alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
RINDU DARI SEBERANG LAUTAN
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca8fb29a727687118690eb3/rindu-dari-seberang-lautan

Rindu Dari Seberang Lautan (Kumpulan Puisi)

KUMPULAN 150 PUISI KEHIDUPAN


Quote:

RINDU (1)

Kini, aku tepat berdiri di bibir pantai
Menatap jauh ke depan
Gulungan ombak berkejaran
Berlomba siang malam tak kenal lelah
Ingin jadi yang pertama mencium putih pasir pantai

Tak ingin aku menoleh ke belakang
Ada pohon pinus tumbang dengan dahan berserakan
Cemara kering hilang kasih sayang
Ranting dahan patah halangi jalan indah terbentang

Susah payah semua aku singkirkan
Bekal penghabisan hanya tersisa sebuah harapan
Pergi ke seberang lautan menjemput secercah harapan
Di sana ada bayangan indah menggoda sampaikan pesan menggelora

Quote:

Hingga siang resah tak mampu bersuara
Malam sepi sendiri menanti kunang-kunang menghampiri
Kasih bakal tak sampai
Hanya angan kecil ingin berjumpa meski sekelebat saja

Aku diam terpaku,
Betapa luas lautan akan aku arungi
Pikiran ini tak mampu melihat lagi
Hanya namamu mengitari aliran urat dalam otak kepala
Sementara dalam setiap tetes darah mengalir kata, mengeja sebuah nama dan itu namamu

Duhai camar, terbanglah kau dari atas bagan itu
Datanglah ke tempat ini
Hinggaplah segera di batok kepalaku
Belah cangkangnya jangan ada sisa
Ambil darah di dalam otaknya

Bawa kepadanya dalam paruh lebarmu sebanyak kau bisa
Tumpahkan di atas pangkuannya
Biar dia tau darah ini campuran hurup atas namanya
Susun kembali menjadi nama indah yang siang malam beredar mengalir dari jantung ke kepala

Duhai angin, kumpulkan seluruh temanmu
Bawa belati tertajam yang kau miliki
Lalu, belah dadaku ini
Ambil jantungnya, keluarkan dari sarangnya

Sampaikan padanya
Degup kencang adalah irama tarian cinta
Nyanyian rindu menggelora yang tak pernah berhenti tak pernah reda
Juga, tersebut sebuah nama jadi tabuh genderangnya

Balutkan di sekujur tubuhnya
Hingga dia tau
Hingga dia merasa
Kalau rindu ini hanya untuknya
Kalau cinta ini hanya untuknya
Kalau detak jantung ini pun hanya berdenyut panggil namanya

Quote:

Kakiku kian tenggelam di pasir pantai
Tak kuat melangkah maju
Tak mungkin kutarik kebelakang
Namamu ada di sana
Akan kuraih, namun aku tak bisa

Kepiting mulai menggigit perlahan dalam pesta makan malam
Darah mengucur bercampur air garam
Biarlah
Jika lautan masih bersahabat dengan cinta dan kerinduan

Aku yakin,
Darah ini akan sampai ke seberang
Membalas sebuah salam yang dulu pernah kau sampaikan,
" Ada rindu yang terbentang antara kau dan aku. Menggelayut manja membuai dalam pelukan malam"

Jika benar itu pesan darimu
Biarlah aku pasrah
Meskipun kini aku berdiri di sini
Di bibir pantai ini
Adalah seonggok kerangka daging dan tulang
Menanti jawaban camar, angin, dan air lautan

