alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / ... / Pilih Capres & Caleg /
Ketika Seorang Buruh Berbicara Politik, Ini Dia Akibatnya!
4.75 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ca688f6337f9318b1138775/ketika-seorang-buruh-berbicara-politik-ini-dia-akibatnya

Ketika Seorang Buruh Berbicara Politik, Ini Dia Akibatnya!

Ketika Seorang Buruh Berbicara Politik, Ini Dia Akibatnya!
Sebut saja namanya Ratmi. Ia adalah salah satu buruh di salah satu pabrik di Daerah Semarang, Jawa Tengah. Ratmi hanyalah seorang lulusan SMA itu pun bukan sekolah favorit dan bukan pula berada di tengah Kota.

Ketika itu saat usianya masih bisa dibilang pemula untuk mengungkapkan pendapatnya tentang pesta politik. Ia masih duduk di bangku SMA kelas tiga.

Ada Seorang Bapak paruh baya menjadi hansip di sebuah TPS Gilimanuk, Ungaran Semarang. Ia bernama Paijo.
Bapak Paijo semaleman menjaga TPS bersama 3 orang kawan hansip lainnya. Dengan nyeruput kopi dan wedang ala kadarnya walau digaji tak seberapa, mereka tetap bersemangat agar TPS bisa digunakan esok hari saat pencoblosan tiba.

***

Waktu pencoblosan tiba, bukan karena Ratmi ingin memilih siapa calon presidennya saat itu namun karena ia melihat usaha gigih seorang Bapak agar TPS nya bisa digunakan oleh banyak orang.
Si Bapak pernah bilang " nduk.. siapapun presiden terpilih nanti dan siapapun yang menjadi wakil rakyat nya, memang 'wong cilik' seperti kita akan tetap mencari uang sendiri tetapi kita tidak boleh apatis terhadap politik. Pilihlah sesuai hati nurani, jika tak ada yang baik menurut mu. Maka pilihlah yang buruknya lebih sedikit dari yang lainnya. Gunakanlah hak suaramu untuk mencoblos. Mungkin dampaknya tidak terlalu kita rasakan tapi di akhirat nanti semua perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban".

Tak disangka tak dinyana Paijo bisa berbicara seperti itu pada Ratmi. "Padahal tau apa si Bapak tentang politik" ungkap ia dalam hati.
Pikirannya belum sampai kesitu untuk seorang Ratmi yang baru berusia 18 tahun.

Dia hanya memikirkan setelah mencoblos nanti, ia dan teman-temannya akan pergi ke kedai bakso Den Joko. Bakso nya terkenal enak di Desanya. Kedai Den Joko akan memberikan diskon harga jika para pembelinya menunjukkan jari kelingkingnya berwarna biru.


Hari pencoblosan Ratmi merasa feel free selain karena libur serentak, dimana waktunya bersamaan dengan jadwal Ulangan Fisika di sekolah. Fisika merupakan mata pelajaran yang sangat tak disukainya.

***
Ketika Seorang Buruh Berbicara Politik, Ini Dia Akibatnya!


Kini saat usia Ratmi 29 Tahun dan Bapaknya telah pergi menghadap RabbNya. Ratmi tidak berpikir nyoblos karena bisa libur, bukan karena dapat diskon harga bakso tapi ia selalu ingat pesan Bapaknya.

"Gunakan hak suaramu, tidak boleh golput walaupun tidak berdampak besar bagi kita, setidaknya kita telah menghargai orang-orang yang berjuang demi terlaksananya pemilu, setidaknya kita telah mensukseskan program pemerintah yang tidak sedikit mengeluarkan biaya, karena kelak di akhirat setiap perbuatanmu akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan RabbMu".

Quote:


Ratmi pernah melihat berita bahwa pemilu 2019 ini merupakan pemilu terbesar dengan adanya 5 kertas surat suara yang diberikan kepada setiap pemilih.
Ketika Seorang Buruh Berbicara Politik, Ini Dia Akibatnya!
Sumber

Quote:

Ketika Seorang Buruh Berbicara Politik, Ini Dia Akibatnya!
Sumber
Sudah terbayang dalam dirinya jika sebagian besar orang memilih untuk golput, negaranya akan rugi besar akibat pesta rakyat yang kurang di optimalkan.

