alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Eksekusi mati di dunia berkurang, Indonesia bergeming
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caf064d365c4f51e25bf3ca/eksekusi-mati-di-dunia-berkurang-indonesia-bergeming

Eksekusi mati di dunia berkurang, Indonesia bergeming

Eksekusi mati di dunia berkurang, Indonesia bergeming
Ilustrasi hukuman mati.
Dalam laporan hukuman dan eksekusi mati 2018, [URL="https://www.amnesty.org/download/Documents/ACT5098702019ENGLISH.PDF "]Amnesty International [/URL]mengungkap eksekusi mati berkurang 31 persen dibandingkan tahun 2017. Ada setidaknya 690 eksekusi mati yang dilakukan 20 negara pada 2018.

"Angka ini merupakan jumlah eksekusi terendah yang tercatat oleh Amnesty International dalam satu dekade terakhir," ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid di Jakarta, Rabu (10/4).

Laporan AI menyebutkan, sudah dua tahun terakhir Indonesia memberi jeda untuk eksekusi mati. AI mencatat, di beberapa negara termasuk Indonesia, hukuman mati diterapkan dengan cara yang melanggar hukum dan standar internasional pada tahun 2018.

AI menilai, di Indonesia hukuman mati digunakan untuk kejahatan yang tidak melibatkan pembunuhan disengaja. Itu sebabnya menurut mereka hukuman mati di Indonesia tidak memenuhi ambang batas “kejahatan paling serius” di mata hukum internasional.

Dalam kasus pelanggaran hukum terkait narkotika, paling tidak ada 98 eksekusi yang telah dilakukan di empat negara. Termasuk Tiongkok, Iran, Singapura, dan Saudi Arabia.

Angka ini adalah 14 persen dari total eksekusi mati global. Turun 28 persen dibandingkan tahun 2017.

Setidaknya ada 226 hukuman mati yang telah dijatuhkan di 14 negara. Termasuk 39 di antaranya di Indonesia.

Tak hanya dari kasus narkotika, total, ada 18 terpidana mati yang dieksekusi dalam lima tahun terakhir.

Dari 48 hukuman mati yang baru dicatatkan pada 2018, sebanyak 39 (81 persen) dijatuhkan untuk pelanggaran terkait narkoba, delapan (17 persen) untuk kasus pembunuhan, dan satu (2 persen) untuk kejahatan terkait terorisme.

Sebanyak 15 terpidana mati (31 persen) adalah warga negara asing, semuanya karena pelanggaran terkait narkoba.

Eksekusi mati terakhir dilakukan di Tanah Air pada 29/7/2016, di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Empat orang terpidana mati dieksekusi. Mereka: Freddy Budiman (Indonesia), Michael Titus Igweh (Nigeria), Humphrey Ejike alias Doctor (Nigeria), dan Seck Osmane (Senegal).

Sebelumnya, eksekusi mati dilakukan pada 18/1/2015 terhadap enam terpidana mati. Kemudian pada 29/4/2015 terhadap delapan terpidana mati.

Secara global, AI mencatat eksekusi mati pada tahun 2018 turun 31 persen dibandingkan tahun 2017. "Berkurangnya eksekusi global secara dramatis membuktikan bahwa bahkan negara-negara yang paling tidak mungkin pun mulai mengubah cara mereka dan menyadari bahwa hukuman mati bukanlah jawabannya," kata Kumi Naidoo, Sekretaris Jenderal Amnesty International.

Tahun 2018, Amnesty International mendapatkan 2.531 laporan mengenai hukuman mati yang dijatuhkan oleh 54 negara.

Sebagian besar hukuman mati termasuk eksekusinya dijatuhkan di Tiongkok. Namun, laporan AI menyebutkan angka eksekusi mati di Tiongkok yang mereka publikasikan secara signifikan lebih rendah daripada realitas. Ini dikarenakan batasan akses informasi dari Tiongkok.

Itu mengapa, dalam grafik berdasarkan data AI yang diolah Lokadata, Tiongkok tidak masuk dalam daftar.

Iran masih menjadi negara dengan jumlah eksekusi terbanyak kedua, yakni 253 eksekusi sepanjang tahun 2018. Kemudian, disusul oleh Saudi Arabia 149 eksekusi, dan Vietnam 85 eksekusi.

Eksekusi di Iran berkurang hingga 50 persen. Dari setidaknya 507 pada 2017 menjadi setidaknya 253 pada 2018.

Di Irak, eksekusi mati berkurang dari setidaknya 125 pada 2017 menjadi setidaknya 52 pada 2018.

Di luar Tiongkok, 78 persen dari semua eksekusi mati yang dilaporkan terjadi di empat negara, Iran, Arab Saudi, Vietnam dan Irak.

Metode eksekusi mati yang digunakan secara global pada tahun 2018 termasuk pemenggalan, setrum, gantung, injeksi mematikan dan penembakan. Dua hukuman mati baru dengan rajam juga diketahui telah dijatuhkan di Iran.

Pada akhir 2018, mayoritas negara di dunia--106 negara--telah menghapus hukuman mati dalam hukum untuk semua kejahatan. Lebih dari dua pertiga--142 negara--telah menghapuskan hukuman mati dalam hukum atau praktik.

"Hukuman mati biadab dan tidak manusiawi, melanggar hak atas kehidupan dan bertentangan dengan semangat Deklarasi HAM PBB," kata Sekjen Amnesty International Jerman, Markus N. Beeko.

Bagaimana dengan Indonesia?

Sejumlah kelompok telah menyatakan resistansinya terhadap pemberlakuan hukuman mati di Indonesia. Termasuk Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Hapus Hukuman Mati (Koalisi HATI).

Meski saat ini revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) masih diproses, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly memastikan, Indonesia tetap memberlakukan hukuman mati.
Eksekusi mati di dunia berkurang, Indonesia bergeming


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...esia-bergeming

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Eksekusi mati di dunia berkurang, Indonesia bergeming Terapi baru untuk membunuh HIV

- Eksekusi mati di dunia berkurang, Indonesia bergeming BMKG catat gempa M 5,1 berpusat di Sabang

- Eksekusi mati di dunia berkurang, Indonesia bergeming Ekspresikan kreativitas tanpa batas melalui Lomba Komik 2019

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di