Bahwa rinduku telah tersampaikan
Dan kau terima dengan kasih sayang yang dalam

Tanah Bumbu, 07 April 2019


RINDU DARI SEBERANG LAUTAN

Lupakan Aku (2), Medali Dalam Pelukan Malam (3), Malam Kekasih Hilang (4), Sisa Pesta (5), Atas Nama (6), Jangan Pergi (7), Kebimbangan (8), Kembang Kertas (9), Pesan Mesra (10), Bulan Separo (11), Berlabuh Di Tempat Salah (12), Kekasih Perindu Sejati (13), Rindu Berselimut Cemburu (14), Mesra Hilang Seketika (15), Pesan Yang Tersesat (16), Ia Berkata (17), Malam Tak Ada Bintang (18), Bulan Purmana (19), Aku Datang (20), Bau (21), Milik Kita (22), Telunjuk (23), Rebah Bahagia (24), Menyusun Kenangan (25), Da da di (26), Sebuah Nama (27), Air Yang Tertinggal (28), Selimbada (29), Pengikut (30), Ranting Randu (31), Janin Menuntut (32), Diam Terpaku (33), Ujian (34), Maaf Yang Sempat (35), Kembang Kopi Yang Jadi Saksi (36), Prasangka (37), Malam Seorang Diri (38), Cacing dan Pemancingnya (39), Sisa Bencana (40), Tuna Grahita (41), Sandal (42), Perantau (43), Dia ,(44), Kini Tiada Lagi (45), Cermin Bukan Kita (46), Pulpen Bercerita (47), Anja (48), Koyak Moyak (49), Tak Ingin Sendiri (50), Bosan (52), Ibu Muda (52), Pagi Penuh Harapan (53), Aku Berdoa (54), Bosan Yang Mencekam (55), Kembang Kopi Jadi Saksi (56), Ini Kopi Dalam Negeri, Bapak (57), Membencimu (58), Wajah Cantik Diumba (59), Sayang, Itu Memabukkan (60), Gasan Bila (61), Tentang Kekasih (62), Ini Rumah Kita (63), Aku Rindu (64), Yang Malang (65), Nostalgia (66), Sayang Sini, Cinta Sana (67), Pintu Sudah Terbuka (68), Basah (69), Tidak Sama (70), Sayup Sayup (71), Ia Adalah Mbok Ghirah (72), Sebuah Pesan (73), Retas (74), Kesepian Itu Menyiksanya (75), Hilang (76), Sayang Yang Hilang (77), Belum Selesai (78), Mama Hone (79), Malam Istimewa (80), Ia Miskin (81), Keluarga Ada dan Mati (82), Terpaksa (83), Tabarrujal Jahiliyyah (84), Lelah (85), Medsos Ditutup (86), Hanya Itu (87), Perlahan Sirna (88), Oh, Iya (89), Tertunda (90), Doa (91), Belum Cukup (92), Haram (93), Rindu (94), Ini Cinta (95), Tak Berubah (96), Ia Tertawa (97), Lagu Sunyi (98), Menantang Harapan (99), Lupa ,(100), Menjenguk Siang (101), Kau Masih Menanti (102), Pergi (103), Atas Nama Cinta (104), Ia Akhirnya Pergi Juga (105), Ia Mengira Aku (106), Terbelengu (107), Namanya Ma Irum (108), Tekstual dan kontekstual (109), Kembang Kertas (110) , Aku hanya akan mengatakan (111), Hanya Itu? (112), Putusan Sengketa Pilpres (113), Baiklah, Aku Bacakan (114), Mengecap Duka (115), Status WA (116), Kopi Meresahkan (117), Lelah Menggerogoti (118), Suara Rusa (119), Bencana (120), Pesta Tersembunyi (121), Tergerus Masa (122), Kemalangan (123), Mengapa Bisa (124), Orang Sangat Kaya (125), Menebar Jala (126), Arogansi Feodalistik (127), "Akh, Remeh temeh," katanya (128), Hanya Tenang (129), Suatu Saat (130), Ku Tulis Namamu (131), Kau (132), Tega (133), Tak Lagi Suci (134), Modin (135), Tanah Leluhur (136), Obat kuat sebenarnya (137), Penumbuk kopi (138), Sisaair mata (139), Gubuk ilalang di tengah sawah (140), Bencana telah terjadi (141), Bulan gerhana perisai (142), Kepada siapa kopi ini aku bagikan (143), Nasib malang setelah pengabdian (144), Badai di atas kepala (145), Tumbuh, lalu berkembang (146), Selaput biji kurma (147), Hidup mati? (148), Cabai dan garam (149), Hujan air mata (150)

Selesai
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hvzalf dan 30 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 51
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15

LUPAKAN AKU (2)

Quote:


Panggilan datang bukan dalam angan. Nyaring terdengar tanpa memberi salam. Langsung masuk merangsek dalam jauh menembus jantung. Bersemayam di dada. Pada hati terdalam. Menyebar. Menutupi semua rasa.

Aku terkejut tiba-tiba. Hingga lupa, sekarang aku di mana. Dulu semua terlihat indah. Bunga mekar harum baunya. Burung terbang merdu kicauannya. Dan, semilir angin pelan menerpa. Sejuk mampir di telinga.

Belum genap pada kedipan ke dua. Wajahmu tak mungkin lagi sirna. Senyum manis. Mengiris pelan dengan kekejaman. Perih kian perih. Berdarah-darah. Tak mampu dibalut. Tak mampu disulam. Siapa kau gerangan?

Ketika kuulurkan tangan hanya untuk berkenalan. Kau tepis. Palingkan muka. Menjauh tanpa berkata apa-apa. Begitukah kau balut cantik paras dengan kesombongan. Padahal, aku datang tak minta belas kasihan.

