alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8c9f3eb84088173d1ece4c/sosok-selingkuhanmu

SOSOK SELINGKUHANMU

SOSOK SELINGKUHANMU

"Bang, itu Asmirandah, selalu whatsapp Abang pake tanda-tanda love lho?" ketusku jengkel

"Owh, itu teman Abang Dek, nanti Abang bilangin jangan whatsapp Abang lagi dan Abang bilang Abang cuma sayang kamu." Bang Reino memelukku dari belakang

"Kalau gitu, Abang kasih dong aku kata sandi Android Abang." rayuku

"Anu ... sudah malam Dek. Waktunya kita tidur, besok Abang berikan kata sandinya ke kamu."

Jengkel memang suamiku sayang belakangan, banyak yang ceritakan kalau dia selingkuh dengan wanita seksi kulit putih, tinggi, hidung mancung dan punya lesung pipi, sangat berbalik arah denganku yang gembul, hitam juga pesek.

****

"Bu, ini berapa sekilo?" Aku menunjuk ayam potong untuk lauk siang ini

"Dua puluh satu ribu rupiah saja Buk Ranti."

"Wah mahal banget, lima belas ribu aku ambil." tawarku

"Ekh ... Ibu Ranti kenapa sih? Udah nggak dikasih pak Reino lagi ya uang dapur gara-gara dia selingkuh." ketus Jamilah tetangga usil satu itu memang biang gosip, apapun gosip terhangat dan terbaru tanyakan saja sama dia dari berita artis terkenal seperti pernikahan Syahrini dan Reino. Juga gosip dari kampung ke kampung.

"Itu hanya gosip murahan ya Buk, Bang Reino nggak seperti yang Ibuk gosipkan ya!"

"Ya elah, malah bela suami lagi, benarkan Ibuk-Ibuk kita sering lihat Pak Reino jalan bareng cewek seksi, tinggi, mancung dan putih, Buk Ranti mah bukan apa-apa." jawab Jamilah

Tiba-tiba Ibuk Jamal, Jumiati dan Sisi mengangguk, sungguh membuatku tersudut, kesal bukan main ingin rasanya aku remas wajah sok cantik Ibuk Jamilah si biang gosip itu.

"Ya udah ini Buk, saya sudah siap belanjanya." Ku taruh uang seratus ribu diatas gerobak sayur itu, kemudian pergi tertunduk malu, geram kesal dan ingin rasanya aku melabrak Bang Reino bertanya tentang kebenaran gosip kampungan ini, untung saja dia sedang bekerja. Ku panggil Tuti anak semata wayangku untuk membawa kalkulator.

"Dek, ambilkan Ibu kalkulator dong."

"Iya Bu." Gadis kecilku berlari menghampiriku

"Ini ... Kalkulator dek bukan kolor!" Sial benar aku hari ini.

"Ini Bu." si kecil ngambek, setelah aku bentak karena salah memberikan apa yang aku butuh.

"Terimakasih cantik, hmhm anak sayang Ibu." Aku mengecup pipinya yang memerah bata sehabis aku bentak, lalu dia berlalu meninggalkan aku kembali ke televisi-nya dan melanjutkan nonton Ipin Upin totonan favoritnya.

Ku totalkan seluruh belanjaan ditukang sayur tadi.
"Ya ampun cuma empat puluh lima ribu lima ratus rupiah. rugi, rugi aku lima puluh empat ribu lima ratus rupiah lagi, gara-gara Jamilah."

Tak lama handphoneku berbunyi, ternyata situkang sayur yang menelfon.
"Buk Ranti, uang kembaliannya besok ya, saya tau Ibuk kesal gara-gara mulut Ibuk Jamilah "

"Hehehe ya buk makasih sebelumya." jawabku

Telfon langsung saja dimatikan, kesal dengan Jamila berkepanjangan ingin aku memutilasi dia dan menjadikan bagian dagingnya dendeng basah dicampur Pete.

Bersambung
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di