alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
SBY Surati PD, Sebut Kampanye Akbar Prabowo Tak Lazim dan Tak Inklusif
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca981bff4d6955d8b382bbd/sby-surati-pd-sebut-kampanye-akbar-prabowo-tak-lazim-dan-tak-inklusif

SBY Surati PD, Sebut Kampanye Akbar Prabowo Tak Lazim dan Tak Inklusif

SBY Surati PD, Sebut Kampanye Akbar Prabowo Tak Lazim dan Tak Inklusif

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sempat menyurati tiga petinggi Partai Demokrat terkait gelaran kampanye akbar capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. SBY berbicara soal ketidaklaziman di kampanye Prabowo-Sandi.

Surat SBY itu, seperti dilihat detikcom, Minggu (7/4/2019), ditujukan kepada Ketua Wanhor PD Amir Syamsuddin, Waketum PD Syarief Hasan dan Sekjen PD Hinca Panjaitan. Pesan SBY itu tersebar di WhatsApp dan dibenarkan politikus PD Andi Arief.

Di awal pesannya, SBY, pada Sabtu 6 April 2019, mengaku mendapat informasi yang mengandung kebenaran mengenai kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gelora Bung Karno (GBK). SBY menyebut kampanye akbar Prabowo-Sandi mengandung unsur ketidaklaziman.

"Sore hari ini, Sabtu, tanggal 6 April 2019 saya menerima berita dari tanah air tentang 'set up', 'run down' dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif, melalui sejumlah unsur pimpinan Partai Demokrat saya meminta konfirmasi apakah berita yang saya dengar itu benar. Malam hari ini, saya mendapat kepastian bahwa informasi yang didapat dari pihak lingkaran dalam Bapak Prabowo, berita yang saya dengar itu mengandung kebenaran," sebut SBY dalam suratnya.

Baca juga: Via Rekaman Video, Habib Rizieq Sebut 10 Alasan Pilih Prabowo-Sandi

Berikut ini surat lengkap SBY kepada elite Demokrat soal kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK:

Kepada yang terhormat

1. Ketua Wanhor PD Amir Syamsudin
2. Waketum PD Syarief Hassan
3. Sekjen PD Hinca Panjaitan

Bismilahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam Sejahtera

Salam Demokrat!

Sebenarnya saya tidak ingin mengganggu konsentrasi perjuangan politik jajaran Partai Demokrat di tanah air, utamanya tugas kampanye pemilu yang tengah dilakukan saat ini, karena terhitung mulai tanggal 1 Maret 2019 yang lalu saya sudah memandatkan dan menugaskan Kogasma dan para pimpinan partai untuk mengemban tugas penting tersebut. Sungguhpun demikian, saya tentu memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan agar kampanye yang dijalankan oleh Partai Demokrat tetap berada dalam arah dan jalur yang benar, serta berlandaskan jati diri, nilai dan prinsip yang dianut oleh Partai Demokrat. Juga tidak menabrak akal sehat dan rasionalitas yang menjadi kekuatan partai kita.

Sore hari ini, Sabtu, tanggal 6 April 2019 saya menerima berita dari tanah air tentang 'set up', 'run down' dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif, melalui sejumlah unsur pimpinan Partai Demokrat saya meminta konfirmasi apakah berita yang saya dengar itu benar. Malam hari ini, saya mendapat kepastian bahwa informasi yang didapat dari pihak lingkaran dalam Bapak Prabowo, berita yang saya dengar itu mengandungi kebenaran.

Sehubungan dengan itu, saya minta kepada Bapak bertiga agar dapat memberikan saran kepada Bapak Prabowo Subianto, capres yang diusung Partai Demokrat, untuk memastikan hal-hal sebagai berikut:

Penyelenggaraan kampanye nasional (dimana Partai Demokrat menjadi bagian didalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan 'inclusiveness', dengan sasanti 'Indonesia Untuk Semua' juga mencerminkan kebhinnekaan atau kemajemukan. Juga mencerminkan persatuan. 'Unity in diversity'. Cegah demonstrasi apalagi 'show of force' identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuasa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrem.

Pemilihan Presiden yang segera akan dilakukan ini adalah untuk memilih pemimpin bangsa, pemimpin rakyat, pemimpin kita semua. Karenanya, sejak awal 'set up'-nya harus benar. Mindset kita haruslah tetap 'Semua Untuk Semua' , atau 'All For All'. Calon pemimpin yang cara berpikir dan tekadnya adalah untuk menjadi pemimpin bagi semua, kalau terplih kelak akan menjadi pemimpin yang kokoh dan insyaallah akan berhasil. Sebaliknya, pemimpin yang mengedepankan identitas atau gemar menghadapkan identitas yang satu dengan yang lain, atau yang menarik garis tebal 'kawan dan lawan' untuk rakyatnya sendiri, hampir pasti akan menjadi pemimpin yang rapuh. Bahkan sejak awal sebenarnya dia tidak memenuhi syarat sebagai pemimpin bangsa. Saya sangat yakin, paling tidak berharap, tidak ada pemikiran seperti itu (sekecil apapun) pada diri Pak Jokowi dan Pak Prabowo.

Saya pribadi, yang mantan capres dan mantan Presiden, terus terang tidak suka jika rakyat Indonesia harus dibelah sebagai 'pro Pancasila' dan 'pro Kilafah'. Kalau dalam kampanye ini dibangun polarisasi seperti itu, saya justru khawatir jika bangsa kita nantinya benar-benar terbelah dalam dua kubu yang akan berhadapan dan bermusuhan selamanya. Kita harus belajar dari pengalaman sejarah di seluruh dunia, betapa banyak bangsa dan negara yang mengalami nasib tragis (retak, pecah dan bubar) selamanya. The tragedy of devided nation. Saya pikir masih banyak narasi kampanye yang cerdas dan mendidik. Seperti yang kita lakukan dulu pada pilpres tahun 2004, 2009 dan 2014. Bangsa kita sangat majemuk. Kemajemukan itu disatu sisi berkah, tetapi disisi lain musibah. Jangan bermain api, terbakar nanti.

