alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Era Serba Modern, Jokowi Ingin Modernisasi Alat Pertanian
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cadef969775132ca41e82a0/era-serba-modern-jokowi-ingin-modernisasi-alat-pertanian

Era Serba Modern, Jokowi Ingin Modernisasi Alat Pertanian



Pertanian merupakan salah satu sektor penting demi terwujudnya swasembada pangan, di era serba modern ini. Peralatan pertanian tentu perlu dimodernisasi agar dapat meningkatkan kualitas produksinya.
Dalam kesempatan berkunjung ke Sragen dalam rangka silaturahmi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan perkumpulan penggilingan padi dan pengusaha beras Indonesia (Perpadi), Capres nomor urut 01 mengingatkan kepada para pemilik penggilingan padi agar memodernisasi alat pertanian agar kualitas produksi meningkat.

Jokowi tiba di GOR pukul 09.50 WIB dengan mengenakan baju putih lengan panjang dan tampak ditemani Ibu Negara Iriana Jokowi. Ia juga didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jatang Condro Kirono, dan Pangdam IV Diponegoro Mohammad Efendi.
Dalam kunjungan tersebut, Jokowi bersilaturahmi dengan para pelaku usaha di bidang pertanian asal Jawa Tengah. Mereka juga berdialog mengenai pupuk hingga mesin – mesin produksi.

Jokowi menginginkan agar para pemilik penggilingan padi memiliki mesin pengering atau dryer. “Dari saya kecil di desa sampai sekarang saya lihat kalau habis panen pasti dijereng di jalan – jalan,” terang Jokowi.
Mantan Walikota Solo tersebut menilai bahwa cara tradisional itu sudah dilakukan berpuluh – puluh tahun. Kini saatnya para pelaku usaha di sektor pertaniian mengubah pola menjadi modern.

“Kalau kita tidak mengikuti, tidak mengubah diri dari yang pola – pola lama menjadi pola – pola yang baru, akan ditinggal negara lain,” ujar Jokowi.
Jokowi juga meminta agar Perpadi melengkapi penggilingan padi anggotanya dengan alat pengering yang bisa digunakan baik untuk gabah maupun jagung. Karena jika hanya mangandalkan cara manual akan menurunkan kualitas padi maupun jagung dan mengganggu produksi.
Dalam silaturahmi tersebut, salah satu warga mengaku dihadapan Jokowi terkait kendala masalah pembiayaan untuk membeli mesin baru. Jokowi lalu menjanjikan akan mengumpulkan para pelaku usaha pertanian di istana setelah Pilpres nanti.

Jokowi berencana mempertemukan mereka dengan pihak perbankan agar diberi kemudahan dalam memperbarui mesin produksi. “Ini bukan hanya untuk urusan padi, tetapi juga jagung bermasalah, kulitas turun gara – gara tidak masuk ke dryer,” ujarnya.
Selain dryer, Jokowi juga ingin setiap tempat penggilingan padi memiliki alat pengemasan. “Nanti setiap kecamatan bisa membuat merek sendiri dan dikual dengan harga lebih baik,” Tukasnya.

Joko Widodo turut memberikan penjelasan bahwa kemasan yang baik, akan membuat produk pertanian memiliki merek yang bisa mengangkat nama daerah masing – masing.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga sempat mengatakan bahwa dirinya tidak ingin Indonesia kalah dengan negara yang ada di Asia Tenggara.

“Kalau kita diam tidak mau mengubah, kita bisa kalah dengan Laos, kalah dengan Kamboja,” Imbuhnya.
“Kita ini ke depan menghadapi sebuah perubahan dunia, perubahan global yang sangat cepat sekali. Kalau kita tidak bisa mengikuti, tidak mengubah diri dari pola lama ke pola yang baru ya akan ditinggal negara – negara lain. “
Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga meminta agar Perpadi memiliki alat packaging agar produk beras petani memiliki harga jual tinggi.

“Jadi begitu selesai digiling bisa langsung dijual. Dikemas yang bagus dikasih merk biar konsumen bisa mengenali,” ujar Jokowi diiringi tepuk tangan para hadirin.
Pada era kepemimpinan Jokowi, pembangunan infrastruktur untuk menunjang sektor pertanian telah dilakukan dari tahun 2014 hingga saat ini, seperti pembangunan irigasi, bendungan serta embung. Pengucuran dana desa telah dipakai untuk membuat 1.971 unit embung. Modernisasi alat – alat pertanian juga menjadi concern bagi pemerintahan di bawah naungan Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa untuk memajukan sektor pertanian Indonesia. Dibutuhkan pola pikir dari para pelaku pertanian. Oleh karena itu dirinya juga meminta kepada para pelaku untuk mulai mengalihkan perhatiannya pada nilai tambah yang bisa didapatkan pasca panen.

Modernisasi pertanian juga memiliki dampak terhadap peningkatan ekspor pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode 2015 – 2018, tercatat total nilai ekspor pertanian mencapai Rp 1,764 triliun. Bahkan pada tahun 2018, nilai ekspor meningkat 29,7 persen hingga mencapai Rp 499,3 triliun.

Hal ini tentu menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara agraris, tentu memerlukan modernisasi pertanian agar dapat menghasilkan hasil pertanian yang mampu bersaing dengan produk lain.

Sumber : https://kataindonesia.com/era-serba-...lat-pertanian/
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Era Serba Modern, Jokowi Ingin Modernisasi Alat Pertanian
masih belum puas apa nipu petani
Percuma lah, otak petaninya juga belom modern.

