alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
PSI Setuju Kritikan SBY ke Kampanye Akbar Prabowo, Sejak Awal Sudah Politisasi Agama
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caafa51337f93067e2806ff/psi-setuju-kritikan-sby-ke-kampanye-akbar-prabowo-sejak-awal-sudah-politisasi-agama

PSI Setuju Kritikan SBY ke Kampanye Akbar Prabowo, Sejak Awal Sudah Politisasi Agama

PSI mengaku setuju dengan kritik dari Ketum Demokrat SBY terhadap kampanye Prabowo-Sandiaga.

SBY menyebut kampanye Prabowo-Sandi tidak lazim dan tidak inklusif.

Sejak awal Prabowo mempolitisasi agama untuk memperkuat basis politiknya.

Ende, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengaku setuju dengan kritik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap kampanye terbuka Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelor Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

SBY menyebut kampanye Prabowo-Sandi tidak lazim dan tidak inklusif. Menurut Antoni, sebenarnya ketidaklaziman dan ketidakinklusifan Prabowo sudah tejadi sejak awal pencalonan.



"Ketidaklaziman dan ketidakinklusifan itu sudah tejadi sejak awal pencalonan sebenarnya. Sejak awal Prabowo mempolitisasi agama untuk memperkuat basis politiknya," ujar Antoni di sela-sela acara Safari Toleransi PSI di Ende, Nusa Tenggara Timur, Minggu (7/4/2019).

Menurut Antoni, sejak pencalonan, Prabowo menyelenggarakan ijtimak ulama untuk mencitrakan dirinya presiden pilihan umat Islam. "Jadi sejak awal pencalonan Prabowo tidak lazim dalam konteks negara berdasarkan Pancasila. Tidak inklusif, tidak merepresentasikan kebinekaan kita," ungkap dia.

Namun, kata Antoni, rakyat Indonesia sudah cerdas. Menurut Antoni, rakyat Indonesia sudah mengetahi siapa ulama sebenarnya dan mana ulama yang abal-abal.



"Rakyat sudah tahu mana santri benaran dan mana santri KW mesti pakai sarung dan kibarkan bendera NU. Rakyat juga sudah tahu siapa Presiden yang menjalankan perintah agama dan mana Presiden yang hanya shalat subuh untuk kampanye saja," terang dia.

"Sekali lagi saya setuju dengan Pak SBY kali ini. Sebagai mantan Presiden pandangan Pak SBY ini patut dijadikan rujukan bagi parah pemilih," pungkas Antoni menambahkan.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden Keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegur secara terbuka calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Teguran ini tak terlepas kampanye akbar yang dilakukan pasangan nomor urut 02 itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (7/4.2019).



SBY memandang kampanye yang tak lazim dan ekskusif yang dilakukan Prabowo-Sandi dinilai berbahaya. Sebab akan menguatkan polarisasi yang sudah tercipta di tengah masyarakat.

Cegah demonstrasi apalagi show of force identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuansa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrim," ujar SBY lewat surat tertulisnya, Minggu (7/4).

Menurut SBY, pemilihan presiden yang segera akan dilakukan ini adalah untuk memilih pemimpin bangsa, pemimpin rakyat, dan pemimpin untuk seluruh rakyat Indonesia. Dengan semangat itu maka SBY meminta agar kampanye yang dilakukan juga mencerminkan semangat kebangsaan yang majemuk.



"Sejak awal set up-nya harus benar. Mindset kita haruslah tetap "Semua untuk Semua" , atau All For All. Calon pemimpin yang cara berpikir dan tekadnya adalah untuk menjadi pemimpin bagi semua, kalau terpilih kelak akan menjadi pemimpin yang kokoh dan insyaallah akan berhasil," kata SBY.

Presiden Indonesia keenam ini juga mengkritisi gaya kampanye yang eksklusif adalah blunder yang menunjukkan kerapuhan seorang pemimpin.

"Pemimpin yang mengedepankan identitas atau gemar menghadapkan identitas yang satu dengan yang lain, atau yang menarik garis tebal 'kawan dan lawan' untuk rakyatnya sendiri, hampir pasti akan menjadi pemimpin yang rapuh. Bahkan sejak awal sebenarnya dia tidak memenuhi syarat sebagai pemimpin bangsa," tegas SBY

https://www.beritasatu.com/politik/5...litisasi-agama
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
abis gk punya prestasi buat dijual, bisanya ya cuma jual agama emoticon-Mewek
Quote:


Laris kalo disini emoticon-Traveller
Quote:


Masih ada prestasi perawatan kuda terbaik! emoticon-Mad
gwa gak nahan sama wowo itu emosiannya

padahal pemimpin itu harus bisa mengendalikan emosinya, karena emosi itu yg akan menjerumuskan dia kalau gak di kelola dengan baik
padahal sama aj dg ini partai nol koma..
dagangannya juga agama buat cebokin jae..
emoticon-Wakaka
masalah nya jualan nya gk ada
kebetulan cm itu yg bisa
walaupun tabu ya tabrak aja,demi libido
emoticon-Leh Uga
dan ini partai ada dengan jualan mencounter isu agama emoticon-Leh Uga
Folitik identitas ya goodlah.. Kalau antum tidak suka ya jangan tinggal d Indonesia.. Karena disini masih lebih laku yang seferti begitu d banding adu visi Misi...
Klu soal keislaman...lebih Islam Jokowi ma'aruf dibanding wowo....emoticon-Big Grin

Tapi kampret beda, mereka malah senang yang pilih yg kek wowo...emoticon-Big Grin
Quote:


Yang baik Bukan agama dia yg dijual.

emoticon-Mad (S)
yang sering bilang pilih ini karena ulama siapa ya?
Balasan post cipokan.yuk
Memasukkan 1jt orang ke stadion kapasitas 75rb, bukan prestasi?! emoticon-Blue Guy Bata (L)
gak cuma 02. 01 juga sama..
bingung jadi mau pilih yang mana
mampus lo di goreng emoticon-Big Grin
ya mestinya adil lah, mesti ada juga nyanyi2 gereja ibadah minggu yakan emoticon-Embarrassment
itjima ulama kok yg d pilih sandiwara uno ???? na loo emoticon-linux emoticon-linux
Balasan post sudarmadji-oye
Quote:


Wkwkw nah iya, terus lanjut ibadah Hindu lanjutin Ibadah Buddha, trus sorenya Khonghuchu, lalu kasih ruang agama lokal macam Parmalim, Wiwitan, Kejawen dll. Nah itu adil wkkwk


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di