alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Dia, Mantanku yang Penuh Kenangan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8cec8baf7e933e08141c8e/dia-mantanku-yang-penuh-kenangan

Dia, Mantanku yang Penuh Kenangan

Dia, Mantanku yang Penuh Kenangan
Malam semakin larut, entah mengapa rasa kantuk itu belum datang padaku. Suasana di rumah begitu sunyi, orang tua dan juga adik-adikku sudah terlelap malam ini. Tubuh ini terasa lelah, pekerjaan tadi siang di kantor cukup membuatku capek dan sekarang aku terduduk santai di kursi ruang tamu rumahku. Hujan di luar rumah malam ini yang cukup deras membuatku terbayang kembali kenangan lama tentang dirinya yang pernah mengisi hari-hariku di kala itu.

Sudah bertahun-tahun lamanya aku telah putus cinta dengan dia, namun kenangan demi kenangannya terus terbayang dalam pikiranku. Dia memang bukan sosok yang sempurna, dia seorang anak perempuan yang broken home karena ayah dan ibunya berpisah dan dia sendiri memiliki dua orang adik perempuan. Pertemuanku terjadi tak sengaja, saat itu aku kelas 3 SMA dan dia kelas 1 SMA bertemu di perpustakaan. Pertama aku melihatnya aku merasa tertarik padanya dengan wajahnya yang teduh dan kalem membuat aku memberanikan diri untuk mengenalnya terlebih melihatnya seperti sedang kebingungan mencari sesuatu yang belum ditemukan.

"Eh sedang nyari buku apa dek?" tanyaku basa-basi

"Nyari buku geografi kak, tapi gak nemu-nemu nih" ucapnya malu-malu

"Buku geografi disana dek.." kataku sambil menunjukkan jari ke arah rak buku yang ada buku geografinya.

"Oh disana.. terima kasih kak" ucapnya padaku berterima kasih

"Iya sama-sama.. Boleh berkenalan? Perkenalkan nama saya Aldo" Kataku sambil menjulurkan tangan

Dia terdiam sejenak dan akhirnya menjulurkan tangan

" Boleh kak, Nama Saya Maya kak panggil saja seperti itu" ucapnya sembari senyum padaku

Semenjak pertemuan itu, aku sering berjumpa dengannya hingga akhirnya bertukar nomor hape dengannya. Hingga akhirnya keakraban pun mulai terjalin dengannya.

Masih ku ingat saat aku nembak dia saat itu, rasanya ingin aku kenang selalu momen terindah itu saat aku tembak dia setelah sekian lama basa-basi berbicara di warung mie ayam sewaktu aku traktir dia makan mie ayam

"Dek.. kak Aldo cinta dan sayang kamu, maukah menerima cintaku?"

Mendengar ucapan tersebut dia terlihat diam hingga membuatku waswas takut ditolak dan setelah sekian lama akhirnya dia memberikan jawaban

" Aku tak bisa.. tak bisa untuk menolak kak" ucapnya sambil melemparkan senyumnya padaku.

Mendengar jawaban darinya aku sungguh senang sekali saat cintaku tak bertepuk sebelah tangan dan saat itu aku berharap cintaku dengannya bisa abadi selamanya dan dia menjadi cinta sejati untukku. Di bulan maret itu masih ku ingat, cintaku padanya mulai terjalin dengan erat.

" Terima kasih Maya, aku berjanji akan menjadi cinta terbaik untukmu" ucapku saat itu dan ku lihat dia senyum penuh malu.

Hari demi waktu terus berlalu, hubunganku dengan dia semakin erat dan hingga akhirnya aku mendapati sesuatu yang mengejutkan darinya yaitu dia adalah anak broken home dan ayahnya menikah lagi dengan perempuan lain yang kini menjadi ibu tirinya. Terkadang dia curhat tentang dirinya yang merasa tak bahagia dengan keluarganya dan aku sebagai pacarnya tentu berusaha menerima kenyataan yang ada karena aku cinta padanya dan juga ingin menjadikan dia sebagai pendamping hidupku. Namun apa daya Semua cerita tentangnya dan kebersamaannya masa itu kini hanya sekedar kenangan indah yang tak pernah kembali dan aku hanya disini tanpa ada cinta pengganti setelah dia pergi dari hidupku.