Aku hadir tidak untuk parkir. Tidak meminta secuil senyum darimu. Aku datang hanya bertamu. Singgah sebentar menunggu hujan reda. Mengapa kau begitu tega? Salahku apa?

Tidak ingatkah kau saat itu? Datang dengan bungkusan kecil. Beribu benang kusut minta diurai. Menunduk dengan sejuta senyum berharap.

Quote:

Aku tau, saat itu kau butuh sesuatu. Aku berikan semua yang aku punya. Setiap napas hanya untukmu saja. Setiap senyum pasrah tak pernah lelah. Bahkan, mimpiku pun hanya berbagi denganmu. Tidak ada yang mampu menandingimu.

Lalu, kau pura-pura lupa. Tak mungkin burung lupa sangkarnya. Ada anak kelaparan minta diberi makan. Dalam teriakan kehausan. Tak pedulimu hilang terbang.

Lupa daratan. Lupa lautan. Lupa kau bisa terbang. Lupa aku ada dengan sejuta sayang. Dengan rindu yang terbentang. Kau takkan pernah pulang.

Kini, panggilan datang lagi. Dari orang yang sama. Dan aku belum lupa. Senyum itu pernah tersungging manis dari bibirmu. Haruskah maaf segera kuberikan. Sebelum kau mengulurkan tangan?

Quote:

Tidak!
Jangan salah. Aku bukan induk semangmu lagi sekarang. Aku bukan bapak yang mendekat ketika kelaparan. Akan aku jaga kehormatan. Dengan nyawa yang tinggal menghitung satu dua.

Aku tak menyesal. Walaupun kini hari menjelang senja. Aku seorang diri di pembaringan. Menanti ajal datang. Hanya satu pintaku. Jangan pernah sebut namaku, walau dalam sebersit doa.

Tanah Bumbu, 07 April 2019


Home
profile-picture
profile-picture
profile-picture
annaharry dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15

MEDALI DALAM PELUKAN MALAM (3)

Quote:


Malam ini semua terang benderang. Bintang terang bertebaran. Bulan ikut memeriahkan keterangan. Dari bumi kusaksikan mereka berebut sayang. Meminta untuk diperhatikan.

Dedaunan tak lelah jadi saksi. Memberi semangat kompetisi. Tepuk tangan dalam lambaian semilir angin malam. Gemuruh membicarakan perjuangan bintang. Hanya satu yang akan jadi pemenang. Siapakah?

Dialah bintang yang paling besar cemburunya. Memburu dari segala arah cahaya. Menutup terang dengan pelukannya. Yang mana? Bintang pemenang tertawa. "Akulah pemenang sebenarnya."

Pesta malam baru dimulai. Ketika bintang pemenang mengambil medali. Tidak sesuai harapan. Marah bercampur gelisah. Menangis dalam makian. Malu bercampur jadi satu. Mengapa medali tak seindah harapan. Ternyata semua hanya sandiwara.

Bintang pemenang pergi. Membawa duka seorang diri. Keringat mengucur basahi jubah kebesaran. Mahkota dilempar jauh dalam kerumunan bintang. Terisak dalam senyuman. Menetes air mata sambil cekikikan menertawakan kebodohan.

Pesta malam kian meriah, walaupun bintang pemenang pergi meninggalkan. Semua bintang yang hadir tak peduli. Ada cemburu di sana sini. Ada iri dan dengki. Tidak sedikit yang merasa tersakiti.

Sebenarnya apa yang terjadi? Perlombaan bintang macam apa ini? Dan medali indah yang mana hingga kecewa menganga di seluruh ruang pesta?

Quote:

Jawabnya ada di sana. Dalam dekapan bulan medali asli tersimpan. Dengan sejuta sayang. Dengan seribu rindu. Medali tak sanggup pergi. Indah bulan telah mengikat mati. Dengan cinta yang tak mungkin menyakiti. Dengan rindu yang bebas dari cemburu.

Di akhir pesta. Bulan datang dengan segala keindahannya. Melempar medali pada kerumunan bintang yang kalah berlomba. Pada bintang yang dirundung kecewa. Pada ruang yang ikut merasa berduka.
Quote:

Semua gembira. Secuil medali dibagi rata. Tak ada keluh kesah. Tak ada cemburu menggema. Tak ada serakah merasa paling dicinta. Tak ada yang merasa terbuang, karena semua merasa disayang.

Hingga semua gembira menutup pesta. Pulang ke rumah dengan lega. Bercerita pada anak isterinya. Tentang betapa bahagianya membagi medali dengan adilnya.

Sayang adalah medali tertinggi. Cemburu adalah medali rindu. Dan, adil adalah medali tersisa yang ada pada setiap hati bintang yang ada.

