alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mantan Kepala BPN Terima Rp 10 M dari Sudikerta, tapi Dikembalikan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cac206eaf7e934fc05fb16c/mantan-kepala-bpn-terima-rp-10-m-dari-sudikerta-tapi-dikembalikan

Mantan Kepala BPN Terima Rp 10 M dari Sudikerta, tapi Dikembalikan

Mantan Kepala BPN Terima Rp 10 M dari Sudikerta, tapi Dikembalikan

09 April 2019, 05: 43: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra


Mantan Kepala BPN Terima Rp 10 M dari Sudikerta, tapi Dikembalikan



BALI EXPRESS, DENPASAR - Penyidik terus melakukan pengembangan kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta. Sejumlah nama pun terungkap pernah menerima aliran dana. Termasuk pejabat penting.

Hasil pengembangan yang dilakukan pihak penyidik Ditreskrimsus Polda Bali terkait aliran dana Rp150 miliar yang diduga hasil kejahatan  menyebut nama mantan Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Badung, Tri Nugroho. Ia diduga mendapatkan jatah dari Sudikerta senilai Rp 10 miliar.

Tri Nugroho sendiri yang dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya pernah menerima uang dari Sudikerta. Namun jumlah uangnya ia mengaku sudah lupa karena kejadiannya sudah lama. Dan lantaran asal usul uang sebanyak itu tidak jelas, sehingga ia telah mengembalikan uang itu.

"Iya, benar. Tapi saya lupa nilainya karena sudah lama. Kejadiannya tahun 2017, sudah dua tahun lalu. Tapi sudah saya kembalikan. Ada tanda terimanya kok," ungkapnya.

Selain mengaku menerima uang dari Sudikerta namun telah mengembalikannya, Tri Nugroho juga mengaku dirinya telah dimintai keterangan dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali dalam kasus Sudikerta ini. "Iya, benar saya pernah diperiksa sebagai saksi. Tapi sudah lama.

Jadi, lebih jelasnya tanyakan langsung kepada penyidiknya," ujarnya.


Sementara dari keterangan sumber mengatakan, nama Tri Nugroho mencuat sejak penyidik memeriksa 24 orang saksi dan menyita sejumlah alat bukti.



Beberapa alat bukti yang dimaksud di antaranya 26 dokumen, 4 lembar cek dan bilyet giro, 6 lembar rekening koran BCA, 4 lembar slip penarikan serta handphone. Kuat dugaan mendapatkan transferan dana dua kali dari Sudikerta dengan total Rp 10 miliar. Uang sebanyak itu kemudian dicairkan di BCA Jalan Hasanudin Denpasar.

Setelah uang itu dicairkan, kabarnya Tri Nugroho dengan Sudikerta terlibat salah paham. Sehingga uang tersebut lalu dikembalikan oleh Tri Nugroho.

“Setelah dilakukan gelar perkara dari keterangan saksi - saksi dan barang bukti itu, kemudian muncul nama Pak Tri Nugroho ini. Sehingga ia dipanggil untuk dimintai keterangan juga sebagai saksi. Dia sudah diperiksa sebanyak dua kali sebelum Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka. Kemungkinan dia akan dipanggil lagi dan diperiksa," ucap sumber.

Seperti diketahui, Mantan Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Ketut Sudikerta ditangkap di Gate 3 Bandara Ngurah Rai, sekitar pukul 14.19, Kamis (4/4). Mantan ketua DPD Golkar Bali yang kini menjadi Caleg DPRRI, ini ditangkap dalam statusnya sebagai tersangka Tindak Pidana Penipuan atau Penggelapan, dan/atau menggunakan surat/dokumen yang diduga palsu seolah-oleh asli.

Dia juga menjadi tersangka kasus pencucian uang.

Dia disangkakan dengan pasal 378 KUP atau pasal 372 KUHP dan/atau pasal 263 ayat (2) KUHP dan/atau pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pemberantasan dan pencegahan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman 20 tahun penjara. Dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Sekadar mengingatkan, I Ketut Sudikerta resmi ditetapkan tersangka oleh Dit Reskrimsus Polda Bali terhitung sejak Jumat (30/11/2018). Tidak tanggung-tanggung, dia dijadikan tersangka dalam tiga kasus sekaligus. Yakni penipuan, penggelapan dan pencucian uang.

Dari surat yang ditandatangani Kasubdit II AKBP Agung Kanigoro Nusantoro menyebutkan perihal tindak pidana yang menjerat Sudikerta. Yakni berdasarkan bukti yang ada Sudikerta diduga kuat melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan memakai surat palsu dan tindak pidana pencucian uang. Sebagaimana pasal 378 KUHP atau 372 KUHP atau 263 ayat (2) KUHP dan pasal 3 Undang-undang nomor 8 tahun 2010.

Dikonfirmasi terpisah Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja membenarkan penetapan tersangka tersebut. Namun pihaknya masih enggan membeberkan lebih lanjut terkait kasusnya.

"Inggih, itu resmi dari Ditreskrimsus setelah melalui gelar perkara, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka," jawabnya.


Kasus ini sendiri berawal dari laporan polisi nomor LP/367/Ren.4.3/X/2018/Bali/SPKT tanggal 4 Oktober 2018. Dari sana kemudian keluar Surat Perintah Penyidikan nomor SP.Sidik/71/X/2018 Direskrimsus, tanggal 29 Oktober 2018. Sayang pihak polisi belum mau menjelaskan secara detail kasus tersebut









https://baliexpress.jawapos.com/read...i-dikembalikan



Diubah oleh landsoil
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
JIKA SALAH YA DIHUKUM, JIKA TIDAK SALAH YA BEBAS.
Diubah oleh landsoil
Ana kira befeen yang lain..

BPN semua pejabatnya semua jujur dan lurus, tidak salah ya aman.

tidak salah ya aman.
Balasan post landsoil
Diubah oleh landsoil
Balasan post masmomon
Quote:


aman ya tidak salah gan......
Balasan post Zaman.Batu
Quote:


Badan Pertanahan Nasional gan.....yang kasih-kasih surtifikat itu


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di