alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
KPK Sita Uang Suap Rp47 Miliar Lebih dari 75 Pejabat PUPR
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caaf8f6af7e9350654039ae/kpk-sita-uang-suap-rp47-miliar-lebih-dari-75-pejabat-pupr

KPK Sita Uang Suap Rp47 Miliar Lebih dari 75 Pejabat PUPR

KORAN SINDO
Senin, 08 April 2019 - 09:46 WIB

KPK Sita Uang Suap Rp47 Miliar Lebih dari 75 Pejabat PUPR
Komisi Pemberantasan Korupsi Sita Rp47 Miliar dari 75 Pejabat. Ilustrasi

JAKARTA - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan hampir 100 pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diduga menerima uang suap mencapai lebih dari Rp47 miliar dari sejumlah pengusaha terkait dengan berbagai proyek SPAM.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, sampai akhir Maret 2019, penyidik telah menyita uang tunai dalam bentuk mata uang rupiah dan 13 mata uang asing dari 75 pejabat Kementerian PUPR terkait proyek-proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Dari 75 pejabat tersebut, 69 orang di antaranya merupakan pejabat yang telah mengembalikan uang ke KPK.

Rincian uang yang disita, ungkapnya, Rp33.466.729.500, USD481.600 (berdasarkan kurs BI tertanggal 1 April setara Rp6.887.843.200), 305.312 dolar Singapura (setara Rp3.227.566.117,4), 20.500 dolar Australia (setara Rp208.957.320), 147.240 dolar Hong Kong (setara Rp268.275.697,2), 30.825 Uero (setara Rp494.996.789,25), 4.000 Poundsterling (setara Rp74.524.880), 345.712 ringgit Malaysia (setara Rp1.213.341.949,3), 85.100 yuan Tiongkok (setara Rp181.135.350), 6.775.000 wong Korea Selatan (setara Rp85.568.250), 158.470 bath Thailand (setara Rp71.473.139,4), 901.000 yuan Jepang (setara Rp115.944.734,5), 38.000.000 dong Vietnam (setara Rp23.560.000), dan 1.800 shekel Israel (setara Rp7,1 juta).

“Semuanya sudah kami sita. Untuk valuta-valuta asing tadi kami sita dari safe deposit box salah satu pejabat Kementerian PUPR. KPK menduga pembagian uang dan penerimaan uang para pejabat Kementerian PUPR terjadi masal pada puluhan pejabat di sana terkait proyek sistem penyediaan air minum di Kementerian PUPR. Jadi, dari sini kita mengetahui bahwa aliran dana dan dugaan suap terhadap pejabat-pejabat Kementerian PUPR itu cukup masif,” tandas Febri di Jakarta, kemarin.

Jika dijumlahkan seluruh uang yang disita tersebut mencapai lebih dari Rp47 miliar. Febri mengatakan, penyitaan seluruh uang tersebut di atas terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap pengurusan proyek-proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan proyek-proyek pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) TA 2017-2018? dengan empat orang tersangka penerima suap.

Mereka adalah Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen PPK SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

“Jadi, cukup banyak pejabat-pejabat di Kementerian PUPR yang diduga sudah menerima aliran dana. Kami mengidentifikasi masih ada pejabat lain di Kementerian PUPR sudah pernah menerima aliran dana selain 75 tersebut,” tandasnya.

Mantan pegawai fungsional pada Direktorat Gratifikasi KPK ini mengatakan, KPK sangat menyesalkan penerimaan uang oleh puluhan pejabat tersebut. Ada dua alasan kenapa hal tersebut perlu disesalkan. Pertama, ini terkait proyek yang sangat berhubungan dengan kepentingan publik yang proyek-proyek SPAM.

Kedua, seolah-olah pada saat penerimaan itu pengawasan dan pengendalian internal Kementerian PUPR tidak berjalan. Bagi KPK, kasus ini dan penerimaan uang oleh para pejabat Kementerian PUPR harus menjadi pelajaran penting di masa depan baik bagi Kementerian PUPR maupun kementerian, lembaga, dan instansi lain.

