alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cab56e8f4d6950b522ea164/the-lala-story

Kenangan

بِسْمِ اللهِ الرحْمَانِ الرحِيْمِ

Hai kakak kaskuser yg berkeliaran di jagat kaskus, mohon izin buat cerita.

prolog
Episode 1
Episode 2
Episode 3
Diubah oleh Khadijahbee
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Teruntuk kamu yang namanya telah pudar dari hati.

KAMU
Ya kamu kenapa kamu kembali?
Kenapa di saat pernikahan ku sudah dekat kamu hadir dengan senyuman yang aku rindukan itu? senyum yang selalu memperlihatkan lesung pipimu dan menyipitkan mata coklat yang sering aku banggakan dulu.
Hah sebentar? Bukahkah di awal aku bilang "NAMANYA TELAH PUDAR DARI HATI" lalu kenapa aku bilang merindukan senyum itu? 😖
Aaah entahlah, aku tidak mengerti dengan perasaanku ini.
Aku beberapa kali menanyakan kepada hati, apakah dia masih ada atau tidak? hati selalu menjawab " tidak". Tapi nyatanya saat ini aku bilang merindukan senyumnya. Apakah itu termasuk kemunafikan terhadap diri sendiri? silahkan kalian bebas menilainya.

Ini bermula dari pertemuanku bulan ferbuari dengan pria itu.
Sudah 2tahun lamanya aku tidak memikirkan pria itu, dan tidak pula bertegur sapa dengannya karna memang 2tahun itu kita tidak bertemu.
Sampe akhirnya di awal tahun 2019 aku memutuskan untuk pulang dan menetap di kota kelahiranku, kota yang menyimpan sejuta kenangan menyakitkanku dengan pria itu dan kota dimana sekarang dia tinggal. Kenapa aku bisa tau di masih ada di kota itu? Karna walaupun kita tidak saling sapa lewat media apapun banyak orang yang masih rutin menceritakan pria itu kepadaku yang kadang kala membuatku risih.

Di pagi awal bulan februari aku menerima telpon, dan pasti sebagian dari kalian sudah bisa menebak telpon itu dari siapa, yaaa benar pria itu meneleponku. Sebelum aku mengangkatnya lama sekali aku membiarkan telpon itu berbunyi karna hal yang sangat tidak pernah aku bayangkan akan berbicara dengan pria itu lagi.
Quote:


Luntur semua pertahananku ketika mendengar keluarga Ari sakit, yaaa pria itu bernama Ari. Dia adalah pria yang telah memperkenalkanku apa itu CINTA, sekaligus memperkenalkanku apa itu PENGHIANATAN dan KEBODOHAN.

Aku khawatir benar2 khawatir mendengar berita itu, keluarga Ari sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri walaupun kita sudah tidak ada hubungan lagi tapi aku masih menganggap keluarga Ari keluargaku sendiri. Begitupun mereka walapun aku sudah tidak berhubungan dengan Ari mereka masih bertukar kabar atau sekedar menyapaku.
Saat itu aku benar2 ingin menjenguk Ridwan, tapi aku tidak ingin bertemu dengan Ari. Sesaat setelah itu aku tidak sengaja membuka akun Facebook dan asal melihat2 beranda lalu tidak sengaja aku melihat adiknya Ridwan yang memposting kondisi Ridwan saat itu, benar2 parah kondisinya kaki kanannya di balut perban dan tangan kanannya pun sama. Aku sediiiiiih saat itu banyak hal yang aku pikirkan, bagaimana perasaan Ridwan? Biaya nya dari siapa? Apakah ada yang perhatiankah? Apakah ayahnya menemani dia atau tidak? atau kakanya, apakah kakanya peduli? Karna orangtua Ridwan pisah dan dia tinggal dengan ade perempuan dan kaka perempuannya yang sudah menikah yang kadang kakanya punya dunia dia sendiri sehingga tidak pernah memperhatikan ade2 nya.

