alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caec2a0c82084432531e7f0/isyarat-politik-sri-sultan-hb-ix-untuk-prabowo

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

DI media sosial sejak kemarin diam-diam para pendukung paslon 01 sedang  melakukan operasi "perang simbol". Foto Presiden Jokowi bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X tiba-tiba bermunculan di medsos. Foto itu disertai caption: Jokowi Presidenku, Sri Sultan HB X Gubernurku.

Foto ini tampaknya dimaksudkan untuk menandingi munculnya pemberitaan adanya pertemuan antara Capres Prabowo Subianto dengan Sri Sultan HB X. Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur DIY Bangsal Kepatihan Senin siang (7/4).

Beberapa media mengangkat judul "Pesan Sri Sultan HB X Kepada Prabowo: Jaga NKRI, Pancasila, dan Keberagaman". Berita itu dilengkapi dengan foto Sri Sultan dan istri bersama Prabowo, didampingi Ketua BPN Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Rachmawati Soekarno Putri, dan Titiek Soeharto.

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

Foto Jokowi dengan Sultan bukanlah foto baru. Dari penelusuran digital diketahui, Jokowi saat itu tengah berada di Yogyakarta untuk membagikan sertifikat tanah (28/9/2018). Dia diundang sarapan pagi bersama Sultan di keraton. Jadi foto lama yang didaur ulang.

Jokowi kembali bertandang ke Keraton Yogyakarta Sabtu malam (23/3) ditemani Ketua Umum DPP PDIP Megawati dan Sekjen Hasto Kristiyanto. Sebelumnya dia bertemu para pendukungnya di Stadion Kridosono. Di stadion ini Jokowi menyatakan tekadnya melawan. Dia mengaku selama ini hanya diam difitnah selama 4.5 tahun.

Media memberitakan tidak ada penjelasan apapun seusai pertemuan. Tidak ada foto yang dibagikan. Wajah Jokowi, Megawati, dan Hasto terkesan tidak happy. Spekulasi berkembang, mereka ditolak Sultan. Seakan menepis spekulasi, Hasto keesokan harinya menjawab secara normatif bahwa pertemuan berlangsung  positif dan kondusif.

Bagi masyarakat Jawa khususnya tlatah Kasultanan Ngayogyakarta yang terbiasa bicara dengan bahasa isyarat, perlambang, simbol, foto dan pesan Ngarso Dalem itu merupakan sebuah isyarat kemana bandul politik Sultan sedang berayun. Karena itu perlu operasi untuk mementahkannya.

Dibandingkan dengan Jokowi, penerimaan atas kunjungan Prabowo sangat berbeda. Sama-sama berlangsung tertutup, setelah pertemuan ekspresi keduanya sangat berbeda.

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

Jokowi biasanya ramah melayani wartawan meninggalkan lokasi tanpa keterangan apapun. Sebaliknya Prabowo wajahnya terlihat cerah. Dia juga melayani pertanyaan wartawan. "Saya tadi sowan sekaligus kulonuwun karena mau berkampanye di Yogya. Kebetulan juga lama tidak bertemu beliau. Alhamdulillah diterima dengan baik," ujar Prabowo.

Sebelumnya ketika bertemu Cawapres Sandiaga Uno (12/10/2018) wajah Sultan juga terlihat cerah. Foto Sultan yang menyilangkan jari telunjuk dan jempolnya di dagu banyak diartikan sebagai bentuk lain dari salam dua jari.


Bisa Membaca Apa Yang Terjadi

Bagi orang Jawa bahasa tubuh seorang raja seperti Sri Sultan bisa menjadi petunjuk apa sebenarnya yang ada dalam benaknya dan apa yang akan menjadi titahnya. Mereka tinggal sendiko dawuh. Siap menjalankan perintahnya.

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

Orang Jawa amat jarang mengungkapkan penolakan secara terbuka, sebagai upaya untuk membangun hubungan baik dan adab sopan santun. Namun tamu, atau lawan bicara sudah harus tanggap ing sasmito. Tahu pesan apa yang disampaikan.