“Agar memaksimalkan pengawasan dan pengendalian internal agar hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi, sampai aliran dana mengalir pada puluhan orang pejabat,” paparnya. Febri mengungkapkan, kepada para pejabat Kementerian PUPR selain 75 pejabat tadi, KPK kembali mengingatkan agar bersikap kooperatif dan mengembalikan atas uang-uang yang sebelumnya pernah diterima.

Sebab, sikap kooperatif tersebut merupakan langkah terbaik dan akan menjadi faktor yang meringankan dalam proses hukum.

“Penerimaan-penerimaan uang-uang yang kami sita dari 75 orang termasuk 69 orang yang mengembalikan itu ada yang berasal dari perusahaan-perusahaan lain selain dari PT WKE (PT Wijaya Kusuma Emindo) dan PT TSP (PT Tashida Sejahtera Perkasa),” ungkapnya.

Sebelumnya dalam persidangan empat terdakwa pemberi suap dari PT WKE dan PT TSP pada Senin (1/4), mereka menyampaikan ada penerimaan uang dengan total lebih dari Rp5,93 miliar kepada sekitar 10 orang pejabat Kementerian PUPR.

Empat saksi yang mengungkap penerimaan tersebut yakni Project Manager PT WKE Jemi Paundanan, staf Satuan Kerja SPAM Darurat Direktorat Jenderal Cipta Karya Dwi Wardana, Bendahara Satuan Kerja SPAM Strategis Ditjend Cipta Karya Asri Budiarti, dan Kasatker SPAM Sulawesi Tenggara 2015-2016 Ditjen Cipta Karya yang sekarang Kepala Bidang Cipta Karya Provinsi Sulawesi Tenggara Panca W Tolla.

Panca W Tolla mengaku, dirinya memang menjabat sebagai kepala Satker SPAM Sulawesi Tenggara periode 2015-2016. Sebagai kasatker, Panca bertanggungjawab pada Direktur Pengembangan SPAM Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Saat Panca bertugas, yang menjabat PPK yakni Firman Aksara dan bendahara yakni Mudar Faqih.

Panca mengatakan, pada 2015 dan 2016, PT WKE mengerjakan dua proyek. “Dari pekerjaan itu, ada saya terima total Rp1 miliar dan Rp50 juta. Itu saya terima secara bertahap beberapa kali. Kami (saya) anggap itu ucapan terima kasih. Dana itu dipakai untuk operasional karena kegiatan ini tanpa operasional pemeliharaan jaringan. Uangnya sudah kami (saya) kembalikan (ke KPK) tanggal 15 Maret kemarin,” ungkap Panca.

(mif)

https://jateng.sindonews.com/read/36...upr-1554689045

Ngeri gan ini ngak perkosaan lagi tapi gangbang 75P emoticon-Traveller

Dia menyambut baik adanya pengembalian uang sekitar Rp 3 miliar dari 13 pejabat di Kementerian PUPR. Hal tersebut juga sekaligus membuktikan kebenaran adanya praktik suap dalam kasus tersebut.

"Kami hargai sikap koperatif tersebut, sekaligus KPK mengingatkan pada pihak lain yang telah menerima uang sebelumnya agar mengembalikan dalam proses hukum ini. Hal tersebut pasti akan dihargai secara hukum sebagai faktor yang meringankan," jelasnya.

KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

https://www.merdeka.com/peristiwa/su...-3-miliar.html

Tapi pinter juga modusnya balikin rame2 supaya amnestinya tambah gede emoticon-Salaman
Diubah oleh db84x3
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Baguslah kalau ditangkap, hukum seberat-beratnya emoticon-Belgia

Jangan cuma dipensiunkan saja macam salah satu pasangan capres-cawapres emoticon-Leh Uga
hmm,,,repot yah negara ini.
Quote:


Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima pengembalian uang Rp 3 miliar dari 13 pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Pengembalian berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Dia menyambut baik adanya pengembalian uang sekitar Rp 3 miliar dari 13 pejabat di Kementerian PUPR. Hal tersebut juga sekaligus membuktikan kebenaran adanya praktik suap dalam kasus tersebut.

