alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Polri ungkap perdagangan orang dengan 1.500 korban
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caf1894a2d19528021ccf3c/polri-ungkap-perdagangan-orang-dengan-1500-korban

Polri ungkap perdagangan orang dengan 1.500 korban

Polri ungkap perdagangan orang dengan 1.500 korban
Ilustrasi. Tindak Pidana Perdagangan Orang mengintai para pekerja migran yang diimingi gaji besar jika bekerja di luar negeri. Mereka berhadapan dengan beragam risiko, dari mulai kekerasan hingga berurusan dengan hukum di negara tempat mereka bermukim.
Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) mengungkap empat jaringan internasional Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan korban mencapai sekitar 1.500.

Polisi menangkap 8 orang tersangka dari keempat jaringan itu. Mereka adalah jaringan Maroko, Turki, Suriah, dan Arab Saudi. Modus para pelaku menjerat korban dengan mengiming-imingi menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Para korban dijanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga dengan gaji Rp7 juta. Namun sampai di lokasi korban mendapat perlakuan buruk dan tidak digaji. Para tersangka mendapat keuntungan Rp3 juta sampai Rp8 juta tiap kali mengirim WNI ke negara tujuan.

"Ini adalah kasus terbesar yang pernah diungkap Polri," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo seperti dikutip Beritasatu.com, Selasa (9/2/2019).

Para tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 4 dan Pasal 10 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu Pasal 81 dan Pasal 86 Huruf (B) UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Mereka juga dijerat Pasal 102 ayat (1) huruf B UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri dengan ancaman maksimal 10 tahun.

Jingga (20), bukan nama sebenarnya, yang menjadi korban perdagangan orang dalam liputan BBC Indonesia, mengungkapkan, dirinya mendapat tawaran bekerja di Arab Saudi.

Di Arab Saudi, buruh pabrik asal Tangerang, Banten itu diiming-iming tetangganya dengan gaji Rp5 juta per bulan dengan bonus Rp5 juta. Jingga yang lulusan SMP dengan penghasilan per bulan Rp300 ribu ini akhirnya tergiur untuk mengadu nasib ke luar negeri.

"Saya udah lelah, capek melihat perekonomian keluarga. Pulang pergi pulang pergi sebulan cuma dapat hasil Rp300.000. Belum bayar utang. Adik saya juga masih kecil-kecil. Ya udahlah, demi keluarga, mau mengangkat derajat orang tua," ungkap Jingga di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Dengan harapan yang begitu besar, Jingga membulatkan tekad untuk pergi. Saat semua dokumennya siap, Jingga malah diminta bekerja dulu di Surabaya selama dua minggu.

Setelah itu, di awal tahun 2018, dia dikirim ke Malaysia, Dubai, Turki, Sudan, Suriah, hingga Irak. Selama itu, Jingga sama sekali tidak menerima gaji. Bahkan dia disiksa oleh majikannya di Suriah, tempatnya bermukim selama tiga bulan.

Lantaran tak kuat dengan siksaan, bersama seorang tenaga kerja lain asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jingga memberanikan diri untuk melarikan diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriah. Namun, petugas KBRI malah mengembalikan ke agennya.

Di kantor agen di Damaskus, sebut Jingga, selama satu bulan dirinya disiksa di kantor yang dikelola warga negara Indonesia itu. "Saya dipukuli, rambut saya dipotong, tubuh saya dipamerkan ke orang-orang di kantor itu. Setelah itu saya diterbangkan, dijual ke Irak," kisahnya.

Penderitaan Jingga berlanjut selama ia bekerja selama tujuh bulan di sana. Dia bahkan kerap disiksa dan diperkosa oleh anak majikannya. Saat mengadukan ke majikannya, Jingga malah dituduh mencemarkan nama baik dan mencuri.

"Saya nggak mencuri sama sekali. Anaknya sendiri yang memerkosa saya. Saya nggak salah. Saya dijebloskan ke penjara dalam keadaan hamil tiga bulan," tuturnya.

Jingga bebas setelah dijamin oleh pengacara sebuah organisasi kemanusiaan di Irak, Seed Foundation, dan International Organization for Migration (IOM). Dia pulang ke Tanah Air pada Februari lalu.

"Jangan sampai ada yang berangkat lagi, mohon benar-benar pemerintah nutup ke (jalur) ke Timur Tengah, biar jangan terjadi yang kayak saya ini," imbuh Jingga.
Sudah dimoratorium
Pengiriman tenaga kerja ke wilayah Timur Tengah sebetulnya sudah dihentikan sejak Menteri Ketenagakerjaan mengeluarkan Peratuan Menteri Nomor 260/2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan.

Peraturan tersebut intinya menghentikan pengiriman pekerja migran, khususnya sektor pembantu rumah tangga di seluruh negara Timur Tengah.

Negara itu adalah Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Kuwait, Irak, Lebanon, Libia, Maroko, Mauritania, Mesir, Oman, Sudan, Qatar, Palestina, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Yordania.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menjelaskan, moratorium dilakukan karena mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, belum adanya undang-undang yang mengatur mengenai perlindungan TKI di negara penempatan.

"Kedua, belum adanya mekanisme penyelesaian masalah TKI di negara penempatan. Ketiga, semakin banyak kasus TKI yang terjadi di negara penempatan," jelas hanif, seperti dinukil Kumparan.com.

Pengiriman tenaga kerja ke negara lain selain Timur Tengah masih tetap berjalan. Menilik data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang diolah tim Lokadata Beritagar.id, jumlah yang mengadu nasib ke luar negeri tahun 2018 sebanyak 283.640 pekerja atau meningkat 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jumlah PMI tertinggi di tahun 2014 yakni 429.874 pekerja yang kemudian menurun hingga tahun 2016. Persentase PMI tersebut tahun 2018 lebih banyak bekerja di sektor informal (53 persen) dibandingkan sektor formal (47 persen).
Polri ungkap perdagangan orang dengan 1.500 korban


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...an-1500-korban

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Polri ungkap perdagangan orang dengan 1.500 korban Sambungan Probolinggo dalam target Trans Jawa

- Polri ungkap perdagangan orang dengan 1.500 korban Penutupan IHSG hari ini, ditutup di angka 6.410

- Polri ungkap perdagangan orang dengan 1.500 korban Eksekusi mati di dunia berkurang, Indonesia bergeming

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di