alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kapal Patroli Indonesia Dikejar Malaysia di Perairan Belawan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cad0df1337f9370645d468d/kapal-patroli-indonesia-dikejar-malaysia-di-perairan-belawan

Kapal Patroli Indonesia Dikejar Malaysia di Perairan Belawan

Kapal Patroli Indonesia Dikejar Malaysia di Perairan Belawan
Kapal Patroli Indonesia Dikejar Malaysia di Perairan Belawan

Selasa 09 April 2019

JAKARTA - Sebuah kapal patroli Indonesia dicegat oleh kapal maritim Malaysia saat sedang berlayar di Perairan Belawan yang notabene masuk wilayah teritorial Indonesia. Kapal Hiu 08 sebelumnya menangkap dua kapal ilegal asal Malaysia yang kedapatan masuk wilayah Indonesia.

Namun saat hendak digiring, Kapal Hiu 08 justru dikejar oleh kapal patroli Malaysia hingga jauh menerobos wilayah laut Indonesia. Dalam sebuah video yang beredar di group WhatsApp, tampak seorang anggota yang berada di atas Kapal Hiu 08, menyebut bahwa kapal Malaysia mengklaim jika Kapal Hiu 08 telah memasuki wilayah teritori mereka.

"Kita telah dikejar di laut kita sendiri oleh (kapal) coast guard Malaysia. Mereka ngotot ini wilayah Malaysia. Padahal, sudah jelas ini wilayah Indonesia. Kita tetap bertahan karena ini wilayah Indonesia yang harus kita jaga, tapi mereka sampai sekarang terus mengikuti kita," ujar seorang petugas kapal patroli Indonesia dalam video.



Kapal Coast Guard Malaysia tersebut terlihat bertuliskan Penggalang 13 dengan nomor lambung 1813 dan berawakkan empat orang. Aksi saling kejar pun tak terelakkan.

Kapal Malaysia sempat meminta kapal patroli RI untuk berhenti dan melepaskan kapal ilegal asing tangkapan mereka, namun tidak digubris oleh awak Kapal Hiu 08. Sebanyak 3 unit helikopter Malaysia bahkan berputar-putar untuk mengintimidasi Kapal Patroli Hiu 08.

"Mereka ngotot minta berhenti, tapi kita lanjut dan terus. NKRI harga mati, demi nusa dan bangsa, ku serahkan jiwa ragaku untuk melindungi NKRI walaupun Malaysia mengintimidasi," ujar petugas yang belum diketahui identitasnya itu.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait insiden ini.

https://news.okezone.com/read/2019/0...rairan-belawan


PERISTIWA SEBELUMNYA.... 👇👇👇

VIDEO: Curi Ikan, Kapal Malaysia Ditangkap dan Diseret Patroli RI

Minggu, 7 April 2019
Jakarta, Beritasatu.com - Kapal patroli Indonesia berhasil menangkap dua kapal nelayan berbendera Malaysia yang ditengarai melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia, menurut keterangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Minggu (7/4/2019).

Penangkapan itu dilakukan pada hari yang berbeda di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) Selat Malaka, kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman.

Agus menjelaskan, penangkapan pertama dilakukan oleh kapal patroli (KP) Orca 02 pada Sabtu (6/4) sekitar pukul 11.45 WIB atas kapal dengan nama lambung KM. PKFA 7836.

Kapal berukuran 82,47 GT tersebut diamankan bersama seorang nakhoda dan empat anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia. Selanjutnya, KP. Orca 02 yang dinakhodai oleh Sutisna Wijaya mengawal kapal dan seluruh awaknya ke Pangkalan PSDKP Batam Kepulauan Riau untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Lalu pada Minggu sekitar pukul 06.30 WIB, KP. Hiu Macan Tutul 02 yang dinakhodai Ilman Rustam juga menangkap KM. PKFA 7747 dengan lima orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar.



Selanjutnya, kapal dan seluruh awaknya dikawal menuju Stasiun PSDKP Belawan Sumatera Utara untuk proses hukum oleh PPNS Perikanan.

"Keduanya menangkap ikan di WPP-NRI Selat Malaka tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan serta menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang di Indonesia jaring trawl," tutur Agus.

Kedua kapal tersebut diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Penangkapan tersebut menambah deretan kapal perikanan ilegal yang berhasil ditangkap oleh KKP selama 2019. Terhitung sejak Januari hingga 7 April 2019, sebanyak 27 kapal ilegal berhasil ditangkap saat melakukan upaya pengerukan sumber daya ikan Indonesia secara ilegal. Kapal-kapal tersebut terdiri dari 22 kapal perikanan asing (KIA) dan lima kapal perikanan Indonesia (KII).

