alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
3 Ilmuan Barat yang Masuk Islam Setelah Melakukan Penelitian
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8b5222a2d19575d0250e11/3-ilmuan-barat-yang-masuk-islam-setelah-melakukan-penelitian

3 Ilmuan Barat yang Masuk Islam Setelah Melakukan Penelitian

3 Ilmuan Barat yang Masuk Islam Setelah Melakukan Penelitian

Sharianews.com, Kemuliaan dan kebesaran Al-Qur’an banyak menguak fenomena alam dan diketemukan faktanya setelah ribuan tahun. 

Menurut sebagian orang, hal tersebut di luar nalar logika. Tetapi, itulah Al-Qur’an sebaik-baiknya kitab yang diturunkan langsung oleh pencipta alam semesta yang Maha mengetahui. Sehingga wajar, apabila isi kitab suci ini terdapat kisah peristiwa masa lalu dan apa yang akan terjadi di masa mendatang.

Mengakui kebesaran kitab suci Al-Qur’an, tidak sedikit para ilmuan yang menjadi beriman setelah menemukan korelasi antara hasil penelitiannya dengan yang tertulis dalam Qur’an. Berikut tiga nama diantaranya.

Maurice Bucaylle

Merupakan seorang ilmuan Barat asal Perancis yang menjadi fenomenal lantaran mengucap dua kalimat syahadat setelah menemukan kebenaran Al-Qur’an di tengah penelitiannya.

Sebagai pemimpin ahli bedah dan penanggung jawab utama atas penelitiannya tentang mumi Fir’aun, Prof. Dr Maurice beserta tim menemukan sisa-sisa garam yang melekat pada mumi Fir’aun. Hal tersebut menandakan bahwa penyebab kematian Fir’aun adalah tenggelam di laut.

Sebagaimana yang tertulis dalam Qur’an bertahun lalu, jauh sebelum adanya penelitian sains, surah Al-Baqarah ayat 50 yang artinya, “Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.”

Begitupula dalam Al-A’raf ayat 136 yang artinya, “Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu.”

Selain itu, penelitian medis yang dilakukan dengan mengambil sampel organ dari jasad mumi yang ditemukan tahun 1975 tersebut, melalui bantuan Prof Michfl Durigon dan pemeriksaan detail dengan mikroskop, ditemukan bagian terkecil dalam organ itu masih dalam kondisi terpelihara secara sempurna.

Konon, dijelaskan pada teori sebelumnya bahwa jasad mumi ketika baru dikeluarkan dari laut segera diberi balsem agar awet. Tetapi ilmuan yang lahir 19 Juli 1920 ini merasa ganjal dengan logika tersebut. Pikirnya, jasad mumi yang sudah tenggelam lama bertahun-tahun lalu di dalam laut ini tidak mungkin memiliki kondisi sangat baik. Bahkan lebih baik dibanding mumi lainnya.

Akhirnya ia mengkaji riwayat Fir’aun dari berbagai kitab, serta menemui sejumlah ilmuwan autopsi Muslim dan diberitahu mengenai salah satu ayat Alquran. Ia menemukan bahwa apa yang diteliti sudah memiliki jawabannya dalam Qur’an.

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami,”Al-Qur’an surah Yunus ayat 92.

Kemudian tidak lama berselang setelah ia menemukan fakta dalam Qur’an dan merilis laporannya yang berjudul “Les momies des Pharaons et la midecine” (Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern), akhirnya ia memutuskan masuk islam Selengkapnya


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di