Tanah Bumbu, 08 April 2019


Home
profile-picture
profile-picture
annaharry dan bekticahyopurno memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15

MALAM KEKASIH HILANG (4)

Quote:


/1/
Pagi ini kesibukan dimulai
Arak-arakan orang membawa sebuah judul tulisan
Ditawarkan seperti seonggok terasi Padang
Dengan senyum berlagak anak TK tak tau jalan

Di balik map, barlapis tumpukan kertas putih
Sebentar-sebentar ditarik untuk serbet keringat di dahi
Mereka tak cantik dulu lagi
Karena ambisi telah mengotori

Seperti anak kurang kepercayaan
Bertingkah menarik perhatian
Sebuah pujian kecerdasan disampaikan
Busuk akal nampak tidak perlu dijelaskan

Hanya untuk receh logam kotor diperebutkan
Mengapa lupa sayang persaudaraan dan kehormatan
Pikirkan sekali lag, hari ini terakhir aku menasihati
Setelah itu silakan pergi dan jangan bertandang lagi

Tempatmu bukan di sini
Kekuatanmu hanya seujung kuku jari
Kakimu hanya sebasar bilah lidi
Takkan sangup bertahan kalau berjalan tanpa kesadaran lagi

/2/
Malam ini, semua cawan indah tempat sembunyi
Dalam kamar-kamar kedap suara
Ada obrolan ceria tanpa cinta
Hanya taktik hancurkan sesama

Aku punya dua pasang mata menyala
Dua pasang telinga selebar telinga gajah Sumatra
Dua pasang tangan yang siap beraksi
Yakinlah, aku datang dan pergi tanpa menyakiti

Lanjutkanlah akal licikmu selagi bisa
Teman-temanmu tak mungkin akan setia selamanya
Tak mungkin terlena untuk waktu yang lama
Ketika sadar, kamar itu sudah tebakar dan hangus bersama amarah bersama

Jika sudah cukup bekal yang dibawa
Cepat pergi selagi bisa
Hingga tak ada sesal bila-bila
Silakan cerita pada anak, ibu dan saudara

Quote:

/3/
Di tempat ini, ada dirimu yang selalu setia
Membingkai kata penuh makna
Jadi inspirasi tanpa goda
Jadi motivator tanpa cela

Jika hadirmu sudah bawa bahagia
Tak mungkin dicari penggantinya
Tak berhaga berjuta sayang dan cinta
Cukup satu lengkap semua mewakilinya
Quote:

Telah ajari aku caranya menyapa
Pada malam dengan segala kesepiannya
Kegelapan penuhi ketakutannya
Genggam tanganku dengan segenap kekekarannya

Akan kutulis sebuah cerita
Tentang anak manusia yang mengejar cinta
Tentang lomba tiada habisnya
Tentang rindu pada yang tak bernyawa

/4/
Semua sudah jelas sekarang
Kalian hadir tinggalkan sayang
Lupa pada perhatian
Tinggalkan kehormatan

Jangan meminta lebih
Pasti tak akan lagi aku berikan
Aku tetap diam
Hingga kalian membenci keadaan

Tanah Bumbu, 8 April 2019


Home
Diubah oleh Surobledhek746

SISA PESTA (5)

Quote:

Di suatu sore, reda hujan basahi tanah gersang. Setelah setahuan lamanya dusun kami kemarau. Banyak sungai kering. Ikan tak mampu lagi pacaran. Telur busuk tak sempat dibuahi. Pejantan hilang masuk dalam keranjang wuwu nelayan.

Embun pagi tak kuasa basahi kening kera. Hanya sekedar untuk cuci muka. Dalam berat gendongan induknya, si kecil manja meminta diperhatikan segenap jiwa raga.

Seharian berdoa, kera mencari imam memberikan wejangan. Dalam kepasarahan kehausan dan kelaparan. Dalam doa-doa seharian terpanjat tak kenal lelah. Kemudian, segala pinta diterima. Hujan lebat datang menyapa.

Kera mulai menepi. Berburu keong untuk kuatkan birahi. Menambah anggota komunitas menghilangkan sepi. Keong jadi saksi. Setiap pejantan punya cinta menggelora. Lemas badan tak mampu bercinta. Keonglah sasaran utama.

Di tepi sungai, keong merayakan pesta. Setelah sekian lama hidangan dari darat tak segera datang menyapa. Bahkan, sekedar lumut kayu kering diterpa angin. Keong bersuka ria. Merayakan makanan baru untuk seluruh keluarga.

Dengan suka cita keong menari bersama. Tepian sungai jadi lapangan dan panggung dewata. Ada pemujaan. Ada persembahan. Semua tersaji indah di atas meja. Terbuat dari altar batu kali sisa jaman purba. Semua keong gembira.

