alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caea03dd4397257ed4f3fdc/bogor-rawan-rusuh

Bogor Rawan Rusuh

Bogor Rawan RusuhMETROPOLITAN – Enam hari jelang pesta demokrasi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merilis data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di seluruh Indonesia. Jawa Barat ( Jabar) kembali masuk zona merah, khususnya Kabupaten Bogor yang memiliki skor IKP 67,64. Faktor rendahnya partisipasi peserta pemilu untuk mematuhi aturan pemilu, menjadi Bumi Tegar Beriman wilayah yang harus dijaga ketat kepolisian.

Dalam pemilu serentak ini setidaknya ada 24.230 anggota kepolisian yang tersebar di Jabar. Begitu juga dengan 10.600 TNI yang telah disiapkan Kodam III Siliwangi. Hal itu juga mendapat sorotan khusus dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang memimpin langsung gelar pasukan di Bogor, Rabu (10/4).

Meski masuk zona merah, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Maryoto mengaku bakal menjamin kelancaran pesta demokrasi yang menyisakan waktu satu pekan ke depan. Ia juga menegaskan sudah melakukan langkah antisipasi dini sejak jauh hari demi meminimalisasi segala kemungkinan yang bakal terjadi nanti.

”Untuk penanganan daerah yang masuk kategori zona merah atau rawan, kami sudah menyerukan kepada seluruh polsek dan polres untuk senantiasa bekerja sama dengan TNI dan sejumlah instansi terkait lainnya,” tegasnya.

Disinggung soal langkah antisipasi dini, Agung mengaku sudah menginstruksikan langsung kepada jajaran kepolisian Jabar untuk tidak meremehkan tugasnya di lapangan. Begitu juga melakukan pemetaan dengan patroli dan kegiatan pengamanan lainnya.

Begitu juga dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sudah menyiapkan 10.600 TNI yang akan bertugas selama pemilu. Jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah sesuai kebutuhan di lapangan nanti. ”Untuk jumlah pasti personel, intinya kita akan siapkan semuanya sesuai kebutuhan dan permintaan dari pihak kepolisian,” jelasnya.

[justify]Hadi juga mengakui dapat terjadi segala kemungkinan yang berpotensi mengganggu jalannya pesta demokrasi. ”Jika kami menemukan suatu tindakan yang menurut kami bakal mengancam keberlangsungan pesta demokrasi, tentu kami akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Karena kita adalah negara hukum, jadi segala sesuatunya kita akan bersandar kepada hukum itu sendiri,” paparnya.[/justify]
Selain Jabar yang masuk tiga besar wilayah dengan catatan merah atas rata-rata kerawanan 52,11 persen, dua wilayah lain yang kerawanannya di atas ratarata yaitu Provinsi Yogyakarta dengan rata-rata kerawanan 52,67 persen dan Provinsi Papua dengan 55,08 persen.

Sementara untuk tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah dengan kerawanan tinggi. Kerawanan itu terjadi pada sejumlah dimensi seperti konteks sosial politik, penyelenggara pemilu bebas dan adil, kontestasi dan partisipasi politik. Dari keempat dimensi itu, kerawanan paling tinggi ada pada dimensi penyelenggara pemilu bebas dan adil. Di samping itu, Kabupaten Bogor masuk urutan kedua wilayah yang masuk kerawanan tinggi dalam dimensi partisipasi politik.

Kerawanan tinggi pada dimensi penyelenggara pemilu bebas dan adil berkaitan dengan beberapa hal. Di antaranya hilangnya hak pilih warga, data pemilih tidak komprehensif, akurat dan mutakhir, terdapat laporan pelanggaran pemilu dari warga kurang dari sepuluh laporan dan tidak efektifnya peran saksi perwakilan peserta pemilu.

Sementara kerawanan tinggi pada dimensi partisipasi berkaitan dengan rendahnya partisipasi dalam pemilu 2019, mulai dari rendahnya peserta pemilu dan kandidat peserta pemilu untuk mematuhi aturan pemilu, rendahnya partisipasi peserta pemilu dan kandidat peserta pemilu dalam proses edukasi politik masyarakat, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu, hambatan akses media massa terhadap proses tahapan pemilu dan hambatan akses pemantau terhadap proses tahapan pemilu.

Dari IKP tersebut, Bawaslu menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada para pemangku kepentingan, khususnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penanggung jawab utama penyelenggaraan pemilu. Bawaslu meminta agar KPU menjamin hak pilih, baik pemilih yang sudah terdaftar maupun belum terdaftar sepanjang memenuhi syarat sebagai pemilih.

