alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mental Miskin : Antara Kebiasaan, Penyakit Diri Dan Problema Hidup
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cabcda42637721e89208fad/mental-miskin--antara-kebiasaan-penyakit-diri-dan-problema-hidup

Mental Miskin : Antara Kebiasaan, Penyakit Diri Dan Problema Hidup

Pernahkah mendengar berita tentang pengemis yang kepergok kaya karena hasil mengemis? Berita tentang hal ini seringkali kita temui di pemberitaan media massa. Keberadaan pengemis tak jarang membuat sebagian orang lain iba namun di sisi lain resah dengan keberadaan mereka terlebih saat penghasilan dari mengemis bisa beli barang-barang mahal mulai dari motor, mobil, hingga rumah. Di setiap kota atau tempat keramaian tentunya kita akan menemukan mereka ada di mana-mana, ada yang asli membutuhkan belas kasihan dan ada juga yang memainkan sandiwara demi meraih uang dari mereka yang rela membagikan sebagian kecil uang kepadanya.
Mental Miskin : Antara Kebiasaan, Penyakit Diri Dan Problema Hidup

Credit : ruangmuslimah.co

Bicara tentang mengemis sendiri kembali kepada mental setiap orang masing-masing, banyak yang mengemis dan mereka pantas dikasihani namun di sisi lain ada yang bersikap pantang mengemis walaupun sudah lanjut usia pun tetap bekerja atau berdagang karena itu lebih baik dari mengemis atau meminta-minta yang mungkin terlihat kurang baik untuknya.

Bicara tentang kemiskinan tentu bukan hanya sekedar bentuk harta, namun juga mental diri pun bisa saja miskin karena tak sedikit dari mereka yang berpenghasilan banyak namun penghasilan tersebut berasal dari mengemis. Masalah kemiskinan mental tentu saja merupakan problema hidup yang harus diatasi baik dari lingkup diri hingga lingkup yang lebih luas.

Kuranglah tepat bila kemiskinan hanya dinilai dari harta, karena masalah mental diri pun sudah sepatutnya diperhitungkan. Bagi setiap negara yang ingin menuntaskan masalah kemiskinan di negerinya tentu bukan hanya sekedar mengatasi kemiskinan dalam hal ekonomi semata, namun juga dari segi mental setiap warga negara harus memiliki mental pantang untuk mengemis. Mental yang miskin bisa saja disebabkan oleh banyak hal mulai dari kemalasan, kebiasaan atau masalah-masalah lainnya yang membuat seseorang mengemis.

Fenomena pengemis yang kaya tentu harus menjadi evaluasi bagi setiap orang untuk bisa memerangi segala bentuk kemiskinan termasuk kemiskinan mental dalam diri setiap orang. Memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan bukan hanya sekedar asal beri semata, namun juga harus disertai juga dengan membangun mental mereka agar tidak menjadi sosok peminta-minta dan memberdayakan mereka agar bisa meraih keuntungan lewat jalan usaha atau hal lainnya.

Membiasakan lebih baik memberi dari pada meminta tentunya harus dibiasakan oleh setiap orang, andai setiap orang lebih suka memberi daripada meminta tentunya akan membuat dirinya malu untuk menjadi seorang peminta-minta sehingga merasa lebih baik menjadi seseorang yang pemberi kepada orang lain.
Mental Miskin : Antara Kebiasaan, Penyakit Diri Dan Problema Hidup

Credit : kikasyafii.com

Mental miskin merupakan penyakit dalam diri dan sudah semestinya kita perangi dengan berbagai cara mulai dari lingkup kecil hingga lingkup luas seperti dalam ruang lingkup negara, memang ini tak mudah namun bukan sesuatu yang mustahil untuk diwujukan terlebih ada peraturan negara yang bisa memberdayakan masyarakatnya terutama yang kurang mampu tentu itu lebih bagus. Demikian paparan tulisan ane kali ini, agan dan sista ingin menambahkan atau menanggapi? Silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di tulisan berikutnya. emoticon-Big Grin

Sumber :
Opini Pribadi dan Inspirasi Kehidupan
Pembelajaran semasa sekolah dan kuliah
Sumber gambar via google images
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Diubah oleh tafakoer
Reserved
Bener bnget gan.... miskin mental jauh lbih merugikan dripada miskin harta...
Selama masih mampu, lebih baik jualan kacang di pinggir jalan ketimbang meminta2...
emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-2 Jempolemoticon-Keep Posting Gan
Quote:


Terima kasih gan emoticon-Shakehand2
Mental Miskin : Antara Kebiasaan, Penyakit Diri Dan Problema Hidup
Quote:


emoticon-Leh Uga
Bray..... emoticon-Malu
Gw miskin bata nih bray.... emoticon-Frown
dah berapa taon belon fullbar.... emoticon-Frown
Bagi gw bata bray emoticon-Bata (S) emoticon-Blue Guy Bata (S)

Gw nerima sedekah bata bray emoticon-Frown


~Brick Collector
Diubah oleh hansip.ka5kus
Quote:


Done emoticon-Cool
kaya mental
miskin mental

semua terpental emoticon-Hammer
Miskin mental gak ad urusan yg penting dapet duit🤐😒
Balasan post saiful203
Quote:


Kalau menurut ane bukan merugikan sih gan tapi memalukan, seakan sudah turun harga dirinya. Ane pernah melihat ada seorang nenek sudah lanjut usia, mungkin umurnya kisaran 70an tahun lebih, beliau masih bekerja keras dengan berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ini berarti beliau mempunyai mental kaya ya gan karena beliau mungkin malu kalau harus mengemis belas kasihan orang lain.
Betuul sekali gan emoticon-cystg
Quote:


Terpental kenapa om? emoticon-Big Grin
Quote:


Makasih gan emoticon-Big Grin
untuk pengemis yg benar² tak mampu nih gan, sebaiknya kita jangan bertanya ke mereka "kenapa memilih ngemis bukannya kerja?", tapi juga harus tanya ke diri sendiri "sudah berusahakah kita untuk menolongnya?"

karena gan, bisa jadi mereka mengemis karena benar² tidak tahu ingin kerja apa, mungkin saja mereka sudah menawarkan diri ke berbagai tempat usaha kecil²an lalu ditolak, kita gak tahu kan seberapa jauh usaha mereka hingga sampai ke titik akhir yg mengharuskan menjual belaskasihan ke para dermawan.

jika kita benar² peduli dan berharap supaya mereka bekerja, harusnya jangan setengah² dalam memberikan bantuan, memberi mereka uang hanya akan membentuk mental mereka menjadi peminta² yg semula tidak ada dalam pikirannya.

coba untuk memberi mereka pekerjaan sembari memberi semangat dan arahan bagaimana seharusnya mendapatkan uang yg tepat.

jadi intinya kita tidak bisa secara langsung menuduh mereka karena bermental pengemis, coba introspeksi diri, karena bisa jadi mental mereka terbentuk karena kurangnya perhatian kita dan tidakmaksimalnya kita dalam membantu mereka, apalagi jika cuma memberi uang yg hanya cukup untuk makan tak sampai sehari.

jadi peran kita² yg peduli inilah yg sebenarnya berperan besar dalam usaha menarik mereka dari jerat mental peminta². emoticon-Big Grin
Quote:


Terima kasih atas opininya gan emoticon-Shakehand2
karena miskin adalah mindset, bukan keadaan emoticon-Cool
Quote:


Bisa juga demikian emoticon-Big Grin


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di