"Kami hargai sikap koperatif tersebut, sekaligus KPK mengingatkan pada pihak lain yang telah menerima uang sebelumnya agar mengembalikan dalam proses hukum ini. Hal tersebut pasti akan dihargai secara hukum sebagai faktor yang meringankan," jelasnya.

https://www.merdeka.com/peristiwa/su...-3-miliar.html

Balikin duit dapat amnesti, loe barusan keluar dari gorong2 ya

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Quote:


janjinya bakal kejar koruptor sampe ke antartika, taunya buat ngantar duit pensiunan emoticon-Leh Uga
Quote:


Ane yakin balikin amplop dapat bebas mereka, paling dapat hukuman internal doang emoticon-Salaman

Quote:


Emang situ pikir ane cebong, jangan samakan dengan ente dong yang doyan jilat emoticon-Wkwkwk
47 M dari pejabat PUPR
koruptor dapet pensiunan, berarti smua PNS jadi koruptor aja, toh ketangkep ato gak, tetep dapet pensiun

emoticon-Shakehand2
Quote:
Quote:


Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima pengembalian uang Rp 3 miliar dari 13 pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Pengembalian berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Dia menyambut baik adanya pengembalian uang sekitar Rp 3 miliar dari 13 pejabat di Kementerian PUPR. Hal tersebut juga sekaligus membuktikan kebenaran adanya praktik suap dalam kasus tersebut.

"Kami hargai sikap koperatif tersebut, sekaligus KPK mengingatkan pada pihak lain yang telah menerima uang sebelumnya agar mengembalikan dalam proses hukum ini. Hal tersebut pasti akan dihargai secara hukum sebagai faktor yang meringankan," jelasnya.

KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.


https://www.merdeka.com/peristiwa/su...-3-miliar.html

barusan keluar got bong, balikin duit asal rame2 dapet amnesti. Kayak kasus ini yang balikin 13 yang kena 8, lumayan yang 5 bebas

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Diubah oleh db84x3
Quote:


trus bagian mananya kpk bakal kasi pensiun buat koruptor??
Quote:


ikan teri gan,buat pancing ikan hiunya keluar.

emoticon-Traveller
Quote:


Dia menyambut baik adanya pengembalian uang sekitar Rp 3 miliar dari 13 pejabat di Kementerian PUPR. Hal tersebut juga sekaligus membuktikan kebenaran adanya praktik suap dalam kasus tersebut.

"Kami hargai sikap koperatif tersebut, sekaligus KPK mengingatkan pada pihak lain yang telah menerima uang sebelumnya agar mengembalikan dalam proses hukum ini. Hal tersebut pasti akan dihargai secara hukum sebagai faktor yang meringankan," jelasnya.

KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

https://www.merdeka.com/peristiwa/su...-3-miliar.html

13 - 8 hasilnya berapa bong

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Quote:


balikinnya rame2 gan supaya makin banyak dapat amnesti, sejelek2nya setengahnya jadi tersangka sisanya bebas emoticon-Salaman



Quote:


goblok, yg ane tanya tuh dikasi pensiun gak koruptornya?
paling bentar lg ente keluarin klipingan ttg ipar jokowi emoticon-Ngakak
ditanya hal sederhana aja gk paham
Quote:


Ngak jadi tersangka, jabatan aman dan pensiun aman. Gitu aja kagak tahu

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Quote:


proyek spam itu banyak gan di daerah.

memang target pengadaan/penyaluran air bersih kita itu.

bisa jadi itu uang yang dikembalikan malah membuka kasus di daerah lainnya tuh baca ada dari perusahaan lainnya,makanya biarkan kpk berkerja dulu,nanti juga ada hiunya soalnya kalo hiu itu pasti ada perlawanan ga seperti teri yang mau kooperatif.
Quote:


ane paham sih cuma, ane heran cebong kok kagak paham beginian. Jaman perkosaan kayak orba udah kuno sekarang jaman gangbang minimal pesertanya 10 keatas emoticon-Salaman
Quote:


oh kalo istilah politisi yang lagi trend saya ga terlalu peduli gan.

istilah genderuwo,kuntilanak,sumpah pocong,perkosa,pengecut,makan dari mana,dll.

ga terlalu peduli gan,,,
emoticon-Ngacir
Quote:


Buat lucu2an aja, cuma ane kasihan lihat orang dikibuli habis2an tapi ngak sadar juga emoticon-Salaman
mantep nih,ga maen2,75 M,
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di