alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Promosi jabatan anak Jaksa Agung yang mengundang tanya
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8b4edd10d2951e0c3ce2ba/promosi-jabatan-anak-jaksa-agung-yang-mengundang-tanya

Promosi jabatan anak Jaksa Agung yang mengundang tanya

Promosi jabatan anak Jaksa Agung yang mengundang tanya
Jaksa Agung HM Prasetyo (kanan) menerima dokumen strategi nasional pencegahan korupsi dari Presiden Jokowi Widodo (tiga kanan) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/3/2019).
Putra Jaksa Agung HM Prasetyo, Bayu Adhinugroho Arianto, mendapat promosi jabatan dengan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat. Hal ini pun memicu polemik karena Prasetyo dianggap melakukan nepotisme.

Sebelum menjadi Kajari Jakarta Barat berdasarkan surat keputusan bertanda tangan 6 Maret 2019, menurut lansiran Radar Bali, Bayu (40 tahun) menjabat Asisten Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Bali.

Jabatan di Bali itu juga diperoleh setelah Bayu mendapat promosi istimewa sebagai Kajari Gianyar mulai Juni 2017.

Sementara karier awalnya di kejaksaan adalah dengan menjadi koordinator jaksa di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, serta menjabat Kasubag Pembinaan Kejari Subang pada 13 Desember 2010 hingga 23 Desember 2011.

Jadi, karier Bayu melejit hanya dalam kurun relatif singkat --terutama dalam dua tahun terakhir. Komisi Kejaksaan (Komjak) pun mengaku tidak dilibatkan dalam pembahasan tentang mutasi dan rotasi personalia di tubuh Korps Adhyaksa tersebut.

"Kami dari Komjak tidak bisa berkomentar lebih lanjut...karena dari Komjak tidak pernah diikutkan atau dimintakan pendapat mengenai proses mutasi atau promosi di kejaksaan," ucap seorang anggota Komjak, Ferdinand T Andilolo, dipetik detikcom, Kamis (14/3/2019).

Ferdinand menjelaskan proses promosi menjadi hak eksklusif Prasetyo dan para Jaksa Agung Muda (JAM). Namun, lanjut Ferdinand, para jaksa di berbagai daerah mengeluhkan kerap hak promosi mereka.

Namun Ferdinand juga maklum karena tak ada aturan yang mewajibkan keterlibatan Komjak untuk dilibatkan dalam proses mutasi dan promosi di kejaksaan. Komjak sebagai lembaga internal hanya berfungsi untuk mengawasi dan memberikan penilaian pada kinerja kejaksaan.

Meski begitu, Ferdinand ingin Komjak dilibatkan dengan alasan transparansi. "Kami mendorong transparansi...dengan meminta kepada Jaksa Agung agar kami dilibatkan dalam proses-proses seperti itu," imbuh Ferdinand.

Sementara dari kalangan parlemen, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut promosi Bayu sebagai hal wajar. Apalagi jika promosi itu sudah sesuai dengan aturan dan kepatutan karena prestasinya.

"Masak karena bapaknya Jaksa Agung, terus karier anak terhambat walaupun anaknya berprestasi dan itu juga kurang adil kecuali kalau penilaiannya belum dan ini memang nepotisme kita boleh keberatan...," ucap Sufmi, Jumat (15/3).

Koleganya sesama anggota Partai Gerindra dan Komisi III DPR, Muhammad Syafi'i, juga tak keberatan dengan hal itu. Syafi'i tak mempersoalkan sepanjang promosinya sesuai prosedur dan aturan.

"...yang jadi persoalan kan kalau anak bersangkutan belum memenuhi persyaratan untuk menjadi Kajari Jakarta Barat. Ketika itu dilakukan berarti ada KKN, Nepotisme itu," kata Syafi'i kepada Tirto, Rabu (13/3).

Di sisi lain, HM Prasetyo mengaku abstain dalam mengambil keputusan promosi sejumlah jaksa. Politikus Partai Nasdem ini menyerahkan pembahasan dan keputusan kepada unsur pimpinan yang lain dalam rapat pimpinan.

Prasetyo hanya menitipkan pesan bahwa keputusan harus tetap mengacu dan berpegang pada prestasi, dedikasi, loyalitas, dan integritas yang bersangkutan. Keputusan harus diambil secara objektif, proporsional, dan profesional.

"...apakah hanya karena anaknya Jaksa Agung, seorang jaksa harus ditutup kesempatannya untuk dapat menapaki kariernya secara baik dan normal, sama seperti kesempatan yang dimiliki oleh jaksa-jaksa lain," ujar Prasetyo.

Bayu memang bukan satu-satunya jaksa yang mendapat promosi jabatan. Kajari Deliserdang Asep Margono naik jabatan menjadi Aspidum Kejati Jawa Timur.

Kajari Belitung Sekti Anggrainim dipromosikan sebagai Aspidsus Kejati Banten. Sedangkan Kasubdit Pemantauan pada Direktorat III JAM Intel Kejagung Anang Supriatna mendapat posisi baru sebagai Kajari Jakarta Selatan.

Adapun Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspen) Kejagung Mukri melalui keterangan tertulis, Kamis (14/3), menjelaskan bahwa Bayu memang punya prestasi bagus --terutama selama bertugas di Bali.

Salah satu keberhasilan Bayu adalah penangkapan koruptor Sugiarto Wijaya alias Ajay di Pulau Dewata pada 6 Februari lalu. Ajay adalah terpidana 18 tahun penjara atas kasus penggelapan dana APBD Lampung Timur dan Lampung Tengah senilai Rp108 miliar pada 2008.

Ajay buron sejak 2014 dengan berpindah-pindah tempat. Itu sebabnya Kejaksaan Negeri Lampung yang menangani kasus Ajay sempat kesulitan mendeteksi keberadaannya sebelum ditangkap di wilayah Badung, Bali.

"Bayu Adhinugroho Arianto punya kinerja yang hebat dan membanggakan. Sewaktu menjadi Kajari Gianyar yang bersangkutan berhasil memenangi gugatan perdata atas kekayaan negara dan mengembalikan lahan dan istana negara sebagaimana mestinya yang sekian lama tidak terselesaikan," ujar Mukri.
Promosi jabatan anak Jaksa Agung yang mengundang tanya


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ngundang-tanya

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Promosi jabatan anak Jaksa Agung yang mengundang tanya 2.250 Profesor tak lakukan riset dan publikasi

- Promosi jabatan anak Jaksa Agung yang mengundang tanya Swasembada daging: Makanlah sate dan burger rusa

- Promosi jabatan anak Jaksa Agung yang mengundang tanya Kompetensi Teluk Balikpapan perlu ditingkatkan

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di