alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Perdagangan Manusia Terbesar Terungkap, Diperkosa sebelum Dijual
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cae9418a72768339b60fb8f/perdagangan-manusia-terbesar-terungkap-diperkosa-sebelum-dijual

Perdagangan Manusia Terbesar Terungkap, Diperkosa sebelum Dijual

Seorang buruh migran yang dikirim ke Suriah dan Irak secara gelap bercerita tentang pengalaman buruknya dalam kasus perdagangan manusia terbesar yang berhasil diungkap Polri.

Perdagangan Manusia Terbesar Terungkap, Diperkosa sebelum Dijual

Mabes Polri tengah memproses delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus dugaan perdagangan sekitar 1.200 orang ke negara-negara di Timur Tengah sebagai tenaga kerja ilegal.

Bagi Jingga, 20, bukan nama sebenarnya, tawaran bekerja di Arab Saudi sangat menggiurkan.

Buruh pabrik asal Tangerang, Banten itu diiming-imingi tetangganya untuk bekerja di Arab Saudi dengan gaji Rp5 juta per bulan dengan bonus Rp5 juta jika ia dinyatakan sehat untuk bekerja di luar negeri.

Jingga, lulusan SMP, mengatakan saat itu penghasilannya per bulan hanya sebesar Rp300.000 dan sering kali uang itu tidak cukup untuk membiayai hidupnya dan keluarganya.

"Saya udah lelah, capek melihat perekonomian keluarga. Pulang pergi pulang pergi sebulan cuma dapat hasil Rp 300.000. Belum bayar utang. Adik saya juga masih kecil-kecil. Ya udahlah, demi keluarga, mau mengangkat derajat orang tua," kata Jingga.

Dengan harapan itu, Jingga membulatkan tekadnya untuk pergi. Saat semua dokumennya siap, Jingga mengatakan ia malah diminta bekerja dahulu di Surabaya selama dua minggu.

Setelah itu, di awal tahun 2018, ia dikirim ke Malaysia, Dubai, Turki, Sudan, Suriah, hingga Irak. Selama itu, Jingga mengatakan ia sama sekali tidak menerima gaji.

Ia mengatakan ia disiksa oleh majikannya di Suriah, di mana ia bermukim selama tiga bulan.

Bersama dengan seorang tenaga kerja lain asal Lombok, Jingga memberanikan diri untuk kabur ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriah.

Namun, Jingga mengatakan, petugas KBRI mengembalikan dia ke agennya.

Di kantor agen di Damaskus, selama satu bulan, Jingga mengatakan dia disiksa di kantor yang dikelola warga negara Indonesia itu.

"Saya dipukulin, rambut saya dipotong, tubuh saya dipamerkan ke orang-orang di kantor itu. Setelah itu saya diterbangkan, dijual ke Irak," ujar Jingga.

Ia mengatakan penderitaannya berlanjut selama ia bekerja tujuh bulan di sana. Jingga mengatakan di sana ia kerap disiksa dan diperkosa oleh anak majikannya.

Saat mengadukan hal itu ke majikannya, Jingga mengatakan dia malah dituduh mencemarkan nama baik dan mencuri.

"Saya enggak mencuri sama sekali. Anaknya sendiri yang memperkosa saya. Saya enggak salah. Saya dijebloskan ke penjara dalam keadaan hamil tiga bulan," kata Jingga.

Ia kemudian bebas setelah dijamin oleh pengacara sebuah organisasi kemanusiaan di Irak, Seed Foundation, dan International Organization for Migration (IOM).

Jingga pulang ke Indonesia pada bulan Februari tahun ini.

"Jangan sampai ada yang berangkat lagi, mohon benar-benar pemerintahnutup ke (jalur) ke Timur Tengah, biar jangan terjadi yang kayak saya ini," kata Jingga.

Tidak ada laporan

Jingga adalah salah satu dari setidaknya 1.200 orang yang menjadi korban pengiriman tenaga kerja ilegal ke negara Timur Tengah sejak tahun 2014.

Kasus ini baru diungkap pihak kepolisian dan delapan orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kebanyakan korban itu berasal dari Nusa Tenggara Barat dan Jawa Barat.

Mabes Polri mengatakan praktik ini dilakukan oleh empat jaringan berbeda yang merekrut dan mengirim tenaga kerja ke Maroko, Suriah, Turki, dan Arab Saudi.

Kombes Daniel Bolly Tifaona, Kasubdit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Mabes Polri, mengatakan polisi baru mengungkap kasus yang disebut "perdagangan manusia terbesar yang pernah dibongkar Polri" ini karena ketiadaan laporan korban.

"Mungkin dia malu karena diperkosa segala macam, jadi kita tidak tahu ada korban-korban dari negara Timur Tengah itu. Itu kesulitan kita," kata Daniel.

Ia menambahkan Undang Undang terkait TPPO mewajibkan adanya pelaporan untuk penyidikan. Kasus ini, kata Daniel, akhirnya terungkap setelah sekitar 30 orang melakukan pelaporan ke pihak kepolisian tahun ini.

