alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Memaafkan, Tapi Tak Melupakan
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c920adeeaab2502b1282f6e/memaafkan-tapi-tak-melupakan

Maaf Yang Terlambat

Memaafkan, Tapi Tak Melupakan
Sumber gambar: www.pixabay.com


Aku memandang benci pada lelaki berbadan atletis yang baru saja turun dari mobil sedan berwarna hitam, tidak jauh dari tempatku berada. Penampilannya masih sama seperti dulu, rambut gondrong dan gaya berpakaian yang cenderung simpel. Melihtnya muncul di hadapan, membawa anganku melayang pada peristiwa satu tahun lalu.

***
Siang itu, mataku terbelalak melihat Rendi sedang bermesraan dengan wanita lain di teras saat aku sampai di rumahnya. Kedua tangan mereka saling berpegangan erat di atas meja.

"Apa-apaan ini?! Sergahku sambil meletakkan satu box kue tart di hadapan mereka secara kasar.

"La ... Laras, kok kamu ada di sini?" Rendi tergagap. Dia tampak terkejut melihat kehadiranku.

Tentu saja! Yang ia tahu aku sedang menginap di rumah saudara dan baru akan kembali ke Jakarta minggu depan.

"Sayang, dia siapa?" sela wanita yang tak kuketahui siapa namanya pada Rendi dengan wajah bingung.

"Sayang?" Aku mendengus sambil menatap Rendi tajam. Aku sengaja pulang lebih awal karena berniat memberi kejutan di hari ulang tahunnya, namun ternyata justru aku yang mendapat kejutan.

"Laras, aku bisa jelasin semuanya," rintih Rendi. Dia berusaha memaut pergelangan tangan kiriku, namun dengan cepat aku mengempaskannya.

"Tidak ada yang perlu di jelasin, semuanya sudah jelas!" sahutku tegas tak memberinya kesempatan bicara.

Aku akan pergi sebelum akhirnya kembali berbalik dan berkata, "Oh ya, tadi kamu tanya aku siapa kan? Aku adalah pacar Rendi yang mulai saat ini sudah menjadi mantan pacarnya," jelasku pada wanita bertubuh mungil itu, kemudian meninggalkan mereka dengan amarah menggelegak dan hati hancur berkeping-keping. Tak kusangka, Rendi tega berkhianat.

Sejak saat itu kami tak pernah lagi berhubungan. Hingga siang ini, entah mendapat nomor telfonku dari mana dia tiba-tiba menghubungi.

****
"Maaf, apa sudah menunggu lama?" Aku terkejut tak menyadari ternyata Rendi sudah duduk di sebelah.

"Tidak juga, baru sekitar 5 menit." Aku menoleh sekilas lalu menggeser posisi duduk agar jarak kami tak terlalu dekat. Kulihat wajah Rendi nampak kaku.
"Ada apa tiba-tiba meminta bertemu?" Tanyaku datar.

"Laras, aku mau minta maaf atas kesalahan yang pernah aku lakukan padamu," ucapnya lirih namun terdengar jelas di gendang telingaku.

'Baru sekarang kamu meminta maaf, kemana saja selama ini?' sindirku.

Rendi terdiam. Dia memang tidak pernah meminta maaf atas penghianatan yang ia lakukan dulu. Parahnya! Seolah tanpa rasa bersalah dia mengunggah foto-foto bersama selingkuhannya di media sosial. Hal itu membuat hatiku semakin terluka dan memutuskan untuk memblokir semua akun media sosialnya.

"Tenang saja, aku sudah memaafkanmu," aku kembali bersuara. Perbuatan Rendi memang menyakitkan, tapi aku sadar tak ada gunanya menyimpan dendam. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu.

"Benarkah?" Kali ini suara Rendi terdengar sumringah. Aku mengangguk tanpa memandang ke arahnya.

Beruntung suasana di taman sore ini tak terlalu ramai. Jika tidak? Mungkin orang akan bertanya-tanya. Melihat dua orang duduk di bangku sama, tapi dengan wajah yang sama-sama kaku.

Bukankah begitu sifat manusia? Sering kali penasaran saat ada sesuatu terlihat aneh di hadapan mereka.

"Satu lagi Ras, bisakah kamu melupakan kesalahanku dan ... dan ... memulai semuanya dari awal lagi." Ucap Rendi separuh berbisik.

Aku tersenyum sinis. Apa dia pikir semudah itu melupakan perbuatannya.

"Maaf Ren, aku tidak bisa. Memaafkan bukan berarti melupakan," aku berhenti sejenak dan menarik nafas dalam, "Kalaupun aku bisa melupakan, aku tetap tidak bisa kembali membina hubungan denganmu." Kuraih selembar undangan dari dalam tas kecil di pangkuan lalu mengulurkannya pada Rendi. Dia menatapku bingung, kemudian membuka kertas undangan tersebut.

"Secepat itu kamu mencari pengganti Ras?"

"Cepat kamu bilang Ren?" Pertanyaan Rendi kembali menyulut emosiku. Butuh waktu hampir satu tahun agar aku bisa kembali membuka hati untuk lelaki, dan dia bilang itu cepat.

"Maaf Ren, aku harus segera pergi. Ada hal yang harus kulakukan berkaitan dengan persiapan pernikahan." Aku bangkit, meninggalkan Rendi yang masih terpaku di tempat duduknya.


Sepertinya Tuhan mengirimkan dia di saat tepat, saat aku sudah menemukan pengganti. Bukan bermaksud dendam, hanya saja menurutku sesekali perlu memberi pelajaran pada lelaki macam Rendi yang tak bisa menghargai sebuah hubungan.


Memaafkan, Tapi Tak Melupakan





Selesai.

#sepenggal_cinta_masa_lalu
#event_cerpen
#kaskus kreator
20 Maret 2019
Diubah oleh TaraAnggara
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
tak kasih bintang 5 ya hhehehe semoga sukses
Duh nyesek pasti tuh si Rendi.
Quote:


Apik... Aku nulis cerpen mau belajar yang twist plot kok susah ya?
simple ...... bagus mb
semoga menaaang...
Balasan post ndutsetiawan
Aku aja nggak bisa pakdhe,
Balasan post royani1975
Aamiin, makasih mba
Balasan post RetnoQr3n
Aamiin
Balasan post YulianAnggita
Makasih, masih belajar mba
Ckck dipikir hati wanita terbuat dari karet ap hh semudahnya ditarik ulur...hhh....belom tahu dia wanita itu tak mudah melupakan tapi cemburunya tinggi hhh meski ma temen pcrnya hh
Quote:


Biar rasa mba, wkwk
Quote:


Wkwk, bener bgt
Untuk lead Paragraf, usahakan hindari kata aku.

Kalau di paragraf berikutnya tidak apa - apa. Pean bisa main detail tempat atau teknik bertanya pada paragraf pembuka. Intinya adalah buat pembaca jatuh cinta pada pandangan pertama.

İtu aja selebihnya OK pokoknya
ya ampun sedih bat dah 😭😭😭😭
Quote:


Mana sich Del? G ngejang iniiih. emoticon-gagalpaham
tisu mana tisu ....😥
Balasan post delia.adel
Cup, cup, cup
Balasan post yukinura
Yuki Nura, minum Aqua dulu🤣🤣
Quote:


Umm... Kangen nich ..emoticon-Kangenemoticon-Kangenemoticon-Kangenemoticon-Kangenemoticon-Kangen
Balasan post annaharry
Adanya serbet mbak, ckck
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di