alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jadi Brutal Sejak Perpisahan Orang Tua
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caaa0df337f9323376cac5f/jadi-brutal-sejak-perpisahan-orang-tua

Jadi Brutal Sejak Perpisahan Orang Tua

Jadi Brutal Sejak Perpisahan Orang TuaMETROPOLITAN – Di balik duel ’gladiator’ yang melibatkan dua pelajar di Kabupaten Bogor pada Kamis (14/3), menyisakan fakta mengejutkan. MR (13), pelaku sekaligus korban selamat dari duel tersebut, dikenal sebagai sosok pendiam. Namun, pelajar kelas delapan itu mendadak brutal sejak kedua orang tuanya berpisah.
MR sendiri tinggal dengan kakek dan neneknya di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Ia mulai tinggal bersama kakek dan neneknya sejak SD, setelah kedua orang tuanya tidak tinggal serumah lagi.
Saat wartawan Harian Metropolitan menghampiri kediaman kakek dan nenek MR, rumah berwarna hijau itu terlihat tak berpenghuni. Pintu rumahnya pun tertutup rapat. Hanya ada beberapa pakaian yang terpampang tengah dijemur persis di depan rumah tersebut.
Informasi yang didapat dari warga, kakek dan nenek MR diketahui sebagai petani yang kesehariannya menghabiskan waktu di ladang, yang tak jauh dari kediamannya. Mereka diketahui sebagai petani sayurmayur. “Sebelum kejadian juga rumahnya selalu sepi. Karena kakek dan neneknya petani di ladang,” kata warga sekitar, Iyah (50).

Menurut perempuan berhijab itu, MR pindah ke rumah kakek dan neneknya sejak SD. Kepindahannya itu akibat perpisahan kedua orang tuanya yang tak lagi satu atap. Sehingga MR pun dibawa ke kediaman kakek dan neneknya dari orang tua perempuannya. “Orang tuanya sudah lama pisah. Tapi yang jelas saya tidak tahu pastinya, entah itu pisah cerai atau hanya beda rumah,” ucapnya.
Ia melanjutkan, MR dikenal sebagai sosok yang baik, namun lebih banyak diam. MR juga diketahui jarang berada di rumah kakek dan neneknya. “Yang saya tahu dari warga sih jarang pulang ke rumah juga. Sejak masuk SMP dia berubah gitu. Katanya sih tidur di rumah temannya. Tapi kalau kesehariannya mah dia pendiam dan anak yang baik,” ujarnya.
Ketua RT setempat, Supandri, membenarkan bahwa kedua orang tua MR sudah pisah rumah. Ibunya, Heni, saat ini tinggal di Bekasi. Sementara ayahnya, Daus, tinggal di Cibinong. “Kalau pisahnya saya juga tidak tahu. Namun yang pasti orang tuanya hanya pisah rumah,” kata Supandri.
Meski demikian, sambungnya, MR merupakan sosok yang baik. Bahkan tidak ada catatan kriminal yang dilakukannya selama tinggal di sini. Informasi yang didapatnya pun, MR sempat menolak saat diajak duel oleh pelaku lainnya yang jadi korban meninggal dunia. “Dia (MR, red) anak yang baik. Dari keterangan teman-temannya juga dia sempat nolak untuk tarung. Karena ditantangin terus, akhirnya diiyakan oleh MR. Kalau kesehariannya mah baik,” bebernya.
Sementara itu, keluarga AH (17) masih tak percaya anak bungsunya meninggal dunia karena duel ’gladiator’. Sebab, keluarga mengenal AH sebagai sosok yang aktif di lingkungan kampungnya. Hal itu diketahui saat Harian Metropolitan mendatangi kediaman AH di Kampung Taposlebak, Desa Tapos II, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. “Saya masih belum percaya anak saya harus seperti itu. Saya masih ingat suka minta jajan soalnya sehari-hari,” kata orang tua AH, Suganda.
Suganda mengaku sebelum anak bungsunya dari enam bersaudara itu diketahui sudah tidak bernyawa lagi, ia merasakan firasat yang tidak mengenakkan sejak siang hingga malam. “Selepas Asar saya sudah punya firasat dan badan terus bergetar hingga selepas Isya. Sesudah Isya barulah saya dapat kabar dari saudara bahwa anak saya sedang dirawat di RS Karya Bhakti Pertiwi,” ungkapnya.
Ia bersama keluarga lainnya pun berangkat mendatangi RS Karya Bhakti Pertiwi. Setelah mendapat perawatan medis, AH pun dibawa ke rumah dengan tujuan dirawat jalan. Namun bukannya membaik, AH terus berteriak kesakitan hingga akhirnya keluarga membawa anaknya ke RSUD Kota Bogor. “Sedihnya itu pas sebelum dibawa ke RSUD, anak saya berucap, ’Saya mau meninggal’. Sampai berucap ’Allahu Akbar’ sebanyak tiga kali. Tapi nyawa anak saya tidak bisa tertolong. Dia meninggal di perjalanan menuju RSUD,” tutupnya. (mul/d/rez/run)

Sumber : Metropolitan.id
Diubah oleh Salsadila23
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
perceraian orang tua tak bisa dijadikan alasan

anaknya itu sendiri yg otaknya tak becus
jangan salahkan ortu
hmmmm...
kurang kasih sayang
Bogor klo gak tawuran ya geng motor, ada yg salah ama pola pikir remajanya
Quote:


Bukan ga becus...tp sangat normal.
Org pendiam klo sekali marah bakal lepas kontrol...
Itu normal bagi org pendiam...jd hati2 sama org pendiam...dibalik diamnya tersimpan harimau yg siap murka....
emang duel gladiator nya cem gimana sih gan emoticon-Bingung
anak 13 tahun di paksa tarung sama anak 17 tahun? sempet nolak berkali kali tp terus dipaksa? ujung2nya yg 17 tahun ilang nyawa. ini mau gagah2an malah senjata makan tuan? 13 tahun vs 17 tahun cuk 😕😕
Generasi yang hilang
Secara di Bogor banyak kasus perceraian


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di