alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8cbeaea72768073503bf0f/bintang-itu-bersinar

Bintang Itu Bersinar

Bintang Itu Bersinar
Kisah hidup jack di sebuah SMK di salah satu kabupaten di jawa tengah

Maaf kalo terkadang bahasanya sulit dimengerti dan terkadang di campur bahasa jawa karena gue belum terbiasa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar yoooi

Quote:


Semoga kalian juga mendapatkan Bintang kalian sendiri

Quote:


emoticon-PeaceSilahkan dibaca yaemoticon-Peace
Diubah oleh kurniawanjack
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Eps 1 Riska

Hidup itu rumit, sama seperti kisah cinta gue.
Nama gue jack dan ini cerita gue.

Saat itu gue sedang mengikuti kegiatan osis dan gue adalah salah satu panitianya(Padahal saat kegiatan itu gue cuman melakukan hal yang tidak penting kayak nongkrong bareng anak kelas tiga lah, godain ibu kantin, sama mintain nomor watsapp dengan alasan sebagai "kalo ada usul buat kegiatan chat gue aja"). Sebenernya kegiatannya cuman masa pengenalan lingkungan atau orang-orang dulu bilang MOS(Masa Orientasi Sekolah)
Ahmad emoticon-EEK! : "Jack maju gih, ngelawak atau apalah" Pinta ketua osis.
Gue emoticon-Confused : "lah kok gue, noh ajak yang cewek-cewek noh, mereka kan yang lebih jago ngomong(atau lebih tepatnya cerewet emoticon-Hammer )" Gue nunjuk ke beberapa panitia cewek yang lagi bergosip ria.
Ahmad emoticon-Kagets : "Lo gak mau maju?, gue bilangin pak fata" nyebut salah satu guru bahasa inggris dan juga yang bertanggung jawab atas keberhasilan dan kejaya'an osis(terlalu lebay emoticon-Hammer ).
Gue emoticon-Nohope : "oke, tapi boleh ngajak temen ya? " Pasrah aja lah daripada di omelin 7 hari 7 malam.
Ahmad emoticon-EEK! : "Yaudah sono gih pilih siapa, Asal jangan gue"

Gue tengok kanan dimana ada si dana yang sedari tadi dengerin obrolan gue sama ahmad, dan dana pun menyadari maksud gue.
Dana emoticon-Kagets : "Apa'an?, jangan bilang lo mau ngajak gue" Gue senyum lalu gue tarik tangan dana ke depan panggung.

Yah memang gue dan dana itu bersahabat sejak kami pertama daftar ke sekolah ini.
Dana ini orang nya pinter ngomong di depan umum tapi otaknya cuma separo yang separo lagi buat nonton vidio dewasa(Privasi woy jangan di sebar-sebarin)

Oke kembali ke topik pencerita'an(bahasa apalagi itu emoticon-Gila )
Dan setelah beberapa menit ngelawak (tapi gue pikir itu sama sekali gak lucu) anak-anak baru di minta untuk menuju ke lapangan untuk melakukan beberapa permaianan. Setelah ruang aula sepi(tapi masih ada beberapa anak yang mencari buku atau apalah) lalu gue berniat ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka, baru juga mau pegang pintu keluarnya tiba-tiba ada salah satu peserta yang nubruk gue dari belakang sampai barang-barangnya jatuh berantakan.

emoticon-Kagets :"eh ma'af ya kak, aku gak sengaja" sambil beresin buku-bukunya.
Gue emoticon-Peace :"iya santai aja, nih pulpennya" Ngasih pulpennya dia yang berwarna biru.
emoticon-Malu : "Iya makasih ya kak" berdiri sambil megangin buku dan pulpennya.
Gue emoticon-EEK! : "Gampang lah, oh iya nama kamu siapa?, aku jack" Ngajakin berjabat tangan.
emoticon-Malu : "Aku Riska, eh Kak jack bukannya tadi yang ngelawak? " Gue merasa malu akan tingkah laku yang udah gue lakukan emoticon-Nohope .
Gue emoticon-Smilie : "Hahah iya, Yaudah gih buruan ke lapangan nanti telat di hukum lho" Kenapa gue malah ngusir dia emoticon-Hammer .
Riska emoticon-EEK! : "iya, makasih ya kak" pergi kemudian melambaikan tangan.
Gue emoticon-Smilie : "Sama-sama, lain kali hati-hati "

Setelah itu gue gak jadi ke kamar mandi, melainkan mengikuti dia yang mengaku sebagai riska ke lapangan.

Gue skip sampai pulangnya karena setelah kecelakaan tadi, tidak ada hal yang menarik.

Seperti biasa gue pulang naik bis memang di tempat gue ada dua angkutan umum yaitu bis sama angkot biasa (tapi kayaknya di tempat lain juga ada emoticon-Confused) .setelah itu gue duduk di belakang deket jendela dan anak-anak lain juga menginvasi tempat duduk yang tersisa, daripada gue ngeliat makhluk menyebalkan yang sedari tadi ribut lebih baik gue putuskan untuk melihat ke luar jendela, dan gak lama setelah itu tiba-tiba gue merasa ada yang duduk di sebelah gue, gue rasa yang di sebelah gue itu cewek. Dan gue beranikan diri untuk sekedar melihat siapa cewek itu atau siapa sosok yang beraninya duduk di sebelah gue, ternyata itu riska dan dia juga langsung noleh ke gue.

Riska emoticon-Confused : "Eh kak jack, maaf aku gak tau kalo kakak juga naik bis" sambil megang hp nya.
Gue emoticon-Smilie : "Eh risa, aku juga gak tau kalo kamu naik bis"
Riska emoticon-Nohope : "riska kakak, bukan risa"
Gue emoticon-Confused : "eh maaf aku agak lupa"
Riska emoticon-Smilie : "iya gakpapa aku ngerti kok"
Gue emoticon-Confused : "boleh minta nomer hp nya gak?, biar gak lupa lagi namanya" modus emoticon-Nohope .
Riska emoticon-Smilie : "boleh, nih tulis aja nomer kamu" ngasih hp nya ke gue buat di tulisin nomer gue.
Gue emoticon-Genit : "nih udah, nanti chat aku aja biat aku save nomer kamu" mission succes.
Riska emoticon-Smilie : "iya, makasih ya kak" saat itulah aku melihat bintang dan dia tersenyum kepadaku.
Gue emoticon-Confused : "aku yang harusnya berterimakasih "

Tanpa gue sadari bis itu udah nyampek di desa nya dia, lalu mata gue mengikuti bintang itu sampai turun dari bis.
Diubah oleh kurniawanjack

Eps 2 Tiya

Masa pengenalan lingkungan berakhir dan anak baru udah saling kenal satu sama lain, kakak-kakak osis mendapatkan penggemar, dan gue mendapatkan banyak kenalan anak kelas satu emoticon-Genit .
Gue juga udah mulai chattingan sama riska dan sering ke kantin bareng, oh iya riska ini masuk ke kelas 1 Tata Busana (iya lah masa baru masuk langsung kelas dua emoticon-Nohope ),dan gue kelas 2 TKJ(Tekhnik komunikasi dan jaringan).

