alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Jurnalis dalam ancaman kekerasan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca9fcc5349d0f3bf1715407/jurnalis-dalam-ancaman-kekerasan

Jurnalis dalam ancaman kekerasan

Jurnalis dalam ancaman kekerasan
Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, SafeNET, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Amnesti International Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI) mendeklarasikan Komite Keselamatan Jurnalis di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).
Kekerasan terhadap jurnalis yang sedang melaksanakan tugas masih kerap terjadi di Indonesia. Menyadari hal itu, Komunitas Masyarakat Pers mendeklarasikan Komite Keselamatan Jurnalis yang didukung oleh Internasional Media Support (IMS).

Jurnalis kerap dianggap sebagai profesi yang cukup berisiko. Bahkan, jurnalis tidak jarang harus berhadapan dengan ancaman dan kekerasan yang membahayakan keselamatannya. Kehilangan nyawa adalah satu di antara sekian banyak risiko yang dihadapi jurnalis dalam bekerja.

Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo, mengungkapkan, kekerasan pada jurnalis dipicu faktor internal pada jurnalis juga, di antaranya inkompetensi, pelanggaran etika jurnalistik yang serius, kualitas SDM (tak sesuai standar perilaku), kecerobohan, terlalu pecaya diri secara berlebihan, dan keberpihakan media dan pemberitaan.

"Akhir-akhir ini, kekerasan tak lagi dilakukan aparat tapi lebih banyak dilakukan oleh kelompok komunal," sebut Stanley, di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Selain itu sebut Stanley, ada faktor ekternal yang menyebabkan terjadinya kekerasan, di antaranya; tak dipahaminya tugas wartawan, kecewa pada pemberitaan grup media tertentu, kekecewaan pada berita-berita yang di-framing, menilai wartawan adalah provokator, generalisasi pandangan negatif terhadap wartawan.

Merujuk data bidang advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tahun 2017 yang diolah tim Lokadata Beritagar.id, kasus kekerasan terhadap jurnalis didominasi oleh kekerasan fisik sebanyak 34 kasus.

Kemudian jenis kekerasan berikutnya adalah pengusiran atau pelarangan peliputan sebanyak 13 kasus, dan ancaman kekerasan atau teror sebanyak 7 kasus. Sementara, jenis kekerasan paling sedikit yakni mobilisasi massa atau penyerangan kantor redaksi satu kasus.

Sedangkan dalam satu tahun terakhir ini, AJI Indonesia mencatat setidaknya ada 64 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Kekerasan terhadap jurnalis paling banyak terjadi tahun 2016 lalu (sebanyak 81 kasus), paling rendah 39 kasus pada tahun 2009.

Lantaran jurnalis masih terancam sejumlah kekerasan, AJI dan beberapa lembaga menginisiasi penanganan kasus kekerasan pers dan jurnalis serta mendapat dukungan dari IMS.

"Hari ini, Jumat 5 April 2019, Komite Keselamatan Jurnalis dideklarasikan di gedung Dewan Pers Jakarta sebagai wujud dari kolaborasi bersama menangani kasus kekerasan," ucap para deklarator.

Komite Keselamatan Jurnalis ini beranggotakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, SafeNET, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Amnesti International Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI).

"Secara khusus Komite ini bertujuan untuk menangani kasus kekerasan jurnalis dengan menyediakan skema pendanaan atau safety fund journalists. Para inisiator dan pendiri komite telah menyusun Standar Operasional prosedur (SOP)," ujar Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Ade Wahyudin.
Rawan dipersekusi
Perlindungan terhadap kebebasan pers di Indonesia tak mengalami perbaikan yang signifikan. Indeks Kebebasan Pers 2018 yang dirilis Reporters Without Borders (RSF), menunjukkan peringkat kebebasan pers di Indonesia sama sekali tidak bergeser dari tahun lalu.

Indonesia tetap berada di peringkat 124, tak lebih baik dari Timor Leste (peringkat ke-95) dan Afghanistan (peringkat ke-118). Skor secara keseluruhan yang dimiliki Indonesia hanya membaik 0,25 persen dibandingkan tahun lalu di angka 39,93.

Skor tersebut menempatkan kebebasan pers di Indonesia dalam kategori buruk (bad).

Seperti diungkapkan Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo, kekerasan pada jurnalis di Indonesia akhir-akhir ini banyak dilakukan oleh kelompok komunal.

Seperti dialami jurnalis Detikcom, saat meliput aksi bela tauhid 211, (2/11/2018) di Jakarta. Menurut Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani Amri, kejadian itu bisa dikategorikan sebagai tindakan yang mengancam kebebasan pers. Termasuk saat acara Munajat 212, di Monumen Nasional, Jakarta, (21/2).
Jurnalis dalam ancaman kekerasan

Padahal, Undang-undang No 40 Tentang Pers telah menjamin kebebasan pers. Kemerdekaan pers tersebut tertulis dalam tiga ayat dalam Pasal 4 Undang-undang tersebut. Ayat 1, menyebut: Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Ayat 2, berbunyi: Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. Dan Ayat 3, menyebutkan: Untuk menjamin kemerdekan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Ancaman terhadap perbuatan yang menghalangi kemerdekaan jurnalis, diatur dalam Pasal 18, Ayat 1. Bahkan, jika menghalangi kerja wartawan bisa didenda Rp500 juta.

"Beberapa jurnalis juga mengaku terbatasi geraknya lantaran keberadaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)," ungkap seorang pengurus AJI Indonesia, Joni Aswira.
Jurnalis dalam ancaman kekerasan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...aman-kekerasan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Jurnalis dalam ancaman kekerasan BMKG: Pukul 10:18 WITA gempa berpusat di Malaka

- Jurnalis dalam ancaman kekerasan Aparat dinilai minim terapkan pasal pencucian uang

- Jurnalis dalam ancaman kekerasan BMKG: Alor dilanda gempa M 6,1

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di