alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi
2.33 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caeddb79a972e337c3f860d/sriwedari-dan-ambruknya-benteng-jokowi

Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi

Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi



Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi




SOLO itu kota asal Jokowi. Dikenal pula sebagai kandang banteng. Solo juga identik dengan PDIP dan warna merah. Dari Solo, Jokowi ke Jakarta. Tepatnya ke balaikota, lalu ke istana.

Semua berawal dari Solo. Kota kecil dengan penduduk sekitar 300 ribu saat Jokowi jadi walikota. Dan di Solo ini nama Jokowi cemerlang sebagai walikota. Dua periode, kendati tak tuntas. 


Mobil Esemka juga lahir dari Solo. Soal tak jadi diproduksi, itu hal lain. Sudah 12 tahun belum ada kabarnya. Itu bukan urusan presiden, kata Jokowi. Yang jelas, dengan naik mobil Esemka, Jokowi bisa sampai ke Jakarta. Apakah mobil Esemka hanya didesain khusus untuk mengantarkan Pak Jokowi ke Jakarta? Entahlah. Silakan tanyakan sendiri. Itu di luar kapasitas saya untuk menjelaskan.



Ini semua adalah cerita lama. Nostalgia masa lalu. Jokowi dielu-elukan masyarakat Solo. Putra daerah yang sukses jadi gubernur DKI, lalu presiden dengan modal mobil Esemka. Bagaimana dengan sekarang? 



Cerita Jokowi 2019 sepertinya tak seindah dulu. 2010 sukses menjabat kedua kalinya sebagai walikota Solo. 2012, berhasil duduk sebagai gubernur DKI. Dan 2014, memenangkan pilpres. Setiap dua tahun, Jokowi naik posisinya. Luar biasa. 2019? 



Di 2019, heroisme Jokowi nampaknya sudah mulai redup. Gelombang pujian tak lagi segenap gempita tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Jokowi banjir para pemuja, tahun 2019 ini Jokowi banjir para pencela.




Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi






"Saya akan lawan" kata Jokowi.



Kepada siapa? Tentu kepada para pencela itu. Siapa mereka? Rakyat yang kecewa terhadap kepemimpinannya.



Sepinya pengunjung di acara kampanye Jokowi itu tanda, Jokowi sudah benar-benar redup. Eranya sudah selesai. Masyarakat Solo seolah ingin mengatakan: Pak Jokowi, cukup sampai di sini. Kami tak lagi menginginkanmu. 



Kesimpulan ini tentu hasil analisis setelah melihat jumlah massa di acara kampanye Jokowi begitu sepi. Jokowi orang Solo, pernah jadi walikota Solo. Tapi kenapa sepi pengunjung ketika kampanye? Ini boleh jadi indikator bahwa masyarakat Solo tak lagi mendukung Jokowi. Bener tidaknya analisis ini, tetap yang paling akurat adalah hasil "real count" setelah pencoblosan 17 April nanti.



Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi




Sehari setelah Jokowi kampanye di Solo, giliran Prabowo berkampanye. Bagaimana jumlah massanya? Jika dibanding kampanye Jokowi, massa Prabowo jauh lebih besar. 



Di kampanye Prabowo, turut hadir sejumlah jenderal, para ketua dan pengurus partai koalisi, dan juga para ulama, diantaranya Ustaz Bachtiar Nasir. Selain Habib Rizieq, Ketua Majlis Pelayan Indonesia (MPI) ini tercatat oleh sejarah sebagai inisiator 212 dan salah satu penggerak massa paling sukses.



Ada Ustaz Sambo, guru spiritual Prabowo, Ustaz Yusuf Martak, ketua GNPF dan Adhyaksa Dault, Komandan LASKAR TPS, mantan menpora dan KaKwarnas. Dihadiri pula oleh ulama-ulama lokal Solo yang satu persatu disebutkan namanya oleh Prabowo. Jumlahnya cukup banyak.