“Dari sejumlah KIA yang ditangkap terdiri atas 11 kapal berbendera Vietnam dan 11 kapal berbendera Malaysia,” pungkas Agus.

https://www.beritasatu.com/nasional/...ret-patroli-ri

BANG*SAT EMANG MALAYSIA DARI DULU..
Diubah oleh noisscat
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
tunggu abis pemilu dah, kapal xuxong malay dah pasti diseret seret kagak pake bertahan.
Quote:


Kenapa harus nunggu habis pemilu gan? emoticon-Bingung (S)














































emoticon-linux2
pake intimidasi helikopter segala

harusnya nkri keluarin itu sukhoi buat intimidasi balik...

emoticon-coffee
Nih negara kunyuk ngerasa gede ya karna persemakmuran inggris & ngerendahin indo krna bnyk TKI yg krja dsna, masalah yg susah selesainya ini klo tanpa baku hantam emoticon-Cape deeehh
NKRI harga mati.
sambit kampak aja sebiji dua biji..
Mirip mirip yg disini suka ngintimidasi...

emoticon-Leh Uga
Quote:


wiwik lagi terperas perhatiannya, dan ga bisa buat kebijakan frontal sementara.
susi similikiti bala bala udah panas kok.

soalnya masalah territory udah jelas dan gamblang garisnya. NKRI harga mati.

kalo wiwik menang langsung pm malingsia minta maaf ama kejadian ini.
istilahnya indonesia lagik ribet, lo resein diwaktu yang pas.

bisa juga jalan masuk, nunggu kampret goreng, biar dikata wiwik gak ada negara yang hormatin, saatnya ganti presiden (yang naasnya pleciden model wowok yang mau gantiin, kek ga ada utek emang yang mau ganti) , lalu susi dicopot ma wowok, lalu bebaslah para cukong nyolong lagi. lebar nih urusannya.

yang penting udah bener, tarik terus tu kapal maling, mau digangbang ama al malon jugak cuek aja dulu. buktinya mereka kagak berani nyenggol.


Diubah oleh vegasigitp
nastak dan nasbung bersatu hujat malaysia
ini gara2 wowo yang sengaja mempromosikan mengerdilkan TNI sehingga negara lain memprovokasi. Hal ini sudah lama ga kedengeran, tapi semenjak wowo berkoar2, muncul dah kejadian kali ini.

Saya kira, bisa jadi ini akal2an wowo saja
itulah pentingnya pertahanan kuat bong cebong apa yang di prediksi pak wowo benar kan padahal itu masih kejadian kecil ya,negara se uprit sudah berani ngelunjak bukan sekali dua kali ,dan mungkin malon cari pelampiasan dengan negara yang lemah pertahananya karena kemarin2 kapalnya juga di kejar2 oleh singapuraemoticon-Ngakak (S)
Quote:



Ini ga ada hubungannya sama TNI
Ini coast guard vs coast guard

KKP vs Maritim Malay

halah susah ini
kalo kata om gw mah
petugas s'pore,malaysia,indo ribut terus di selat malaka dan OPL krn tiga2 nya petugas nya kebanyakan gk paham batas wilayah nya masing2
Tak sabar rasanya menunggu minggu depan emoticon-babi
Negara kita terlalu ngalah kalau menurut ane, jadinya negara kecil berani bertingkah. Kalau memang mereka mulai intimidasi sedang kita masih diwilayah sendiri, harusnya ada divisi yangsiap backup, kalau perlu torpedoin sekalian
Balasan post ranganu
Buzzer kopong khas kampret.
Tau arti kkp ama coast guard kaga?


emoticon-Traveller
Quote:


bukan lo yang kopong coast guard artinya apa?blok penjaga kan? penjaga artinya melindungi kan jadi jangan picik dan goblok itu kan masuk ranah pertahanan juga kanemoticon-Ngakak
Bagi gw
Orang yang kerja nya begini yang pantes teriakin "NKRI harga mati !!!"

Bukan timses timses, krja di kantoran, di warung, atau bocah bocah sekolah main medsos, yang sok sok an neriakin yel yel NKRI harga mati
Quote:


Woooh aku percoyo emoticon-Leh Uga
malaysia konthol banyak gaya emoticon-Big Grin
emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di