Saat itu gue lagi benerin wifi sekolah (nama nya juga anak jaringan) ,wifinya itu ada di depan lab Tata Busana jadi gue bersuka rela memperbaiki (padahal pengen ketemu riska emoticon-Genit) .dan bener aja gue ketemu sama riska.

Riska emoticon-Smilie : "hai lagi sibuk?" nyolek pundak kiri gue.
Trus gue Balikin badan gue, penasaran siapa yang tadi ngomong.
Gue emoticon-Kagets : "eh riska, mau ke lab? "
Riska emoticon-Stick Out Tongue : "enggak"
Gue emoticon-Confused : "trus mau kemana? "
Riska emoticon-Stick Out Tongue : "mau ketemu kamu "
Gue emoticon-Kagets : "hah? " Buset nih anak
Riska emoticon-Big Grin : "becanda, udah terusin gih kerja'an kamu"
Gue emoticon-Genit : "hey resletingnya tuh" joke lama yang selalu berhasil
Karena resleting cewek di belakang jadi Dia pegang tuh resleting pakek tangan kiri sambil berusaha ngelihatin.
Riska emoticon-Mad : "isshh, nyebelin!!! " ngelempar buku tapi gue bisa tangkis(buset kayak lagi perang) tapi tiba-tiba ada serangan susulan yang mendarat di lengan kiri gue(gue di cubit).
Gue emoticon-Frown : "adaaww sakiitt, lepasiin" temen-temen gue malah ketawa emoticon-Nohope .

Yah begitulah gue sama Riska waktu itu udah mulai akrab(akrab di sini udah termasuk beberapa kekerasan fisik), bahkan sering ke kantin bareng. Akhirnya kerja'an gue pun selesai, bergegaslah gue sama temen-temen gue ke lab TKJ, tapi waktu gue berjalan beberapa langkah ada temen cewek gue tanya (namanya tiya gue sering panggil dia kalkun karena dia kalo ngomong gak ada spasi nya).

Tiya emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "pacar lo ya"
Gue emoticon-Confused : "bukan kok, gue…" belum selesai gue ngomong dia langsung ninggalin gue sama temen-temen, ternyata dia udah di panggil sama guru gue (gue kira dia marah emoticon-Hammer )
Dana emoticon-EEK! : "tapi lo akrab banget sama dia" nyenggol tangan kiri gue dengan sikut nya.
Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "terus kalo gue akrab sama lu, gue pacar lu gitu? "
Dana emoticon-Betty (S) : "kalo mau juga gakpapa "
Gue emoticon-Kagets : "mangkannya kalo nge b*k*p nonton yang cewek, lo sukanya nonton yang gay gay sih" temen-temen yang lain ketawa.

Gak lama kemudian gue sampai di lab, dan gue lihat tiya juga lagi ngobrol sama guru.

Waktu istirahat hampir tiba, gue beresin barang-barang gue dan langsung ke kantin, "Semoga Bintang Ku Berada Di Sana" ucapku dalam hati. Tapi ternyata riska udah di depan pintu lab gue.

Riska emoticon-EEK! : "ayo cepetan" melambaikan tangan ke gue dari pintu lab
Tiya emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "noh udah di cari'in nyonya jack" pas di kata-kata jack dia menekuk jari telunjuk dan jari tengah beberapa kali, gak tau apa maksudnya tapi aku sering liat buat memperjelas kata-kata (gue gak tau apa maksudnya emoticon-Frown )
Gue emoticon-EEK! : "kalo mau ikut ya ayok" Kenapa gue ngomong gitu emoticon-Hammer .
Tiya emoticon-Stick Out Tongue : "tapi lo yang bayarin yak"
Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "gampang lah"

Gue berjalan keluar lab tapi tiya ngikutin emoticon-Frown .

Gue emoticon-Smilie : "hay, maaf nunggu lama, kenalin nih tiya panggil aja dia kalkun" gue dicubit emoticon-Frown terus dia berjabat tangan dengan riska.
Riska emoticon-Smilie : "aku riska, masa temen sendiri di panggil gitu"
Gue mau ngomong tapi udah keduluan kalkun.
Tiya emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "iya nih, jack kalo di kelas suka nyebelin " ngobrol sambil jalan. Tapi gue jalan di belakang mereka.
Gue emoticon-Nohope : "salah sendiri"
Tiya emoticon-Confused : "salah apaan"
Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "hidup"

tiba-tiba tiya berhenti alhasil gue nubruk tiya dan dia langsung nginjek kaki gue dengan keras (sepertinya gue harus manggil kpi), kemudian tiya gandeng tangan riska dan langsung ninggalin gue. Riska noleh ke gue dan dia tersenyum.

gue emoticon-Confused : "tungguin gue" gue kejar mereka.

Sesampainya di kantin kami cari tempat duduk yang kosong, dan gue nemuin tempat yang kosong di deket tembok sehingga gue bisa bersandar. Gue duduk bareng riska dan tiya di depan riska. Setelah memilih makanan
gue mulai obrolan.

Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "udah mau tes nih"
Tiya emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "trus? "
Gue emoticon-Stick Out Tongue : "ya contekin kek"
Tiya emoticon-Confused : "gak mao, lu aja masih nyebelin ke gue"
Gue emoticon-Peace : "ya maaf"
Tiya emoticon-Nohope : "gini aja lu bilang maaf, kemaren-kemaren kenapa? " gue diem daripada masalahnya makin gede.