Hadir pula mantan Wagub Jateng, yang juga kader PDIP, Rustiningsih. Dalam sambutannya, Rustiningsih bercerita tentang "banteng-banteng tua" (kader-kader PDIP senior) yang sudah beralih dukungan ke 02. Ini artinya terjadi migrasi dukungan di Jateng; dari Jokowi ke Prabowo.




Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi



Jika tanggal 9 April kampanye Jokowi di Solo sepi, maka tanggal 10 April, kampanye Prabowo membludak. Jumlahnya bahkan lebih dua kali lipat dari massa Jokowi. 



Kalau lihat angka, nilai 10 memang lebih tinggi dan lebih sempurna dari nilai 9. Ah, ini hanya bercanda. Supaya anda gak terlalu tegang membaca. Saya juga gak paham soal "misteri angka".



Dalam kampanyenya di Sriwedari Solo, Jokowi didampingi Megawati, ketua umum PDIP. Juga Puan Maharani. Jokowi juga membawa Ian Kasela, band Radja dan Nella kharisma, penyanyi dangdut. Ibarat tim, ini lengkap. Ada presiden, ketum partai terbesar, menko, dan juga artis. Apakah tim yang lengkap ini berhasil menghadirkan massa yang besar? Ternyata tidak. Malah boleh jadi, jika Jokowi tak hadir, massa akan lebih banyak. Karena mereka ingin nonton Ian Kasela, dan berjoget bersama Nella Kharisma. Karena Jokowi hadir, jadi sepi. 



Sepinya massa yang hadir di kampanye Jokowi di Solo ini merupakan tamparan keras terhadap kubu Jokowi. Bagaimana mungkin di kandang sendiri, putra daerah tak mendapat sambutan dan dukungan meriah dari masyarakatnya. Seharusnya, hadirnya Jokowi sebagai presiden dan capres menjadi kebanggaan masyarakat Solo. Ini putra daerah loh.



Kalau ini terjadi di tempat lain, tidak ada masalah. Tapi, ini terjadi di daerah sendiri. Tempat lahir, besar dan berkarir Jokowi. Tempat di mana Jokowi menjadi terkenal dan akhirnya bisa ke Jakarta. Kenapa masyarakat Solo tak bangga dengan putra daerahnya sendiri? Kenapa masyarakat Solo tak mau hadir di kampanye Jokowi? Apa yang salah dengan Jokowi? Apa dosa Jokowi? Kok gue jadi ikutan kesel ya? Hehehe...



Sepinya massa kampanye Jokowi tidak saja akan jadi beban bagi Jokowi dan timsesnya, tapi akan memviralkan pengaruh terhadap persepsi dan pilihan politik publik. Kalau di kandang sendiri kalah massa, bagaimana di kandang orang lain? Begitulah kira-kira persepsi yang akan terbentuk di kepala publik.



Ibarat main sepakbola, kalah di kandang sendiri itu memalukan. Begitu juga di dunia politik. Itu bisa merontokkan dukungan kepada Jokowi secara nasional.



2012 masyarakat Solo mengelu-elukan Jokowi. Suara ini nyaring dan didengar oleh publik secara nasional. Dan akhirnya, Jokowi pun diterima rakyat Indonesia. Berawal jadi gubernur DKI, lalu presiden. Super cepat dan super mudah. Ini semua berawal dari suara masyarakat Solo sebagai juru iklannya Jokowi.



Suara itu sekarang tak terdengar lagi. Kalau toh terdengar, suara itu sudah berubah. Bukan lagi Jokowi, tapi Prabowo. Suara Prabowo lebih nyaring. Setidaknya di Sriwedari saat kampanye. Apakah suara ini juga didengar oleh publik secara nasional? Boleh jadi iya.


