleg dan dukung pilpres
Begini Modus Kecurangan Pilpres di Malaysia

Oleh : Tempo.co
Senin, 14 Juli 2014 07:45 WIB

TEMPO.CO, Kuala Lumpur- Berbagai modus penggelembungan suara dalam pemilihan presiden ditemukan di berbagai tempat. Di Malaysia, ada modus penggelembungan suara dengan memanfaatkan pengiriman surat suara via pos dan drop box.

Pemantau pemilu Malaysia dari Migrant Care, Siti Badriah, mengatakan pemilih di Malaysia berjumlah 420.643 orang. Tapi separuh pemilih justru dilayani lewat pos. Ia menganggap cara ini rawan kecurangan. “Dari dulu kami memprotesnya,” kata Siti pekan lalu. Menurut data yang diperoleh Siti, panitia mengirimkan 246.626 surat suara melalui pos. Ada ratusan surat suara yang ditujukan ke satu alamat, lalu alamat yang dituju membagikannya kepada para pemilih. (Baca:Jokowi-JK Klaim Sudah Kantongi Seluruh Form C1)

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kuala Lumpur Khairul Hamzah mengatakan panitia mendistribusikan surat suara melalui pos pada 27 Juni 2014 dan via drop box pada 1-3 Juli 2014. Surat suara yang dikirim lewat drop box diantar ke perusahaan yang mempekerjakan banyak tenaga kerja Indonesia. Pemilik perusahaan lalu membagikannya kepada pekerjanya. “Pertimbangannya, saat itu banyak TKI tidak ada di rumah karena pergi bekerja,” kata Taufik melalui telepon, Jumat pekan lalu.

Seorang saksi mengatakan ribuan surat suara dikirimkan ke kantor sejumlah partai politik cabang Kuala Lumpur. Jumlahnya bervariasi, antara 2.500 dan 3.000. Seorang pengurus partai pendukung Prabowo-Hatta mengatakan ribuan surat suara itu akhirnya ditusuk anak buah saksi tersebut. “Semua untuk nomor satu,” ujarnya sambil terkekeh. (Baca:Begini Dugaan Penggelembungan Suara di Tangerang)

Khairul mengatakan tak mendapat informasi itu. Adapun Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur Tengku Adnan membantah kabar bahwa panitia mengirim surat suara ke pengurus partai.

Saksi Jokowi-Jusuf Kalla di Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia, Indah Ernawati, mengatakan sempat menemukan kejanggalan saat penghitungan suara, Kamis pekan lalu. Pada satu kawasan di Selangor, semua surat suara tercoblos untuk Prabowo-Hatta. Penghitungan ini bersumber dari surat suara yang disalurkan lewat drop box.

Keganjilan lain, kata dia, yakni coblosan surat suara hampir serupa. “Kami menuangkannya dalam berita acara keberatan,” kata Indah. Ia juga melaporkan temuannya ini ke pengawas pemilu.
(Baca:Kasus Fitnah Obor Rakyat Dilimpahkan ke Kejaksaan)

RUSMAN PARABUEQ

ada bau yang amis

daerahnya sama dengan 2014, daerah pendukung prabowo

mungkin ketika tahu bakal tidak menang, maka strategi diubah dengan mencoblos JKW dengan harapan akan mendelegitimate suara JKW.



emoticon-Imlek


mo curang tafi dipideo in ??? tuman !

emoticon-Mewek
Quote:


udah buka lowongan ya emoticon-Big Grin
Bawaslu soal Pemilu di Malaysia: Ada Anak Buah Rusdi Kirana


Bawaslu soal Pemilu di Malaysia: Ada Anak Buah Rusdi Kirana
Preseden Buruk...

dan yang pasti ini insiden memalukan

apa kata dunia?

ce*ong ngelesnya sudah dipersiapin lom?

emoticon-Ngakak
Diubah oleh rickyAspero
Balasan post kongkalingkong.
Ane baru tau gan, pasntesan setiap daerah posternya gede2, modalnya jg gede

ga taunya modal bapaknya alias anak papih
Stop kecurangan .....inget akhirat....mau menang nga gini juga....
Quote:


Lha diberita sdh di konter kpu

Goblok

Diubah oleh mansion_999
silahkan dilaporkan n diproses sesuai aturan yg ada
Negara muslim terbesar demokratis tapi memainkan skandal kecurangan

bayangkan bagaimana jika itu membuat multiplier effect, pemilihan di luar negeri akan memainkan cara seperti itu

Negara harus jelas hadir untuk persoalan ini.
Quote:


Ada yg salah kalo jadi org kaya??
Ada yg salah kalo ortu kasi modal buat anaknya??
Ga usah iri sama kekayaan orang krn lu miskin

Mewek saja ke wowok
Siapa tau lu dapat warisan ratusan ribu hektar lahan

Dgn syarat lu jadi suami anak wowokemoticon-Big Grin
Diubah oleh mansion_999
kpu vs bawaslu. Gara2 cebong ama kampret...
Quote:


pihak yg berkompeten bawaslu dan KPu harus nya jangan saling bacot dolo
investigasi lah .... keluarkan keterangan secara resmi kelembagaan





klo masing masing pihak saling bacot ... kagak ada beda dengan nastak dan nasbung emoticon-Leh Uga
Serahkan semuanya kepada Bawaslu
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di