Yang kuliah pertanian malah kerja di bank
duit masih banyak emoticon-Wakaka


Jadi petani untungnya dikit Pakde.

Apalagi kalo ga kebagian pupuk subsidi. Alamat biaya modal bengkak. Harga pupuk sama pestisida tuh dimurahin Pakde.

Biar petani untung agak gede

atas gw petani semuaemoticon-Bingung
Indonesia mau mekanisasi pertanian?? Masih jauh lah
Coba cek YouTube bagaimana Jepang dalam bertani, dijamin ente pada melongo.. dan kita udah ketinggalan 50 tahun.

*Btw ane petani yang sarjana pertanian.
Quote:


gw tau nih kisah aslinya emoticon-Big Grin
kejadian di Kab Ngawi, lalu 1 tahun setelahnya gw cek ke sana bersama DisTan Prov Jatim emoticon-Big Grin
intinya sih kesalah pahaman, itu Alsintan diberikan (dipinjamkan) kepada PokTan, tapi petani mengganggapnya diberikan ke individu akibat miss komunikasi antara Distan PemKab dan DisTan Pemprov serta Kementan emoticon-Hammer

Jadi setelah diberikan, lalu ditarik kembali oleh pemda akibat administrasi belum kelar, Alsintan belum dikasihkan peneng "Bantuan Kementan TA 2015" lalu kesalahan distribusi alokasi alat emoticon-Hammer
tapi masalah kelar dalam waktu 1 bulan kemudian.
Tahun 2017 gw turun melakukan cek program yg sama, sudah merata hampir seluruh Kab/Kota Jawa (kec Jakarta), Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan beberapa Kalimantan.

satu2nya alsintan yg mubazir itu, traktor 4 roda, karena sawah petani kecil2 petaknya, yg ada petani ngamuk2 karena tegalan sawah mereka hancur emoticon-Hammer
Yang laku itu traktor 2 roda dan RiceTransplanter, kagak pake buruh tani lagi, cuma bayar 2 tenaga tanam, hasilnya sama ma bayar 8 orang buruh tanam tapi jauh lebih cepat emoticon-Big Grin
CUma jeleknya, tanpa modifikasi lanjut, padi tertanam kurang dalam, kena gelombang air sawah kembali rebah emoticon-Hammer

perusahaan Quick di Yogya untung gede nih gara2 program ini, dapat kontrak payung 4 tahun senilai triliunan untuk memasok >5000 unit traktor tangan 2 roda dan beberapa alat lain sejak Nov 2014 sampai kini emoticon-Ngacir
Quote:


Itu yg diponorogo bukan ngawiemoticon-Big Grin

Era Serba Modern, Jokowi Ingin Modernisasi Alat Pertanian
Balasan post responaftercrot
ah gw waktu itu kagak sampling ke sana emoticon-Embarrassment
cuma ke Ngawi, Malang, Blitar, Nganjuk, Lamongan, Gresik, Pasuruan di Jatim emoticon-Ngacir
Quote:


Hoax gak nih..kami butuh bukti bukan sekedar kata kataemoticon-Big Grin
Balasan post responaftercrot
apanya yg hoax ? emoticon-Stick Out Tongue
Selain modernisasi alsintan, tarik juga minat anak2 muda terjun di sektor pertanian. Sebagian besar petani & pemilik penggilingan padi di daerahku, umurnya sdh kewut2 (tua). Rata2 40-an tahun ke atas. Lha kl mereka sudah peyot & tak mampu lg ke sawah, siapa yg gantikan?

Terlalu muluk bicara swasembada kl yg di sawah ngomongnya byk yg sdh ngelantur & jalannya gemetaran. Regenerasi petani lbh penting.
Quote:


Gak ada apa2 emoticon-Imlek
Balasan post Uthe18
Quote:


Org stress kok dilayani, Mas. Ntar dikasih klipingan2 tambah mumet sampean.
Quote:


ngapain lu jelasin panjang lebar ke nasbungtaik....

nasbungtaik ga bisa mikir emoticon-Smilie

otaknya dikasih ke prabowo semua emoticon-Smilie
Quote:


suatu hari gw pernah ngobrol dengan ketua PokTan di Lamongan, tema yg sama yg lu tanyakan.
Katanya, "para pemuda/i memang ndak ada yg mau jadi petani mas, lulus sekolah apalagi kuliah mereka maunya kerja di kota, di kantoran atau jadi buruh pabrik saja... tapi seiring umur, begitu menyentuh 40an ya pada balik mas, jadi petani juga ujung2nya" emoticon-Hammer

setelah mendengar cuma ada 1 yg gw risaukan, jika saat ini petani kerepotan mencari buruh tani yg mau mengolah sawah, bagaimana jika para petani dan tuan2 tanah yg masih memiliki sawah semakin makmur dan ketergantungan dengan teknologi Alsintan ? Jika kemudian hari pekerjaan semakin sulit lalu anak2 muda yg kalah bersaing di dunia kerja di kota kembali ke sawah tapi juga tak ada kerjaan karena semua sawah sudah diolah pakai mesin" emoticon-Malu emoticon-Amazed
traktor kemaren kemanain jok...emoticon-Traveller
Quote:


Tai mencret,dicebokin...
Bong...bong....
PANTEK AMAK ANG BONG...!!!Era Serba Modern, Jokowi Ingin Modernisasi Alat Pertanian
Lah.....kan presiden nya 5 tahun belakangan situ.

Jadi 5 tahun kemaren kemana aja?
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di