Besoknya hari Jumat aku memutuskan menjenguk Ridwan tanpa berharap bertemu dengan Ari, pagi Jumat aku chat Ari untuk menanyakan alamat lengkap RS tersebut beserta No kamar Ridwan. Aku tiba rumah sakit pukul 12siang hanya memerlukan waktu 40menit bisa sampai di sana dengan motorku, bisa di bilang itu sangat cepat karna biasanya sekitar 1jam lebih untuk bisa sampai RS tersebut .
Setelah sampai Rumah Sakit tidak susah menemukan kamar Ridwan karna kebetulan Ridwan sedang berada d luar ruangan. Duduk di bangku depan kamar Ridwan yang berada di pojok ruangan.
Quote:


Seketika aku terdiam menunduk, tidak berani menatap ke arah tangan yang d tunjuk Ridwan. Sampe akhirnya aku memberanikan diri melihat dan mencoba bersikap biasa aja walaupun sebenarnya ingin sekali aku menatapnya dengan wajah garang bentuk kemarahaku karna dia telah menghancurkan hatiku, karna dia telah menarik ulur hatiku, karna dia telah mengkianatiku yang dlu aku begitu tulus kepadanya dan begitu setia.
Diubah oleh Khadijahbee

Episode 1

*
Ketika aku memutuskan untuk melihatnya, dia tersenyum amat lebar dan serius deh saat itu seperti semua cahaya Rumah Sakit menerangi wajahnya yang membuat dia amat sangat tampan, ups tampan? apa aku bilang tampan? tuhkan pasti ada sesuatu yang terjadi dengan pikiran ini bisa2nya aku bilang dia tampan emoticon-Shutup
Dia menghampiriku yang duduk di samping Ridwan.

Quote:


Ari menatapku tajam, seperti biasa dia selalu mengancam dengan tatapan itu jika aku tidak menurut, tapi maaf Ari aku tidak akan terpengaruh dengan tatapan itu lagi. hahaha
Aku pamit pulang ke Ridwan, Ari masih menatapku tajam tapi aku menghiraukannya saat itu terus berjalan keluar rumah sakit dan tau ga? aku tidak bisa berhenti tertawa sepanjang jalan mengingat sikapku yang bisa menghirukan Ari, karna biasanya aku selalu nurut banget sama Ari, aku selalu takut membantah ucapan Ari bahkan dulu saat pacaran aku sampe rela mengorbankan nyawaku untuk dia. Bodoh bangetkan aku dulu?

Sesampainya di rumah, Ari menelponku tapi aku saat itu tidak mengangkatnya, saat itu entah karna aku takut Ari melanjutkan marahnya atau memang saat itu aku males berbicara dengannya aku lupa. hehehe

Seminggu setelah pertemuan ku dengan Ari, di rumah di hari Jumat seseorang yang baru aku kenal 1bulan belakangan ini memutuskan untuk melamarku acaranya di mulai dari pagi sampe dzuhur. Alhamdullilah acaranya berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Rasanya hari itu aku sangat bahagia sekali ingin rasanya aku menceritakan kebahagiaan ini tapi aku bingun harus bercerita kepada siapa, lalu entah kenapa aku langsung kepikiran Ari karna walaupun dia dulu sering menyakitiku dia adalah pendengar yang baik dan dia selalu punya respon yang membangun kalo aku bercerita mungkin karna dia sudah mengenalku jadi dia sudah tau kata2 apa yang aku butuhkan ketika aku bercerita. Malamnya sangat kebetulan Ari menelponku karna aku sedang butuh teman bercerita aku memutuskan untuk mengobrol.

