alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mampukah intelejensia binatang berkembang?
5 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cac1ec8018e0d0d30263cbf/mampukah-intelejensia-binatang-berkembang

Mampukah intelejensia binatang berkembang?

Mampukah intelejensia binatang berkembang?
Mampukah intelejensia binatang berkembang?


Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Welcome di Thread sederhana ane gan



Spoiler for Planet Of the Apes:



Apakah agan dan aganwati di sini pernah menonton film berjudul "Planet Of the Apes" dan sekuelnya? pasti pernah dong, di film itu, diperlihatkan bagaimana akhirnya manusia menemukan obat yang akhirnya membuat tingkat kepintaran makhluk berjenis mamalia khususnya simpanse dapat berkembang ke arah yang diinginkan, yang kemudian dapat membuat mereka mempelajari bayak hal dalam waktu singkat.. namun pada akhirnya obat tersebut memberikan dampak yang jauh lebih besar yang kemudian tidak dapat dibendung lagi oleh manusia itu sendiri

Nah setelah menonton film tadi pernah ga kalian mempertanyakan pertanyaan mendasar "bener gak bahwa binatang bisa mengembangkan tingkat kecerdasannya sampe sedemikian rupa?"



  


santuy santuy wkwkwkwkw, disini we gak akan menjabarkan dengan ilmiah ala-ala kuliah tentang bagaimana binatang mampu mengembangkan kecerdasannya, lebih ke menceritakan hehe

emoticon-Jempol


nah dalam dunia binatang terdapat kasus unik terkait dengan hal kecerdasan dan memperlajari. Salah satunya dapat kita lihat pada burung Gagak Bangkai


Spoiler for Corvus Corone aka Burung gagak bangkai:



Gagak bangkai dapat ditemui disemua hutan di Jepang, yang banyak menghasilkan buah kenari sebagai makanan lezat penuh nutrisi bagi para burung ini. Namun terdapat masalah mendasar bagi burung ini, dimana desain paruh yang dimilikinya tidaklah ideal untuk digunakan sebagai pemecah buah kenari yang terkenal keras. Untuk burung lain dengan bentuk makanan yang sama, menjatuhkan makanan dari ketinggian tertentu hingga pecah menjadi solusinya, sebagaimana burung bangkai berjanggut yang hidup dengan memakan sumsum tulang.


Spoiler for Gypaetus aka Burung bangkai berjanggut:



Ataupun cara lain dengan menggunakan benda lain sebagai “alat” untuk memecah makanan yang keras, sebagai contohnya burung bangkai mesir yang suka memakan telur burung unta yang keras dengan cara menjatuhkan batu diatas telur tersebut hingga pecah.

Spoiler for Neophron percnopterus aka Burung bangkai mesir:


Namun perlu di ketahui terdapat satu kasus istimewa pada gagak jepang.

Pada awalnya, gagak bangkai memecahkan buah kenari dengan cara menjatuhkannya dari ketinggian tertentu hingga pecah. Namun hal ini membutuhkan hingga lima belas kali percobaan yang mana membuat energi terkuras banyak dan melelahkan hanya untuk mendapatkan sedikit kudapan yang lezat. Hingga pada 1990 gagak bangkai dari kota Sendai, mendapatkan cara yang lebih efisien dengan menggunakan mobil. Untuk memanfaatkan mobil-mobil dijalan raya, burung-burung tersebut menunggu di lampu lalu lintas sambil membawa buah kenari di paruhnya, saat lampu merah menyala, mereka menukik kebawah, dan meletakkan buah kenari didepan ban mobil. Saat lampu hijau menyala mobil akan melindas buah kenari tadi hingga pecah. Sementara burung-burung gagak itu menunggu lampu merah menyala kembali, melompat ke jalan, dan bergegas memunguti makan malamnya. Lama-kelamaan perilaku tidak biasa namun cerdas ini menyebar, ketika gagak lain mengamati kemudian melakukan hal yang sama. Sehingga salah satu hal yang paling istimewa dari perilaku ini adalah dimana kawanan gagak ini tampaknya telah mempelajari bagaimana memanfaatkan lampu lalu lintas. Yang membuat mereka tau kapan harus meletakkan buah kenari dan kapan harus turun untuk menikmatinya. Luar biasa kan?

emoticon-Ngakak



Spoiler for Ketahuan:


Walaupun sederhana, hal ini menunjukkan bahwa perilaku “mengamati dan mempelajari” dapat menambah tingakat intelejensia suatu makhluk, tidak terbatas kepada manusia. Namun apa yang membedakan “mengamati dan mempelajari” yang dilakukan oleh manusia dengan binatang?
dalam dunia nyata, tingkat intelenjia suatu makhluk sangat berkaitan dengan otak yang dimilikinya dan kemampuan dalam mempelajari sesuatu. dan jika kita berbicara tentang otak,  maka bagi orang awam hal yang menentukan seberapa cerdas suatu makhluk adalah seberapa besar otak yang dimilikinya. namun fakta sebenarnya adalah ukuran otak tidak berhubungan dengan tingkat kecerdasan.