Gerombolan kera datang dengan rakusnya. Satu-satu keong perlahan dimangsa. Dalam tangisan anggota keluarga. Terpisah dari seluruh yang dicinta. Kasih terkunyah dalam kerakusan dan kelaparan. Untuk penuhi napsu serakah pejantan kera.
Quote:

Hanya tersisa satu keong tua. Badannya lusuh termakan usia. Menepi di balik batu, di sela kotoran manusia. Keong tua menyaksikan anggota keluarganya musnah dalam sekali pesta.

Di balik batang kayu tua yang menghalangi derasnya arus air hujan. Mengalir ke hilir sungai, ibu ikan sembunyi dan meratap. Masih segar dalam ingatannya, ketika air surut beberapa minggu lalu. Gerombolan kera juga memangsa anggota keluarganya. Kekasih pejantannya tewas dimangsa kera.

Setelah kenyang, kawanan kera pergi menjauh dari sungai.

Keong tua dan induk ikan tersisa. Tak ada teman lagi dalam kawanan sepi. Mereka tinggal berdua. Menanti badai air bah datang dari hulu sungai. Dengan satu harapan. Ada keong dan ikan lain yang hanyut terbawa arus.

Susah payah daun nipah diukir dengan liur dan gigitan kecil. Keong dan induk ikan menitipkan pesan untuk hewan yang terhanyut di tengah sungai.

Quote:


UNTUKMU
 
Jika engkau sekuntum bunga
Pasti aku tak berani mendekat
Tak kuasa berebut madu dengan ribuan kupu-kupu dan serangga
Akan kulihat dari jauh saja

Dengan mengelus dada
Aku akan selalu berdoa
Meskipun madu habis tak bersisa
Akan tetap kunanti kelopak jatuh satu-satau tanpa kau minta

Barangkali,
Terlalu mencinta bukan untuk meminta
Terlalu rindu bukan untuk merebut hidupmu
Hanya senyuman di balik bibir itu sudah membuatku tersipu malu
Karena sangat bahagia

Tanah Bumbu, 9 April 2019


Home
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Diubah oleh Surobledhek746
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15

ATAS NAMA (6)

Quote:


/1/
Atas nama sebuah kebenaran ada kontrak tersimpan
Hadiah tertinggi diberikan melebihi medali
Ribuan orang jadi saksi

Atas nama sebuah kebenaran
Jutaan hoaks dibagikan dalam mimbar-mimbar kebangsaan
Dibaca oleh anak-anak jalanan
Oleh ibu-ibu kesepian

Atas nama sebuah kebenaran
Kurikulum diubah sesuai pesanan
Anak-anak sekolah jadi kelinci percobaan
Guru-guru dipenuhi kesibukan adminstrasi online-onlinenan

Atas nama kebenaran
Para ustazd dipenjarakan
Tuntut sana sini siap dipidanakan
Kebaikan dianggap menyalahi aturan

Atas nama kebenaran
Dendam dalam dada dibakar dikobarkan
Didengunggkan dari meja-meja perkantoran

Atas nama kebenaran
Aku mencari kesibukan
Akh.... atas nama kebenaran
Aku telah melakukan kesalahan

Quote:

/2/
Atas nama cinta semua perhatian dimintakan
Dendam rindu bertalu menanti kehadiran
Ucap sayang berjuta tak membekas seperti basi secawan hidangan
Disantap habis, padahal sadar berisi racun mematikan

Atas nama cinta
Malam-malam memadu dengan senang lupa malam hilang kesempatan
Keluh kesah tak habis dalam percakapan
Senyum simpul untuk sedikit pujian

Atas nama cinta
Ibu berjalan panjang tak lelah menggendong beban
Lupa merintih demi mencari kesempatan
Doa terpanjar besar anak membagi keuntungan

Atas nama cinta
Suami diikhlaskan pergi untuk lelaki idaman
Isteri menangis ditinggal dalam pesta cinta setengah malam
Kehamilan-kehamilan remaja berjatuhan

Atas nama cinta
Datang bantuan-bantuan kemanusiaan
Di tenda-tenda pengungsian
Titip pesan pada wartawan sogok sana sini untuk ditayangkan
Kesedihan memanti sumbangan-sumbangan

Atas nama cinta
Semua aku berikan
Tak harap balasan dari setiap insan
Paruh waktu tersisa tak sempat terlelap dalam rebahan

Quote:

/3/
Atas nama cinta
Datang semua luka
Kesedihan mendera
Pada setiap nyawa

Atas nama kebenaran
Kejahatan datang bergantian
Siksa dianggap biasa dihadirkan
Derita lelah disembuhkan