Quote:

Ketika aku mendengar hal itu, aku secara otomatis tidak lagi fokus pada hpku aku langsung mengatur posisi duduk yang enak untuk mendengar kondisi Ridwan.
Quote:

Aku diam, tersadar apa yang telah aku ucapkan, dan mengutuk diriku sendiri yang bodoh telah lepas kendali di hadapan Ari. Lalu aku berusaha menetralkan lagi diriku dengan kembali fokus pada hpku yang sedang menampilkan beranda Facebook iseng mengscroll dan membaca baca status orang lain.
Quote:

Persis saat Ari mengakhiri ceritanya tentang Ridwan, aku tidak sengaja melihat foto Ari bersam seorang wanita yang sangat caantik sekali, kulitnya putih, tinggi, kurus, bulu mata yang lentik oleh maskara dan matanya yang ijo karna soflen melengkapi kecantikannya, sungguh wanita idaman para pria. Aku terdiam lama terus mengamati foto mereka sangat cocok sekali dengan Ari yang putih, tinggi dan tampan.Di sebrang sana Ari masih melanjutkan menceritakan banyak hal lagi tentang Ridwan dan kondisi keluarga besar mereka saat itu, aku hanya menjawab "ooh, oiya?, emm gitu, bagus, kenapa?" karna pikiranku saat itu tidak karuan pikiranku seperti melayang aku seperti introfeksi melihat wanita yang berfoto dengan Ari itu, aku kebalikan dari wanita di samping Ari itu aku jelek, badanku tidak sekurus dia, aku tidak pandai berdandan agar terlihat sangat cantik yang bisa membuat semua orang memuji kecantikanku dan membuat orang bilang " Ari sangat serasi dengan Lala " bahkan kenyataannya dulu ketika kita pacaran banyak orang yang membenciku dan bilang " kayanya Ari itu kena peletnya Lala deh, masa iya pria seganteng Ari bisa berpacaran dengan Lala" dulu aku tidak introfeksi dengan diriku sendiri, karna dulu aku tidak memandang Ari itu tampan karna dulu alasan aku menerima dia jadi pacarku karna dia sangat baik dan sopan. Air mataku mengalir tanpa di sadar, aku merasa tampak seperti orang yang lebih bodoh. Aku harusnya dari dulu sadar kenapa Ari berselingkuh, kenapa Ari mengabaikanku, kenapa dia tidak memilihku dan kenapa dia selalu terang terangan menyakitiku. KARNA KITA TIDAK SERASI, DAN TIDAK AKAN PERNAH SERASI KARNA AKU TIDAK SEBANDING DENGANNYA .

bersambung...................
Diubah oleh Khadijahbee

Episode 2

**

Saat itu aku menutup mulut ku dengan tangan, agar suara tangisnya tidak terdengar oleh Ari. Lalu karna aku sudaah tidak tahan menahan tangis terlalu lama aku menutup telpon dengan sepihak, padahal di sebang sana Ari sedang tertawa dengan ceritanya sendiri.

Dua hari kemudian di pagi yang agak mendung Ridwan tlpn, dan setelah kejadian yang aku menutup telpon Ari, Ari bisa di bilang setiap jam mengirim pesan menanyakan alasan kenapa aku memutuskan telponnya padaku tapi aku hanya membacanya saja.
Quote:


Di rumah Ridwan semua orang menyambutku termasuk mama Ari, dia memelukku erat dan berkata dia sangat merindukanku, ingin sekali akupun bilang sangat merindukannya tapi aku hanya tersenyum tidak berani mengatakan. Di rumah Ridwan ternyata sedang mengadakan sukuran atas kepulangan Ridwan dari Rumah Sakit tak heran jika semua keluarga berkumpul kecuali Ari karna dia ada pekerjaan yang tidak bisa di tunda tapi aku bersukur akan hal itu hehe

