alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
KemenristekDiktiArahkan Kampus Sesuai Kebutuhan Industri,Bukan Humaniora dan Sosial
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8c730df4ae2f7e6c759b92/kemenristekdiktiarahkan-kampus-sesuai-kebutuhan-industribukan-humaniora-dan-sosial

KemenristekDiktiArahkan Kampus Sesuai Kebutuhan Industri,Bukan Humaniora dan Sosial

TRIBUNKAKARTA.COM, PAGEDANGAN - Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Kemenristek Dikti, Totok Prasetyo, mengatakan, perguruan tinggi atau kampus diarahkan untuk membentuk sarjana yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Totok mengatakan, perguruan tinggi jangan sampai mencetak sarjana Humaniora dan Sosial yang terlalu banyak. Bahkan Totok mengatakan, saat ini pihaknya menahan pembukaan program studi (prodi) dua cabang ilmu tersebut.

Program studi terkait science, technology, engineering, arts and mathematics (STEAM) dan vokasi yang sedang digalakkan.

Kita masih menutup pendirian prodi selain STEAM dan vokasi, karena kaya gitu. Jangan sampai perguruan tinggi kita terlalu banyak yang humaniora dan sosial saja, tetapi kebutuhan industri sebetulnya bukan di situ," ujar Totok setelah menghadiri acara peresmian laboratorium Co-Op di kampus Universitas Prasetiya Mulya, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/3/2019).

Totok mengatakan, kampus harus menyiapkan mahasiswanya untuk siap bersaing di industri, dalam proses pengajarannya.

"Jadi perguruan tinggi itu mestinya menyiapkan betul-betul mereka untuk siap bekerja," jelasnya.

Bagi Totok, sarjana yang menganggur masih menjadi momok saat ini, dan hal itu perlu diantisipasi dari perguruan tinggi.

"Jadi perguruan tinggi itu mestinya menyiapkan betul-betul mereka untuk siap bekerja."

"Jadi tidak mencetak pengangguran inyelektual, tidak cuma cetak ijazah yang bodong-bodong gitu," paparnya.

Kemenristek Dikti tengah mematangkan program Co-Op yang membuat mahasiswa bekerja di masa kuliah, demi mendapatkan pengalaman bekerja sebagai portofolio setelah lulus.

"Ini sangat luar biasa bagusnya, kita sangat mendukung saat ini kita sudah menugaskan sembilan perguruan tinggi untuk melaksanakan program ini," jelasnya.

http://jakarta.tribunnews.com/amp/20...ora-dan-sosial

Waduh, susah juga , soalnya di fakultas ilmu pasti pun lebih sibuk ngongoming khilafah, daulah islamiah, MLM, totalitas perjuangan, agent of change, idealisme mahasiswa
Malahan anak teknik ato mipa kalo ngomongin politik ngalahin anak2 fakultas humaniora emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh chemical.sapto
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
kalau yg di omongin idialisme sih gpp kali gan

mlm belajar jualan belajar komunikasi

nahh kalau khalifahhh sih harus d awasin
harus nya mulai dari smp sma mulai diarahin ke minat pelajar pak, study ke jepang noh buat sistem pendidikan
jadi lulus dari sma udah punya gambaran mau kemana
lha wong sekarang orang mayoritas mikir yang penting kuliah, asal masuk kampus kebanyakan gak peduli mau fakultas apa entah sesuai atau enggak

bikin anti mafia skripsi juga, kebanyakan pada gak guna sarjana sekarang, modal datang ke kampus, pas skripsi beli jasa

pas udah sarjana masuk kerja, burem
ane pernah interview sarjana , 2 gelar sarjana malah , salah satu gelarnya dari kampus ternama di jogja

eh surat lamarannya, yang didepan ke perusahaan, yang dibelakang minta diangkat jadi pegawai dinas kabupaten bla bla bla emoticon-Big Grin

modal copas tok, gak masooooooooooookkk ...
bahahahhahaha

anak magang dari smk kebanyakan lebih berguna dari fresh graduate sarjana
Diubah oleh 3459423
Quote:


Yang penting sarjono
Jurusan STEAM????? Emangnya otak Indo nyampe apa????????? Humaniora ngak perlu ngitung sinus, kosinus dengan tangen...........
Balasan post franz.liszt
otak gw malah ga nyampe kalo belajar soshum..emoticon-Stick Out Tongue
sosiologi, bahasa..semua ancur
padahal minat mengarah ke jurusan sastra, tapi karena ga bakat ya ga jadi.
Diubah oleh pesekcuy
Kalo emak gua, bilangnya 'terserah lu mau ambil jurusan apa, yang penting ntar abis lulus bisa langsung kerja / usaha, terus bisa Cepet Balik Modal Uang Kuliah"

Kalo lu ambil jurusan yang gak jelas lapangan kerjanya.. ntar kapan bisa cepet balik modal?

Mungkin itu kali ya yang dimaksud dengan terserap ke industri..

Kalo ambil studi Sejarah, Sosiologi, Budaya.. mungkin ada lapangan pekerjaan misalnya sebagai pengajar tapi sedikit lingkupnya... jadi bagaimana bisa CEPAT BALIK MODAL UANG KULIAH
Diubah oleh balado.jengkol
DIKTI dongok....ngapain loe ngatur jurusan ini itu doongok..
Orang sekarang tereak tereak di Monas sehari aja bobok di Istiqlal dah dapat gelar Alumni....

ngapain ngatur ngatur jurusan humaniora, industri kalo akhirnya masuk neraka kecuali alumni monaslimin
Dongok lu dikti magabut emoticon-fuck3

ngomong aja lu pak. lamar kemana2 ngeliat tulisan MIN PENGALAMAN "X" TAHUN. Yg fresh graduate garuk2 pantad.
Harusnya keluarin peraturan setiap dunia industri wajib mengalokasikan sekian % lowongan pekerjaan bagi fresh graduate.
Diubah oleh samudra6969


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di