alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
TKN nilai Prabowo tidak apriesiasi kerja keras bangsa
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5caa27a4af7e933ba524c63e/tkn-nilai-prabowo-tidak-apriesiasi-kerja-keras-bangsa

TKN nilai Prabowo tidak apriesiasi kerja keras bangsa

Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Arif Budimanta menilai capres RI Prabowo Subianto tidak mengapresiasi kerja keras bangsa dengan meragukan baiknya pertumbuhan ekonomi 5 persen.

"Pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persenan tentu suatu capaian yang perlu diapresiasi, karena untuk tumbuh sebesar itu diperlukan perencanaan dan pengorganisasian dan kerja keras secara kolektif yang baik dan terukur," kata Arif Budimanta dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Arif mengatakan sejak 2011-2015 tren pertumbuhan ekonomi Indonesia melemah akibat efek turunan krisis 2008. Ekonomi masa itu turun dari sekitar 6 persen menjadi di bawah 5 persen.

"Sejak itu trennya semakin membaik sampai dengan saat ini menjadi di atas 5 persenan," ujar dia.

Dia menekankan ketika ekonomi tumbuh di atas 6 persen, ekonomi China sebagai salah satu negara mitra dagang Indonesia tumbuh dua digit. Saat ini pertumbuhan China hanya sekitar 6-7 persen atau menurun sekitar 30-an persen.

"Kita masih lebih baik, ke depan akan lebih baik dengan semakin baiknya infrastruktur ekonomi dan komitmen yang kuat dari pemerintah menjalankan redistribusi aset dan kebijakan keadilan ekonomi," jelasnya.

Menurut Arif, Jokowi sejak awal menyatakan kunci pertumbuhan ekonomi ada di sektor ekspor dan investasi.

Selain itu misi-misi dagang nasional harus lebih aktif, duta-duta besar harus mengedepankan diplomasi ekonomi agar neraca dagang/ekspor nasional semakin baik dan memberi kontribusi positif kepada pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya berimplikasi positif untuk mendorong terbukanya lapangan kerja yang lebih luas.

Kemudian di era Presiden Jokowi, kata dia, pertumbuhan juga berkualitas. Dia menegaskan, program Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Program Sembako Murah, Kartu Pra Kerja, serta Redistribusi aset adalah operasionalisasi dari mandat konstitusi untuk menjadikan Indonesia adil makmur dan terbebas dari kemiskinan.

Lebih jauh Arif menyampaikan sejak 2015 angka kemiskinan menunjukkan tren yang menurun, begitu juga pengangguran dan angka gini ratio. Hal ini menunjukkan pembangunan diikuti dengan pemerataan yang lebih baik.

"Ini tidak otomatis turun tetapi karena intervensi kebijakan yang benar. Kita pernah tumbuh di atas 5 persen bahkan di atas 6 persen tetapi ketimpangan meningkat," jelasnya.

Sebelumnya Prabowo dalam kampanye terbuka di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu meragukan pertumbuhan ekonomi 5 persen sudah baik.

sumber antaranews.com TKN nilai Prabowo tidak apriesiasi kerja keras bangsa
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
namanya juga oposisi
masa sih ya harus puja puji...
ah elah minta di hargai sang mantan, lah dia saja kurang di hargai kok
Kelihatan sih.

Sama rakyat aja
acuh tak acuh.

TKN nilai Prabowo tidak apriesiasi kerja keras bangsa
lebih goblok lagi presiden yang bangun jalan di papua cuman 300an km, tapi ngaku2 4000 kilometer dan gak mention2 presiden sebelomnya pula...

lebih tidak apresiasi mana? KAN GOBLOK...
Balasan post youdoyouknow
Quote:


kalo ketemu langsung kayanya bisa liat aslinya kaya apa ya emoticon-Leh Uga
TKN nilai Prabowo tidak apriesiasi kerja keras bangsa

Astagafirullah negara kita sedang hancur dari segi ekonomi ya akhi, sudah setara negara2 kismin di afrika sana.. untuk apa di puji2?

emoticon-Leh Uga
Lah, waktu pdi pret jadi oposisi mana pernah ngasih apresiasi. Yang ada ngajak demo. Ampe menangpun masih nyalahin presiden sebelumnya
pekerja mulu, kapan bangsa ini dijadiin pengusaha ?

Cek Fakta (dicermati): Progres Jalan Trans Papua di Era Jokowi

Balasan post silentground
15 September 2019, detikFinance

sumber detik.com : Progres Jalan Trans Papua di Era Jokowi

Pembangunan jalan menjadi salah satu agenda infrastruktur prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Terutama pembangunan jalan di luar Pulau Jawa demi mendorong pemerataan ekonomi.

Salah satunya di Provinsi Papua dan Papua Barat. Pembangunan jalan di Papua terbagi tiga kategori yaitu jalan nasional, jalan Trans Papua dan jalan paralel perbatasan Papua.

Dari ketiga kategori jalan tersebut, pembangunan jalan Trans Papua menjadi prioritas selama periode 2015-2019. Total panjang jalan Trans Papua 4.330 km sendiri ditargetkan tembus seluruhnya sampai akhir 2019.

Pembangunan difokuskan untuk menyelesaikan Trans Papua pada ruas-ruas jalan kabupaten/kota yang belum tersambung menjadi jalan fungsional dan membuka isolasi wilayah-wilayah terpencil.

Lantas, seberapa besar capaian pembangunan Jalan Trans Papua di era pemerintahan saat ini sebenarnya? Berikut paparan data dan ulasan lengkapnya:

Bangun 1.066 Km Trans Papua

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, total panjang jalan Trans Papua di Provinsi Papua dan Papua Barat yang sudah tersambung sampai 2014 adalah 3.263 km.