Hujan di luar rumah masih deras dan ku bangkit sejenak mengambil sesuatu yang ada di kamar dan kembali lagi ke tempat duduk di ruang tamu. Sebuah buku yang berisi tulisan lama, itulah yang aku ambil. Rasanya sudah agak lama aku tak buka buku itu lagi, sebuah buku yang berisi tulisan kenangan bersamanya dan buku tersebut hadiah darinya saat ulang tahunku dulu.

"Hadiahku tak seberapa.. semoga berkesan ya" ucapnya padaku saat itu sambil tersenyum

"Apaan sih hadiahnya?" ucapku sambil terheran-heran saat menerima hadiah darinya

" Buka aja nanti kalo udah di rumah, kado spesial untuk ulang tahunmu sayang.." ucapnya dengan nada manja.

Hadiah itu ku buka di rumah, sebuah buku tulis kosong dan juga selembar surat dalam sebuah amplop yang berisi puisi cinta darinya dan aku hanya tersenyum kecil saat membacanya terutama saat aku membaca tulisan "I Love You Sayang.." darinya.

Tiga tahun hubunganku dengannya terjalin, banyak sekali kenangan indah dengannya tercipta mulai dari momen jadian, momen ultah, momen jalan-jalan hingga momen makan-makan bersama tentunya susah untuk dilupakan. Sayangnya hubungan itu putus di tengah jalan dan dia memutuskanku lewat pesan SMS yang saat itu masih lazim digunakan sebagai alat komunikasi.

" Maafkan Aku sayang.. aku tak bisa melanjutkan hubungan ini, orangtuaku tak merestui kita untuk bersama. Mulai sekarang kita akhiri hubungan kita sampai di sini.. sekali lagi mohon maaf.. "

Itulah isi pesan SMS darinya yang membuatku emosi dan aku berupaya untuk membujuknya untuk melanjutkan hubungan cinta dengannya namun apa daya dia tetap ingin menghentikan hubungan cinta denganku hingga akhirnya aku menyerah dengan apa yang ada meskipun hati masih belum menerima kenyataan yang ada. Ada sesal dalam hati karena dulu tak berkenalan diri dengan orang tuanya dan menjalin hubungan erat dengan mereka, andai saja orang tuanya tahu lebih dekat denganku mungkin saja kisah cintaku dengan dia tak berakhir di tengah jalan.

Bukan perkara yang mudah untuk bisa move on darinya, rasanya berat bagiku untuk melanjutkan perjalanan hidupku saat belum ada cinta pengganti yang tepat untuk hidupku. Memang setelah putus darinya pernah aku menjalin hubungan cinta dengan yang lain namun hanya bertahan sebentar saja. Hingga akhirnya di suatu hari di bulan maret aku mendapat undangan pernikahan darinya, bagiku hadirnya undangan pernikahan dia menjadi sesuatu yang mengejutkanku, rasa-rasanya baru kemarin putus denganku dan dia akan segera menikah.

Saat itu aku beranikan diri datang ke pernikahan dia meskipun banyak temannya yang seakan mengejek dan menyindirku karena aku dikenal olehnya sebagai mantannya dia dan mengatakanku orang hebat dan tegar.

"Eh ada kak Aldo, hebat bisa hadir di nikahan mantan" seperti itulah yang mereka ucapkan padaku

Meskipun ada yang mengatakan begitu aku tetap memberikan selamat untuknya sembari menyalami seseorang yang telah menjadi suaminya dia.

"Selamat ya Maya semoga pernikahannya langgeng" kataku sembari melemparkan senyum padanya meskipun hati kecilku seakan bersedih dengan kenyataan yang ada. Ku lihat ekspresi dia pun seakan menatap berkaca-kaca padaku.