Dan gue sadar dari tadi riska gue diemin, gue chat lah dia (padahal dia ada di sebelah gue emoticon-Hammer )

emoticon-mail gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "kenapa kok diem aja dari tadi? " Hp nya geter trus dia buka dan langsung noleh ke gue dengan muka penasaran.
emoticon-mail riska emoticon-Confused : "gakpapa, deket gini kok malah nge chat" dia senyum dan langsung gue balas chat nya dia.
emoticon-mail gue emoticon-Nohope : "hello gakpapa nya cewek itu misteri, jujur aja kamu kenapa? " gue noleh ke riska dia sedikit senyum dan langsung bales chat gue.
emoticon-mail riska emoticon-Malu : "takut ganggu kamu sama dia"
emoticon-mail gue emoticon-Stick Out Tongue : "anggap aja dia gak ada "
emoticon-mail Riska emoticon-Smilie : "hantu? "
emoticon-mail gue emoticon-Stick Out Tongue : "setan"
emoticon-mail riska emoticon-Smilie : "sama aja dong"
emoticon-mail gue emoticon-Stick Out Tongue : "ya kan emang"
emoticon-mail riska emoticon-Smilie : "dasar"

Tiya sadar kalo kami lagi ngobrol di chat.
Tiya emoticon-EEK! : "ngobrolin apa sih kayak rahasia banget?"

Makanan kami sampai dan gue bales pertanyaan tiya.

Gue emoticon-Stick Out Tongue : "ada deh"

Setelah itu kami makan dan gak ngobrol lagi.

Gue skip sampai pulangnya, dimana gue sama riska udah ada di dalem bis.

Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "besok sabtu kan? "
Riska emoticon-Smilie : "iya, emang kenapa? "
Gue emoticon-Malu : "jalan yuk"
Riska emoticon-Confused : "sabtu pagi? "
Gue emoticon-Nohope : "sabtu sore lah"
Riska emoticon-Wink : "kirain sabtu pagi, kalo sabtu pagi aku ada urusan soalnya "
Gue emoticon-Confused : "kalo sorenya? "
Riska emoticon-Belo : "gak ada"
Gue emoticon-EEK! : "berarti mau kan jalan"
Riska emoticon-Stick Out Tongue : "mau gak ya?, kepo" nyolek dagu gue pakek telunjuknya.
Gue emoticon-Mad : "seriusan "
Riska emoticon-Smilie : "iya mau kok, emang tau rumahku? "
Gue emoticon-Big Grin : "gampang lah nanti tanya-tanya orang situ"
Riska emoticon-EEK! : "nih aku kasih aja alamatnya " dia kasih alamatnya lewat watsapp.
Gue emoticon-Big Grin : "widih makasih cantik, tuh udah mau nyampe desa kamu"
Riska emoticon-Confused : "gini aja baru bilang cantik, yaudah sampe ketemu besok"
Gue emoticon-Big Grin : "iya, hati-hati "

Riska pun turun, dan gue melambaikan tangan ke dia lewat jendela bis.
Diubah oleh kurniawanjack
Balasan post kurniawanjack
Cerbung ya? Next part langsung ke kolom komentar aja jadikan 1 trit ya? Ini udah aku gabung, selamat berkarya


Kalau mau request ganti judul sampaikan aja thx
Quote:


Caranya ganti judul gimana. Gue baru netes nich.
Quote:


Ai yang ganti,yu yang nyampein mau judul apa
Quote:


Tulisan Part 1 sama tanda kurung nya sekalian emoticon-Big Grin
Quote:


Okey,, lanjut kan part nya di sini yaakk,, ditunggu karya nyaaaa

Eps 3 Bintang Itu Menjadi Milikku

Jum'at sore itu gue baru selesai sholat magrib, dan rumah gue juga lagi sepi karena nyokap sama bokap gue lagi keluar kota untuk 4 hari selanjutnya,dirumah gue cuman sama pembantu gue namanya bi imah.

Gue putuskan untuk jalan-jalan (gak jalan juga sih tapi naik motor) keluar untuk sekedar nyari makanan.

Gak lama kemudian gue sampai di warung mie ayam dan gue parkirin tuh motor gak jauh dari warung itu (kalo jauh bisa-bisa ilang dong). Setelah gue pesen makanan tiba-tiba hp gue geter, gue gak buka tuh hp "palingan cuma notif grup kelas" pikir gue. Dan ketika gue duduk ada notif lagi "apa sih, lagi laper juga" gue buka tuh hp, ternyata riska chat gue.

emoticon-mail riska emoticon-Smilie : "mau makan mi ayam ya? "
emoticon-mail riska emoticon-Mad : "ih kok gak di bales"

Buru-buru lah gue bales chat nya dia.

emoticon-mail gue emoticon-Kagets : "kok tau, kamu di sini juga"
emoticon-mail riska emoticon-Wink : "coba deh liat belakang "

Gue balikin badan gue.

Gue emoticon-Kagets : "eh ngagetin aja"
Riska emoticon-Big Grin : "kan tadi udah di kasih tau kalo aku di belakang "
Gue emoticon-Nohope : "gak, kamu cuman bilang coba deh liat belakang "
Riska emoticon-Stick Out Tongue : "hehe, boleh gabung? " duduk di sebelah gue.
Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "sama siapa ke sini? "
Riska emoticon-Big Grin : "sama kakak, tuh di belakang " nunjuk belakang pakek jempol.

Gue liat belakang dan ada cowok yang lagi liatin gue.

Gue emoticon-Confused : "kok kakak nya malah di tinggal, ajak kesini napa? "
Riska emoticon-Confused : "emang boleh? "
Gue emoticon-Genit : "boleh lah buat calon kakak ipar"
Riska emoticon-Stick Out Tongue : "bisa aja"

dia balikin badan dan melambaikan tangannya ke kakaknya .lalu kakaknya menghampiri kita berdua.

Riska emoticon-EEK! : "kenalin nih kak namanya jack, dia kakak kelasku "
Gue emoticon-Big Grin : "aku jack, temennya riska"

Mengulurkan tangan

emoticon-Cool : "aku ardi, kakaknya riska"
Riska emoticon-Big Grin : "ini nih kak, kakak kelas yang sering aku ceritain "
Mas ardi emoticon-Cool : "sama siapa ke sini,sendirian?"
Gue emoticon-Smilie : "iya, orang rumah pada pergi, terpaksa deh cari makan sendiri "

Makanan kami udah jadi, kemudian kami makan dan gak jarang kami ngobrol tapi gue lupa ngobrolin apa aja emoticon-Hammer pokoknya gak penting lah.

Di saat gue selesai dan mau bayar makanan, mas ardi ngomong.

