alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
KPU Tak Pernah Terima Rekomendasi Bawaslu soal Penggantian PPLN Malaysia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caf49562f568d74d42092a0/kpu-tak-pernah-terima-rekomendasi-bawaslu-soal-penggantian-ppln-malaysia

KPU Tak Pernah Terima Rekomendasi Bawaslu soal Penggantian PPLN Malaysia

KPU Tak Pernah Terima Rekomendasi Bawaslu soal Penggantian PPLN Malaysia JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari mengaku tak pernah menerima rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) soal penggantian petugas Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang juga Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia.

Pernyataan ini membantah keterangan Anggota Bawaslu Rahmat Bagja yang mengatakan telah merekomendasikan KPU untuk mengganti anggota PPLN yang bersangkutan.

"Disampaikan ke mana ya rekomendasinya? Ke mana? Kok saya belum tahu," kata Hasyim di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/4/2019).

Hasyim mengatakan, petugas PPLN terdiri dari beberapa elemen seperti pegawai Kedutaan Besar, mahasiswa, hingga warga. Pegawai Kedubes pun tak dilarang rangkap jabatan sebagai petugas PPLN.

Baca juga: Bawaslu: Ada yang Aneh pada Pemungutan Suara Pemilu di Malaysia

"PNS itu kan boleh jadi PPLN, PNS itu kan asumsinya netral. Saya PNS, saya anggota KPU. Bu Ratna Dewi (anggota Bawaslu RI) PNS jadi (anggota) Bawaslu," ujar Hasyim.

Sebelumnya, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja menyebut, ada sejumlah hal yang janggal terkait pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019di Malaysia.

Sejumlah hal janggal itu misalnya, ada seorang Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia yang saat ini menjabat sebagai anggota PPLN.

Padahal, anak dari Duta Besar Indonesia untuk Malaysia saat ini sedang ikut mencalonkan diri sebagai anggota DPR Dapil DKI Jakarta 2 yang meliputi wilayah luar negeri.

Kondisi tersebut, kata Bagja, berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Baca juga: Cek Kabar Surat Suara Tercoblos, KPU Akan Bertolak ke Malaysia

"Kami sudah mengirimkan surat kepada KPU RI untuk mengganti yang bersangkutan agar tidak terjadi konflik kepentingan karena Pak Duta Besar punya anak yg sedang running (nyaleg)," ujar Bagja.

Bawaslu telah membenarkan video soal temuan surat suara yang tercoblos. Menurut Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, kejadian ini ditemukan oleh Panwaslu Luar Negeri.

"Benar (ada surat suara yang tercoblos). Panwaslu Luar Negeri Kuala Lumpur sebagai penemu," kata Fritz.

Beredar video amatir yang menunjukan surat suara sudah tercoblos. Surat suara itu dimuat dalam puluhan kantong. Diduga, hal ini terjadi di Selangor, Malaysia

Video ini beredar di WhatsApp dan media sosial.

Berikut potongan narasi yang ada dalam video:

Kita sudah melakukan penggerebekan di Bandar Baru Bangi di Universiti tempatnya. Barang-barang sudah dicoblos. Di Malaysia selangor.

Sudah dicoblos 01, Partai Nasdem nomor 5, calegnya nomor urut 3 namanya Ahmad.

Kami harap KPU Indonesia membatalkan semua urusan tentang DPL Malaysia dari hari ini sampai tgl 14. Kalau tidak kami akan duduki KBRI.

Kronologi gimana?

Kita ngintip, kita tahu pergerakan beberapa hari keluar masuk ada komplain dari masyarakat.

Ada sekitar 57 kantong hitam. Di kedai kosong di Bandar Baru Bangi, Taman Universiti Bangi, Selangor, Malaysia.

https://nasional.kompas.com/read/201...-ppln-malaysia

Hmmmmemoticon-Ngakak
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Begini Modus Kecurangan Pilpres di Malaysia

Oleh : Tempo.co
Senin, 14 Juli 2014 07:45 WIB

TEMPO.CO, Kuala Lumpur- Berbagai modus penggelembungan suara dalam pemilihan presiden ditemukan di berbagai tempat. Di Malaysia, ada modus penggelembungan suara dengan memanfaatkan pengiriman surat suara via pos dan drop box.

Pemantau pemilu Malaysia dari Migrant Care, Siti Badriah, mengatakan pemilih di Malaysia berjumlah 420.643 orang. Tapi separuh pemilih justru dilayani lewat pos. Ia menganggap cara ini rawan kecurangan. “Dari dulu kami memprotesnya,” kata Siti pekan lalu. Menurut data yang diperoleh Siti, panitia mengirimkan 246.626 surat suara melalui pos. Ada ratusan surat suara yang ditujukan ke satu alamat, lalu alamat yang dituju membagikannya kepada para pemilih. (Baca:Jokowi-JK Klaim Sudah Kantongi Seluruh Form C1)

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kuala Lumpur Khairul Hamzah mengatakan panitia mendistribusikan surat suara melalui pos pada 27 Juni 2014 dan via drop box pada 1-3 Juli 2014. Surat suara yang dikirim lewat drop box diantar ke perusahaan yang mempekerjakan banyak tenaga kerja Indonesia. Pemilik perusahaan lalu membagikannya kepada pekerjanya. “Pertimbangannya, saat itu banyak TKI tidak ada di rumah karena pergi bekerja,” kata Taufik melalui telepon, Jumat pekan lalu.

