alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pegawai Bikin Petisi ke Pimpinan KPK: Ada Kebuntuan Jerat Big Fish
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cad9e90af7e934ab42483c0/pegawai-bikin-petisi-ke-pimpinan-kpk-ada-kebuntuan-jerat-big-fish

Pegawai Bikin Petisi ke Pimpinan KPK: Ada Kebuntuan Jerat Big Fish

Pegawai Bikin Petisi ke Pimpinan KPK: Ada Kebuntuan Jerat Big Fish


Penyidik dan penyelidik KPK mengeluhkan adanya hambatan dalam pengusutan perkara. Mereka membuat petisi yang ditujukan pada pimpinan KPK.

"Kurang-lebih satu tahun ke belakang ini, jajaran di Kedeputian Penindakan KPK mengalami kebuntuan untuk mengurai dan mengembangkan perkara sampai dengan ke level pejabat yang lebih tinggi atau big fish, level kejahatan korporasi, maupun ke level tindak pidana pencucian uang," tulis petisi yang didapat detikcom tersebut, Rabu (10/4/2019).

Dalam petisi itu, kemudian dijabarkan lima alasan di balik buntunya proses penindakan di KPK. Dari kebocoran informasi hingga hambatan pemanggilan sejumlah saksi.

Petisi itu disebutkan sudah disampaikan ke pimpinan KPK. Namun Ketua KPK Agus Rahardjo ketika dimintai konfirmasi mengenai petisi itu belum memberikan respons ke detikcom.

"Berbagai upaya sudah dicoba untuk disampaikan kepada pimpinan KPK, baik melalui forum Wadah Pegawai maupun penyampaian langsung secara informal oleh personel-personel yang ada di jajaran Kedeputian Penindakan kepada pimpinan KPK, tapi sampai saat ini semua menemui jalan buntu," lanjut petisi itu.

Dalam petisi itu, para penyidik yang menandatanganinya berharap pimpinan KPK dapat mengambil langkah tegas untuk menghilangkan hambatan penanganan perkara itu. Mereka menilai integritas KPK sebagai lembaga independen yang masih bisa dipercaya publik harus dijaga.

SUMUR

Komen ane:
Sebenernya sih bisa aja di-publish ke publik KPK lagi nyidik siapa aja. Jadi dikawal sama publik. Pasti kalau udah masyarakat yang mengawal, siapapun dan setinggi apapun jabatannya bakal punya power yang kuat KPK-nya.
emoticon-Request
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
hmmmmm....
big fishnya lihai nyelem
jadi kagag ketangkep jaring kpk

ada undercover sih di kpk juga, pinter2 aja bikin tim buat bigfish, biar FISH ON!!
Kreekkk krekkkk emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Big fish nya bisa nggigit, big fish jelas big money, dan big money bisa beli power. Mungkin itu juga jadi pertimbangan.

Btw hasil tangkapan KPK dan biaya operasional setara nggak ?
Terbalek ganTS , publik emang kuat.
Tapi dlm hukum (yg benar) ga efek, malahan bisa jd bumerang krn memcemarkan nama baik + kemungkinan besar potensi barang bukti bisa dihilangkan. . Bahkan keburu kabur . .
mungkin sudah ada jaringan sama keparat
ya gak bisa gitu lah,
untuk penyidik memang gunakan azaz praduga bersalah,
tapi untuk umum gunakan azaz praduga tak bersalah,
kl diumumin ke umum ya tau sendiri gimana pandangan publik kl udah di sidik kpk
Udah waktunya KPK jadi lembaga ekslusif seperti BIN, jangan lagi terlalu dekat dengan rakyat.
hrusnya jgn kasi petisi ke kpk..
liat aja kmrn pas kasus BG.. samad diasingkan.. wijoyanto dimusuhi

kasi petisi ke presiden.. presidennya ngasi balik ke kpk emoticon-Turut Berduka

ane lebih suka kpk dijaman sby.. dia lebih gk pandang bulu emoticon-shakehand
koruptor besar duduk santai di pemerintahan
koruptor kecil lah yg sering dijadikan kambing hitam oleh koruptor besar

makanya harus tegas basmi korupsi
tembak mati koruptor tanpa pandang bulu
Quote:


Siapa aja orang terkaya di Indonesia? Gak banyak tho
Pimpinan KPK Desember ini habis masa jabatannya.

Kalo Joko menang minggu depan, dia yang bakal bikin pansel lalu diajukan ke DPR, kemungkinan DPR yang baru.

Kalo Joko kalah bisa lebih rumit masalahnya, apa tetep pansel Joko yang bikin, atau ditunda sampe pelantikan Prabowo lalu dikebut dari pembentukan pansel sampe seleksi cuma 2 bulan.
nah lho...


Emang beberapa tahun belakangan ini yg kena KPK kebanyakan kelas teri kok.

Paling besar ya Setya Novanto itu. Yg lain kasus ecek2 spt kasus DPRD Malang yg per orang terima suap belasan juta, kasus pejabat daerah n lembaga negara yg cuma ratusan juta, dll

Mestinya ada MOU dgn kejaksaan kalo kasus ecek2 gitu biar ditangani Kejaksaan stempat aja. KPK tinggal melimpahkan temuan2nya.

Daripada energi n anggarannya habis cuma buat kasus kecil. Mending fokus di kasus2 besar.

Quote:


lupa salah satu pimpinan kpk difitnah?
ada drama cicak vs buaya 1 dan 2?
Bicarain korupsi di negeri ini dari jaman dulu ampe sekarang gak ada ujung pangkalnye.......susah buat di bersihin
Balasan post greedaon
Quote:


mau cicak vs buaya.. atw buaya vs tyrex..

intinya big fish itu emng gk bisa kesentuh dijaman ini..(pilih pilih)

tp pas jaman sby.. sby gk keberatan kadernya masuk penjara krn korupsi, kmrn pas e-ktp.. luhut udh jelas berperan kyk setnov.. malah setnov yg kena sndiri.. kan anehemoticon-Turut Berduka

pas kasus romi(ketua ppp) ane duga kpk udh dikendaliin, pas ppp gabung ke wowo.. romi ketangkep emoticon-Turut Berduka

ane gk tau apakah ini masi berlangsung(2 periode) atw engga.. tp rakyat udh kecuci pikirannya..
Quote:


emoticon-Smilie
'Gak bisa semudah itu, 'gan. Karena yang dilacak mungkin begitu mengetahui dirinya sedang diincar, kalau tidak berusaha menghilangkan barang bukti apapun terkait tindak korupsi yang dilakukannya, si terdakwa juga bisa 'ngabur ke luar negeri. Dimana pihak yang berwenang mengenai masalah itu, tidak bisa melakukan tindakan pencekalan, sebelum si terdakwa betul-betul terbukti telah melakukan tindak korupsi (yang mana itu berarti bahwa pihak penyidik KPK sudah memiliki barang bukti terkait).
Quote:


Jaman sby ketua kpk anatasari azhar di jebak dalam kasus pembunuhan setelah nangkap besan sby, PPP kubu romi itu solid dukung JOKOWOI bukan PRABOWO. jadi jgn penggiringan opini klo romi di tangkap karna dukung prabowo
Quote:


agan nggak percaya jaman "SBY KPK berjaya?"emoticon-Mad
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di