alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Dimulai Dari Sukabumi, Aplikasi FishOn Akan Jangkau Jutaan Nelayan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cae8222365c4f53b838e000/dimulai-dari-sukabumi-aplikasi-fishon-akan-jangkau-jutaan-nelayan

Dimulai Dari Sukabumi, Aplikasi FishOn Akan Jangkau Jutaan Nelayan

Dimulai Dari Sukabumi, Aplikasi FishOn Akan Jangkau Jutaan Nelayan



JPP, SUKABUMI JAWA BARAT  - Menko Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan secara resmi menandai program satu juta nelayan berdaulat dengan membuka pelatihan nelayan untuk menggunakan aplikasi FishOn, aplikasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi laut dan mengelola hasil lautnya secara mandiri. 

“Dengan program ini diharapkan nelayan bisa langsung menjual hasil tangkapannya ke konsumen tanpa melalui tengkulak. Mereka bisa langsung mengetahui tempat-tempat di mana ada ikan, ini membuat operasional mereka lebih efisien. Cara ini akan lebih efektif sebab mereka bisa mendapatkan harga yang besar,” katanya di tempat pelelangan ikan (TPI) Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (10/4/2019).

Nelayan dilatih menggunakan aplikasi FishOn, menabur jala yang efisien serta pemasaran ikan secara online, mereka juga dilatih tentang standar keselamatan kerja di laut, menentukan daerah tangkapan ikan dan pengelolaan tangkapan. 

Dimulai Dari Sukabumi, Aplikasi FishOn Akan Jangkau Jutaan Nelayan
Kapal penangkap ikan nelayan Indonesia (Foto: KKP)“Sekarang dimulai di Sukabumi lalu akan dilanjut di Ambon, NTT dan lima tempat lainnya. Harapan Presiden 3,7 juta orang nelayan ini bisa lebih makmur. Mereka akan ditraining selama dua minggu untuk mempelajari aplikasi. Semoga sepuluh tahun kedepan akan ada unicorn-unicorn baru,” katanya, dalam kunjungan kali ini Menko Luhut didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil. 

Aplikasi berbasis android ini juga memiliki fitur informasi pencurian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi pencatatan hasil tangkapan ikan, panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik dan fitur belanja kebutuhan sehari hari. Selain itu ada aplikasi penjualan dan manajemen gudang untuk koperasi nelayan, aplikasi lelang ikan online yang menghubungkan TPI, nelayan dan pedagang ikan, serta aplikasi website penjualan e-commerce ikan.

FishOn juga mengembangkan device IoT untuk memberikan layanan internet murah ditengah laut, juga teknologi dari bahan alami yang membuat ikan tidak cepat membusuk dan tetap segar dalam 45 hari. Dari segi bisnis, aplikasi ini  melakukan pelatihan untuk nelayan dengan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yaitu  sistem informasi yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi dan distribusi.

Dalam dialog dengan nelayan, perwakilan nelayan meminta bantuan pemerintah untuk menyediakan teknologi atau alat yang bisa digunakan nelayan saat berhadapan dengan cuaca ekstrem saat sedang menangkap ikan di tengah laut, ada juga permintaan  berupa modernisasi mesin nelayan dari mesin tingting ke mesin tempel 15 PK.

“Ini perlu dibicarakan dulu dengan Bupati Marwan. Jika belanja negara kita makin baik, kemungkinan kita bisa mewujudkan pelabuhan nelayan dan memberikan mesin tempel. Tapi saya juga minta agar para nelayan bisa menjaga laut dari sampah, tidak merusak terumbu karang dengan bom dan sebagainya. Jangan membuang sampah di laut, kalau ikan makan sampah plastik, lalu ibu-ibu makan ikannya, anak yang dilahirkan si Ibu beresiko kuntet. Jadi kami harap kerjasama yang baik,” jawab Menko Luhut yang juga didampingi Bupati Marwan Hamami. 

Sertifikat

Sebelumnya bersama Menteri Sofyan Menko Luhut menyerahkan sertifikat tanah kepada pondok pesantren dan warga Sukabumi di Pondok Pesantren Al Masthuriyah, Jalan Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 1,507  sertifikat diserahkan, meliputi tanah wakaf dan tanah rakyat. Penyerahan juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

"Waktu saya datang ke sini beberapa waktu lalu Kyai Aziz menyampaikan bahwa banyak tanah di sini yang belum bersertifikat terutama tanah wakaf, lalu saya hubungi Pak Sofyan, dalam dua minggu sertifikat ini sudah selesai. Saya berterimakasih untuk Pak Sofyan dan jajarannya," kata Menko Luhut dalam sambutannya. 

Sertifkat tanah wakaf ini adalah untuk sarana peribadatan masyarakat, seperti masjid, mushala, pemakaman umum, majelis taklim, dan madrasah. 

"Sertifikasi tanah ini merupakan program pemerintah. Ini instruksi langsung dari pak Presiden Jokowi. Untuk Sukabumi 5 ribu sertifikat tanah yang akan dibagikan. Awalnya hanya 500 sertifikat yang dikeluarkan,” kata Menteri Sofyan sambil berjanji  bahwa seluruh tanah di Indonesia pada tahun 2025 telah bersertifikat. (mar)


Sumber : https://jpp.go.id/ekonomi/kemaritima...jutaan-nelayan

---

Kumpulan Berita Terkait EKONOMI :

- Dimulai Dari Sukabumi, Aplikasi FishOn Akan Jangkau Jutaan Nelayan Pemerintah Dorong Industri Asuransi Optimalkan Big Data dan TeknoIogi Informasi

- Dimulai Dari Sukabumi, Aplikasi FishOn Akan Jangkau Jutaan Nelayan Menko Polhukam: Narkoba Ancaman Terbesar Bangsa Indonesia

- Dimulai Dari Sukabumi, Aplikasi FishOn Akan Jangkau Jutaan Nelayan Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi Jawab Tantangan Ekonomi Digital

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Teknologi baruemoticon-Matabelo


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di