alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Lempar-lemparan Harga Gabah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caee25baf7e935dc948c00a/lempar-lemparan-harga-gabah

Lempar-lemparan Harga Gabah


Spoiler for lempar harga gabah:



Di masa panen raya, tidak ada suka cita bagi petani kita karena harga gabah mulai anjlok. Di daerah Bogor, Jawa Barat, harga gabah kering turun. Dari Rp 4.500 per kilogram, jadi Rp 3.500 per kilogram. Itu terjadi lantaran melimpahnya pasokan setelah panen raya.

Kondisi anjloknya harga gabah petani itu berpotensi meluas, terjadi di mana-mana. Karena bulan Februari hingga Mei setiap tahunnya merupakan masanya panen raya di sejumlah daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun agak tajam pada Maret 2019 yakni 9,98 persen dari tingkat penggilingan menjadi Rp 4.604 per kilogram dibandingkan Rp 4.706 per kilogram harga gabah kualitas yang sama pada Februari 2019.

Rujukan I

Menurut data BPS, dari 2.135 transaksi penjualan gabah pada 28 provinsi selama Maret 2019, tercatat transaksi GKP 69,04 persen, gabah kering giling (GKG) 8,99 persen, dan gabah kualitas rendah 21,97 persen. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp 5.530 per kilogram atau turun 5,11 persen dan di tingkat penggilingan Rp 5.654 per kilogram atau turun 5,01 persen.

BPS mencatat harga gabah kualitas rendah di tingkat petani sebesar Rp 4.296 per kilogram atau turun 6,93 persen dan di tingkat penggilingan Rp 4.393 per kilogram atau turun 6,95 persen dibanding Februari 2019.

Dibandingkan Maret 2018, rata-rata harga pada Maret 2019 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah kualitas rendah mengalami penurunan masing-masing 3,22 persen dan 1,63 persen, sedangkan GKG mengalami kenaikan 1,62 persen.

Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Maret 2019 dibandingkan dengan Maret 2018 untuk GKP dan gabah kualitas rendah juga mengalami penurunan masing-masing 2,87 persen dan 1,61 persen, sedangkan GKG mengalami kenaikan 1,78 persen.

Pada Maret 2019, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp 9.815,00 per kilogram, turun sebesar 1,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp 9.555,00 per kilogram, turun sebesar 2,49 persen. Sementara rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp 9.271,00 per kg, turun sebesar 2,15 persen.

Dibandingkan Maret 2018, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2019 untuk semua kualitas yaitu premium, medium, dan rendah mengalami penurunan masing-masing 0,79 persen, 1,47 persen, dan 2,96 persen.

Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada langkah strategis yang dilakukan demi mencegah petani terjerumus kerugian yang makin mendalam. Lucunya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman sepertinya lepas tangan. Alih-alih bertindak, ia malah lempar bola ke Bulog. Ia memerintahkan Bulog bergerak, mengingat saat ini produksi melimpah dan mengakibatkan harga gabah kering panen turun. Selain menugaskan Perum Bulog untuk menyerap gabah sesuai HPP, yakni Rp 4.070 per kilogram.

Rujukan II

Selain itu, Kementan juga sebenarnya bisa berupaya menjaga harga gabah melalui kebijakan penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) dan harga eceran tertinggi (HET). Melalui penetapan HPP, akan ada intervensi pengawasan harga dasar. Dengan begitu, harga jual produk para petani tidak menjadi anjlok. Sementara itu, HET menjadi harga maksimum dengan harapan harga yang harus dibayar konsumen tidak melonjak tinggi. Karena temuan di lapangan menunjukkan sejak pertengahan Maret harga gabah turun tidak sesuai HPP yang ditetapkan.



Spoiler for pengendali harga gabah:


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
lama lama pakar yg pinter pinter males mau komen.

1. pemerintah harus ada hati mau beresin beras ini.
2. perbaiki 3 lembaga ini : mendag, mentan, bulog
3. menko nya mesti di kepret, yg seharusnya jadi penengah malah kagak keliatan kerjanya.
Horasbah (dulu makan beras sekarang makan gabah) jangan belaga bego lo joke emoticon-Leh Uga emoticon-Wkwkwk
Emang sudah jadi nasib petani miskin terus tiap panen harga hancur, percuma punya presiden wong cilik gak ngaruh emoticon-Ngakak
dan disaat ada perusahaan yg bisa menyerap gabah dengan harga tinggi malah di kriminalisasi .
jadi inget PT ibu . nyerap gabah diatas harga pasar malah dibilang kartel . sekarang harga jatuh , kementan pada kemana ya .


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di