Seorang saksi mengatakan ribuan surat suara dikirimkan ke kantor sejumlah partai politik cabang Kuala Lumpur. Jumlahnya bervariasi, antara 2.500 dan 3.000. Seorang pengurus partai pendukung Prabowo-Hatta mengatakan ribuan surat suara itu akhirnya ditusuk anak buah saksi tersebut. “Semua untuk nomor satu,” ujarnya sambil terkekeh. (Baca:Begini Dugaan Penggelembungan Suara di Tangerang)

Khairul mengatakan tak mendapat informasi itu. Adapun Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur Tengku Adnan membantah kabar bahwa panitia mengirim surat suara ke pengurus partai.

Saksi Jokowi-Jusuf Kalla di Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia, Indah Ernawati, mengatakan sempat menemukan kejanggalan saat penghitungan suara, Kamis pekan lalu. Pada satu kawasan di Selangor, semua surat suara tercoblos untuk Prabowo-Hatta. Penghitungan ini bersumber dari surat suara yang disalurkan lewat drop box.

Keganjilan lain, kata dia, yakni coblosan surat suara hampir serupa. “Kami menuangkannya dalam berita acara keberatan,” kata Indah. Ia juga melaporkan temuannya ini ke pengawas pemilu.
(Baca:Kasus Fitnah Obor Rakyat Dilimpahkan ke Kejaksaan)

RUSMAN PARABUEQ

ada bau yang amis

daerahnya sama dengan 2014, daerah pendukung prabowo

mungkin ketika tahu bakal tidak menang, maka strategi diubah dengan mencoblos JKW dengan harapan akan mendelegitimate suara JKW.



emoticon-Imlek
Diubah oleh njing.kirik
agak aneh juga liat bawaslu saat diwawancara tv 1
Diubah oleh mansion_999
Quote:


Quote ini sajaemoticon-Angkat Beer
yen kalah = dicurangi emoticon-Big Grin
Modyar...

Nunggu hasil investigasi keluar biar jelas sejelas jelasnya.
Balasan post njing.kirik
Quote:


ini dia salah satu cirikhas cebong sangat pintar memutarbalikan fakta.
fakta dibilang hoax, hoax dibilang fakta emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Diubah oleh nankonyo
semakin ramai.
emoticon-Matabelo

moga aman damai lancar lah.
Quote:


Wah wah semakin yakin kalau mereka lagi mereka lagi

Quote:

jaaahhh bakal ketahuan gak ya...?KPU Tak Pernah Terima Rekomendasi Bawaslu soal Penggantian PPLN Malaysia
Balasan post njing.kirik
Jadi lu mo bilang dubes di malaysia sengaja ngerusak nama baik keluarganya sendiri? Karna kasus ini ada sangkut pautnya ma anak dubes.. tak, tak..bego emg gratis, tp jgn serakahlah di kekep sndiri.. emoticon-Wkwkwk
hadeeh ini mah konflik internal, KPU n Bawaslu aja saling tuduh
bisa jadi di sana kecurangan buat pemenangan level pileg
Utk Tim Kampanye yg sering mampir ke sini, tolong agak digas pol kampanyenya, dan jangan menolak lupa dan jadikan kampanye Ahok DKI putaran kedua sebagai pelajaran:

1. Adanya penolakan sholatin jenazah pendukung ahok dan ada intimidasi Wisata Almaidah di kantong2 suara tertentu sehingga banyak yang takut nyoblos pada hari H

2. H-7 ada operasi false flag bertema rasis yg menyebabkan konflik horizontal di medsos dan juga di real world(saya juga dengar sendiri di ceramah panas di mesjid), dan ini telat diantisipasi oleh tim Ahok

3. H-3 atau H-2 ada backstab dari partai yang bermain dua kaki untuk petahana saat itu, dan ini juga tidak diantispasi oleh tim Ahok

Yang saya bold,poin 2 dan 3 ini penting, ini Last Day Campaign attack, selain Ahok ,dulu Hillary Clinton- Donald Trump juga kena akan tetapi Hillary yang telat antisipasinya(soal yang skandal Benghazi itu)
Diubah oleh Fujimiya
KPU oh KPU..
video udh terlanjur tersebar luas..stigma udh kebentuk. ya memang ini tujuannya

org2 ini pinter mainin emosional pendukung dan swing voter buat ngancurin citra salah 1 paslon

sekali lg gw bilang pemilu kli ini selisihnya sangat sedikit..waspada pemantik2 emosional di akar rumput

gw liat sih tukang sapu dan tambal ban udh sering buka lapak
Diubah oleh dr.anonymous
Quote:


udah buka lowongan ya emoticon-Big Grin
KPU Tak Pernah Terima Rekomendasi Bawaslu soal Penggantian PPLN Malaysia


KPU Tak Pernah Terima Rekomendasi Bawaslu soal Penggantian PPLN Malaysia
Balasan post ceo.amigroup
Quote:


KPU Tak Pernah Terima Rekomendasi Bawaslu soal Penggantian PPLN Malaysia no edit, no photoshop.

dibutuhkan segera bla bla bla bla. pencemaran nama baik partai tertentu sungguh busuk sekali kau cebong.
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh nankonyo
Quote:


betul klu pun itu dah disetting?
Dan polisi mau ngusut agak susah juga karena dah mepet pemiluemoticon-Turut Berduka
Quote:


KPU Tak Pernah Terima Rekomendasi Bawaslu soal Penggantian PPLN Malaysia
Dr jauh hari sblm pilpres d gelar isu ginian udh mencuat kok dr mulai 7 kontainer kertas suara yg udh d coblos. Emang pola isu2 kecurangan pilpres sm , intinya menyerang paslon 01 sbg petahana. Bs aja tujuannya buat nunda pilpres d mana hasil survei antara 01 dan 02 terpaut jauh ato buat mendiskreditkan 01 spy suara swing voter pindah pilih prabowo
Sekalian batalin aja pemilu di Malaysia ... suaranya juga ga ngaruh emoticon-Ngacir
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di