alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Kemenperin: Palapa Ring Sangat Menunjang Industry 4.0
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cadd87109b5ca6fcf4fbe0a/kemenperin-palapa-ring-sangat-menunjang-industry-40

Kemenperin: Palapa Ring Sangat Menunjang Industry 4.0

Kemenperin: Palapa Ring Sangat Menunjang Industry 4.0

JPP, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya penggunaan TIK (teknologi informasi komunikasi) dalam pelaksanaan Industry 4.0 yang sedang dijalankan Indonesia sekarang. Apalagi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah membuat program Palapa Ring yaitu jaringan serat optik sebagai tulang punggung internet berkecepatan tinggi yang mencakup wilayah Indonesia Barat, Tengah dan Timur.

“Proyek Palapa Ring ini amat sangat menunjang perwujudan Industri 4.0 dimana pelaksanaannya sangat membutuhkan jaringan internet berkecapatan tinggi ini,” demikian disampaikan Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian Janu Suryanto dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Menuju Indonesia Merdeka Sinyal", bertempat Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Ia menjelaskan bahwa Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai backbonebagi sistem telekomunikasi nasional yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Sebuah proyek serat optik sepanjang 36,000 km di 440 kota di Indonesia, demi mendukung tercapainya akses internet berkecepatan tinggi yang merata di tahun 2019.

”Dengan selesainya Palapa Ring di 2019, diharapkan permasalahan konektivitas di Indonesia bisa terselesaikan. Dengan begitu, maka tidak akan ada permasalahan dalam konektivitas IoT baik dengan konektivitas langsung (dariend deviceke server/cloud) atau dari gatewayke serveratau cloud,” tambahnya.

Menurutnya, Internet of Things (IoT) merupakan salah satu teknologi fundamental dalam implementasi Industri 4.0. Industri Internet of Things (IoT) di Indonesia saat ini mulai tumbuh, dimana para pemain IoT memanfaatkan berbagai teknologi dan frekuensi yang sudah dapat digunakan, baik licensedmaupun unlicensedseraya menunggu aturan alokasi frekuensi dari regulator.

”Dengan adanya internet of things (IoT), sejumlah industri tengah bertransformasi memanfaatkan teknologi digital dan internet dalam menopang proses produksinya agar lebih terintegrasi, efisien, dan produktif. Jadi, tentunya apabila infrastruktur digital ini sudah terbangun, kami meyakini industri manufaktur kita bisa berdaya saing tinggi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” paparnya lagi.

Kehadiran Palapa Ring secara bertahap akan memeratakan kecepatan internet di seluruh Indonesia. Ketersediaan internet cepat diharapkan mengakselerasi inklusi masyarakat ke dalarn aktivitas ekonomi digital, seperti Fintech dan E-Commerce juga dapat berkembang dengan lebih mudah.

Berdasarkan penelitian dari McKinsey & Company, infrastruktur digital di Indonesia akan membawa peluang positif, hingga USD 150 milyar, terhadap perekonomian global dunia di tahun 2025. Apalagi, Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi di dunia, mencapai 143,26 juta orang atau lebih dari 50% total penduduk di Indonesia.

Pangsa pasar IoT di Indonesia diperkirakan akan berkembang pesat dan mencapai nilai Rp444 triliun pada 2022. Nilai tersebut disumbang dari konten dan aplikasi sebesar Rp192,1 triliun, disusul platform Rp156,8 triliun, perangkat IoT Rp56 triliun, serta network dan gateway Rp39,1 triliun.

Pada saat yang sama, berdasarkan data dari Asosiasi IoT Indonesia, kemungkinan akan ada sekitar 400 juta perangkat sensor yang terpasang, 16% di antaranya terdapat pada industri manufaktur; 15% kesehatan; 11% asuransi; 10% perbankan dan sekuritas; ritel, gosir, perbaikan komputer masing-masing 8%. Lalu, 7% pemerintahan; 6% transportasi; 5% utilities; real estate and business services and agriculturemasing-masing 4%; sisanya 3% untuk perumahan dan lain sebagainya.

Menurutnya, IoT sebagai teknologi masa depan yang dapat mendukung Industry 4.0 pada akhirnya memerlukan TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) dapat melindungi industry local agar terus berkembang.

Kemenperin mendorong program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) di setiap proyek, terutama pada pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pemerintah. Hal ini sejalan dengan implementasi Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri.

“TKDN produk kabel serat optik di Indonesia sudah mencapai 30 persen. Sedangkan sisanya sebanyak 70 persen masih impor. Kemenperin terus berupaya mendorong agar TKDN industri ini terus meningkat,” tukasnya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Aba Maulaka, dan General Manager of Marketing PT Pasifik Satelit Nusantara Meidiyanto Andwiputro.

Kegiatan FMB 9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.id, FMB9ID (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID (Youtube). (jpp)

 


Sumber : https://jpp.go.id/ekonomi/industri/3...g-industry-4-0

---

Kumpulan Berita Terkait EKONOMI :

- Kemenperin: Palapa Ring Sangat Menunjang Industry 4.0 Pemprov NTT: Kami Bangga Sudah Merdeka Sinyal

- Kemenperin: Palapa Ring Sangat Menunjang Industry 4.0 BAKTI: Merdeka Sinyal Mendorong Bangkitnya Perekonomiaan Desa

- Kemenperin: Palapa Ring Sangat Menunjang Industry 4.0 Palapa Ring Hadirkan Internet Murah bagi Masyarakat

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di