Meski begitu, Daniel mengakui masih ada jaringan lain yang terlibat dalam kegiatan serupa ini dan kepolisian sedang mencari orang-orang itu.

"Yang kita cari banyak," kata Daniel.

Tidak tahu soal moratorium

Jingga mengatakan ia tidak tahu soal moratorium yang diberlakukan pemerintah pada tahun 2015 yang melarang pekerja domestik bekerja di negara-negara Timur Tengah.

Ia mengatakan dia juga tidak tahu bahwa sebelumnya banyak pekerja Indonesia yang mendapat perlakuan buruk di negara Timur Tengah.

"Saya enggak hobi nonton TV, jadi enggak tahu. Enggak ada bayangan, namanya pengalaman baru sekali ini," ujarnya.

Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah mengatakan sejauh ini moratorium baru bersifat di atas kertas.

"Secara legal, secara kebijakan, kita memang moratorium. Tapi, sesungguhnya di tingkat lapangan, pemerintah nggak ada upaya serius untuk melakukan koordinasi dan pengawasan sehingga masyarakat tidak tahu kita punya kebijakan penghentian ke negara-negara tertentu," ujar Anis.

Anis mengatakan perlindungan pekerja migran harus dilakukan secara paripurna, mulai dari tingkat desa.

Mereka, kata Anis, harus diberikan informasi yang cukup terkait peraturan yang ada dan diberikan pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni sebagai pekerja.

Masih jadi PR pemerintah

Kepala Biro Humas Kementerian Tenaga Kerja, R Soes Hindharno, mengakui memastikan pekerja Indonesia tidak bekerja sebagai tenaga domestik di negara Timur Tengah cukup sulit karena rayuan para calo dan keterbatasan APBN untuk melakukan penyuluhan ke warga di seluruh lumbung TKI.

Oleh karena itu, pemerintah, kata Soes akan berupaya menguatkan satgas-satgas yang dibuat di instansi-instansi terkait untuk mengawasi hal ini.

Ia menambahkan pemerintah akan menguatkan program Desa Migran Produktif (desmigratif). Saat ini sudah ada 252 desmigratif di Indonesia.

Dalam program ini, kata Soes, pemerintah menggandeng mantan-mantan TKI untuk memberikan penyuluhan dan informasi kepada calon buruh migran di desa mereka sendiri.

"Tahun ini kita akan membangun 150 desa lagi. Harapannya ini akan mengeliminir (pengiriman TKI) yang tidak prosedural," kata Soes.




Sumur



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
duka yg dalam emoticon-Turut Berduka
Apa yang kau harapkan dari orang sana? Dengan status sebagai budak... Kan emang begitu perlakuan nya toh
sasarannya udh pasti yg pendidikan rendah, tinggal di pelosok/daerah yang pra sejahtera..modusnya ya selalu gt
negara yang selalu di banggakan oleh nasbung
duka TKI di tanah biadab
hal yg diimpikan bisa dilakukan ama nasbungemoticon-Big Grin
Kasus kyk gini udah jadi kasus yg miliaran kalinya gan dan bakal jadi triliun kalinya,,, sampai kiamat pun gak bakal selesai masalah kyk gini,,,
Nasbung pun menutup mata
Menurut ane ini old story
Dan gk nutup kemungkinan ada oknum2 yg juga bermain

Lihat aje ...apa polri benar2 sukses hancurkan nih mafia perdagangan manusia

emoticon-Malu
Negara Timur Tengah?
Mayoritas penduduknya beragama islam
Yang pekerja dari indonesia yang mayoritasnya juga beragama islam

Ehhhh katanya ukhuwah Islamiyah??

Diperkosa ternyata
Diperbudak ternyata

Cieeee yang seukhuwah

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:


Nah loh... harus diusut nih...
tega bener nih....
seburuk buruknya negara arab, sebaik baiknya negara kafer emoticon-Tai:
dijual sama bangsa sendiri ke bangsa arab. sama kaya ratusan tahun yg lalu.
makanya yg diiidolakan itu bangsa eropa,amerika dan asia
arab dan afrika itu sampah peradaban dunia
Diubah oleh Rasuna
padahal sudah moratorium , kok bisa ya tembus juga ?
Balasan post wasitnamntabgan
ya realita itu , kasus TKW di taiwan sangat jarang terdengar kan ?
Balasan post YourLord
Ga semua orang islam seperti itu
ga semua orang kristen memilki kelakuan seperti itu
ga semua orang budha, hindu, katolik juga memiliki kelakuan seperti itu
emoticon-Om Telolet Om! digilas mati aja pelakunya !!!
pelakunya pasti imigran mata sipit perampok dan perusak negara..

Quote:


Lah....jarang terdegar juga salah, apalagi sering emoticon-Ngakak
Pendekatan Historis dan budaya aja, ga usah masuk ke case to case..
Negara mn yg sering memperlakukan wanita sbg budak sex dan kontholnya ngaceng sepanjag hari??? emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di