alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Impor Bahan Baku Tersendat Indikasi Manufaktur Melambat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8cae01facb956b1022d371/impor-bahan-baku-tersendat-indikasi-manufaktur-melambat

Impor Bahan Baku Tersendat Indikasi Manufaktur Melambat

Dampak dari penurunan impor yang tajam ini baru bisa dirasakan 1-2 tahun mendatang
16 Maret 2019 , 12:53

Buruh bekerja di sebuah pabrik tekstil Sritex, Sukoarjo, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

JAKARTA – Neraca perdagangan pada Februari sukses terselamatkan dari turunnya nilai impor hingga 18,61% pada bulan tersebut dibandingkan bulan sebelumnya. Impor bahan baku dan penolong menjadi kategori barang impor yang nilainya paling menyusut sebesar 21,11%. Penurunan impor bahan baku dan penolong yang demikian tajam disinyalir merupakan imbas dari kondisi pertumbuhan manufaktur yang melambat.

Meskipun mampu menyelamatkan neraca perdagangan menjadi surplus pada periode bulan lalu, turun drastisnya impor bahan baku penolong dinilai mesti diwaspadai. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menjelaskan, ada indikasi penurunan impor tersebut dipengaruhi kinerja manufaktur yang melambat.

“Salah satu kewaspadaan adalah terjadinya penurunan sektor industri manufaktur yang menahan pembelian,” ujarnya kepada Validnews di Jakarta, Sabtu (16/3).

Pelambatan tersebut tak ayal akan berimbas ke pertumbuhan ekonomi ke depannya. Ditambah lagi, pelamatan manufaktur diyakini Bhima akan membuat serapan tenaga kerja manufaktur pada tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun 2018.

Padahal, peran manufaktur ataupun industri pengolahan dalam menyerap tenaga kerja cukup besar. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 14,72% dari total penduduk bekerja di Indonesia pada Agustus 2018 bermatapencaharian di sektor manufaktur.

Pada periode yang sama, jumlah penduduk bekerja di Indonesia sendiri telah mencapai 124,01 juta orang. Artinya dari jumlah tersebut, sebanyak 18,25 juta jiwa bekerja di industri pengolahan.

Bhima menyarankan, pemerintah mesti tanggap menyadari indikasi ini dan mulai memberikan insentif bagi industri pengolahan yang tampak lesu karena perlambatan ekoomi.

“Diberikan insentif khusus berupa bonus tarif PPN misalnya, untuk bahan baku dan barang modal,” ujar peneliti ini.

Solusi lain yang ditawarkan adalah mendorong serapan permintaan domestik. Perlu pula memperkuat kerja sama antara pihak swasta dan pemerintah untuk menggarap proyek-proyek pemerintah agar kinerja dapat bertahan.

Sebagai informasi, nilai impor untuk bahan baku dan penolong pada Februari 2019 tercatat berada di angka US$9,01 miliar. Nilainya merosot tajam sedalam 21,11% dibandingkan bulan sebelumnya. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, juga terjadi penurunan sebesar 15,04%.

Penurunan ini diungkap menjadi salah satu penyebab merosot tajamnya nilai impor pada bulan lalu. InI mengingat porsi bahan baku dan penolong dalam impor nusantara mendominasi. Sumbangsihnya mencapai 73,81% dari total nilai impor.

Penurunan impor bahan baku penolong sejalan pula dengan merosotnya impor dari China. Di mana tercatat penurunan nilainya pada Februari mencapai US$1,07 miliar. Status penurunannya paling dalam dibandingkan negara-negara lain.

Tidak hanya Bhima, adanya kekhawatiran terkait penurunan impor yang tajam juga dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Di sisi lain, turunnya impor sukses menyelamatkan neraca perdagangan. Namun di sisi sebaliknya, kondisi ini diyakini bisa berpengaruh pada pertumbuhan.

Ia mengakui turunnya impor ini dapat mengganggu kinerja pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, sebagian besar impor adalah bahan baku dan bahan modal yang dibutuhkan untuk investasi.

Meski demikian, dampak dari turunnya impor menurutnya tidak akan langsung terlihat. Imbasnya jika tidak diantisipasi baru terlihat dalam satu atau dua tahun ke depan.

"Impor barang modal, mesin-mesin dan sebagainya itu dampaknya tidak tahun ini sehingga kita masih punya ruang untuk menjawab persoalan yang menyangkut pertumbuhan," ujarnya seperti dilansir Antara, Jumat (15/3). (Teodora Nirmala Fau)

bahaya banget kl ampe 2 periode emoticon-Takut (S)


https://www.validnews.id/Impor-Bahan...r-Melambat-bny


https://republika.co.id/berita/ekono...akan-meningkat
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Awal taun ya gini, ntar genjot lg sebelum puasa sama akhir taun
tentu saja melambat
daya beli masyarakat menurun
otomatis pengusaha nahan diri import bahan baku, ngerem lah minimal, meminimalkan kerugian dan stok numpuk
kalo dibiarkan begini terus, siap siap gelombang PHK merebak lagi
apalagi kalo mukidi menang 2 periode, lanjut lagi semua derita ini 5 tahun kedepan lagi
Kalau daya beli menurun, kenyataannya emang dagang sepi.

Bulan 4 pemilu
Bulan 5 puasa
Bulan 6 sekolah.

Sepinya dagang sudah disiapkan alasan sampe 3 bulan emoticon-Frown

Tapi klo impor bahan baku dari china turun di bln februari, masih harus dilihat lagi maret.

Februari di china kena imlek, pabrik tutup sebulan.
Diubah oleh MIXMAXMUX
sedih denger impor
Kok malah dukung impor ya pakai pengurangan pajak? Padahal Ini kesempatan industri2 substitusi impor untuk muncul
bkn import tersendat.... tapi dilarang/dipersulit masuknya brg import, mana bea cukai suaramu.....
Impor Bahan Baku Tersendat Indikasi Manufaktur Melambat

Bata dong


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di