Atas nama
Apa pun, semua hanya sia-sia
Semua ungkapan kepalsuan belaka
Semua tipu daya orang-orang durjana

Atas nama
Aku tak mau ikut serta
Silakan kau lanjutkan saja
Tanggung siksa akibat ulahmu nantinya

Tanah Bumbu, 09 April 2019


Home
Diubah oleh Surobledhek746
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15

JANGAN PERGI (7)

Quote:

Pagi ini kau benar-benar pergi
Lewat pesan pada semilir angin
Dititipkan bersama kicauan kutilang yang hinggap di dahan pohon pisang
Gemeretak suara ranting lapuk di sebelahnya
Tak tega mendengar kesedihannya

Quote:

Pesan duka terlukis ikuti arakan awan gelap
Sebentar hujan jatuh
Sebelumnya, kilat menyambar-nyambar
Petir menggelegar pekakkan telinga
Batang mangga besar tumbang robohkan rumah tetangga

Quote:

Anak gadis remaja malang patah kaki tertimpa
Dalam sakit, rintih terucap tak sengaja
Salahku apa?
:Hingga pohon jatuh hanya kepadaku saja

Nasib malang datang di awal rintik hujan
Embun lenyap tergantikan deras hilang tak berbentuk
Katak-katak riang gembira sambut dengan pesta
Rintihan gadis remaja jadi irama pengiringnya

Quote:

Dalam kesedihan panjang pesan tertahan
Disampaikan berulang-ulang
Dimintakan dengan sangat untuk diperhatikan
Tetap saja niat bulat ingin pergi segera

Belum waktunya pergi, sayang
Sayap kita belum kering
Masih basah sisa mesra mandi hangat tengah malam
Bahkan, senyuman melekat belum hilang dari pipi mungil terekam

Dahulu, janji manis telah kita ukir indah pada bait puisi
Tidak akan saling menyakiti
Saling memberi semangat dan korbankan diri
Bersama terbang arungi samudera dengan seribu karya
Mungkinkah kau sudah lupa?

Quote:

Jangan risau berlebihan
Permainan baru digelar pada permadani merah di tengah ruang pesta kita
Masih banyak sajian tersentuh oleh tangan
Tanggalkan dulu rasa rindu
Apalagi cemburu menggebu
Tidak akan membantu sama sekali

Sudahlah, tahan dulu amarahmu
Jangan perhatikan teriakan orang-orang
Bisikkan saja tentang karya nyata
Akan kuraih tanganmu disetiap senja
Mari mengukir malam dengan riang gembira
Walau semua hanya sementara
Jejak kaki kita
Keringat jerih payah yang ada
Akan tinggalkan indah nantinya

Quote:

Jika sempat kau menoleh pada syair bait ini
Kuucapkan sekali lagi
Simpan emosi
Bawa pergi semua benci
Janji tidak akan saling menyakiti
Sudah terpatri pada nisan batu tempat kita terakhir bertemu

Tidak ada yang palsu
Tidak ada yang dusta
Hanya makanya yang belum sempat kau rasa sebenarnya
Janji tetap menggema
Ayo, kita terbang bersama
Dalam kemenangan yang tiada tara

Tanah Bumbu, 09 April 2019


Home
Diubah oleh Surobledhek746
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17

KEBIMBANGAN(8)

Quote:

Mengapa baru sekarang kau katakan. Rindumu hanya sebatas angan. Sayangmu hanya dalam bayang-bayang. Hanya jadi teman mimpi. Meminta tak disakiti. Harusnya buat komitmen sebelum semua dimulai.

Lihatlah, betapa camar hanya terpana. Melihat gerombolan teri berbaris dengan rapinya. Lumba-lumba bercengkrama melawan ganasnya ombak samudera. Ubur-ubur menari mengikuti ganasnya ombak musim tenggara. Dan, cumi yang tak pernah semburkan tinta walau amarah membakar matanya.

Belum puas, dengarkan gemericik sirip ikan terbang di malam buta. Meradu nyaring dengan gulungan tali bagan. Nelayan bercanda walau tak pernah penuh kecil perahunya. Buih beradu dan pecah diterpa angin malam isaratkan indahnya sabar dalam duka.

Jika semua sudah terlihat tetap membuatmu cemburu pada malam yang berganti dengan siang, lalu apa yang harus awan lakukan. Selalu berarak ikuti arah angin. Dibenturkan pun tak pernah teriak kesakitan. Lenyap menjelma jadi air hujan. Awan tetap gembira dalam kodrat terlupakan.

Quote:

Jika sudah terdengar begitu banyak pengakuan, namun masih bimbang penasaran. Katakan pada langit dengan suara lantang. Jika belum puas juga, bisikkan dengan pelan. Dalam sebuah permohonan doa-dos di tengah malam.

