alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Sang Mantan : Antara Benci, Rindu, Profesional dan Harga Diri #Cerpenmantan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8c908165b24d15ca490b50/sang-mantan--antara-benci-rindu-profesional-dan-harga-diri--cerpenmantan

Sang Mantan : Antara Benci, Rindu, Profesional dan Harga Diri #Cerpenmantan


Hari itu, hari yang tidak pernah aku lupakan seumur hidup dimana tanggal 15 februari 2010 mantanku meminta untuk putus denganku hanya menggunakan sms. Alasan putus dikarenakan aku terlalu mengekang hidupnya , agresif dan alasan putus klasik lainnya. Aku sebagai seorang laki – laki tidak menerima begitu saja dan masih terus meminta untuk balikkan karena aku yakin bahwa tidak ada alasan yang jelas terkait keputusan sepihak dari mantanku. Beberapa bulan setelah kami putus, mantanku jadian dengan adik kelasnya yang hanya beda 1 tahun dan ternyata aku mengenal pacar barunya tersebut. Dia adalah junior ku di sebuah lembaga mahasiswa. Ternyata aku menyadari bahwa mantanku putus bukan karena sifatku yang mengekang karena ada orang lain di antara hubungan kita.

 Sang Mantan : Antara Benci, Rindu, Profesional dan Harga Diri #Cerpenmantan




Rasa sakit hati menjalar di pikiranku sehingga aku yang semula merupakan anak baik , soleh dan agamais  menjadi anak buruk. Sejak putus, aku berani pergi ke tempat – tempat pijat ataupun tempat dugem yang ada di jakarta. Aku sudah tidak peduli dengan nilai kuliahku ataupun dengan skripsiku yang sebenarnya harus kuselesaikan semester ini. Aku juga tidak peduli apabila dosa menyertai kegiatanku ini karena aku sudah kehilangan kontrol diri.  Aku mencari pelampiasan kesedihan dengan menghamburkan uang yang begitu banyak  di tempat – tempat tersebut. Aku rela memberikan uang kepada wanita penghibur hanya untuk sekedar menemaniku minum, makan atau karaoeke. Saat itu, rasa kesedihanku bercampur dengan rasa benci dan rindu akan kasih sayang mantanku. Satu, dua bulan duit simpananku habis untuk mengobati kehilangan itu. Aku sudah tidak sanggup berfoya – foya untuk pergi ke tempat hiburan dan mungkin ini cara Tuhan untuk menyadarkanku.

Masa – masa itu adalah masa aku kehilangan jati diri dan masa dimana aku begitu sedih atas kehilangan tersebut. Ketiadaan uang untuk berfoya – foya membuatku tersadar bahwa mantanku tidak peduli dengan apapun keadaanku. Aku pun mendapat nasehat dari para wanita penghibur yang mengatakan bahwa aku sakit ataupun mati, mantanku tidak akan pernah peduli akan hal itu. Menurut mereka, dia sudah asik dengan pacar barunya. Akhirnya aku sadar bahwa kesedihanku ini hanya melukai diriku dan keluargaku. Ayah , Ibu dan saudara – saudaraku masih mengharapkan diriku untuk lulus kuliah dan bertanggung jawab atas keluarga ini. Aku kehilangan mantanku saat itu namun aku juga tidak ingin kehilangan lainnya yang aku cintai seperti keluargaku.

Pada awal bulan april 2010, aku mulai membangun diriku kembali. Aku kembali fitness di kawasan sekitar kampus dan mulai menjual barang kecil – kecilan dengan menitipkan ke warung dan koperasi kampus. Hasil yang didapatkan memang sangat kecil dan kadangkala rugi tapi setidaknya itu mengobati kehilanganku terhadap sang mantan. Aku tidak mendapatkan keuntungan besar namun aku memiliki banyak orang untuk diajak berbicara. Aku bisa berbicara dengan para pedagang, satpam kampus ataupun junior – juniorku. Fokus diriku adalah untuk menghilangkan rasa sedih , benci maupun rindu akan mantanku. Sedikit demi sedikit, luka hatiku mulai terobati oleh gurauan, perbincangan antara aku dengan pedagang. Bahkan, aku sempat jatuh cinta dengan seorang mahasiswi cantik dari jurusan lain yang sedang menunggu ojek di depan kampus. Aku terkagum akan senyumannya dan kebaikan wanita tersebut terhadap anak kecil.  Aku jatuh cinta tapi tidak sempat berkenalan dengan mahasiswi itu karena ketakutan, rasa luka dan rasa kurang percaya diri yang merasuki diriku. Akhirnya aku hanya sebagai pengagum saja atas dirinya,  yang ternyata aku mempunyai kabar  wanita tersebut mempunyai masalah hidup juga.