Kalau toh disampaikan secara verbal, biasanya tidak disampaikan dalam kalimat langsung.  Misalanya "Tetapi akan lebih baik jika...." atau "Mungkin ada opsi lain…" Kalimat tersebut seringkali disampaikan dengan gesture atau sikap isyarat tertentu, sehalus mungkin sehingga tidak menyakitkan.

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

Dalam komunikasi sering disebut sebagai high context. Tidak menggunakan kalimat langsung.

Komunikasi semacam inilah yang tampaknya berlangsung ketika Sultan menerima Jokowi, Mega dan Hasto. Sebagai orang Jawa ketiganya paham isyarat itu. Karena itu mereka tidak happy.

Sebaliknya ketika bertemu Prabowo dan rombongan Sri Sultan menggunakan komunikasi low context. Langsung pada persoalan.

Sultan mengatakan Prabowo harus menjaga NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. Sultan juga menyampaikan jika kelak Prabowo terpilih sebagai presiden agar membentuk pemerintahan yang efektif dan bisa mengembalikan kejayaan Indonesia.

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

Selain seorang raja yang titahnya harus ditaati, figur seperti Sultan dianggap mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki manusia biasa. Jalmo limpat seprapat tamat. Seorang yang punya kelebihan bisa membaca apa yg akan terjadi.

Ucapan Prabowo agar membentuk pemerintahan yang efektif dan mengembalikan kejayaan Indonesia harus diartikan bahwa Sultan sudah mendapat firasat, wangsit, siapa yang akan menjadi pemenang.

Di luar isyarat-isyarat politik itu, sebenarnya sudah sejak lama publik bisa membaca ada ketidaknyamanan Sultan atas pemerintahan Jokowi. Dia misalnya dengan bahasa yang halus menyatakan ketidak-setujuannya atas program "tol laut dan jalur sutra" Jokowi.

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo
Dalam pandangannya dibangunnya beberapa pelabuhan dan bandar udara, tidak disertai membangun potensi lokal dan menyiapkan masyarakatnya. Berbagai fasilitas itu memudahkan produk dan orang asing masuk ke Indonesia. Bukan sebaliknya.

Sultan juga pernah menyatakan ketidaksetujuannya atas pengerjaan yang terburu-buru Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo. Jokowi menargetkan bandara itu harus selesai sebelum April, saat pilpres berlangsung.

Ketika meninjau proyek itu Sultan pernah berpesan kepada pekerja agar tidak usah terburu-buru mengerjakannya. Jangan sampai seperti legenda Bandung Bondowoso yang harus membangun seribu candi hanya dalam waktu semalam. Sultan ingin kualitas bangunan bandara harus baik, tidak dibuat dengan mengabaikan kualitasnya demi mengejar waktu.

Soal pembangunan ruas jalan tol yang sangat dibanggakan Jokowi, Sultan juga punya pandangan berbeda. Dia menolak jalan tol dibangun di Yogya.

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

Sultan berpandangan pemerintah harusnya lebih mengutamakan membangun infrastruktur jalan reguler. Semua orang bisa mengakses, tanpa harus membayar. Jalan tol juga menjadikan daerah yang dilewati terisolir dan tidak maju pertumbuhan ekonominya. Sultan juga khawatir jalan pembangunan jalan tol akan merusak situs-situs budaya dan sejarah di Yogyakarta.

Berbagai perbedaan cara pandang dalam mengelola pembangunan itulah yang tampaknya membuat Sultan secara tersirat mulai menunjukkan kemana bandul politiknya diarahkan.

Bagi Jokowi sikap Sultan ini tentu saja tidak menggembirakan. Jogya adalah salah satu kantong suaranya. Pada Pilpres 2014 Jokowi unggul di Yogyakarta dengan meraih 55,81 persen suara, sementara Prabowo hanya meraih 44,19 persen.

Sikap politik Sultan dipastikan akan mengubah konstelasi politik di tlatah Mataram. Akan terjadi migrasi politik besar mengikuti langkah Ngarso Dalem.

Satu persatu wilayah yang sebelumnya dikuasai Jokowi, jatuh ke tangan Prabowo.


Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo
Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

emoticon-Leh Uga

Hidup yang mulia Sultan....emoticon-I Love Indonesia


Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

Sultan Jakarta & Sultan Yogyakarta pemimpin kebanggaan Peribumi Indonesia..emoticon-Salaman

Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Quote:


Couldn't Agree More!The problem is, NKRI itu negara Demokrasi!
https://www.beritasatu.com/nasional/...iterima-sultan


Hemas bahkan menyatakan, kubu Prabowo Subianto cenderung menggunakan cara-cara yang tidak simpatik dan memanfaatkan foto-foto yang sengaja disebar secara viral. Sementara dari pihak Joko Widodo tidak melakukan hal tersebut.

memang pertanda klo kubu 02 bajingan tengik emoticon-Big Grin
Pernyataan Hemas itu disampaikan menyusul pemberitaan-pemberitaan bernada provokatif cenderung hoax yang mengatakan bahwa Sri Sultan menolak kedatangan Joko Widodo di Kraton karena menyebar aura negatif. Selain itu, mantan Presiden PKS, Hidayat Nurwahid pun dalam kampanye terbuka di Solo, Rabu (10/4) menyampaikan di depan massa kampanye bahwa Raja Yogyakarta hanya mau menerima Prabowo, sementara capres lain tidak.

gelar ustad tapi nyebar hoax?? hanya di parte kuontollll sapiii emoticon-Big Grin
Sakkarepmu le! Terus kon kudu nyoblos wowo sing ra godag jumatan? Wegah!
Nasbung emang bener2 dunguemoticon-Ngakak
satu lagi
jokowi itu orang solo
yogya dan solo pernah berseteru di jaman VOC dulu, karena solo merapat ke VOC, dan yogya ke NKRI
raja solo itu dulunya juga raja yogya yg melawan sultan yogya dan akhirnya dirikan kerajaan sendiri di solo
sejarah seperti itu tidak mudah dilupakan
walau skrang udah beda jaman, tapi "rasa" itu masih ada, apalagi selevel sultan.
apalagi sempat ada foto jokowi pake mahkota khas raja jawa, ane yakin foto semacam itu tidak etis kalo sampai diliat sultan yogya, karena seperti tandingan gitu
Quote:


emoticon-Matabelo
Quote:


Wowo yo jumatan lik
Tapi jam 4 sore
Ngopi2 cantik
Balasan post KumanImut
Quote:


Nangndi dab? Raminten yo dab? Nek kepaitan ngomong pabu sacilat nggak?
Diubah oleh i71lm4c4n
Quote:


Quote:


Quote:


emoticon-Malu
Quote:


Mbentak buajinguk! Pait!
Quote:


Isyarat Politik Sri Sultan HB IX Untuk Prabowo

prabowo mah bebaaaas
kecuali kalo dateng ke mamarika
Balasan post zukr
Balasan post alprazolam666
Quote:


Emangnye Jokowi masih keturunan Keraton Solo opo? emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka Lagian Jokowi walopun pengusaha tapi jiwanya proletar, makanya suka pesta rakyat dan karnaval pake baju priyayi/keraton yg lucu2 emoticon-Big Grin bentuk sarkasme halus seoarang proletar.
Quote:


bukan keturunan yg di masalahin, tapi tabiat nya
biar gimana juga tabiat itu menurun dari moyang nya
generasi oom oom dan kakek kakek jaman sekarang pasti ngerti maksud ane
milenial gak bakal ngerti soal kek gini
kek semacam urban legend juga, percaya gak percaya sich
jogja masih tetep pegang jokoui saiya kira
meski ya gag jauh2 amat bedanya ama om wowo
Mungkin TS bukan orang Jawa terutama Jogja, jadi enggak paham.

Prabowo bertemu Sultan HB X di Kepatihan. Itu kalo orang Jogja berpikir, yg ditemui Jokowi adalah Gubernur DIY.

Tapi Jokowi bertemu Sultan HB X di Kraton, artinya yang ditemui Jokowi adalah Raja Mataram.

Silahkan disimpulkan sendiri.

Dan lagi TS nya mabok. Sultan HB IX sudah tidak ada urusan dengan pilpres, wong nggak masuk DPT karena sudah tidak tinggal di Indonesia dan dunia.

emoticon-Cape d...
kampret pgn coli tp gagal krn kebongkar duluan emoticon-Wkwkwk
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di