alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Jokowi kena hoaks lebih banyak ketimbang Prabowo
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cad26c409b5ca316f3f0e39/jokowi-kena-hoaks-lebih-banyak-ketimbang-prabowo

Jokowi Kena Hoaks Lebih Banyak Ketimbang Prabowo

Jokowi kena hoaks lebih banyak ketimbang Prabowo
Para aparatur sipil negara (ASN) mengenakan kaos bertuliskan ajakan untuk melawan hoaks saat apel di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (22/3/2019). Kegiatan itu bertujuan untuk memberantas penyebaran hoaks yang dapat memecah belah bangsa menjelang Pemilu 2019.
Sekitar satu bulan menjelang pencoblosan Pemilu 2019, arus informasi panen hoaks. Menurut hasil pemantauan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) selama Maret 2019, hoaks berbumbu politik mendominasi.

Mayoritas hoaks menyerang calon presiden nomor urut 01 Joko "Jokowi" Widodo dan nomor urut 02 Prabowo Subianto. Bila dipilah, Jokowi disinggung dalam sedikitnya 50 informasi dan Prabowo disebut dalam minimal 26 pesan.

"Paling banyak pada Maret ke (capres-cawapres) 01," kata Menteri Kominfo, Rudiantara, di Wates, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Minggu ( 7/4/2019).

Hoaks untuk Jokowi dan Prabowo selama Maret 2019 pun berbeda perlakuan. Untuk Jokowi, mayoritas hoaks berisi fitnah atau mendiskreditkan.

Misalnya soal latar belakang Jokowi yang disebut bernama asli Herbertus Handoko Joko Widodo bin Oey Hong Liong dan berasal dari keluarga nonmuslim. Kabar ini beredar pada 1 Maret melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp dan dari tangkapan layar tertera nama grup Pos Relawan Prabowo.

Jokowi kena hoaks lebih banyak ketimbang Prabowo

Hoaks untuk Jokowi
Kemkominfo menyatakan kabar itu hoaks. Apalagi detikcom tertanggal 16 Januari 2017 menampilkan akte kelahiran Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961. Jokowi kecil sempat diberi nama Mulyono, tapi namanya diganti Joko Widodo karena kerap sakit-sakitan.

Namun ada pula hoaks yang isinya mengklaim dukungan untuk Jokowi. Uniknya, hoaks itu mengklaim dukungan datang dari keluarga besar Uno di Provinsi Gorontalo --nama keluarga calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Sikap dukungan terhadap Jokowi memang ada dari anggota keluarga besar Uno, tapi itu bukan sikap resmi secara keluarga. Yorsrizal Uno, seorang pengurus Ikatan Keluarga Besar Uno Provinsi Gorontalo, dalam Tempo.co (2/3), menyatakan sikap politik mereka adalah mendukung Sandiaga.

Uniknya, hoaks soal dukungan keluarga besar Uno di Gorontalo ini tidak hanya muncul satu kali. Setelah beredar pada 2 Maret, kabar serupa muncul lagi pada 10 Maret.

Jokowi saat masa kampanye menegaskan dirinya selama empat tahun menjabat terus menerus menjadi korban hoaks. Bekas Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini pun geram dan tak mau lagi hanya diam.

"Selama ini saya mencoba diam, tapi sekarang tak bisa dibiarkan karena akan menjadi fitnah," ujar presiden petahana ini di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (8/2).

Sedangkan hoaks untuk Prabowo, sebagian besar adalah klaim pencitraan. Misalnya kabar Prabowo mendapat beasiswa untuk sekolah ke Amerika Serikat ketika 12 tahun.

Dalam kabar yang diunggah ke Facebook itu, Prabowo disebut jenius karena umur 12 tahun sudah berhasil masuk perguruan tinggi di Amerika Serikat. Padahal faktanya tidak demikian.