Mas ardi emoticon-Cool : "riska kalo mau main dulu sama jack gakpapa kok"
Riska emoticon-Stick Out Tongue : "boleh" noleh ke gue.
Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "yaudah mumpung aku lagi gak ada kerjaan"

Gue keluar warung bareng riska dan mas ardi, Lalu kami berpisah.

Mas ardi emoticon-EEK! : "pulangnya jangan malem-malem " ngebuka pintu mobilnya.
Riska emoticon-Big Grin : "kakak juga langsung pulang lho"
Mas ardi emoticon-Stick Out Tongue : "gamao, kakak mau jalan-jalan dulu, jack nitip riska yak"

Gue acungin jempol dan mas ardi pergi.
Gue naik motor duluan dan riska nanya gue.

Riska emoticon-Confused : "gak bawa helm? " gue menggeleng.
Gue emoticon-Big Grin : "enggak, kan malem gak ada polisi"
Riska emoticon-Kagets : "tapikan helm buat keselamatan kamu juga, masa bawa helm cuma pas ada polisi"
Gue emoticon-Nohope : "iya deh iya " gue noleh ke riska yang lagi ngeliatin gue.
Gue emoticon-Kagets : "kenapa?"
Riska emoticon-Frown : "dingin"

trus gue copot jaket gue, untunglah tadi gue pakek baju panjang jadi gak terlalu dingin.

Gue emoticon-Smilie : "salah sendiri cuman pakek kaos"
Riska emoticon-Kagets : "ya kan aku gak tau kalau mau jalan sama kamu, lagian tadi aku kira bakalan keringetan jadi cuman pakek kaos"
Gue emoticon-Nohope : "iya iya, udah cepetan pakek jaketnya terus naik"

Kemudian gue sama riska menjauh dari warung mie ayam itu.

Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "mau kemana? " gue pelanin laju motor gue.
Riska emoticon-Wink : "terserah, kan aku cuman nemenin kamu"
Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "ke taman mau?, lagi ada event di sana" mirip pasar malem gitu.
Riska emoticon-Wink : "boleh"
Gue emoticon-Genit : "pegangan dong, nanti jatoh gimana? " eksperimen pertama emoticon-Hammer .
Riska emoticon-Nohope : "modus"

Dia rangkul pinggang gue. Entah ngawur atau emang bener Gue merasakan dia sedang tersenyum di belakang, kemudian gue raih kedua tangannya dengan tangan kiri gue.

Sesampainya di taman gue parkirin motor dan langsung mengajak riska masuk. Gue gandeng tangan riska dan dia malah ngerangkul tangan kiri gue. Lalu kami berjalan dan ngobrolin beberapa hal yang gak penting, dan sesampainya di stand makanan kami beli beberapa makanan dan minuman, lalu kami menemukan tempat duduk yang deket air mancur.

Gue lihat riska makan eskrim dan ada yang tertinggal di pipinya, entah reflek atau apa tiba-tiba gue ngusap pipi yang ada eskrim nya.

Gue emoticon-EEK! : "nakannya pelan-pelan, kayak anak kecil aja"

Riska ngeliatin gue dan gue juga, kami mematung, bertatap mata, tangan kanan gue masih di pipinya dan setelah cukup lama gue langsung membuang muka.

Gue emoticon-Malu : "eskrim nya cair tuh, cepet di habisin" gue nunduk dan langsung main hp gue.

Dia habisin tuh eskrim dan gue bisa merasakan kalo riska masih ngeliatin gue. Dan tiba-tiba dia ngomong sesuatu yang membuat gue kaget.

Riska emoticon-Malu : "aku suka sama kamu jack" gue noleh, pipinya memerah.
Gue emoticon-Kagets : "Gue juga" dia langsung membuang muka.

Gue berdiri dan meraih kedua tangannya pertanda mengajaknya untuk berdiri. Gue genggam erat kedua tangan dia di depan dada dan kami berdua berdekatan.

Gue emoticon-Belo : "riska, kamu mau jadi pacarku, jujur aku udah suka sama kamu sejak kita pertama kali ketemu di aula waktu itu "

Dia mengangguk kemudian tersenyum manis dan disusul air mata bahagia. Gue peluk dia agar dia bisa tenang. Lalu kami duduk dan gue rangkul dia dengan tangan kiri gue, gue cium rambut harumnya dan dia membuka pembicaraan.

Riska emoticon-Embarrassment : "aku seneng"
Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "maaf gak bisa seromantis yang kamu harapkan " dia memainkan jari-jari gue.
Riska emoticon-Smilie : "gakpapa, yang aku harapkan cuman selalu bersama kamu selamanya "
Gue emoticon-Genit : "termasuk di kamar mandi " pinggang gue di cubit .
Riska emoticon-Kagets : "seriusan iiihh"
Gue emoticon-Confused : "iya iya, becanda"

Kemudian kami ngobrol-ngobrol (gue lupa ngobrol apa aja emoticon-Hammer ). Gue liat jam tangan udah menunjukkan pukul 10:30 dan gue mengajak riska untuk pulang, takut dia dicariin kalo gue mah sebodo amat di rumah juga cuman ada gue sama pembantu gue.

Sesampainya di rumah dia, dia ngajak gue untuk masuk ke rumahnya tapi gue tolak karena ini udah malem banget. Gue pamit sama dia dan gue cium keningnya kemudian pulang.
Setelah sampai di rumah gue chat riska.

emoticon-mail gue emoticon-EEK! : "besok sore jadi? "

Setelah dua menit dia bales.

emoticon-mail riska emoticon-Big Grin : "jadi dong, paginya juga bisa kok, tadinya mau buat jemput kakak aku di bandara tapi malah pas waktu aku pulang sekolah dia malah udah ada di rumah"
emoticon-mail gue emoticon-Kagets : "kakak kamu yang tadi di warung itu"
emoticon-mail riska emoticon-Big Grin : "iya hehe"
emoticon-mail gue emoticon-EEK! : "paginya kita lari aja gimana, mau? "
emoticon-mail riska emoticon-Wink : "boleh, sekalian mau balikin jaket kamu"
emoticon-mail gue emoticon-Smilie : "bawa aja gakpapa kok"
emoticon-mail riska emoticon-Confused : "beneran? "
emoticon-mail gue emoticon-Smilie : "iya, udah gih tidur udah malem ini"
emoticon-mail Riska emoticon-Kiss (S) : "oke, selamat tidur sayang "
emoticon-mail gue emoticon-Big Grin : "semoga mimpi indah"

Dan dia gak bales lagi, kemudian mata gue udah berat dan gue putuskan untuk tidur.

