alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengeluh Kerjaan, Cikal Bakal dari Korupsi dan Solusinya #gerakanantikorupsi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8b9825facb9512526e5d0e/mengeluh-kerjaan-cikal-bakal-dari-korupsi-dan-solusinya-gerakanantikorupsi

Mengeluh Kerjaan, Cikal Bakal dari Korupsi dan Solusinya #gerakanantikorupsi

 Mengeluh Kerjaan, Cikal Bakal dari Korupsi dan Solusinya #gerakanantikorupsi

Kaskuser pasti sering atau minimal pernah mendengar keluhan dari teman kerjanya, dari pacarnya ataupun dari teman ngopinya.  Keluhan bermacam – macam , namun salah satu hal yang paling sering dikeluhkan adalah mengenai kerjaan atau perusahaan tempat bekerja.

Ada yang mengeluh bahwa bosnya galak, kerja lembur bagai kuda, penghasilan yang tidak layak dibandingkan pekerjaan, jabatan yang tidak naik – naik, kenaikan gaji yang tidak sebrapa, junior yang melangkahi jabatan, direktur yang kata – katanya tidak dipegang. Keluhan yang dilontarkan itu bermacam – macam dan saya sendiri mengakui pernah mengeluh mengenai kerjaan tapi tidak sampai melakukan korupsi. Menurut saya, keluhan – keluhan ini merupakan salah satu awal atau cikal bakal korupsi lowh. Ciri - ciri orang yang akan atau berpotensi melakukan korupsi adalah orang - orang yang suka mengeluh ini.

Kasus korupsi yang pernah saya temui antara lain yaitu korupsi  yang dilakukan salah seorang teman saya sebut saja pegawai X yang bekerja di perusahaan A. Pegawai X ini telah bekerja dan mengabdi di perusahaan A sejak awal berdiri hingga sekarang perusahaan A mempunyai 1 Gudang di Tangerang dan kantor pusat di jakarta barat.

Pegawai X  merasa berjasa dalam membantu pemilik perusahaan A mengembangkan usahanya. Dia rela mengorbankan waktu tanpa dibayar sejak awal berdirinya perusahaan dan rangkap kerjaan (biasanya perusahaan baru begini). Hal itu dia lakukan dengan harapan bahwa pemilik perusahaan akan mengangkat dia menjadi manajer atau kepala ketika usahanya maju. Setelah 3 tahun bekerja, perusahaan A mengalami kemajuan pesat dan mampu membeli gudang di Tangerang dan kantor di jakarta barat (beli lowh bukan sewa). Namun pemilik perusahaan seperti melupakan jasa – jasa pegawai X . Pegawai X tidak diangkat posisinya maupun ditambahkan gajinya sedangkan perusahaan lebih memilih mencari karyawan baru untuk posisi manajer atau kepala. Pegawai X tetap ditugaskan menjadi staff pembelian bahkan harus mengikuti perintah dan tugas  dari karyawan baru yang menjadi manajernya

Dikarenakan kekesalannya terhadap perusahaan A, pegawai x  melakukan korupsi dengan selalu mengambil bagian dari harga pembelian bahan baku. Pegawai X selalu melakukan mark-up harga ataupun meminta uang pelicin ke vendor yang hendak menyuplai barang ke perusahaan A.  Bila tidak diberikan, maka barang akan ditolak dengan berbagai alasan. Hal ini tentu menyebabkan perusahaan akan membeli barang dengan harga yang mahal. Kenapa? karena vendor pasti melakukan mark up harga untuk membayar uang pelicin ke temen saya pegawai x ini. Pegawai X yang telah paham seluk beluk kerjaan dan perusahaan mampu membuat korupsi ini tidak terdeteksi oleh manajer baru (yang menurut teman saya culun dan tidak sepandai dirinya)

Pegawai X yang merupakan teman saya ini dengan bangga menceritakan kronologi korupsinya ke saya saat kami minum kopi dan makan roti bakar di suatu sudut kompleks. Bukan pertama kalinya teman saya ini bercerita kepada saya tentang perusahaan tersebut  melainkan sudah puluhan kali bercerita dan mengeluh terkait perlakuan perusahaan. Saya sering menasehatinya namun sepertinya kebencian dan setan sudah merasuk ke teman saya ini

Dari kasus tersebut, kita dapat tahu bahwa pegawai X ini sebenarnya kecewa dengan perlakuan perusahaan sehingga dia melakukan korupsi seperti itu. Seringkali kasus korupsi memang berasal dari keluhan dan kekecewaan pelakunya. Mereka merasa tidak sepadan antara penghasilan bulanan mereka dengan kerjaan atau tugas dari perusahaan. Keluhan yang berlarut – larut berubah menjadi tindakan yang melanggar hukum .