Mintalah untuk sebuah belas kasihan. Pada Pemilik sekalian alam. Pemilik jiwa-jiwa yang gersang. Pencinta jiwa-jiwa yang tenang. Katakan seberapa besar pengorbanan yang sudah engkau berikan. Betapa pasrahmu memberikan sejuta sayang. Menyerahkan rindu mengharu biru. Dan sabar yang ada habisnya.

Kalau semua pengorbanan terucap hanya ada dalam angan, jangan berharap permohonanmu dikabulkan. Sebuah penghianatan sedang kau lakukan. Sebuah kemaluan sedang kau beberkan. Tutup wajahmu untuk sementara. Jangan bercermin di depan kaca. Apalagi menatap jernih air samudera.

Cintamu belum berada pada tempatnya. Sayangmu hanya singgah sementara. Rindumu hanya bualan penutup kesepian panjang diminta hilang. Percuma.

Masih ada waktu tersisa. Sebelum semua berubah nyata. Lupakan duka. Melangkahlah dengan riang gembira. Aku berdiri di belakangmu mengamati dengan seksama. Dan akan selalu begitu hingga bayangmu hilang ditelan gelapnya malam

Tanah Bumbu, 12 April 2019


Home
Diubah oleh Surobledhek746
Lihat 1 balasan

KEMBANG KERTAS (9)

Quote:

Di tanganku ada setangkai kembang dari kertas. Telah kulipat siang malam. Untuk kuberikan kepadamu. Dengan penuh perhatian. Setiap lipatan adalah sebuah kata sayang dalam setiap ucapan.

Jika aku mulai kehabisan warna. Kujelajahi laman pencarian. Setiap kata tentang ungkapan sayang aku eja berulang-ulang. Ketika hapal dan mengerti maksud tersembunyi dari setiap pesan. Aku ulangi lipatan kertas kembang tersebut. Jika selesai lipatan rapi. Kuciumi dengan lembut. Bayangkan ada bahagia dalam mimpi-mimpinya.

Quote:

Lipatan rasa yang hadir baru dua. Suka dan manja. Masih butuh kesabaran dan perhatian untuk buat lipatan selanjutnya. Dibutuhkan harum asli dari bunga segar. Dari taman-taman bunga yang lagi mekar. Aku selalu kalah berebut cepat dengan kumbang dan kupu-kupu. Tak sempat setetes pun madu untuk harum kembang kertasku.

Pada lipatan ketiga, aku tak butuh rasa iba. Kembang kertas diterima bukan karena merasa berdosa. Telah banyak tanggung jasa. Takut pergi khawatir kecewa. Bukan itu maksudku melipat secara rapi. Kembang kertas bukan origami. Aku tidak minta dipuji.

Quote:

Lipatan ke empat tak sengaja terjadi begitu saja. Ketika rindu tak tertahankan. Jemari bergerak melanjutkan lipatan indah. Dalam tetesan air mata jauh dari cinta.

Belum berbentuk kembang kertas menyenangkan, ketika masih khawatir akan dilemparkan ke tempat sampah saat di depan mata. Kembang kertas urung kulipat pada lipatan ke lima. Aku minta persetujanmu. Mungkinkah persembahan kembang kertas kau terima apa adanya?

Lama tersimpan dalam laci. Muram kini memenuhi hati. Mungkinkah kembang kertas terlipat sempurna. Jika sangat banyak cela. Masa lalu yang menyelimuti. Masa akan datang yang tak pasti. Nasib kembang kertas dipertaruhkan.

Mungkinkah kau pergi bahkan sebelum kembang kertas selesai dilipat? Atau kau sudah bosan, kembang kertas tak menarik lagi. Lipatannya monoton. Hanya berisi cemburu yang menyakiti. Mengikat langkah sulit gerakkan kaki.

Kembang kertas pasrah. Melipat diri sendiri. Menentukan nasib untuk nanti. Ada suka lalu dilupa. Ada sayang lalu sekejap terbang. Ada cinta yang berselimut benci. Atau semua hanya basa-basi.

Quote:

Kembang kertas hanyalah origami. Tak harum sama sekali. Lipatannya tak bermakna lagi. Akan terbakar oleh terik mentari. Akan pudar dimakan usia. Hanya dirimu yang sanggup menerimanya.

Oleh karena itu, terimalah apa adanya. Jangan bertanya. Juga meminta. Kembang kertas kini sudah punya rasa. Akan sedih jika selalu dibiarkan sendiri. Akan bahagia jika ditemani. Bukan dari sisa waktu yang kau miliki.