Eps 4 Tiya Menjadi Aneh

 Senin itu gue putuskan untuk menjemput riska ke sekolah dengan motor gue (dan ini menjadi kebiasaan baru gue  sewaktu menjadi pacarnya riska). Waktu itu gue gak ngabarin riska kalau gue mau anterin dia, dan emang gue niatin itu emoticon-Hammer . Gue tunggulah dia di tempat dia biasa nunggu angkot.
Gak lama kemudian riska datang dengan memakai jaket gue, dan dia kaget ngeliat gue ada di situ.

Riska emoticon-Kagets : "kok gak ngabarin mau jemput? " mendekat ke gue.
Gue emoticon-Stick Out Tongue : "sengaja, masa udah jadi pacar gak aku jemput emoticon-Big Grin "
gue ambilin helm cadangan yang sedari tadi ada di jok motor gue. Dan gue pakein itu helm ke kepalanya.
Riska emoticon-Wink : "emang kita pacaran? "
Gue emoticon-EEK! : "oh gitu, yaudah aku berangkat sendiri "
Riska emoticon-Confused : "eh eh becanda, gitu aja marah emoticon-Nohope" sedekap dan menggembungkan pipinya (sumpah waktu itu mukanya lucu banget emoticon-Ngakak (S) ).
Gue emoticon-Big Grin : "gak marah kok, udah yuk berangkat, udah jam setengah tujuh nih emoticon-Smilie"
Riska masih cemberut.
Gue emoticon-Big Grin : "tuh kan kamu malah yang ngambek, udah jangan cemberut " gue cubit kedua pipinya dan menggoyangkan nya.
Gue emoticon-Big Grin : "senyum dong, pagi pagi udah cemberut aja"

Kemudian kita berangkat tapi riska masih cemberut, buset masih marah aja nih anak.

Di depan halte (dimana kami sering nunggu angkot pas pulang sekolah) gue berhenti. Gue copot helm gue terus menghadap ke riska. Gue tatap dia cukup lama dan dia bertanya.

Riska emoticon-Kagets : "kenapa berhenti? "
Gue emoticon-EEK! : "nunggu kereta lewat "
Riska emoticon-Confused : "kok liat aku? "
Gue emoticon-Stick Out Tongue : "soalnya kamu birisik mirip kereta lewat " riska nyubitin gue berkali-kali.
Riska emoticon-Mad : "iihh nyama-nyamain aku sama kereta, dari tadi nyebelin mulu ihhh" dia tersenyum (yes gue berhasil emoticon-Big Grin).
Gue emoticon-Frown : "ya kan biar kamu gak ngambek lagi" masih di cubitin.

Tiba-tiba ada suara teriakan "SEKOLAH WOY JANGAN PACARAN MULU" ternyata itu dana, dia naik motor sambil teriak-teriak di jalan dan setelah itu dia berlalu begitu saja.

Riska emoticon-Mad : "tuh kan, cepetan ihh berangkat "

Kemudian gue terusin ke tempat sekolah.
Setibanya di sana gue parkirin motor dan kami jalan ke kelas nya riska, karena kelasnya dia satu arah sama kelas gue.

Pas di depan kelasnya dia menghadap gue dan senyum.

Riska emoticon-EEK! : "masuk dulu ya"
Gue emoticon-Big Grin : "oke,istirahat nanti ketemu dikantin ya"

Dia mendekatkan jari telunjuk dan jempol tanda persetujuan.

Pas waktu masuk ke kelas tiya manggil gue, Dan gue masuk bareng dia.

Tiya emoticon-EEK! : "MTK ada PR gak? "
Gue emoticon-Wink : "gak tau, gue gak jadwal,yang gue bawa aja pelajaran kemaren jum'at "
Tiya emoticon-Nohope : "palingan nanti lo minta contekan ke gue"
Gue sampai di tempat duduk gue dan gue letakin tas gue.
Gue emoticon-Wink : "nah itu lo tau, kan lu yang paling pengertian "
Kemudian dana memotong pembicaraan gue.
Dana emoticon-Stick Out Tongue : "ciyeee, udah jadian nih, makan-makan nih, bener gak ya" ngomong sama tiya.

Tapi tiya diem dan mukanya berubah, kemudian dia menuju bangkunya tanpa bersuara. Gue ngomong sama dana tanpa bersuara "dia kenapa? emoticon-Confused",dana juga ngomong tanpa bersuara "gak tau".

Gue perhatiin tiya dan dia membuang muka, dia mengambil tasnya kemudian dia berpindah tempat duduk agak jauh dari tempat gue. Gue masih terheran-heran ada apa dengan tiya dan gue berniat menghampiri tiya, tapi dunia berkata lain, baru aja gue berdiri dari tempat duduk tiba-tiba guru gue udah masuk ke kelas, kemudian gue duduk dan sesekali gue liat tiya tapi dia tidak memperdulikan itu.

Bel istirahat berbunyi dan gue coba menghampiri tiya, dia menyadari apa yang akan gue lakukan lalu dia langsung keluar. Gue kejar tiya dan gue pegang tangan kirinya.

Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "tiya tiya, tunggu dulu, gue mau nanya " tiya melihat gue dengan wajah penuh amarah.
Tiya emoticon-Mad : "APA SIH, AKU MAU KE KAMAR MANDI!! " dia menghentakkan tangan gue dan dia pergi.

Gue terdiam gue berusaha mencerna kejadian itu, lalu dana menepuk pundak gue.

Dana emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "mungkin dia lagi datang bulan" gue masih terdiam.
Dana emoticon-Nohope : "udah, ayok ke kantin"

Dana mendorong gue bermaksud mengajak gue untuk ke kantin. Sesampainya di kantin gue lihat riska lagi kumpul sama temen-temennya, dan salah satu dari temennya menyadari kedatangan gue dan langsung mengajak yang lain untuk berpindah tempat.

Dana emoticon-Confused : "kok pada pindah? "
kemudian salah satu dari temen riska jawab.
Cewek emoticon-Wink : "takut ganggu orang pacaran "

Kemudian gue duduk di sebelah riska dan dana di depan gue. Dana membuka pembicaraan.