" Terima kasih kak Aldo" ucapnya pelan

Emosi dalam diriku saat itu seakan meluap-luap dan hati merasa sakit. Jikalau aku tak menyadari diriku sebagai laki-laki ingin rasanya aku menangisi kenyataan hidup ini, namun rasa gengsiku membuat aku menahan diri dan sok tegar dengan kenyataan yang ada. Selepas memberikan selamat aku segera beranjak pulang dan rasanya tak ingin lagi melihat dia bersama dengan yang lain. Rasanya aku ingin melupakan memori kenangan itu namun apa daya kenangan itu membekas dalam pikiranku.

Hujan di luar rumah makin deras dan membuyarkan lamunanku, aku masih memegang dan melihat buku tulis dari pemberiannya, mataku seakan hampir tak bisa menahan air mata saat melihat tulisan dia dari buku tulis pemberiannya

"I Love You Forever Aldo.."

Itulah tulisan dia yang ada di bagian awal buku tulis pemberiannya. Harapan untuk bersamanya saat itu itu hanya sekedar angan kosong belaka saat takdir berkata lain, Kini cintaku dengannya hanya tinggal kenangan semata. Dia adalah mantanku yang penuh kenangan dan kini telah bersama dengan yang lain sedangkan aku disini masih sendiri saat ini menanti cinta sejati yang seakan tak kunjung datang.

Malam semakin larut dan hujan masih turun dengan derasnya, segera aku bangkit dari tempat duduk dan segera pergi ke kamar tidur untuk segera terlelap malam ini karena pekerjaan hari esok menantiku dan semoga saja di hari esok mimpi buruk masa lalu bisa segera berlalu dari hidupku.

Story by tafakoer
Sumber gambar : Dokumentasi pribadi dengan editan
Diubah oleh tafakoer
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Reserved
sepi ya om
Quote:


Emang selalu sepi kok emoticon-Ngakak
Quote:


Om kurang piknik ya
Nama orang kok ga huruf besar ya? Hai, salam kenal
Quote:


Gak juga emoticon-Big Grin

Quote:


Sebagian ada yang awalannya besar kok, salam kenal juga emoticon-Big Grin
mejeng dulu di trit mantan om taf.


pastj yg ntu. emoticon-Betty
Quote:


Ya beda lah emoticon-cih

Buruan ente buat emoticon-Betty
Quote:


Dia, Mantanku yang Penuh Kenangan


Quote:

Dia, Mantanku yang Penuh Kenangan







icikiwiiirrrrrr emoticon-Peace
emoticon-Ngacir2
Diubah oleh vestycide
Quote:


Dia, Mantanku yang Penuh Kenangan


Hokya hokyaaaaaa emoticon-Peace
emoticon-Ngacir2
Diubah oleh vestycide
wah dalam banget, maaf ya krtik ,coba Mas Aldonya buat seperti ini, nama orang huruf besar
Quote:


Quote:


Emak tau aja emoticon-Goyang
mantap guru emoticon-Nyepi

Dia, Mantanku yang Penuh Kenangan
Quote:


Ayo buat juga emoticon-Goyang
Quote:


kapan2 aja guru..

ane lagi nemenin pacarku ini, dia masih bingung antara Harvard atau Stanford emoticon-Leh Uga
Quote:


Buruan om nanti telat lho emoticon-Goyang

Diyakinin aja dong emoticon-Goyang
Quote:


Oh, kirajn yg suka sama sodara sendiri. emoticon-Leh Uga


Kagak om.
Nyimak aja yg ini.emoticon-nyantai
Quote:


Enggak lah emoticon-cih

Ayolah buruan buat 3000 poin loh emoticon-Goyang
Quote:


Noo kalo soal mantan.emoticon-No Sara Please
Quote:


ngejunk rupanya si emak emoticon-Ngacir2
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di