Melihat jumlah massa kampanye antara Prabowo dan Jokowi, masyarakat Solo nampaknya telah beralih dukungan ke Prabowo. Apakah ini pesan sekaligus peringatan bahwa benteng Jokowi di Solo sudah benar-benar ambruk?



http://www.rmoljateng.com/read/2019/...enteng-Jokowi-


dari tanah kembali ke tanah emoticon-Malu

dari solo kembali ke solo emoticon-Malu

dari solo berawal dari solo berakhir emoticon-Malu

merdeka emoticon-I Love Indonesia


Diubah oleh kongkalingkong.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
oh mengarang indah ya??
Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi

Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi

Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi

Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi

Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi
Iki trit po crito eny errow? emoticon-Big Grin
siap laksanakan gan emoticon-Wkwkwk
astajim benteng Jokowi ambruk di Sriwedari emoticon-Kagets


wowok hobby sujud emoticon-Recommended Seller

Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi


Quote:




Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi
Quote:


yg penting bs coli, lumayan msh ada waktu 5 hari emoticon-Big Grin
makin dekat hari H para kampret makin rajin bikin trit

dana cair emoticon-Big Grin
Kampret boleh lah dongkrak kepercayaan diri dia buat mematahkan survei prabowo yg elektabilitasnya ga bs naik dr 40% . tp tetep aja pmbuktian d TPS .gw aja sekeluarga dukung jokowi tp ga ada yg punya rencana dtng ke GBK besok. Mending sabtu cari bahan barang buat kerjaan ...

Salam 38% dah emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh smogal
Ya baguslah kl optimis menang.

Tp kl real count ternyata kalah, jangan tereak2 curang ya. Silent majority itu lbh menentukan siapa presiden RI 2019-2024. Bukan sekedar tim hore2 yg rajin dtg ke tmpt kampanye.
Balasan post smogal
Quote:


Sama. Byk kerabat & mayoritas tetangga dukung jokowi. Tapi kl ditanya apa ada rencana dtg ke tempat kampanye? Kebanyakan geleng2 kepala.

"Mending cari duit buat makan sm bayar sekolah anak. Yg penting tgl 17 datang ke tps. Nyoblos Wak Yai."

Itu rata2 jawaban mereka.
Oh.. yang mengeksploitasi anak kecil itu ya?

Sriwedari Dan Ambruknya Benteng Jokowi

Laknat betul 02.
pengen cepet2 tgl 17
ya elah rmol lagi blum lg kawannya si jonfaisal wawjajjajjaj, dengar kata orang kraton jon? itu foto jgn diumbar2 emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin


gak jelas ! emoticon-Mewek
Quote:


bocah bocah yg pipis nya belum lurus .... pada milih prabowo emoticon-Leh Uga
Quote:


Quote:


Ini org berdua...beserta pendukung-pendukungnya..dan juga beserta pimpinannya; hanya bisa ngebacot doangemoticon-Ngakak (S)

Kalau ente yakin jagoan ente menang, kenapa gk ikutan ambil untung yg lebih gede... emoticon-Ngakak (S)

Itu tuh... Rusia dan Australia sudah buka pasar taruhan pilpres Indonesia... lumanyan dikali 3,xxxemoticon-Leh Uga
Quote:


eny arrow apaan mbah emoticon-Leh Uga


ra paham diri ku emoticon-Cool
Dari penelusuran gw di media2 online dan sosial, gw mendapati hal-hal sbb:

1. Kampanye Prabowo di Solo memobilisasi massa dari 15 kota lain di Jawa Tengah. Lima belas kota lain emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka

2. Gw juga liat video mass kampanye terpaksa mengangkat mobil orang gerindra karena parkir di rel saking itu orang gerindranya orang gerindra dari luar daerah.

3. Trs banyak saksi2 yg bilang banyak massa yg hadir pake pelat nomor luar kota / bukan Solo.

Jadi sesungguhnya, gw ragu Solo ga Jokowi lagi emoticon-Big Grin
penggiringan opini murahan, semua orang juga tau pihak2 dari 02 itu suka nyebarin sampah. Siapa yg peduli juga dengan cara penggiringan opini murahan begini hahahaha
Quote:


moso mbah ...... bandar lokal po luar emoticon-Big Grin

link nya mana emoticon-Cool
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di