Dana emoticon-Big Grin : "kalian jadian nya kapan" ngomong ke riska.
Riska emoticon-Stick Out Tongue : "baru jum'at kemarin kok kak"
Dana emoticon-Big Grin : "jangan panggil kak ini kan bukan kegiatan osis, panggil aja gue dana"
Riska emoticon-Smilie : "iya kak dana, eh dana, nama aku riska"
Dana emoticon-Confused : "eh udah pesen belum biar di traktir jack"

Dana membalikkan badan dan ngomong ke temen-temen nya riska.

Dana emoticon-EEK! : "hey pesen makan atau minum lagi gih, mumpung ada pasangan baru yang mau nraktir " cewek-cewek pada ketawa.
Gue emoticon-Kagets : "eh apa'an, ngawur aja lo" dana melihat gue.
Dana emoticon-Stick Out Tongue : "udah terlanjur nawarin, gue doa'in biar langgeng deh"
Gue emoticon-Nohope : "ah parah lu"
Kemudian riska pegang tangan gue.
Riska emoticon-Big Grin : "yank, mau pesen apa?, aku pesenin deh"
Gue emoticon-Smilie : "jus jeruk aja deh, makannya nanti pas pulang aja"
Riska emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "kalo dana mau apa? "
Dana emoticon-Big Grin : "aku es teh aja, takut duitnya jack abis"

Kemudian riska pergi menemui ibu kantin. Dan gue memandangi hp gue yang dari tadi gue pegang di depan gue. Gue masih bertanya-tanya kenapa tiya bisa berubah drastis seperti itu "apa mungkin tiya cemburu? Ah gak mungkin, mana mungkin tiya suka sama gue" pertanyaan itu mendatangi pikiran gue secara bertubi-tubi.

Dana emoticon-EEK! : "udah, jangan di pikirin, pasti besok dia udah kembali seperti dulu lagi, sabar aja" kemudian gue tersadar dari lamunan gue.
Gue emoticon-Nohope : "semoga begitu "
Dana emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "udah punya pacar kok masih mikirin cewek lain" dia menaikkan alisnya sebelah ketika gue liat dia. Kemudian gue liat riska dan tanpa gue sadari gue tersenyum, riska sadar dan menatap gue dengan tatapan terheran-heran.
Riska mendatangi kami dengan membawa 2 minuman dan satu piring gorengan.

Riska emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "kenapa ngeliatin aku terus" dia ngomong ke gue dan gue masih senyum-senyum. Kemudian dia ngomong ke dana.
Riska emoticon-Confused : "kenapa?, kok senyum-senyum gitu"
Dana emoticon-Stick Out Tongue : "mungkin dia sedang jatuh cinta dengan seseorang " ngambil gorengan.
Riska emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "siapa? " kembali duduk di sebelah gue.
Dana emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "ya lu lah, kan dia cuman senyum sama lu"
Riska emoticon-Confused : "kamu kenapa sih" ngomong ke gue.
Gue emoticon-Stick Out Tongue : "aku sedang melihat bidadari emoticon-Genit " gue masih senyum melihat riska.
Riska emoticon-Malu : "papaan sih, gakjelas" ngelendetin lengan gue.
Gue emoticon-Big Grin : "ish beneran, iya gak dan" dana keselek.
Dana emoticon-Kagets : "gak gak, gue gak ikut-ikutan, dan gue gak denger" dana pindah ke tempat cewek-cewek.

Gak lama kemudian bel berbunyi, pertanda waktu istirahat selesai. Kami berjalan menuju kelas, gue jalan berdua sama riska di depan, dan dana godain temen-temennya riska di belakang. Sampailah gue di kelasnya riska dan gue ngobrol sebentar, tapi tiba-tiba dana nepuk punggung gue.

Dana emoticon-Kagets : "jack ada pak udin, cepetan, pacarannya terusin nanti "

Pak udin adalah guru agama sekaligus guru bp dan dia adalah guru killer nomer 1 di smk ini, dan dia paling gak suka kalo gue dan temen-temen gue bahagia, selalu aja ada alasan buat dia ngomelin gue dan cs gue.

Riska emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "hayolo ada guru, udah sana masuk"
Gue emoticon-Malu : "hhhmmm, eh oke, ntar pulang bareng aku ya" pak udin ngeliat kami berdua eh beritaga ding sama riska.
Riska emoticon-Big Grin : "udah sana cepetan masuk"

Gue pergi terus melambaikan tangan ke riska. Sampai di kelas ternyata anak-anak masih pada sibuk sendiri ada yang nge gosip, main game bareng, dan tiya juga gue liat udah senyum tapi pas gue sapa dia gak memperdulikan itu, kemudian dengan spontan dana teriak.

Dana emoticon-Kagets "udin woy, udin datang" kenapa kami cuma panggil dia dengan udin, karena kami mempunyai dendam tersendiri kepada dia.

Seketika suasana kelas berubah menjadi ribut, dan dalam sekejap kami terdiam ketika pak udin masuk ke kelas kami. Sesuai dugaan gue pasti gue di hukum karena gak bawa mata pelajaran agama, tapi sahabat gue juga kena karena malah ngeluarin buku paket bahasa inggris. Hukumannya gue disuruh bersihin wc mushola.

Gue skip sampai pulangnya karena gue gak mau ceritain apa yang gue lakukan dan apa yang gue temuin sewaktu di hukum.

Bel pulang sudah berbunyi, anak-anak berbondong-bondong keluar kelas dan pulang. Gue gak liat tiya keluar dan gue coba mencarinya kemudian dana megang bahu gue.

Dana emoticon-Nohope : "udah lah besok aja, katanya lu mau anterin riska pulang " gue diem dan kemudian gue senyum.

Setelah itu gue dan dana sampai di kelasnya riska, gue cari tuh anak kingkong dan gak membuahkan hasil. Kemudian hp gue geter dan gue buka, ternyata riska chat gue "aku udah nyampek parkiran nih " yassalam emoticon-Hammer . Gue kasih tau dana bahwa riska udah ada di parkiran dan kami pun menuju tempat itu.

Sesampainya di sana ternyata dia udah ada di depan motor gue sambil mainin hpnya, gue mendekat dan dia tersenyum ketika gue semakin dekat.

Gue emoticon-Nohope : "aku cariin di kelas gak ada, ternyata udah di sini" sambil nyari kunci motor gue.
Riska emoticon-Big Grin : "aku tadi keasikan ngobrol dan tau-tau udah nyampek sini, maaf deh gabakal ngulang lagi, janji" mengacungkan jari kelingkingnya. Dan gue terima acungan itu.