 Mengeluh Kerjaan, Cikal Bakal dari Korupsi dan Solusinya #gerakanantikorupsi

Sumber : (Google Images)


Solusinya bagaimana ?

1. Ingatkan kepada teman kita yang mengeluh untuk bersyukur

Solusi ini bisa dijalankan apabila teman kita ini mempunyai keimanan yang baik karena saya sudah mencoba untuk mengingatkan teman saya untuk bersyukur, namun tetap saja melakukan korupsi. 

2. Menyarankan agar pindah kerjaan atau membuka usaha kecil – kecilan.

Saran ini belum saya terapkan ke teman saya tapi saya pribadi merasa bahwa solusi ini terbilang cukup bagus. Kita menyarankan teman kita yang mengeluh untuk memulai usaha baru atau pekerjaan baru saja dan tidak terus bekerja di perusahaan itu.

3. Menghibur dia dan mengalihkan dia dari keluhan – keluhan dia

Kadangkala apabila terus memikirkan masalah dan setan lagi lewat, maka akan terlintas pikiran untuk melakukan kejahatan salah satunya korupsi. Nah ketika kita harus menjauhkan pikiran teman kita dari masalah dan mencoba untuk menghibur dia agar tidak terlintas di pikirannya untuk berbuat jahat.

Pada dasarnya, korupsi merupakan tindakan pelanggaran hukum dan bukan perbuatan yang terpuji. Korupsi tentu akan meningkatkan harga pokok penjualan dan berdampak banyak pihak. Di pihak perusahaan, mungkin akan menurunkan laba dan sebagainya namun di pihak konsumen atau masyarakat, korupsi dapat menyebabkan harga produk yang mahal. Hal ini sangat berbahaya apabila terjadi di bahan pokok kebutuhan hidup seperti beras, telur, cabe dan sebagainya. Jadi ketika kamu mengeluh dan ingin balas dendam ke perusahaan, kamu harus pikirkanlah dampak tidak langsung yang terjadi disebabkan korupsi yang kamu lakukan.

Saran saya adalah cobalah mencari kerjaan baru apabila tidak dihargai oleh perusahaan. Apabila sulit mencari kerja, maka bersabarlah . Tindakan korupsi tidak diajarkan di agama manapun dan katakan tidak untuk korupsi #gerakan anti korupsi

Pemilihan Calon presiden dan anggota legislatif

belajar dari kasus teman saya tersebut, maka pilihlan calon presiden maupun anggota legislatif yang tidak suka mengeluh tapi yang giat bekerja untuk bangsa dan negara ini. Calon yang suka mengeluh, membuat hoax dan selalu meminta bantuan rakyat adalah calon - calon yang berpotensi melakukan korupsi. Mereka tidak akan pernah bersyukur atas apa yang diterima. Kita ketahui bersama bahwa gaji pejabat tidak sebesar dengan modal yang mereka keluarkan untuk menduduki jabatan itu. Apabila mereka terpilih, calon ini akan mengeluh dan ujungnya adalah melakukan korupsi yang bertujuan untuk membalikkan modal kampanye mereka

Mau jadi apa negara ini kalau dipimpin orang yang suka mengeluh . Pilihlah calon yang optimis dan berpikiran positif serta jarang mengeluh atau curhat. Membangun bangsa ini butuh pengorbanan dan jangan pernah pilih calon yang mengeluh dan mengeluh

salam sehat dan pilihlah sesuai nurani kalian
 
Sumber : Pemikiran pribadi
Gambar :
Google Images (https://encrypted-tbn0.gstatic.com/i...HK39jZkmj7SHA)

Google Images
Diubah oleh Nauj
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Sayang nya nyang pada pake rompi orange tuh, pada tajir" gan, punya pesawat, owner perusahaan, boro" mo punya masalah keuangan, sebaliknya uang lah nyang minder ma mereka

btw soal capres nyang suka mengeluh ntu ane punya cocok logi ne

COCOKLOGI HURUF P DAN G

Kita kesampingkan sjafrudin prawiranegara (PDRI), Mr. Assaat (RIS), dan SBY ye

Soekarno :1945-1967, anggapla 2 periode, partainya P (PNI) = 2 P

Soeharto : 1967-1998, 6 kali, partai nya G (Golkar) = 6 G

Habibie, bentar doang, tetep di itung, partai sama ma harto = 1 G

Gus Dur, partai PKB = 1 P

Megawati, partai PDI = 1 P

SBY KAGA DI ITUNG, KARENA PARTAI DIE (demokrat) BUKAN BERAWAL HURUF P DAN G

Jokowi, partai sama ama megawati =1 P

Jumlah G = 7
Jumlah P = 5

So huruf P kurang 2 buah gan,

Paham kan, kamsud ane ?
emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Intermezo gan, jangan di anggep serius



GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di