alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Status decacorn Go-jek dan valuasi startup
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caae1fdf0bdb267d874404b/status-decacorn-go-jek-dan-valuasi-startup

Status decacorn Go-jek dan valuasi startup

Status decacorn Go-jek dan valuasi startup
Pengemudi Go-jek tengah membawa penumpang di jalanan Jakarta, 2 Mei 2018. Go-jek menjadi startup Indonesia pertama yang bersatatus decacorn.
Setelah "unicorn" kini ada istilah lain yang harus segera kita pahami agar tak dibilang ketinggalan zaman--"decacorn". Kata ini mulai populer digunakan sejak pertengahan pekan lalu. Pemicunya adalah ditahbiskannya Go-jek sebagai perusahaan rintisan (startup) lokal pertama yang mencapai status tersebut.

Decacorn adalah sebutan untuk startup yang valuasinya sama dengan atau lebih dari 10 miliar dolar AS (Rp141,17 triliun). Jadi, lebih tinggi dari unicorn (1 miliar dolar) tetapi masih di bawah "hectocorn" (di atas 100 miliar dolar).

Angka tersebut merupakan valuasi dari CB Insights, perusahaan intelijen pasar teknologi yang bermarkas di New York. Hasil riset tersebut dituangkan dalam daftar berjudul "The Global Unicorn Club". Menurut CB Insights, perusahaan yang didirikan Nadiem Makarim pada 2010 dan mulai berbisnis setahun setelahnya itu, kini bernilai tepat 10 miliar dolar.

Go-jek pun menjadi perusahaan rintisan kedua di Asia Tenggara yang mencapai status tersebut setelah GrabTaxi dari Singapura. Pesaing Go-jek dalam bisnis ride hailing tersebut valuasinya mencapai 11 miliar dolar.

Dalam daftar CB Insights tersebut, hingga Januari 2019 baru ada 19 decacorn di seluruh dunia, yang menjadi bagian dari 335 unicorn.

"Kami baru mendengar mengenai kabar tersebut dan bersyukur ada lembaga independen yang memvalidasi kesuksesan kami dalam meningkatkan nilai perusahaan, tanpa kami perlu membuat pengumuman," kata Chief of Corporate Affairs Go-jek, Group, Nila Marlita, dalam siaran pers, Jumat (5/4/2019).

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, kepada Bloomberg menyatakan bahwa nilai Go-jek itu belum terkonfirmasi dan hanya berdasarkan pada hitungan CB Insights. Walau demikian, ia menyatakan bahwa pencapaian itu tetaplah tonggak sejarah penting, tak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan."

Go-jek, yang bukan perusahaan terbuka, memang tak perlu membuat pengumuman terkait keuangan mereka, pun valuasi versi mereka. Hanya mereka sendiri dan para investor yang mengetahui nilai sesungguhnya, termasuk apakah perusahaan tersebut sudah mencapai keuntungan atau belum.

CB Insights tak menjelaskan metoda penilaian yang mereka gunakan. Akan tetapi, kemungkinan besar menggunakan salah satu metoda valuasi startup yang dipaparkan oleh Investopedia, upcouncel, dan TechInAsia.

Metoda yang paling umum digunakan adalah cost-to-duplicate. Sesuai namanya, metoda ini menilai sebuah startup dengan cara menghitung berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membuat rintisan seperti itu lagi. Biasanya dilakukan dengan menghitung aset perusahaan itu untuk menentukan nilai pasar yang wajar.

Beberapa metoda lain yang biasa digunakan untuk valuasi startup adalah analisis Discounted Cash Flow (DCF) dan analisis Venture Capital (VC).

Selain itu, hal-hal penting lain yang jadi penilaian adalah jumlah pelanggan perusahaan tersebut dan reputasi pendiri atau para bos.

Walau demikian, banyak pakar menyatakan bahwa menilai sebuah startup, terutama pada masa-masa awal, memang amat sulit. Pasalnya, peluang untung atau rugi sulit diprediksi. Bahkan, valuasi sebuah startup lebih dipandang sebagai "seni", bukan sains.

Devang Mehta, partner dari Anthill Ventures, dalam YourStory menulis, "Subjektivitas kerap berperan dan perasaan menjadi penengah saat harus menentukan antara 'startup panas dengan tim hebat dan bisa tumbuh lebih dari 200 persen per tahun' dengan 'startup berteknologi menarik, tetapi kemampuan eksekusinya diragukan dan kemungkinan akan sulit menghadapi tantangan untuk tumbuh'."

Nah, Go-jek tampaknya dipandang sebagai "startup panas dengan tim hebat". Para investor optimistis perusahaan tersebut bakal berkembang pesat dalam waktu relatif singkat.

Hal itu terbukti dengan masuknya para investor besar menyuntikkan dana. Pada Januari 2019, mereka memulai fase pertama pendanaan Seri F yang menyasar investasi sebesar $2 miliar. Investor besar seperti Mitsubishi Corporation dan Provident Capital, dikabarkan DailySocial.id terlibat dalam pendanaan ini.

Sebelumnya, perusahaan ternama seperti Alphabet, Tencent, JD.com, dan Temasek juga ikut menanamkan modal mereka. Hingga Maret 2019, menurut Crunchbase--situs penyedia data investasi perusahaan terbuka maupun privat--ada 24 investor yang masuk ke Go-jek dengan total dana mencapai 3,1 miliar dolar.

Masuknya puluhan investor tersebut menunjukkan bahwa mereka percaya kepada kemampuan manajemen dan terbuka lebarnya peluang untuk berkembang bagi Go-jek. Selain itu, nilai pasar ekonomi internet di Asia Tenggara juga terus tumbuh pesat.

Laporan hasil riset Google-Temasek 2018 menunjukkan bahwa nilai pasar ekonomi internet Asia Tenggara yang mencapai 72 miliar dolar diperkirakan melonjak hingga 240 miliar dolar pada 2025.

Bisnis ride hailing di kawasan ini akan tumbuh dari 8 miliar dolar pada 2018 menjadi 29 miliar dolar dalam 7 tahun mendatang. Angka yang jelas amat menggiurkan bagi para investor.

Apalagi Go-jek juga telah berkembang menjadi "Super App" karena layanannya terus bertambah. Tahun lalu gross transaction value/gross merchandise value (GTV/GMV) mereka mencapai 9 miliar dolar dengan Go-pay membukukan nilai terbesar, yakni 6,3 miliar dolar, disusul Go-food dengan 2 miliar dolar.

Ekspansi bisnis yang dilakukan Go-jek dalam enam bulan terakhir ke Singapura, Thailand, dan Vietnam bakal memperluas pasar dan berpeluang meningkatkan nilai perusahaan tersebut.

Tapi, apakah bisnis Go-jek sudah menguntungkan? Dalam wawancara dengan Reuters pada Agustus 2018, Nadiem menyatakan semua segmen usaha mereka "sangat dekat dengan keuntungan", kecuali segmen transportasi, yang memopulerkan mereka.
Status decacorn Go-jek dan valuasi startup


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...aluasi-startup

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Status decacorn Go-jek dan valuasi startup Indonesia produsen sepatu peringkat ke-4 dunia

- Status decacorn Go-jek dan valuasi startup Jatim dan Aceh rancang regulasi tanggap darurat bencana

- Status decacorn Go-jek dan valuasi startup Mengatasi kebingungan mencoblos partai atau nama caleg

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di