Walaupun Ratmi hanya seorang buruh biasa, ia berpikir tidak semua warga bisa memiliki hak memilih. Baginya hal itu merupakan kesempatan yang luar biasa memilih calon presiden dan calon legislatif sesuai hati nuraninya. Ia menganggap untuk menjadi warga negara yang baik, salah satunya adalah dengan tidak apatis terhadap pemilu. Setidaknya ia sudah menjalankan nasehat bapaknya juga berharap akan ada perubahan yang lebih baik pada nasib rakyat dan negaranya.
Ia tidak mau aspirasi hatinya di wakilkan oleh orang-orang yang biasa 'menguap' saat sidang. Apakah agan sista juga beranggapan demikian?




Jangan lupa nyoblosemoticon-Coblos
No Golput Gansis emoticon-Big Kissemoticon-Cendol Ganemoticon-Big Kissemoticon-Cendol Gan

Sumber:
Kompas.com
Kompasiana.com
Opini Pribadi


Terima kasih telah mampir di thread ane agan dan sista semua, jangan lupa tinggalin komen, cendol juga rate bintang nya yaah.. emoticon-Big Kissemoticon-Cendol Ganemoticon-Rate 5 Star
Diubah oleh mamaproduktif
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
Ratmi berharap ada perubahan nasib pada dirinya yaitu adanya kenaikan gaji dan bertambahnya lapangan kerja
jadilah buruh yang cerdas...

heheheh

Nyoblos pasti...
Quote:


Kenaikan gaji akan di dapat dgn kinerja yg baik...

Bertambahanya lapangan kerja, itu yg paling penting...

Sebenernya ada banyak pekerjaan yg benar, tp para pencari kerja terlalu milih2...
Quote:


Mantap gan.. nyoblos harus pilih sesuai hati nurani
Quote:


Yupz tul gan.. tp banyak juga yg memperkerjakan dibawah UMR..

Semoga k depan byk bertambah lapangan kerja

Mending jd enterpreneur si dripada jd karyawan emoticon-Bingung (S)emoticon-Betty (S)
Quote:


UMR kalau di generalisir di tiap pekerja, yg ada bakal banyak pengusaha skala kecil mumet..

Soal buat gaji UMR jg berat...

Enterpreneur kalau ga mental baja, susah buat bangkit...

Apalagi yg gampang gengsi, gampang baper dan sok2an ikutin kata motivator yg ngomong empuk kek tahu...
no golput okee
inspiratif banget idenya
Buruh nulis sekarang ha ha ha ha wis ra popo penting gayeng
Quote:


Tp banyak juga lho perusahaan besar ngasih dibawah UMR..
Tunjangan kesehatan apalagi kadang ada kadang engga..
Enterpreneur itu yg penting nekat kalau menurut ane mah.
Bener kadang byk org gengsi jdnya jalan di tempat..kaga maju2 tuh..
Quote:


Tau gak? Gegara liat artikel yg di share Bang Bekti kemarin.. tak coba emoticon-Malu
Quote:

Sekarang tau? Soalnya di kasih tau ha ha ha emoticon-Wkwkwk
Quote:


Iyaah bang.. ngumpulna recehan.. hahahaemoticon-Big Grin.. ini artikel nyoba kaya yg Bang Bekti share.. emoticon-Betty
Balasan post mamaproduktif
Yup nulis aja apa aslinya kit, nikmati dan jangan lupa bahagia. Itu ajah ha ha
Quote:


Iyaah lah.. hahahaemoticon-Ngakak
Kadang tak terpikirkan oleh saya..
Makasih suhuemoticon-Jempol
Quote:


Mencoba sisi lain dari diri sendiri.. ternyata asyik juga emoticon-Request
Balasan post mamaproduktif
Ya gak apa-apa ha ha yang penting menyenangkan, nulis kalau senang itu enak, gak jadi beban. Orang baik pasti bisa menerima perbedaan dan pendapat kita. Is logic and simple
Quote:


Keren Bun inspiratif
Uwooow.. uangnya bikin ngileeer
Balasan post mamaproduktif
Jd motivator...mantaab
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di