Hingga akhir 2014 jalan Trans Papua di Provinsi Papua yang sudah tembus sepanjang 2.343 km dengan sisa jalan yang belum terhubung sepanjang 865 km. Sedangkan untuk Trans Papua di Provinsi Papua Barat baru tembus sepanjang 920 km dengan sisa jalan yang belum terhubung sepanjang 151 km sampai 2014.

Sisa jalan yang belum tembus pun ditargetkan rampung dengan masa pembangunan 2015-2019.

Trans Papua di Provinsi Papua yang sudah tersambung mencapai 2.907 km dari total panjang 3.259 km hingga akhir 2017. Proyeksi jalan Trans Papua di Provinsi Papua yang dibangun dalam rentang 2015-2019 sepanjang 865 km.

Sedangkan total jalan Trans Papua Provinsi Papua Barat yang dibangun pada periode 2015-2018 adalah 150 km. Saat ini jalan Trans Papua di Provinsi Papua Barat sudah tembus seluruhnya sepanjang 1.071 km.

Dengan demikian selama 2015-2019, pemerintah bakal menyelesaikan 1.066 km jalan Trans Papua sehingga menjadi fungsional atau bisa dilewati seluruhnya. Seluruh jalan Trans Papua akan diselesaikan pada akhir 2019, melalui pembangunan jalan baru sepanjang 865 km di Provinsi Papua dan 151 km di Provinsi Papua Barat.

sumber detik.com : Bangun 1.066 Km Trans Papua

Masih Ada 2.057 Km Tak Beraspal

Jalan Trans Papua sepanjang 4.330 km ditargetkan tersambung seluruhnya hingga akhir 2019. Jalan tersebut terdiri dari 3.259 km di Provinsi Papua dan 1.070 km di Provinsi Papua Barat.

Namun, tak seluruh jalur Trans Papua bakal beraspal seperti kondisi jalan pada umumnya. Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, hingga akhir tahun 2019 masih akan terdapat sekitar 1.678 km jalan lagi yang belum beraspal di Provinsi Papua.

Sementara untuk Provinsi Papua Barat, kondisi jalan yang beraspal hingga akhir 2019 mencapai 691,23 km dan tanah 379,39 km. Adapun hingga akhir hingga akhir tahun ini, kondisi jalan yang beraspal diharapkan sudah sepanjang 643,92 km dan kondisi tanah sepanjang 426,7 km.

Dengan demikian, maka total panjang jalan Trans Papua yang belum beraspal hingga akhir 2019 sekitar 2.057 km lagi. Terdiri dari 379,39 km di Provinsi Papua Barat dan 1.678 km di Provinsi Papua.

sumber detik.com : Masih Ada 2.057 Km Tak Beraspal

Beda Pembangunan Trans Papua Era Jokowi dengan Sebelumnya

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jalan Trans Papua dilakukan secara besar-besaran di pemerintahan saat ini. Hal tersebut dibuktikan lewat alokasi anggaran infrastruktur yang cukup besar untuk pembangunan di Papua.

"Kita memberikan anggarannya itu jauh lebih besar. Di pemerintahannya beliau (Jokowi) ini, di Papua itu (anggaranya) sekitar Rp 6 triliun sebelum dipisah balainya dengan Papua Barat. Sebelumnya bisa kita lihat datanya pasti lebih kecil," kata Basuki saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Basuki juga mengatakan semakin besarnya anggaran pembangunan infrastruktur yang dialokasikan ke Kementerian PUPR, maka semakin besar juga anggaran yang dialokasikan untuk Papua.

"Di PU dulu di 2014 juga sempat Rp 60 triliun, Rp 70 triliun anggarannya. Kemudian naik jadi Rp 100 triliun 2015. Lalu dipertahankan terus. Nah itu memberikan prioritas (anggaran) ke Papua," tambahnya.

sumber detik.com : Beda Pembangunan Trans Papua Era Jokowi dengan Sebelumnya

Capaian Pembangunan Jalan Nasional

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembangunan jalan nasional di Provinsi Papua-Papua Barat dari 2015 hingga 2018 telah mencapai 1.982 km. Adapun 1.982 km jalan yang sudah terbangun tersebut terdiri dari 791 km pada 2015, 477 km pada 2016, 345 km pada 2017 dan 369 km pada 2018.

Sementara untuk pemeliharaan jalan selama periode 2015-2018 ditargetkan mencapai 14.367 km. Adapun 14.367 km panjang jalan tersebut terdiri dari 2.933 km pada 2015, 3.625 km pada 2016, 3.969 km pada 2017 dan 3.840 km pada 2018.

Percepatan pembangunan infrastruktur di Papua berdasarkan Inpres Nomor 5 Tahun 2007 tentang percepatan pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat. Kementerian PUPR ditugaskan membangun 11 ruas strategis sepanjang 3.131,6 km (1.070,95 km di Provinsi Papua Barat dan 2.060,65 km di Provinsi Papua).

Melalui Inpres tersebut, total pembangunan jalan nasional di provinsi Papua dan Papua Barat sejak tahun 2005 hingga 2014 tercatat sepanjang 4.040 km. Sedangkan total pemeliharaan jalan nasional di kedua provinsi tersebut pada periode yang sama adalah sepanjang 18.263 km.

sumber detik.com : Capaian Pembangunan Jalan Nasional
kampret matanya ketutupan tai

emoticon-Wakaka
Quote:


TKN nilai Prabowo tidak apriesiasi kerja keras bangsa
TKN nilai Prabowo tidak apriesiasi kerja keras bangsa
TKN nilai Prabowo tidak apriesiasi kerja keras bangsa


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di