Setelah sibuk dengan aktivitas skripsi dan jualan produk di kampus, aku bertemu kembali mantanku dan pacar barunya di tempat penjualan soto di samping kampusku. Saat itu aku sedang istirahat fitness dan dengan penampilan yang cukup keren, aku lihat mantanku dan pacarnya masuk warung serta duduk dekat dengan mejaku. Warung soto ini adalah tempat pertamaku berkenalan dengan dirinya dan tempat dia menyuapiku.  Tempat kami memadu kasih dan bercanda tawa. Warung kecil ini menjadi saksi bisu hubungan kami yang sempat dimabuk asmara. Situasi saat itu menjadi canggung bagi dia, hal itu terlihat dari wajahnya yang selalu menunduk dan fokus pada pacar barunya tersebut.  Juniorku yang merupakan pacar barunya menyapaku dan menawarkan makanan karena aku seniornya di lembaga kemahasiswaan. Mantanku rupanya  tidak memberitahu dia rupanya bahwa kami pernah jadian dan mungkin aku hanya dianggap debu . Atas perilaku hormatnya tersebut, aku tersenyum ke juniorku sambil berterima kasih. Saat itu, rasa sakit hatiku sudah berkurang dan aku sendiri tidak tahu apa yang kurasakan.

Setelah lulus dari sarjana dengan hanya terlambat 2 semester, aku ingin melanjutkan s2  kembali  sesuai dengan jurusanku.  Aku ingin menebus dosa – dosaku saat sarjana. Saat pendaftaran s2 , Aku kembali bertemu kembali dengan mantanku ini dimana aku mendaftar jurusan yang berbeda dengan dia namun masih satu rumpun ilmu. Pertemuan ini sangat canggung karena mereka berdua ternyata mendaftar s2 berbarengan.  Rasa luka dan sakit hati akibat diputusin sempat terlintas di pikiranku, namun aku ingin menunjukkan bahwa keputusan mantanku itu salah.  Meskipun begitu, aku fokus di pendaftaran jurusanku karena tujuanku kuliah bukanlah untuk memanasi mantanku.

Saat ini, aku tidak tahu apa yang kurasakan terhadapnya. Kadangkala aku sangat rindu dengan mantanku dan ingin kembali menjalin hubungan. Di sisi lain, aku merasa benci dan tidak terima dengan perlakuannya yang memutuskan diriku dan menjalin hubungan dengan juniorku dalam waktu yang singkat. Aku juga masih mencintainya tapi aku juga harus menjaga harga diri karena ibarat benda yang sudah pecah maka tidak akan kembali ke bentuk semula. Pergulatan pikiran, hati yang tanpa keputusan  selalu terjadi hingga pertemuan ketigaku dengan mantan.

Pertemuan kali ini sungguh berbeda, aku bertemu mantanku saat penerimaaan pegawai di kantor cabang perusahaan tempatku bekerja. Aku sebagai HRD dari pusat bersama HRD cabang melakukan interview terhadap calon pelamar di perusahaan. Berkas profil pelamar selama ini diproses oleh HRD cabang dan baru hari itu diserahkan ke saya sebagai HRD pusat untuk dipelajari sebelum interview. Aku melihat nama mantanku kembali di berkas pelamar tersebut dan jadwal interview pukul jam 1:30 siang.  Tepat waktu jam interview, mantanku mengetuk pintu dan masuk menghadap 3 orang yang sudah ada di depan meja ruangan. Saya sebagai hrd pusat, satu orang hrd cabang dan satu orang kepala cabang yang akan menginterview mantanku yang hendak melamar itu. Saat itu, sepertinya dia sangat terkejut melihatku ada di antara mereka.  Aku bersikap profesional karena rasa lukaku juga sudah berkurang meskipun belum sembuh namun sepertinya mantanku seperti orang gagu dan tidak pernah mau menatapku selama interview. Sepertinya dia juga masih benci, rindu atau sudah malas melihat mukaku.

Hasil interview adalah bahwa mantanku ditolak bekerja di perusahaan tersebut dan uniknya adalah keputusan 3 orang tersebut adalah 2 orang menolak dan 1 orang menerima. Mungkin , dia sampai sekarang merasa bahwa aku yang menjegal dia di perusahaan tersebut tapi sebenarnya satu orang yang menerima itu adalah aku . Dua orang lain menolak karena dia terlihat gugup dan tidak percaya diri saat interview.  Padahal, aku tahu apa yang membuat mantanku gugup dan semoga aku bisa bertemunya lagi di lain kesempatan. End.
 
*Cerpen ini dibuat diinspirasi kisah nyata dan ditulis menggunakan sudut pandang pelaku kejadian.

Sumber Cerita pendek : Pribadi


Sumber Gambar : https://images.theconversation.com/f...w=926&fit=clip (google images)
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di