Gue pun memacu motor gue dan di tengah perjalanan kami ngobrol, gue juga udah bilang kalo gue sama tiya lagi ada masalah.
Diubah oleh kurniawanjack

Eps 5 Tantangan Dari SMA 3

Jum'at malam itu gue lagi main game online di komputer gue, dan gue denger ada yang mencet bel rumah gue. Gue buka pintu depan dan ada sahabat gue bawa tas,dan dia masih memakai seragam almamater smk yang penuh noda tanah dan sedikit sobek di lengan kirinya. "Gue rasa dia habis berantem sama bokapnya lagi" pikir gue.

Dana emoticon-Peace : "hehe, numpang tidur sini yak" masuk kedalem dan langsung duduk di ruang tamu.
Gue emoticon-EEK! : "kenapa lagi lo, berantem? emoticon-Kagets"
Dana emoticon-Wink : "ah cuma masalah sepele kok"
Gue emoticon-Kagets : "sepele mata lu, itu pipi lu sampe biru-biru gitu" gue tabok pipinya pelan.
Dana emoticon-Kagets : "YA JANGAN DI PEGANG JUGA!! "

Tiba-tiba nyokap gue datang.

Nyokap emoticon-Nohope : "apa'an sih malem-malem gini berisik " nyokap kaget ketika ngeliat dana membawa tas dengan muka yang acak-acakan.
Nyokap emoticon-Kagets : "DANA!!, Kamu kenapa? emoticon-Confused " nyokap berlari sebentar kemudian berdiri di samping gue.
Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "buat masalah lagi dia, trus mau tidur di sini beberapa hari " gue noleh ke nyokap.
Nyokap emoticon-Nohope : "kalo tidur sini mah boleh-boleh aja, toh kamu juga sering tidur di sini sama si jack, tapi kamu buat masalah apa lagi danaaa"

Dana hanya tersenyum, memperlihatkan kalau dia baik-baik saja tapi gue tau kalau dia merahasiakan sesuatu yang menyakitkan bagi dia. Kemudian gue suruh mandi dia sementara gue membawakan tasnya. Selesai mandi gue liat dana masih memakai seragam sekolah, gue ambilin baju yang muat buat dia, dan gue suruh dana ganti baju.

Gue emoticon-EEK! : "ke basecamp yok, biar lo gak sedih lagi"
Dana emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "gue gak sedih kok"
Gue emoticon-EEK! : "ngibul mulu lo" gue acak-acakin rambut dia.
Gue emoticon-Nohope : "gue tuh udah lama kenal lo, lo kentut aja gue hafal" dana diem. Gue tarik lengan bajunya.
Gue emoticon-Nohope : "udah ayok, kelamaan ngelamun gak bikin kenyang " gue ambil kunci motor gue.
Gue emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "bawa sendiri apa nebeng? "
Dana emoticon-Stick Out Tongue : "bawa sendiri aja lah, biar bisa boncengin cewek" dia mengambil kunci motornya.

Kenapa gue gak nanya lagi masalahnya dana?, itu karena gue udah paham bagaimana keluarganya sekarang ini, dimana nyokapnya punya suami lagi dan bokapnya jadi pemabuk berat.

Kemudian kami pergi ke tempat di mana kami dan yang lain biasa nongkrong. Sesampainya di sana gue liat dana udah bahagia kembali, "dana yang keras kepala dan kocak itu telah kembali ". Kemudian ada salah satu temen gue ngomong ke gue(panggil aja dia ivan,anak kelas 2 jurusan pemasaran, anak motor dan dia sepupunya tiya).

Ivan emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "gimana tiya, masih marah sama lo? " gue mengangguk.

Kemudian ada satu anak naik motor dan gembar-gembor di depan kami. "Woy SMA 3 woy, SMA 3 " teriak salah satu temen gue. Setelah beberapa temen gue menghampiri dia,dan anak itu langsung pergi.

Gue emoticon-EEK! : "tenang, ini markas kita" teriak gue.

Gak lama kemudian ada segerombolan anak mendekati basecamp kami. Gak butuh waktu lama gue bisa mengenali mereka, yak mereka adalah anak SMA 3. Mereke kemungkinan ada 20 sampai 25 anak, sementara kami hanya tersisa 17 anak dan yang lain pergi termasuk anak-anak cewek.

Salah satu dari mereka melemparkan flare ke arah kami, dan ada teriakan "MAJU SINI LO!! " gue gak tau siapa yang teriak,entah dari kami atau mereka.

Dalam sekejap suasana berubah menjadi tegang. Kami bertarung, darah berceceran dimana-mana, suara logam berbenturan saling bersautan. Banyak yang terluka, banyak yang pingsan, tapi untungnya gak ada yang meninggal dunia.

Gue melihat ivan tak berdaya saat di seret oleh dua anak dari mareka, gue lempari mereka dengan batu dan gue teriak ke dana "DAN IVAN DAN!! " dana mencari ivan kemudian mengejarnya, dana maju sendirian demi menyelamatkan ivan, gue coba melempari mereka yang menyerang dana. Akhirnya dana berhasil mendapatkan ivan, dia menyeret ivan yang sedang pingsan. Gue ambil clurit yang tergeletak di deket gue, kemudian gue lindungi dana dan ivan. Sampai di motor gue, gue boncengin ivan yang gak sadarkan diri.
Baru juga gue naikin ivan, tiba-tiba suara sirine mobil polisi terdengar, kemudian warga berdatangan mencoba melerai kami.
Gue pacu motor gue agak cepet dan dana di samping gue mencoba menjaga ivan agar tidak jatuh, gue pegang kedua tangan ivan dengan tangan kiri gue agar dia tidak jatuh juga. Beberapa kali kami berhenti untuk membenarkan posisi ivan. Dan gue putuskan untuk membawa ivan ke bascamp kami yang lain.
Sesampainya di sana, gue dan dana membawa ivan masuk ke dalam rumah kosong. Gue turun kan ivan di atas tikar yang lumayan lebar, dan dana menyalakan lilin karena di sana gak ada listrik.
Gue ijin ke nyokap dengan alasan nginep di rumah temen(maafin jack mah, jack terpaksa bohongemoticon-Frown). Kemudian ada telfon dari riska, gue keluar dan mengangkat telfon nya.