Hari sudah mulai siang tapi mereka masih menahanku untuk pulang, apalagi adiknya Ridwan dia malah mengajakku pergi ke kemarnya yang ada di lantai 2 untuk aku mendengarkan semua ceritanya di mulai dari cerita teman2nya pria2 yang berusaha mendekatinya hingga masalah keadaan keluarga di sana saat itu. Karna mungkin aku terlalu lelah mendengarkan ceritanya tak sadar aku malah ketiduran dan terbangun karna ada orang yang menggoyang2kan kakiku membangunkan, saat aku membuka mata ternyata Ari yang membangunkanku dengan reflek aku terbangun dan menarik kakiku yang dia pegang, aku takut dengan sentuhan Ari di kakiku mengingatkanku akan kejadian 2tahun lalu yang menjadi alasan kuat untuk hatiku meninggalkan Ari, 2tahun lalu dia menendang kakiku sangat kencang hingga kakiku terbentur tembok, alasannya karna aku tidak berhenti menangis padahal dia sudah menyuruhku berhenti menangis. Bagaimana saat itu aku bisa berhenti menangis mengetahui dia terus terusan berselingkuh secara terang2an, padalah saat itu aku selalu ada di sampingnya.
Ari sangat kaget dengan responku barusan, lalu dia berusaha mendekat memelukku mengetahui aku seperti orang yang sangat ketakutan. Aku menepis tangannya yang hampir memelukku lalu turun dari kasur dan berlari keluar kamar dengan cepaat , saat aku akan menuruni tangga aku mengatur nafas ku agar terlihat tidak terjadi apa2 ketika bertemu dengan keluarga yang lain walaupun dalam hati aku menangis ingin pulang.
Cukup lama untuk Ari menuruni tangga dengan senyumnnya entah itu senyuman palsu atau asli saat itu aku tidak bisa membedakannya dengan keadaan hati yang masih takut lalu Ari duduk di sampingku bergabung berbagi candaan dengan yang lain.

Waktu sudah hampir sore, aku pamit pulang kepada semuanyaa walapun mereka masih menahanku tapi dengan beribu alasan aku akhirnya di ijinkan untuk pulang juga. Kesal memang dengan sikap mereka yang selalu menahanku untuk pulang tapi di sisi lain hatiku, aku bersyukur tandanya mereka masih menganggapku Keluarga.
Ari mengantarkanku ke parkiran. Ridwan adalah orang berada tidak heran di rumahnyapun mempunyai parkiran yang sangat luas untuk menampung 4mobil milik ayahnya. Saat aku akan menyalakan motor tiba" hujan turun sangat lebat membuatku tidak jadi pulang dan malah duduk di banggu yang ada di belakang pintu garasi, Ari yang menyaksikan ke beteanku karna hujan ikut duduk di sampingku dengan jarak yang sangat dekat tapi aku reflek bergeser menjauh, Ari terkejut. Dia memperlihatkan wajah yang lebih terkejut dari pada sebelumnya, lalu dia menghela nafas.

Bersambuuung...
Diubah oleh Khadijahbee

Episode 3

***
Quote:

Saat itu ingin sekali aku mengungkapkan kesemua kesakitan yang telah dia lakukan dulu kepadaku, tapi aku memilih diam karna mengungkapkannya sama saja aku mengharapkan dia meminta maaf dan kembali. Ari menghela nafas panjang seperti dia berusaha menenangkan diri.
Quote:

Aku kaget dengan apa yang Ari ucapkan, jadi dia dari tadi mengira aku menjaga jarak karna cemburu? sakit hati melihat foto dia dengan wanita itu?hahahaha astagfirullah dia tidak sama sekali menyadari kesalahan dia di masalalu.
Quote:

whaaaaaaaaaaaat? hahahaha ingin sekali aku tertawa sangat kencang saat itu, mungkin Ari masih berpikiran kalo aku masih mempunyai rasa,mungkin juga Ari berpikiran kalo aku masih berharap padanya dan kedatanganku ke rumah Ridwan adalah usahaku agar bisa dekat dengannya lagi.hihihi
Maaf Ari kebodohanku sudah usai.
Quote:

Tapi aku tidak juga meliriknya dan terus menunduk asik memainkan kunci motorku. Ari berdiri lalu iya duduk lagi, berdiri lalu mundar mandir tidak jelas seperti orang bingung. Aku memberanikan diri melihat wajahnya, aku terkejut melihat wajahnya yang tampak sangat marah. Ketika marah Ari sangat menakutkan mungkin untuk teman2 ku atau teman2 Ari mereka tidak akan bisa membayangkan ketika Ari marah karna di depan semua orang dia selalu tersenyum,humoris dan saaaaaangat baik . Dia berhasil memasang tampang ANAK BAIK di depan semua orang tapi di depanku dia mengeluarkan seeeemuua sifat aslinya yang pemarah, pendendam, ringan tangan dan egois.