Selain itu, Bawaslu juga merekomendasikan agar peserta pemilu dan aktor politik, baik lokal maupun nasional, menciptakan pesan kampanye damai dan menerima hasil pemilu. Jika di kemudian hari melakukan gugatan, Bawaslu meminta agar dilakukan sesuai peraturan perundangundangan. Bawaslu juga merekomendasikan agar pemerintah melakukan percepatan terhadap pemenuhan dan perbaikan administrasi kependudukan, serta menjamin rasa aman dan ketenteraman pemilih saat menggunakan hak suaranya.

“Kepada masyarakat pemilih, kami mengajak untuk memperkuat hak pilih bagi penyandang disabilitas, masyarakat adat dan kalangan minoritas lainnya. Pemenuhan hak politik minoritas diawali kemampuan untuk pengetahuan terkait teknis kepemiluan pemilu 2019 dan perhatian penuh terhadap kebijakan masa depan,” kata Komisioner Bawaslu RI Mochammad Afifuddin.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni membeberkan soal kemungkinan potensi kerawanan pemilu di Bumi Tegar Beriman. Salah satunya lantaran volume daftar pemilih hingga penyelenggara yang terbilang sangat besar. Dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mencapai 15.000, sedikitnya dibutuhkan 135.000 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), 1.200 Panitia Pemungutan Suara (PPS) hingga 200 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Artinya kalau dilihat dari jumlahnya saja, kebutuhan SDM-nya sudah terbesar. Wajar kalau Bawaslu menganggap itu sebagai salah satu potensi kerawanan,” kata Ummi.

Menurutnya, urusan netralitas penyelenggara di tingkat bawah memang sulit dijamin semuanya bertugas sesuai aturan. Yang jelas, KPU berusaha semaksimal mungkin sejak perekrutan hingga terpilih dengan melakukan evaluasi-evaluasi. “Yang jelas ikhtiar kami sudah dilakukan sejak rekrutmen sampai evaluasi ketika sudah terpilih,” terangnya.

Terkait daftar pemilih, Ummi juga menyebut Kabupaten Bogor menjadi kabupaten degan jumlah daftar pemilih terbesar seIndonesia. Di Jabar, ada sekitar 33 juta pemilih yang 10 persen lebih ada di Kabupaten Bogor dengan jumlah pemilih mencapai 3,5 juta jiwa. Hingga kini, KPU terus melakukan pelayanan soal pengurusan syarat memilih untuk memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya.

Dari sisi partisipasi, KPU Kabupaten Bogor menarget mampu menembus angka 78 persen. Upaya peningkatan partisipasi itu dilakukan dengan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat, kelompok perempuan, disabilitas, jurnalis, pemuda dan kelompokkelompok lainnya secara simultan. Di samping itu, KPU juga belajar dari pengalaman kelam pada pilpres 2014 lalu, di mana satu desa di Barat Kabupaten Bogor harus melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Saat ini, PSU dilakukan lantaran ada indikasi surat suara dicoblos saat berada di PPK. “Sekarang kami taruhnya di gudang KPU dan sedang didistribusikan ke PPK. Saat distribusi sudah kami masukkan juga ke amplop. Bahkan sudah ada yang disegel sebagai ikhtiar menjaga surat suara,” pungkasnya.(ogi/c/fin/mam/run)

Sumber : Metropolitan.id
Diubah oleh Salsadila23
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
yang banyak PKS rawan rusuh
sarang nasbung & pe ka es

ga heran
penyebab rusuh orang2 PKS dan grandong, banyak orang disuruh golput biar yg nyoblos golongannya doang, klo dia kalah dia bakal tetap ngebohong klo dia menang sambil komporin pendukungnya buat ngerusuh emoticon-Recommended Seller
Disitu ada kamfret ya disitulah tukang rusuhnya berada
hehehe.. dr pideo yg beredar jelas kok pendukung partai mana yg rusuh tiap kali kampanye emoticon-Embarrassment
Tapi ya asudahlah emoticon-Embarrassment
Bogor Rawan Rusuh

Bogor Rawan Rusuh

Bogor Rawan Rusuh

emoticon-Cool
emoticon-Takut
tadinya ane mau nyoblos di bogor aja,tapi ane inget,nih daerah kandangnya sumbu pendek daripada tar ane malah dibikin ribet berujung ribut ane putusin tetep nyoblos di jogja aja
Jabar msih milik gerindra + pks emoticon-Kaskus Banget
Makin byk kaum laknatullah makin rusuh. Ini semua uda tercatat dlm kitab fiksi hal 121


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di