alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
20 Tahapan Proses Cara Impor Barang ke Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca8e1e888b3cb37e9433ade/20-tahapan-proses-cara-impor-barang-ke-indonesia

20 Tahapan Proses Cara Impor Barang ke Indonesia

 Tahap 1:
Sebagai importir, Anda harus mencari barang melalui riset pasar dan riset produk (seperti pada tips #1) dari supplier atau eksportir di luar negeri untuk dimasukkan ke Indonesia.
Tahap 2:
Setelah harga, kuantitas serta kualitas barang telah disetujui oleh kedua belah pihak, kedua pihak akan lanjut ke proses pembayaran, di mana pilihan pembayaran yang berlaku adalah:
[ul]
[li]Tunai atau Kredit[/li]
[li]Wesel[/li]
[li]Barter[/li]
[/ul]
Untuk membayar dengan Letter of Credit (L/C), importir harus membuka L/C di Bank Devisa dengan melampirkan Purchase Order (PO) atas barang yang akan diimpor. Bank Devisa di Indonesia kemudian akan menghubungi Bank yang bersangkutan di luar negeri agar mengontak eksportir untuk membuat perjanjian sesuai kesepakatan dalam L/C.
 Tahap 3:
Pada tahapan ini, perjanjian perdagangan (term of trade) akan disepakati dan eksportir akan mempersiapkan barang sesuai dengan permintaan importir untuk diangkut melalui pelabuhan luar negeri menuju ke pelabuhan Indonesia (atau bandara jika melalui udara).
Tahap 4:
Supplier mempersiapkan dokumen-dokumen sesuai dengan syarat dan spesifikasi barang tersebut seperti: B/L (bill of landing), kwitansi (invoice), packing list, serta dokumen pendukung lainnya seperti sertifikat karantina, Form E, Form D dan sebagainya. Setelah dipersiapkan, maka supplier akan mengirimkan dokumen tersebut melalui email atau faksimili kepada importir.
Tahap 5:
Importir menerima dokumen yang asli satu rangkap dan bagi importir yang membayar melalui L/C, Bank Devisa juga akan menerima satu rangkap.
 Tahap 6:
Selanjutnya, importir membuat dokumen PIB (Pengajuan Barang Impor) sesuai dengan dokumen yang telah dikirimkan oleh supplier. Jika importir telah memiliki modul PIB dan EDI (Electronic Data Interchange) sistem sendiri, maka importir dapat membuat dan mengirimkan sendiri dokumen PIB. Jika tidak, maka importir harus menyewa jasa PPJK (Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan) untuk melakukan proses input dan pengiriman PIB.
Tahap 7:
Importi wajib melengkapi seluruh dokumen yang diminta di dalam PIB dan dari PIB tersebut, importir akan mengetahui jumlah Bea Masuk, PPh (Pajak Penghasilan) impor serta pajak lainnya yang harus dibayar.
Tahap 8:
Dari data PIB, kemudian importir harus membayar pajak serta PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) ke Bank Devisa.
Tahap 9:
Bank Devisa kemudian akan mengirimkan data ke SKP (Sistem Komputer Pelayanan) Bea dan Cukai secara online melalui media PDE (Pertukaran Data Elektronik).
Tahap 10:
Importir mengirimkan PIB ke SKP Bea dan Cukai melalui PDE.
Tahap 11:
Kebenaran data PIB akan divalidasi oleh Portal INSW (Indonesia National Single Window). Pada tahap kesebelas ini, juga akan dilakukan proses verifikasi perizinan (analyzing point) terkait dengan larangan dan/atau pembatasan impor
 
Tahap 12:
Jika INSW mendeteksi adanya kesalahan, maka INSW akan menolak PIB yang diajukan oleh importir dan importir harus memperbaiki kembali PIB tersebut.
Tahap 13:
Setelah validasi dari INSW berhasil, maka data PIB akan dikirim secara otomatis ke SKP Bea dan Cukai.
Tahap 14:
SKP Bea dan Cukai kembali melakukan validasi atas data PIB dan juga analyzing point.
Tahap 15:
Setelah data diperiksa dan tervalidasi, maka akan dilakukan proses penjaluran.
 Tahap 16:
Jika PIB terkena jalur hijau (lancar), maka SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) langsung diterbitkan.
Tahap 17:
Jika PIB terkena jalur merah (macet), maka petugas Bea dan Cukai akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap barang impor. Bila tidak ada pelanggaran yang ditemukan, maka SPPB akan langsung diterbitkan. Akan tetapi, jika terdapat pelanggaran, maka sesuai dengan undang-undang yang berlaku, importir akan dikenakan sanksi.
Tahap 18:
SPPB akan dicetak melalui modul PIB.
 Tahap 19:
Setelah SPPB diterbitkan maka importir akan menerima pemberitahuan dari Bea dan Cukai.
Tahap 20: Importir melampirkan dokumen asli dan SPPB dan mengeluarkan barang dari pelabuhan.

PT.MANDALA MITRA CARGO

DIKI DARMAWAN

Import Dept
Telpon       : 021-85918605
Mobile      : 081380563931 

W/a           : 081380563931 

Email         : [email=Dickyimport24@gmail.com]Dicky@mandalamitracargo.com[/email]

Website    : 
[url]http://www.mandalamitracargo.com[/url]







Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Ribet juga ya gan...

emoticon-Hammer2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di