Sampai sekarang aku tidak mengerti kenapa saat itu dia marah. Apa karna Dia cemburu? atau dia menyesal karna bukan dia yang melamarku? sangat tidak masuk akal jika memang itu alasan dia marah, bukankah dia yang memperkenalkan calon istrinya duluan tadi? aaaah saat itu rasanya ingin menangis antara takut karna dia sedang marah dan bingung aku harus bagaimana.
Lalu tiba2 Ari duduk kembali tapi sepertinya dengan keadaan yang sudah tenang, aku bisa menebak dari nada bicaranya.
Quote:


Taukah kamu? saat itu Ari berbicara sangat lembut, yang membuatku tidak percaya akan mendengar nada bicara itu lagi. Kelembutan yang Ari tunjukan saat pertama merayuku menjadi pacarnya dan saat 1bulan masa" pacaran kita dulu.
Quote:

Lalu dia menceritakan awal mula bertemu dengan wanita itu. Dia juga menceritakan proses hubungan mereka dan semua rintangan2 yang sudah dia tempuh untuk mendapatkan kata "Yes" dari wanita itu. Saat itu aku melihat sisi lain Ari, sisi yang tak pernah aku liat. Ari yang dewasa, Ari yang pengertian, Ari yang bertanggung jawab, pemberani dan Ari yang sangat setia.

Tidak terasa sebentar lagi Adzan maghrib tapi hujan belum juga berhenti, aku memutuskan untuk masuk lagi ke dalam rumah Ridwan numpang sholat. Semua orang menyambutku lagi dan senang ternyata aku belum pulang.
Setelah selesai sholat, aku dan Ari menunggu hujan reda lagi di bangku garasi. Setelah mendengarkan Ari bercerita tadi, tidak ada lagi kecanggungaan di antara kita bahkan selama menunggu kita asik berbagi cerita lucu, membahas makanan dan membahas Film Action karna itu Film favorit kita. Di Saat sedang seru2nya becerita hujanpun reda, aku pamit pulang ke Ari karna sudah malam. Sambil duduk aku memakai jaket ku lalu sarung tanganku, tiba2 Ari berdiri menghampiriku lalu mencium keningku. Aku kaget, aku juga marah saat itu berani2 nya dia melakukan hal itu. Aku menatapnya tajam tapi dia tersenyum lalu mengusap kepalaku yang tertutup kerudung lalu berkata "Jaga diri, harus nurut sama suami dan selalu menjadi Lala yang penyabar"

bersambuuung......
Diubah oleh Khadijahbee
Izin bangun tenda kk... Semangat

Episode 4

****

Aku menangis saat itu, benar2 menangis di hadapan Ari. Bukan karna aku terharu dan merasa berat melepas Ari. Tapi aku merasa bersalah dan berdosa, aku merasa berdosa kepada Allah yang tidak menyadari suasana itu yang membuat Ari dengan beraninya melakukan hal itu, aku merasa menghianati dia yang telah melamarku yang aku juga tidak menyadari suasana itu yang membuat Ari dengan beraninya melakukan hal itu, dan aku merasa bersalah kepada wanita yang Ari jadikan sebagai calon istrinya yang aku tidak menyadari suasana itu yang membuat Ari, caon suaminya dengan beraninya melakukan hal itu kepadaku. Mungkin menurut kalian itu hal sepele yang sebenarnya tidak pantas untuk di permasalahkan, tapi di posisi aku sekarang itu adalah hal yang besar yang harusnya tidak pernah terjadi.