Nah bagaimana hal ini memungkinkan? izinkan we untuk menjelaskan sedikit emoticon-Salam Kenal

Paus dan gajah tentu saja punya otak yang besar. Otak manusia beratnya sekitar 1,5 kg, sedangkan otak gajah dan paus ukurannya lebih besar sekitar lima kalinya. Juga memang benar bahwa secara kasar otak yang besar sama artinya dengan peningkatan kecerdasan. Sebagian besar hewan yang kita anggap cerdas, seperti anjing dan lumba – lumba, punya otak yang jauh lebih besar daripada hewan yang tampak menunjukkan kecerdasan jauh lebih rendah, seperti tikus dan cacing. Tetapi ukuran bukanlah segalanya. Sebagai contoh, manusia Neanderthal punya otak yang lebih besar daripada Homo sapiens modern. Tetapi, tak seorang pun bersikukuh bahwa manusia Neanderthal lebih cerdas. Manusia Neanderthal adalah spesies manusia sebelum jenis manusia modern Homo Sapiens ada, yang terpisah selama 30.000 tahun lamanya dengan manusia modern. Sama halnya, walaupun paus dan gajah punya otak yang lebih besar, kecerdasannya tentu jauh lebih rendah daripada manusia. 



Spoiler for Otak we, elu, kita semua.:




Ketidaksesuaian fakta tadi dapat dijelaskan dengan teori ukuran otak yang relatif terhadap tubuh. Banyak sel saraf otak diciptakan untuk menangani fungsi – fungsi fisik dasar: merasakan panas dan sakit, menjaga suhu tubuh, bernapas, berjalan, dan sebagainya. Binatang yang lebih besar memiliki tubuh lebih besar dan membutuhkan otak yang lebih besar hanya untuk menangani fungsi – fungsi tersebut. Ini salah satu alasan mengapa binatang yang lebih besar membutuhkan otak yang lebih besar. Tetapi, jika kita mempertimbangkan ukuran kita, otak manusia jauh lebih besar dan yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi – fungsi rutin ini. Otak kita sekitar 2,1 persen lebih besar dan massa tubuh. Ini adalah proporsi ukuran yang luar biasa tinggi. Otak gajah mungkin lebih besar dan otak manusia, tetapi hanya 0,15 persen lebih besar dan massa tubuhnya. Dan, alasan otak kita secara relatif begitu besar karena bagian – bagian otak tertentu lebih berkembang dibandingkan dengan bagian otak yang sama pada gajah, paus, dan mamalia besar lain.


Spoiler for Perbandingan Otak manusia dan orang lain:




Seluruh otak mamalia terbuat dan jenis materi yang sama. Otak berisi sel saraf atau neuron, yang berkumpul dalam wilayah – wilayah tertentu. Otak juga mengandung sel glial yang bertindak sebagai jaringan penyambung sistem saraf, serta melapisi dan mendukung neuron. Selain itu, otak spesies mamalia cenderung berisi bagian – bagian yang sama. Semuanya mengandung saraf belakang dan batang otak, dengan wilayah untuk mengendalikan fungsi – fungsi tubuh standar, seperti bernapas, suhu tubuh, dan tekanan darah. Semuanya memiliki bagian di dasar otak yang digunakan untuk berjalan, lari, dan melompat. Semuanya memiliki bagian bernama cerebrum, untuk belajar dan mengingat. Inilah bagian, atau area utama dinamakan dengan serebral korteks, yang jauh lebih berkembang pada manusia daripada mamalia lain. Dan, inilah yang sepertinya memberikan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. Secara umum, hewan yang dianggap cerdas adalah yang memiliki serebral korteks lebih besar.

Dari penjelasan diatas, dapat diambil kesimpulan, bahwa otak pada binatang cenderung memberikan instuisi untuk melakukan hal-hal mendasar dalam kehidupan mereka, seperti makan, bertahan hidup, dan berkembang biak. Hal ini tentu jauh berbeda dengan manusia yang menggunakan otak untuk hal-hal lain yang jauh lebih rumit, perhitungan, matematis, bahasa, hingga hal-hal yang berada di luar nalar

Namun kemudian pertanyaan lain muncul.