Para kader pasti sangat ingat, Partai Demokrat adalah partai Nasionalis-Relijius. Bagi kita Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati. Tidak boleh NKRI menjadi Negara Agama ataupun Negara Komunis. Indonesia adalah 'Negara Pancasila' dan juga 'Negara Berke-Tuhanan'. Inilah yang harus diperjuangkan oleh Partai Demokrat, selamanya.

Saya berpendapat bahwa juga tidak tepat kalau Pak Prabowo diidentikkan dengan kilafah. Sama tidak tepatnya jika kalangan Islam tertentu juga dicap sebagai kilafah ataupun radikal. Demikian sebaliknya, mencap Pak Jokowi sebagai komunis juga narasi yang gegabah. Politik begini bisa menyesatkan. Sejak awal harusnya narasi seperti ini tidak dipilih. Tetapi sudah terlambat. Kalau mau, masih ada waktu untuk menghentikannya.

Dari pada rakyat dibakar sikap dan emosinya untuk saling membenci dan memusuhi saudara-saudaranya yang berbeda dalam pilihan politik, apalagi secara ekstrem, lebih baik diberi tahu , apa yang akan dilakukan Pak Jokowi atau Pak Prabowo jika mendapat amanah untuk memimpin Indonesia 5 tahun mendatang (2019-2024). Apa solusinya, apa kebijakannya? Tinggalkan dan bebaskan negeri ini dari benturan identitas dan ideologi yang kelewat keras dan juga membahayakan. Gantilah dengan platform, visi, misi dan solusi. Tentu dengan bahasa yang mudah dimegerti rakyat. Sepanjang masa kampanye, bukan hanya pada saat debat saja.

Demikian Pak Amir, Pak Syarief dan Pak Hinca pesan dan harapan saya. Ketika saya menulis pesan ini, saya tahu AHY berada dalam penerbangan dari Singapura ke Jakarta, setelah menjenguk Ibu Ani yang masih dirawat di NUH. Partai Demokrat harus tetap menjadi bagian dari solusi, dan bukan masalah. Selamat berjuang, Tuhan beserta kita.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Singapura, 6 April 2019

Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono



Komen TS

om beye, masih belum terlalu terlambat untuk mengambil sikap. utamakan kepentingan demokrat dulu, ketimbang kepentingan koalisi nggak jelas. sejak awal, kelompok mereka memang ditunggangi oleh kelompok-kelompok yang mengedepankan eksklusifitas. hanya kelompok merekalah yang pantas memimpin negeri ini. semua dari manuver mereka jelas ada udang dibalik bakwan. emoticon-Thinking
Diubah oleh munarmansh
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


Om beye mending tetep d kubu itu biar tu kubu ga error2 amat...
wah dopost ternyata
kode lunak agar kokoh hasyim mau merevisi jatah kursi menteri. emoticon-Big Grin

hari gini percaya politisi? nggak tuh.
Nyatanya seakan ada 2 kelompok saja yg meramaikan
Kelompok urakan dan sok paling benar
Orasi2nya dr kelompok sok paling benar, masya allah... kayak orang kerasukan setan, emosi nomor wahid
Diubah oleh xrm
Sama aja om. Dulu anakmu cagub jg sowan ke kelompok 7jt onta.
Quote:


Namanya juga pembenci
Jangan percaya si kebo.
Dia yg memerintahkan kyai ma'ruf amin untuk memenjarakan ahok emoticon-Mewek
gertak minta jatah ya wkwkkkwkw
S14P kumendan
Bisa jadi detik terakhir Demokrat putar haluan . emoticon-Traveller
isi pesan sby sangat tepat!! emoticon-Big Grin

sbg pendukung wiwi justru ane menyesalkan seruan wiwi utk memutihkan tps
bukankah ini juga gerakan politik identitas? identitas pemilih wiwi vs pendukung wowo? emoticon-Hammer
biarkan pendukung 02 mo bikin dapur darurat, tamasya tps, lebaran tps dst
harusnya 01 melawan narasi2 intimidatif dalam pemilu
penggunaan identitas pemilih capres tidak dilarang tapi kalo digerakkan masif tentu akan mengintimidasi pemilih yg tidak sama pilihan suaranya

gak usah show of force ... kalo ditakdirkan menang yah menang emoticon-Big Grin
tinggal dikawal aja jangan sampe terjadi kecurangan
sebaiknya SBY tetep di kubu sana, jd seandainya memang prabowo yg menang tetep ada benteng dr SBY supaya si bowo tetep waras
Diubah oleh SuniC
Benturan Horizontal

Hal yang cukup menyakitkan memang Pak, apalagi ibadah di mesjid, gereja dan lainnya gk tenang karena dua kubu
Belum lagi kantor dan sekolahan yang kaya2 kita diintimidasi kalo beda pilihan ama mayoritas

Kalo mau jadi presiden NKRI, ya harusnya kaga pake kampanye SARA,, kecuali mau jd pemimpin satu agama aja
Quote:


Setujuuuuuuuuuuuuu!!!!!!!!!!!!!

Secara ane ga punya baju putiih!! Ane punyanya 90% baju item!!

Dalam hal baju2an ini jokowi sotoy pake banget pake bilang semua orang pasti punya baju putih!!!

emoticon-Mad


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di