Melihatku menangis Ari tidak kaget tidak panik pula dia malah senyum+tertawa setelahnya.
Quote:

Sungguh saat itu aku sangat benci tawa Ari. Dari wajahnya aku bisa melihat dia tertawa seolah2 kalo aku tersentuh akan apa yang dia lakukan tadi, lalu aku menyesal telah menerima pri itu dan berharap kembali kepada Ari yang membuat kesan bahwa dia masih menyayangiku.
Quote:

See!!! Benarkan dugaanku, dia mengira aku tersentuh atas perlakuan dia tadi. Tapi aku tidak berniat meluruskan hal itu. Aku masih marah sekaligus bersalah, air mataku masih mengalir semakin deras malah mungkin sederas hujan yang sudah berhenti itu. Walaupun air mataku tidak kunjung berhenti aku memutuskan untuk pulang, aku tidak peduli jika nanti di jalan orang2 melihatku menangis.
Aku berdiri, dan mendorong Ari untuk tidak menghalangi jalanku. Lalu aku buru2 menaiki motorku memakai helm, Ari dan melihat tingkahku langsung menghampiri.
Quote:


Dia berhasil mematikan motorku, membuat aku menangis sangat kencang dan menundukan kepala ke stang motorku. Tanpa aku sadari Ari mendekat, membangunkan badanku dan memelukku sangat erat.
Yang sangat aku sesali sampai sekarang saat itu aku tidak bisa menolak pelukan itu bahkan saat itu aku menikmati pelukan itu.
Kalo saja waktu itu aku tidak mengijinkan Ari memelukku, mungkin sekarang perasaan itu tidak seperti ini.

bersambung..

Episode 5

*****

Setelah kejadian malam itu, kita menjadi lebih akbar dan memutuskan untuk berteman baik. Ari selalu telpon miniman sehari sekali.
Selalu saja ada pembicaraan yang menarik ketika dia menelepon, mungkin karna banyak hobby kita yang sama jadi kita tak pernah kehabisan cerita. eh tapi kalo di ingat2 dulu selama pacaran walaupun hobby sama hati sama apa2 sama sama kita tidak pernah berbicara di telepon eeh pernah sekali sekali kalo dalam keadaan darurat paling 1menit 2menit tapi dulu telpon sesingkat itupun ujung2nya kita akan bertengkar.

Suatu hari di bulan Maret mamah Ari menelponku, memberi kabar kalo Ari sakit, tipes dia kambuh dan meminta aku untuk berkunjung. Tapi karna saat itu mama Ari telpon hari sudah sore aku memutuskan untuk keesokan harinya untuk berkunjung.
Pagi hari di hari Rabu aku pergi ke rumah Ari berpamitan ke ibuku untuk menjenguk teman, tapi aku tidak bilang kalo yang sakit Ari takut ibu tidak mengijinkan.

Di rumah Ari ,mamah Ari menyambutku di halaman rumah dengan senyum dan begitupun ayah ari dia bahkan tersenyum sangat lebar tidak percaya aku akan berkunjung lagi sampai2 dia menghentikan gerakannya yang sedang membersihan mobil aku membalas senyum mereka lalu masuk ke dalam.
Quote:


Mamah Ari mengantarkanku ke rumah Ari yang tidak jauh dari rumah mamanya. Di sepanjang jalan mamah Ari memceritakan bahwa Ari 1tahun kemarin sibuk membuat rumah untuk dia tinggali dengan istrinya kelak, tapi mamahnya juga cerita bahwa aku adalah wanita pertama yang di ajak ke rumah barunya. Ada rasa tidak enak dari situ aku merasa bersalah kepada istrinya kelak, karna dia bukan orang pertama yang melihat rumah itu. hehe
Ari sedang menonton televisi saat aku masuk kerumahnya, dia tersenyum dan seperti yang terkejut melihatku.
Quote:

Lalu Ari memeluku di depan mamah nya.

..............


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di