emoticon-phone Gue emoticon-Belo : "hallo, ris…" belum selesai gue ngomong riska langsung marah-marah.
emoticon-phone riska emoticon-Mad : "KAMU IKUT TAWURAN YA? "

"Kok dia bisa tau? " bicara dalam hati.

emoticon-phone riska emoticon-Mad : "JAWAB!! " gue tarik nafas dan kemudian ngomong.
emoticon-phone gue emoticon-Nohope : "mereka yang nantang duluan "
emoticon-phone riska emoticon-Mad : "ALASAN!!, Sekarang kamu dimana? " dia sedikit menurunkan nada bicaranya.
emoticon-phone gue emoticon-Nohope : "di basecamp deket taman, lagi jagain ivan"
emoticon-phone riska emoticon-Kagets : "dia kenapa? "
emoticon-phone gue emoticon-Nohope : "pingsan, abis di keroyok "
emoticon-phone riska emoticon-Mad : "TUH KAN AKU BILANG JUGA APA, SEKARANG JEMPUT AKU, AKU MAU KESANA "
emoticon-phone gue emoticon-Kagets : "mending jangan deh pasti masih banyak polisi emoticon-Nohope"
emoticon-phone riska emoticon-Mad : "GAK MAU TAU, POKOKNYA KAMU HARUS JEMPUT AKU DI WARKOP"
emoticon-phone gue emoticon-Kagets : "tapikan ini udah mal…"
emoticon-phone riska emoticon-Mad : "TITIK!!! " kemudian dia nutup telfon.

Gak lama gue lihat beberapa temen gue datang dengan tubuh penuh luka. Gue bantu mereka yang udah terlihat lemas, beberapa yang masih sanggup mencoba membantu mengobati yang terluka.
Gue ijin ke dana untuk menjemput riska dan berniat membelikan perban dan makanan.
Setelah itu gue cabut ke tempat yang riska maksut.
Diubah oleh kurniawanjack

Eps 6 Dia Khawatir

Malam itu gue buru-buru ke tempatnya riska. Gue mengendarai motor dengan tubuh terluka, dan lengan baju gue sobek. Gue gak tau kalau akan seperti ini akhirnya, berniat mencari kesenangan tapi malah berakhir kesengsaraan.

Gue pun sampai di tempat yang riska maksut. Dan bintang gue berdiri memakai jaket pemberian gue, rambut tergerai dengan bebas dan sedikit warna merah di ujungnya.
Gue turun dari motor dan riska mendekati gue.

Gue emoticon-Big Grin : "maaf lama, tadi abis beli perban"

"PLAAK!!" riska nampar pipi gue,dan seketika gue diam memegang pipi gue sambil memandangi riska cukup lama. Raut wajahnya berubah, dan air mata mengalir perlahan di pipinya.

Riska emoticon-Mad : "KAMU KENAPA IKUT-IKUTAN!!, MAU JADI JAGOAN?, APA BIAR KELIATAN KEREN? " tangisannya pecah, kemudian gue peluk dia.
Gue emoticon-Nohope: "ma'af, tapi aku cuman mau nolong temen"

Riska menangis di pelukan gue, dan gue bersalah membuat dia menangis.

Riska emoticon-Frown: "aku khawatir sama kamu, aku gak mau kamu kenapa-napa, aku gak mau kamu pergi emoticon-Frown" tangisannya semakin menjadi-jadi.

Gue peluk dia semakin erat.
Quote:


Gue masih nemeluk riska, kemudian gue pegang bahunya dan gue lihat wajahnya. Gue pandangi matanya dan gue usap air mata nya.

Gue emoticon-Smilie : "maafin aku, aku gak tau kalo kamu sebegitunya khawatir sama aku"
Riska emoticon-Frown : "siapa yang gak khawatir kalo orang yang di sayangnya hampir…" dia diam dan gak melanjutkan kata-katanya.
Gue emoticon-Smilie: "iya, maaf karena aku membuat kamu khawatir "
Kemudian dia mengusap airmatanya dan memandangi gue.

Riska emoticon-Roll Eyes (Sarcastic) : "janji gak akan buat aku khawatir lagi? " mangacungkan jari kelingkingnya.
Gue emoticon-Smilie : "iya janji" gue trima acungan itu.

Kami berpelukan cukup lama dan riska kembali menangis di pelukan gue.

Gue emoticon-Smilie : "udah jangan nangis, kan tadi aku udah janji sama kamu"
Riska emoticon-Mad : "dasar cowok bandel, nyebelin, sok jagoan" riska mukul-mukul lengan gue.

Kemudian kami menuju ke tempat anak-anak, tapi sebelumnya gue sempetin ke apotek beli perban lagi dan juga obat merah. Gak jauh dari apotek itu gue liat ada Ind*mart, kemudian kita berdua pergi ke sana sekedar membelikan minum dan cemilan. Kami lanjutkan perjalanan ke basecamp.
Sesampainya disana, gue liat gue sama riska langsung masuk dan ngebagiin apa yang tadi gue beli. Kemudian riska ikut bantuin yang lain. Gue mendekati ivan dan dia masih tidak sadarkan diri. Tiba-tiba ada yang megang pundak gue.

Dana emoticon-Smilie : "habis nganter pacar lu, lu langsung pulang aja, ke sini nya besok pagi" kemudian dia duduk di sebelah gue.
Gue emoticon-Belo : "tapi kan gue mau nemenin mereka"
Dana emoticon-Smilie : "biar gue sama yang lain aja, mereka juga gak berani pulang sama kayak gue"
Gue emoticon-Belo : "tapi gue…"
Dana emoticon-Smilie : "tenang aja, toh lu juga udah banyak bantuin kita"

Gue senyum dan gue pegang pundaknya dana, kemudian dana melakukan hal yang sama.

Gue liat jam dan hampir menunjukkan pukul dua belas. Gue berdiri dan pamit sama anak-anak, lalu riska ngebersihin bajunya dan langsung menggandeng gue. Cabutlah gue dari tempat itu dan mengantarkan pacar gue pulang.
Di perjalanan kita riska diem aja, sepertinya dia udah mulai ngantuk. Kemudian gue sampai di rumahnya riska dan gue langsung pulang. Sampai di rumah, gue ketok pintu depan yang udah kekunci. Nyokap membukakan pintu dan langsung ngomel ke gue, bokap juga ngomelin gue dan hampir main tangan. Gue di hukum gak boleh main keluar seminggu kecuali waktu sekolah (kayak bocah yakemoticon-Big Grin).

Quote:


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di