Suara.com (9/3) melansir daftar riwayat pendidikan Prabowo yang diunggah laman Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pelengkap berkas pencalonan dirinya. Disebutkan bahwa Prabowo menempuh SD selama 5 tahun pada usia 6-11 tahun, kemudian SMP ditempuh dalam 4 tahun pada usia 11 sampai 15 tahun, dan jenjang SMA selama 2 tahun pada usia 15-17 tahun.

Jokowi kena hoaks lebih banyak ketimbang Prabowo

Hoaks untuk Prabowo
Ada pula hoaks yang mendiskreditkan Prabowo. Misalnya pada 13 Maret beredar video di Twitter dan Facebook yang menyebut aksi tamparan tangan Prabowo terhadap pendukungnya. Video itu diambil di sela kampanye Prabowo ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dahnil Simanjuntak, Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, dalam cuitan Twitter (13/3), mengatakan bahwa tamparan itu ditujukan kepada para pengawal agar tidak menahan ibu-ibu yang ingin mendekatinya. Dahnil pun meminta agar fitnah terhadap Prabowo dihentikan.
Pak @prabowo bersama rakyat Cianjur.Beliau memperingkat dengan keras aparat pengaman yg berlebihan sampai mendorong emak2 yg ingin mendekati beliau. Aparat pengaman yg berbaju batik yg diperingatkan beliau pasti sadar betul kekeliruan dan peringatan Pak Prabowo tsb.Jd stop fitnah pic.twitter.com/U5zPdqMz5l
— Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar) March 12, 2019
Hoaks pun menyerang KPU. Misalnya Yang kini sedang diusut Polri adalah penyebaran hoaks oleh EW (30 tahun) melalui akun Twitter @ekowBoy.

Polisi menciduk EW di rumahnya, Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (6/4) pukul 02.30 WIB. EW disangka menyebar fitnah berisi tudingan bahwa KPU sudah mengatur peladen (server) agar Jokowi menang dalam Pilpres 2019.
Server KPU sudah disetting 01 menang 57%, ini sesuai dg hasil lembaga survei bayaran mereka kompak sekali memasang elektabilitas petahana di angka tersebut!! Wa'makaru wa'makarallah..#PrabowoSandiTakTerbendung https://t.co/X8XdDLEkee
— Eko Widodo (@ekowBoy) April 3, 2019
KPU menegaskan bahwa rekapitulasi suara dalam Pemilu 2019 tidak menggunakan peladen. Komisoner KPU Wahyu Setiawan mengatakan bahwa peladen hanya digunakan untuk memberikan informasi secara cepat soal hasil pemilu, jadi bukan hasil resmi KPU.

"Hasil pemilu tidak ditentukan server KPU. Hasil pemilu ditentukan proses manual berjenjang mulai TPS, PPK, kabupaten/kota, provinsi dan terakhir rekapitulasi tingkat nasional. Jadi tidak terkait langsung antara hasil pemilu dengan server KPU," kata Wahyu pada Selasa (9/4).

Soal hoaks, Kemkominfo mengidentifikasinya sejak Agustus 2018 hingga 1.224 isu. Hoaks politik tetap mendominasi sebanyak 319 isu dan makin kencang pada Maret 2019 yang mencapai 2,5 kali temuan Januari 2019.

Diluar isu politik, kesehatan adalah terbanyak kedua (182 isu) dan pemerintah 170 isu. Sementara, temuan isu hoaks paling sedikit adalah pendidikan (lima isu).
Jokowi kena hoaks lebih banyak ketimbang Prabowo


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...imbang-prabowo

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Jokowi kena hoaks lebih banyak ketimbang Prabowo Prakiraan cuaca Kalimantan Tengah - Rabu, 10 April 2019

- Jokowi kena hoaks lebih banyak ketimbang Prabowo Prakiraan cuaca Riau - Rabu, 10 April 2019

- Jokowi kena hoaks lebih banyak ketimbang Prabowo Prakiraan cuaca Sulawesi Barat - Rabu, 10 April 2019

Diubah oleh KASKUS.HQ
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
ahg bukan nya dia yg suka anu
Terbukti mca bekerja dgn baik
wahhh dipikir2 iya sihh


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di