alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Pemerataan tenaga kesehatan Indonesia masih terkendala
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cabd3e37414f52a22133d56/pemerataan-tenaga-kesehatan-indonesia-masih-terkendala

Pemerataan tenaga kesehatan Indonesia masih terkendala

Pemerataan tenaga kesehatan Indonesia masih terkendala
Warga memeriksakan kesehatan di Posko Kesehatan Kamp Pengungsi Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (30/11/2018).
Upaya Indonesia dalam menyelesaikan persoalan ketidakmerataan tenaga kesehatan (nakes) khususnya pendistribusian dokter umum dan spesialis ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih terkendala, tapi bukan tidak memperlihatkan perbaikan nyata.

Perbaikan itu sejalan dengan target Cakupan Kesehatan Universal atau universal health coverage (UHC) agar masyarakat seluruh dunia mendapatkan pelayanan kesehatan layak di 2030, yang kembali diingatkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) bertepatan dengan Hari Kesehatan Dunia (7/4).

Pada 2019, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menargetkan pendistribusian dokter umum ke 728 puskesmas daerah yang belum memiliki dokter.

Pun menargetkan 5.600 puskesmas memiliki minimal lima jenis nakes pendukung, yakni tenaga ahli kesehatan lingkungan, kefarmasian, ahli gizi, kesehatan masyarakat, dan ahli teknologi laboratorium medik.

Selain itu, Kemenkes juga telah merevisi Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2017 dari Program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) yang mewajibkan lulusan baru mengabdi di daerah selama 1-2 tahun tapi terkesan “memaksa”, diubah menjadi Pendayagunaan Dokter Spesialis (PDS) yang bersifat sukarela.

Namun, kendala pertama, ketidakmerataan pendistribusian bukan disebabkan Indonesia kekurangan tenaga dokter. Sebaliknya, Tanah Air sebetulnya kelebihan tenaga dokter, tetapi menumpuk di satu tempat.

Berdasarkan data Kemenkes, jumlah dokter di Indonesia tahun 2010 sebanyak 42.467 dokter dan meningkat menjadi 114.405 dokter dalam kurun waktu delapan tahun, atau bertambah sekira 16 persen per tahun.

Secara rinci pada 2017, jumlah dokter spesialis yaitu 54.311 orang, dokter umum 45.387 orang, kemudian dokter gigi 14.707 orang.

Tahun ini pun, lulusan sarjana dari 78 fakultas kedokteran dianggap melebihi kapasitas.

"Sekarang sudah ada 12 ribu lulusan sarjana kedokteran. Karena jumlahnya membludak, kita batasi kuota lulusannya setiap tahun, misalnya cukup 200 orang saja," ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes, Usman Sumantri dinukil Okezone, Jumat (5/4).

Lanjut dia, meskipun jumlah puskesmas yang memiliki lima nakes pendukung di tahun 2018 (4.029 puskesmas) telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2015 (1.179 puskesmas), sebanyak 728 Puskesmas di seluruh Indonesia belum memiliki dokter dan hanya diisi tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat.

Penyebabnya, menurut Usman, lantaran penempatan nakes termasuk dokter ke daerah terpencil itu rumit, harus digembleng dulu setidaknya sebulan dan memperhatikan 18 variabel lain.

"Pertama gaji cukup atau nggak. Ada ekspektasi yang bisa dijawab nggak ke depan. Ada pasangan di tempat tujuan atau tidak. Menempatkan tenaga kesehatan perlu latihan. Nggak bisa serempak. Kualitas juga nggak bisa sembarangan," urainya pada Suara.

Ini menandakan masih banyak daerah belum mendapat akses layanan kesehatan yang layak.

WHO telah mensyaratkan minimal rasio dokter umum adalah 40 dokter per 100 ribu penduduk. Permenkes 75 tahun 2014 juga telah mengatur standar ketenagaan Puskesmas minimal harus memiliki 3 dokter--2 dokter rawat inap dan 1 dokter non rawat inap.

Sementara itu, mengacu data dari Konsil Kedokteran Indonesia per 31 Desember 2017, rasio dokter umum belum merata. Hanya 13 provinsi di Indonesia yang jumlah dokternya sudah sesuai standar rasio.

Paling tinggi di DKI Jakarta tersedia 175,7 dokter per 100 ribu penduduk, sedangkan Sulawesi Barat cuma 10,7 dokter.

Begitu pula, hasil Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan (Risnakes) tahun 2017 oleh Kemenkes menunjukkan ketimpangan rasio dokter umum di puskesmas. DKI Jakarta memiliki hampir 5 dokter, sedangkan di Maluku, Papua Barat, Papua dan Sulawesi Tenggara rasionya tidak lebih dari angka 1.

Bahkan, pemenuhan dokter spesialis sesuai standar lebih sedikit lagi. Maxi Rein Rondonuwu, Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM PPSDMK, mengatakan semestinya sekitar satu dokter spesialis bisa melayani 10 ribu penduduk.

Namun, kebutuhan dokter spesialis yang sudah sangat tercukupi setidaknya baru terdapat di Pulau Jawa dan beberapa provinsi di Sumatra, sedangkan wilayah lain khususnya Timur Indonesia masih sangat sedikit.

Terlebih lagi, saat ini sejumlah dokter spesialis lulusan baru yang sudah bersedia untuk berpraktik di daerah masih tertahan diberangkatkan karena menunggu revisi Perpres tentang PDS ditandatangani presiden.

Dokter-dokter tersebut mencakup lima dasar yaitu spesialis anak, penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, spesialis anestesi, dan bedah.

Kepada Antara News, Maxi dan Usman menjelaskan rancangan PDS bisa segera ditandatangani jika sudah dianggap layak oleh Setneg. Kemenkes menargetkan 1.000 spesialis yang dikirim.

Namun, sebelum ditandatangani presiden, atau sebelum mencapai tenggat waktu tertanggal 18 April 2019 yang diberikan oleh Mahkamah konstitusi (MK) untuk melanjutkan revisi program, maka masyarakat daerah bisa terancam tidak mendapat akses kesehatan dokter spesialis sehingga angka kematian lebih tinggi.

Padahal, menyoal gaji dokter spesialis, Usman bilang insentifnya tidak sedikit. Bisa mencapai Rp100 juta sebulan di pedalaman Papua. “Itu dari pemerintah pusat dan daerah,” pungkasnya.
Pemerataan tenaga kesehatan Indonesia masih terkendala


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...sih-terkendala

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pemerataan tenaga kesehatan Indonesia masih terkendala BMKG: Gempa getarkan Jailolo berkekuatan M 5,3

- Pemerataan tenaga kesehatan Indonesia masih terkendala BMKG: Gempa M 5,2 melanda Maluku Tenggara Barat

- Pemerataan tenaga kesehatan Indonesia masih terkendala IHSG ditutup di zona merah

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di