Dapatkah suatu saat mahkluk sejenis simpanse memiliki pemikiran yang jauh lebih rumit layaknya manusia?
Bagaimana penjelasan semut yang menggunakan otaknya untuk membuat hal-hal rumit seperti susunan sarang yang kompleks hingga kasta-kasta yang memedakan pekerjaan tiap individu?


Nah disini we kembalikan lagi ke kalian semua emoticon-Ngakak


Kalo agan atau aganwati disni punya cerita atau penjelasan yang bisa nambahin apa yang ane jelaskan, mangga silahkan hehehe
emoticon-Ngakak

Dan 

Terimakasih buat agan yang udah mau mampir dan membaca thread ane. Jika agan-agan berkenan. ane sangat mengharapkan koment dan rate dari agan dan aganwati sekalian. Maaf apabila thread ane masih kurang rapi, masih perlu belajar gan semoga apa yang ane share sama2 menjadi pengetahuan baru bagi kita semua. akhir kata, terimaksih. dan salam kaskus buat semuanya 
emoticon-Hai 

Diubah oleh andretarina
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
cukup mantap analisa ente, bisa aja binatang beradaptasi karena mau gimana pun mereka nggak sebodoh itu, cuman ya memang kita belom jumpa cara berkomunikasi dengan mereka emoticon-Ngakak
begitulah
intelejensia binatang udah mentok hidup berdasarkan naluri.seandainya jadi manusia mirip orang gila masuk RSJ
Diubah oleh cahmlg123456
Binatang itu memang bisa berpikir kok, terutama demi hal² untuk kelangsungan hidupnya.. mau bukti? Coba ente² yg rumahnya banyak tikus ente pasang jebakan, pasti yg dapat cuma 1-2 ekor aja, malah kadang gak dapat sama sekali! Soalnya tikus rumah ente itu belajar dr pengalaman liat temannya sesama tikus itu kalo kesana (jebakan itu) gak bisa kabur lagi

Dan biasanya setelah ente dapat 1 tikus yg kena perangkap, biasanya rumah ente bebas tikus utk sementara
Diubah oleh jabrikginder
kalau pada saatnya itu, manusia dalam mara bahaya karena kita lebih kejam dari binatang itu sendiri gan... 😓
Hmmmm bener juga,

Kayaknya orang utan nanti kalo habitatnya udah habis beneran bakal berkembang otaknya, beradaptasi trus bisa hidup di kota emoticon-Wow
Jawabannya gampang bre, itu semua sudah keajaiban Alloh yang menciptakan demikian dan semuanya udah tertulis di kitab suci, titik.
kalo memang hewan bisa mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi , bisa bisa kiamat mulai dekat emoticon-Big Grin , tetapi kalo dipikir pikir memang mustahil karena derajat kecerdasan lebih tinggi manusia dibanding hewan , hewan hanya mengutamakani insting nya saja
Saya rasa kecerdasan hewan bisa meningkat karna beberapa faktor alam
andai nastak dan nasbung, kampret dan cebong punya otak kaya gagak bangkai jepang ini ya... pasti kegiles ban mobil semua pass waktu lampu hijau




(yang baca thread ini pasti ngerti apa maksud saya di atas, kecuali yang kejer ISO doang)
manusia dan simpanze kok mirip bnget dah hmmm
Ane juga kadang berpikir kalau hewan juga sebenarnya berevolusi secara pikiran dan sifat cuman kita ga menyadari nya emoticon-Malu
bisa kali... emoticon-Entahlah
kayaknya ga bisa gan
Beberapa hewan memang cukup cerdas dan mampu belajar.
Simpanse, lumba-lumba, dan ikan paus termasuk hewan yang cukup cerdas, mereka cuman dibatasi oleh bentuk anatomis dan fisiologis tubuhnya saja.
Bukan tidak mungkin simpanse bisa menjadi hewan cerdas dalam proses evolusi, atau karena mutasi akibat kecelakaan atau rekayasa genetik karena ulah manusia atau alien, karena anatominya mirip manusia.
Tapi tidak akan pernah melampaui kecerdasan manusia, kecuali manusia punah lebih dahulu.
dannnnnnn ane bingung. jadi meninggal kan jejak aja deh.
Ane sukak trit enih... Langsung Ane rate 5 dan timpuk cendol...
emoticon-Goyang
Quote:


Bener juga, ane pernah ngalamin. Ternyata mereka ga sebodoh yg dikira emoticon-Wow
Bisa jadi kok.
Ga kebayang kalo suatu saat semua hewan punya intelejensi kyk manusia
Bisa tamat umat manusia emoticon-Ngakak (S)

Tapi binatang2 pintar kyk kakak tua, lumba2, monyet dll kykny punya tingkat kepintaran diatas rata2 hewan lain
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di