Tanah Bumbu, 13 April 2019


Home
Diubah oleh Surobledhek746
Lihat 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16

PESAN MESRA (10)

Quote:


Hari ini kuitipkan salam untukmu di seberang lautan
Lewat badai yang siap menenggelamkan
Lewat gempa yang siap membenamkan
Lewat stunami yang menghancurleburkan
Lewat petir yang kejam menghanguskan

Hari ini pesan mesra behembus lewat badai
Nelayan khawatir tak akan berjumpa keluarga tercinta
Dalam kuyup di tengah malam buta
Tengadahkan tangan untuk keselamatan dirinya
Teriring doa agar badai tak menerpa perkampungan mereka

Quote:

Hari ini pesan mesra menggoyang bersama gempa
Teriakan seluruh anggota keluarga
Berlarian menyelamatkan diri ajak semua yang dicintai dengan mesra
Kehancuran akibat mesra tak terelak

Pada tenda pengungsian harap mesra bantuan datang menjelma
Pada tenda ucapan belasungkawa dengan mesra
Pada hati-hati yang trauma mesra mampu pulihkan semua

Hari ini pesan mesra menggulung di belakang tsunami
Porak porandakan setengah negeri
Korban berjatuhan harap mesra datang menghampiri
Lewat sentuhan mesra mereka diobati

Hari ini pesan mesra datang menggelegar lewat kilat menyambar
Hangus badan tak mungkin terselamatkan
Sedikit pun mesra tak sempat diberikan
Pesan mesra hanya datang lewat doa

Quote:

Hari ini kutitipkan pesan padamu dari seberang lautan
Bukan pesan mesra seperti kebanyakan
Jika mesra hanya tentang keindahan
Jika mesra hanya ungkapan pujian

Dan, jika mesra hanya membuatmu senang
Maka mesra yang aku berikan adalah mesra penuh kepalsuan
Mau menerima?
Silakan ambil suka-suka

Tanah Bumbu, 13 April 2019


Home
Diubah oleh Surobledhek746
Lihat 1 balasan

BULAN SEPARO (11)

RINDU DARI SEBERANG LAUTAN

sumber gambar

Malam ini bulan separo mengintip di balik awan. Sisa bulan kemarin malam meninggalkan cerita usang. Tentang kecemburuan tak berkesudahan. Dengan mata terbelalak menghamburkan kemarahan. Dengan ibarat takut ketahuan telah membuat pengakuan. Ada yang takut untuk ditinggalkan. Membuat ulah dengan menyingkirkan.

Bulan separo dirundung duka. Kekasih tercinta dirasa berubah tak seperti biasa. Ucap sayang amat mahal harganya. Bisikan mesra mustahil bisa. Sudah dicoba berulangkali. Batal tak bisa. Kekasih pergi tak mampu dijalin manja.

Bulan separo sedih tak terkira. Kekasih pergi dengan kesal di dada. Mencari bahagia di tempat berbeda. Melepas gundah pada gunung-gunung tak bernyawa. Pada laut tak pernah hentikan ombaknya. Pada hujan tak pernah hilang berkahnya.

Bulan separo punya sebuah permintaan. Kekasih pergi segeralah kembali. Ceriakan malam dengan senyuman dan kedipan. Ukir paragraf indah saksi sayang berlebihan. Biarkan hujan basuh gundah kesepian. Biarkan banjir tenggelamkan prasangka tak bermakna.

Bulan separo menanti di balik awan. Sebelum tengah malam kekasih kembali ke pelaminan. Basahi malam dengan gelora tak habis-habisnya. Tutup mata ada pengintip di luar kamar. Tutup telinga ada pembisik di bawah meja.

RINDU DARI SEBERANG LAUTAN

sumber gambar

Malam ini bulan separo berharap mendapat perhatian. Setelah sebulan dilarang menerangi malam. Bulan separo dalam penantian panjang. Ketika datang, bulan separo ditolak hadir di hadapan.

Kini, bulan separo kembali kesepian. Setelah setengah bulan lalu diberi perhatian dan kasih sayang. Bulan separo berharap malam malam indah terulang. Pada bintang, bulan separo meminta didengarkan. Pada langit, bulan separo melakukan pinangan. Jika waktunya tiba, bulan separo pasti pergi membawa duka.

Bulan separo tak akan seperti dulu lagi. Diam dalam sepi penuh penyesalan. Mengapa ada cinta dan sayang terucapkan. Mengapa ada rindu bertalu-talu diutarakan. Jika akhirnya bulan separo menghabiskan malam tetap sendirian. Bulan separo pasrah meninggalkan malam, menjemput pagi yang tak mungkin diingkari

Tanah Bumbu, 13 April 2019


Home
Diubah oleh Surobledhek746
Halaman 1 dari 51


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di