alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Secangkir Kopi Hitam dan Pemiliknya
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8c791c4601cf4056252a5e/secangkir-kopi-hitam-dan-pemiliknya

Secangkir Kopi Hitam dan Pemiliknya

Secangkir Kopi Hitam dan Pemiliknya

Gambar : Pixabay.com

Hai, hallo agan dan sistaku tercinta. Kenalin, aku Brina, pengguna baru banget loh di sini. Ini tulisan pertama Brina saat Brina resmi menjadi Kaskus Kreator (cieeee,, cieeeeee) alah lebay banget sih gue. 

Sebenarya Brina ini bingung mau nulis apa, di kepalaku banyak sekali ide, tapi aku kesulitan menuangkannya. Siapa tahu teman-teman bisa membantu. Aku sangat senang. Aku mulai senang menulis sejak SD, aku suka curhat di diari. Mungkin tulisanku ini juga termasuk diari, entahlah.

Buat agan dan sista yang sudah mampir di tulisanku, terima kasih. Tanpa kalian, aku bukan siapa-siapa.

Oh, iya. Bagaimana dengan tulisan kali ini?
Tulisan ini kisah nyata, tapi aku tidak menyertakan gambarnya ya, hanya ilustrasi semata.

Oke teman-teman. Selamat membaca.

KETEMU BUDE SAL

Jumat ini, di sekolah tidak ada kegiatan tambahan. Aku segera berhambur meninggalkan kelas. Tidak peduli apa yang akan dikatakan orang-orang sekitar. Aku sangat senang, sebab aku bisa pergi ke kedai es krim atau nongkrong di mall sambil mencari inspirasi. Gayanya bawa laptop, duduk di Kfc, padahal aku sedang numpang Wifian, haha. Begitulah aku jika sedang gabut.

Jarak dari sekolah ke mall lumayan jauh. Aku mengendarai motor tanpa SIM. Kamu pasti tahu kalau aku pernah kena prit polisi saat bawa motor di tengah kota. Ya, nakal juga sih. Tapi aku senang dengan diriku yang apa adanya. Namanya sudah terbiasa seperti itu, jadi walaupun ada polisi, aku tetap memasang wajah tenang. Aslinya sih takut juga, takut dimarahi ayah.

Ya, apa yang aku takutkan pun terjadi.

“Priiiiiiiiiiiittttt….‼” peluit pak polisi membuyarkan lamunanku. Aku memang sedikit melamunkan si Doi yang lagi galau mikirin tugasnya.

Aku langsung terkejut dibuatnya. Bagaimana aku yang sudah berusaha semaksimal mungkin memasang wajah cantik bisa kena tegur? Menyebalkan memang!

Aku segera berhenti, membawa motor ke pinggir jalan. Dengan perhatiannya, pak polisi menuntun motorku.

“Boleh saya lihat STNK-nya?” ia bertanya padaku dengan wajah yang sedikit mencurigakan (curiga naksir aku, gitu loh).

“Ini, Pak,” kataku sambil memberikan STNK dari dompet kecilku.

“Kenapa jam segini keluyuran?,” tanya pak polisi lagi.

“Gak kenapa-kenapa, Pak” dalam hatiku terus berdoa jangan sampai pak polisi menanyakan SIM atau KTP. Jika itu terjadi, untuk yang ke sekian kalinya aku kena tilang.

Butuh keterampilan khusus untuk bisa menghadapi anak macam aku. Aku terlalu banyak akal untuk mengelabui orang. Tapi, itu semua hanya untuk membela diri, tidak lebih dari itu.

Karena takut kena tilang, akhirnya aku memutuskan untuk putar balik, destinasi cadanganku, kedai es krim. Aku bisa memakan dua gelas bahkan sampai tiga gelas es krim sekali datang ke sana. Es krimnya enak sekali, aku sangat suka.

Hari Jum’at tidak terlalu ramai, biasanya ramai di hari Sabtu, banyak yang berpasangan datang ke tempat ini. Mungkin kebetulan sedang sibuk dengan pekerjaannya masinng-masing. Jadi aku harus menikmatinya walau sendirian.

Hari mulai tidak bersahabat, aku tidak lagi berpikir panjang untuk pulang, sebab di kedai es krim ini Wifinya lagi mati. Tidak seru kalau nulis tidak ada gratisan Wifi, haha. Biasa kalau anak-anak macam aku inginnya yang gratisan saja. Kamu juga, kan? Ngaku aja, sih! Tidak usah pura-pura.

Setelah membayar segelas es krim dengan harga yang murah, aku segera pergi ke parkiran, menghidupkan motor, lalu pergi. Terbiasa sendirian dalam melakukan segala hal, apa pun yang dilakukan terserah aku. Yang penting isi dompetnya tebal dan saldo ATM banyak. Keseringan minta jajan sama abang, sih. Terkadang merasa bangga, padahal itu uangnya dari ayah.

Aku type anak yang tidak begitu betah di rumah, jika sekolah pulang cepat, inginnya ke mana dulu. Selalu ada tempat yang ingin aku kunjungi. Saat menjelang magrib, aku baru bergegas pulang. Takut kena marah, haha.

Di perjalanan beberapa meter dari kedai es krim, aku melihat ada banyak ibu-ibu keluar dari sebuah masjid. Sepertinya di sana selesai acara kajian islam dari salah satu Ustadz terkenal.

“Hai, Brina!.” Seorang ibu dengan logat jawanya, memanggilku sambil melambaikan tangannya. Sedangkan aku mengeryitkan kening, aku tidak mengenali ibu itu.

Merasa tidak enak, sebagai anak sudah sepatutnya memenuhi panggilan orang yang lebih tua. Aku menghampiri ibu itu.

"Eh, Bude. Bude sama siapa di sini?.” Tanyaku pada ibu, aku turun dari motor dan menyalami punggung tangannya. Ternyata itu Bude Salbiyah, teman ibuku.

“Tadi Bude sama Pakde di sini, tapi Bude malah ditinggal, mau nelpon Pakde, eeeh HP Pakdenya kan dibawa sama Bude, di rumah tidak ada siapa-siapa.”

“Oh, kalo gitu sama Brina aja, Bude. Kebetulan Brina sendirian kok” aku menawari Bude Sal untuk kuantarkan pulang. Kebetulan sudah lama tidak main ke rumah Bude Sal.

“Benaran gak papa kalo nganterin Bude?” Tanya Bude memastikan.

“Iya, Brina serius, Bude” anggukanku meyakinkan bude.

“Oke, siaaaap!”

Membawa orang tua yang serba kaku, aku harus ekstra hati-hati, sebab aku bisa membuat jantungnya deg-degan lebih dari biasanya. Kebiasaanku menjalankan motor dengan kecepatan di atas 60, kadang tidak terasa juga saat membonceng orang tua. Tapi kali ini kuingat-ingat dengan sungguh. Agar beliau tidak kapok dibonceng.

Oke, segitu dulu ya gan. Nanti dilanjut lagi, aku harus mengerjakan tugas sekolah dulu. Jangan lupa ikuti yang ekstream setelah aku sampai di rumah Bude Sal, pasalnya, Bude Sal punya 3 anak laki-laki semua. Waaaaah, harus pasang muka baik-baik nih aku. HAHAHA!
 
Diubah oleh brina313
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
aduuh sp.kaget ada yg priiiiittttt 😂😂😂
yang pritnya ganteng loh Umi wkwkw
udah tak cendolin ya
terima kasih cendolnya 😂😁
Nggak kurang cepet itu 60km/jam🤣
SFTH blok sebelah sis
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di