alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bukan Sukarela Lagi, Mulai Oktober Semua Produk Harus Bersertifikat Halal!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caec95b10d295268a3bf651/bukan-sukarela-lagi-mulai-oktober-semua-produk-harus-bersertifikat-halal

Bukan Sukarela Lagi, Mulai Oktober Semua Produk Harus Bersertifikat Halal!

Bukan Sukarela Lagi, Mulai Oktober Semua Produk Harus Bersertifikat Halal!

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) mengaku terus mempersiapkan diri menjalankan amanah UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) karena mulai 17 Oktober 2019 semua produk termasuk UMKM harus bersertifikat halal.

“Selama ini kan sifatnya masih suka rela, yah suka-suka dia saja. Tetapi kalau kalau dengan Undang-undang jaminan produk halal, maka per 17 Oktober 2019 seluruh produk harus bersertifikat halal yang memenuhi ketentuan sertifikasi halal,” kata Kepala BPJPH Kemenag Sukoso usai menjadi pembicara pada seminar nasional dan workshop tantangan dan peluang industri halal yang di selenggarakan Universitas Mathlaul Anwar di Serang, Rabu (10/4).

Ia mengatakan, dalam upaya melakukan sosialisasi sertifikasi produk halal tersebut, pihaknya terus menggandeng sejumlah pihak termasuk lembaga-lembaga perguruan tinggi dengan halal centernya mengingat lembaga tersebut bisa langsung bersentuhan dengan UMKM.

“Paling penting itu adalah UMKM-nya harus sadar halal, tentu masyarakatnya juga harus sadar halal,” kata Sukoso.

Ia mengatakan, selama ini produk yang memiliki sertifikat produk halal masih sedikit paling sekitar 2 persen, karena selama ini sifatnya masih sukarela. Tetapi kalau dengan menggunakan Undang-undang jaminan produk halal per 17 Oktober 2019 seluruh produk harus bersertifikat halal yang memenuhi ketentuan sertifikasi halal.

Sukoso mengatakan, peran pemerintah daerah sangat penting dalam melakukan sosialisasi dan pelaksanaan sertifikasi produk halal tersebut, tujuannya untuk membagi peran agar tidak semuanya di cover oleh BPJPH mengingat kemampuan personel yang terbatas.

“Karena kemampuan kita juga terbatas bisa menggandeng perguruan tinggi misalnya dengan Mathlaul Anwar ini melalui halal center bisa memfasilitasi untuk bagaimana UMKM itu mendapat sertifikat produk jaminan halal,” kata Sukoso.

Menurut dia, dengan diberlakukan UU jaminan produk halal setelah lima tahun diterbitkan, maka mewajibkan semua produk memiliki label halal.

“Dengan UU ini LP POM MUI bukan merupakan suatu otoritas yang bisa mengeluarkan sertifikat halal, sertifikat halal dikeluarkan oleh BPJPH lewat fatwa halal MUI,” katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan, persoalan secara umum kenapa sekarang itu sertifikasi produk halal masih sedikit dibandingkan jumlah produk yang ada, karena statusnya masih sukarela. Namun dengan adanya UU No 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal maka menjadi wajib.

“Dengan sukarela kan orang bisa suka-suka dia mau melakukan apa enggak. Jika tidak melakukan nanti sanksinya ada, ya kepada produknya juga kepada pelaku usahanya,” kata dia.

Sebab, kata dia, Undang-undang itu pesan dari badan legislatif, jadi ada atau tidak ada Peraturan Pemerintah (PP) tetap akan dijalankan karena PP hanya merupakan satu bagian untuk mengimplementasikan undang-undang tersebut.

“Ya kita berharap dan berdoalah supaya segera keluar PP-nya. Kita berharap segera keluar PP-nya, jangan pesimis,” kata Sukoso.

Seminar nasional tantangan dan jaminan industri halal tersebut juga menghadirkan narasumber Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten dan juga pelaku industri produk halal di Banten.




Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
hmmmmm... baguslah.
tapi sertipikat halal resmi dr pemerintah atau masih dr mui??
Harusnya sertifikat haram.. Jd bs milih2 mana yg haram..

Mungkin rasio produsen halal lebih banyak drpd yg haram.. Jd duitnya lebih banyak emoticon-Leh Uga
Gw harap sertifikasinya dari pemerintah

Gara2 tengku Zulkarnaen, gw tau MUI diisi bukan ulama
Dildo dan bawok karet juga ada cap halal?

emoticon-Bingung
Quote:


Peralatan doa kaum non muslim juga harus ada sertifikat halalnya. Kayak hio, patung dewa, salib, dsb emoticon-Wkwkwk
Yah semoga segera terealisasikan agar kalo mau makan makanan gak takut haram atau gak
Semoga aja nggak keluar bikin ribet dan banyak biaya
Quote:


Wah iya juga ya...emoticon-thumbsup

Dadu, kartu remi, congyang, dkk wajib label halal.
Semua produk, segala jenis produk.
emoticon-Ultah
Ini wajibnya tuh gmn, klo jual yg non halal gmn? Apa di indo jd ga boleh jual barang/makanan yg ga halal?
Ada yg punya info detail?
Masya alloh emoticon-Matabelo
siap2 ada babi dengan stempel halal nihemoticon-Wagelaseh
Jgn mengada2 lah , moso nanti ada daging babi bersertifikat halal , jgn menyesatkan umat emoticon-Ngakak
semakin yakin 17 april coblos maaruf emoticon-Cool
Psk halal
jadi kaca film atau kaca gelas juga harus ada sertifikasi hallal?
Mui mulai lapar. Produk2 selangkangan seharusnya jg ditato halal
kalo ane tangkep dari artikelnya kayaknya cuma buat produk yang harus ada logo halal nya wajib, bukan sukarela lagi. jadi ga "semua produk" in general.
Ngurusnya aja ribet, plg cepat 2 bulan + datang seminar di bogor/ngundang panitia privat + ongkos yg lumayan tentunya

Yang ada jadi lahan basah
kalo daging kalengan merk MA LING wajib ga ya?
Bisnisnya MUI nih
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di