alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Habiskan Anggaran Rp 18 M, Apel Kebangsaan di Semarang Tuai Kritik
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8b279b88b3cb32d977c9e7/habiskan-anggaran-rp-18-m-apel-kebangsaan-di-semarang-tuai-kritik

Habiskan Anggaran Rp 18 M, Apel Kebangsaan di Semarang Tuai Kritik

Apel kebangsaanyang rencananya digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Simpang Lima,Semarang pada Minggu (17/3/2019) mendatang menuai kritik.

Kegiatan yang berlangsung selama setengah hari itu disebut menghabiskan anggaran Rp 18 miliar. Sumber dana itu seluruhnya diambilkan dari pos APBD.

Dilansir dari sistem e-lelang Pemprov Jawa Tengah, pemenang lelang kegiatan Apel Kebangsaan Jawa Tengah dimenangkan oleh PT. Potensindo Global, yang beralamat di Jalan Letjen Suprapto 37A Sido Mulyo Ungaran Kabupaten Semarang.

Pos dana diambilkan dari Satuan Kerja (Satker) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jateng dengan nilai HPS Rp 18,086 miliar dari total nilai pagu Rp 18,764 miliar.

"Sangat disayangkan apabila anggaran sebesar 18 M digunakan untuk kegiatan sesaat di satu tempat. Anggaran sebesar itu akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk mengadakan kegiatan bertema kebangsaan di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Tengah dalam skala yang lebih kecil. Sehingga dampaknya akan semakin luas," ujar Ketua Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Semarang, Setyawan Budi, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (15/3/2019).

Baca juga: Sudirman Said Ingatkan Apel Kebangsaan di Semarang Tidak Disusupi Agenda Kampanye

Setyawan menilai, kegiatan yang ditujukan untuk menggelikan semangat kebangsaan memang bertujuan positif. Namun demikian, kata dia, sarana kegiatan yang diwujudkan dinilai kurang tepat.

Menurut dia, alokasi anggaran yang mencapai Rp 18 miliar terlampau besar.

"Acara bertema kebangsaan tidak harus yang selebratif," tambahnya.

Soal semangat nasionalisme, sambung dia, masyarakat umumnya menyadari bahwa mereka hidup rukun bersama dengan yang lain, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan.

"Kemasan acaranya tidak harus wah. Tujuannya bagus, hanya caranya saja yang kurang tepat. Semestinya penyelenggara juga mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat kita saat ini," tandasnya.

1.300 personel

Sementara itu, untuk mendukung kelancaran kegiatan apel kebangsaan, sebanyak 1.300 personel keamanan dilibatkan. Mereka akan menjaga sekitar 130 ribu warga masyarakat yang direncanakan hadir.

Sebanyak 1.300 personel yang disiapkan terdiri dari gabungan personel TNI dan Polri, unsur pemerintah daerah dan pemerintah Kota Semarang.

"Rinciannya sebanyak 800 personel keamanan dari Polri, 300 personil dari TNI dan sisanya dari Satpol PP serta Dishub Pemprov dan Pemkot Semarang," ujar Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP Iga DP Nugraha, di Rumah Dinas Gubernur Jateng, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Hadiri Apel Kebangsaan, Jokowi Minta Banser dan Kokam Rawat Kebhinekaan

Petugas keamanan akan berjaga di sejumlah titik, baik di panggung utama maupun di lokasi parkir dan lainnya. Petugas keamanan juga akan bergerak secara dinamis di lokasi acara.

Di sela itu, kepolisian juga sejak Senin awal pekan meningkatkan operasi Cipta Kondisi Kondusif dengan menggelar razia dan sebagainya.

"Tujuannya untuk memastikan pada pelaksanaan nanti aman terkendali tanpa adanya gangguan dari pihak manapun," tambahnya.

Tidak Politis

Apel kebangsaan rencananya digelar pada Minggu (17/3/2019) mulai pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB. Apel kebangsaan ditujukan untuk mengibarkan semangat naisonalisme.

Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat akan hadir, berikut pimpinan forkominda Jawa Tengah, pimpinan TNI dan Polri, serta 130 ribu masyarakat.

Para tokoh juga nantinya akan mengisi orasi kebangsaan, antara lain Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, KH Maimoen Zubair, Mahfud MD, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, KH Ahmad Darodji, Uskup Agung Semarang Romo Rubiatmoko, Pendeta Eka Laksa, Nyoman Surahart, Go Boen Tjien dan Pujianto.

Acara ini juga akan dimeriahkan sejumlah artis nasional yakni Slank, Letto, Armada, Virza, Nella Kharisma dengan MC Vincent-Desta dan Cak Lontong.

Baca juga: Hadiri Apel Kebangsaan, Jokowi Minta Banser dan Kokam Rawat Kebhinekaan

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah Achmad Rofai, dalam kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa kegiatan ini murni apel kebangsaan dan tidak ada unsur politis.

Seluruh peserta berasal dari perwakilan santri, pramuka, linmas, pekerja, petani, nelayan, pelajar, seniman, mahasiswa, pelajar, tokoh lintas agama hingga olahragawan dan kelompok difabel, dan Kelompk masyarakat.

"Tidak ada atribut yang berkaitan dengan pilpres atau pileg, yang ada hanya merah putih. Semua nanti pakai ikat kepala merah putih. Ini hanya kebetulan saja pelaksanaannya mendekati pemilu, tapi tidak ada kaitannya," ujarnya.

Namun hal ini diragukan Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Ia menilai kegiatan itu rawan pelanggaran netralitas ASN, karena dilakukan tepat 1 bulan sebelum pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden.

BPN mengingatkan pemerintah daerah setempat agar tidak menggunakan acara tersebut sebagai ajang kampanye. Menurut BPN, mendatangkan ratusan ribu orang dalam waktu menjelang pemilihan perlu dicermati secara seksama.

"Apel siaga besar-besaran juga warning, agar hati-hati," kata Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, saat konferensi pers di Posko Pamularsih, Semarang, Kamis (14/3/2019).

Mantan calon Gubernur Jateng ini menilai, upaya pengerahan massa di waktu menjelang pemilihan berpotensi untuk terjadi pelanggaran netralitas.

Ia meminta agar semua pihak tidak menjadikan acara itu disisipi materi-materi kampanye salah satu pasangan calon.

"Kami belum tahu. Tapi pengerahan ASN, perangkat negara di akhir kampanye itu perlu dilihat dengan cermat," ucap mantan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini.

"Kalau kampanye, sumbernya harus dari calon, dan jangan dari APBD. Itu tolong nanti dicek. Mudah-mudahan tidak terjadi pelanggaran netralitas," pungkasnya. 


Habiskan Anggaran Rp 18 M, Apel Kebangsaan di Semarang Tuai Kritik

https://regional.kompas.com/read/201...ng-tuai-kritik

Sedih...
Duit rakyat dihambur2in buat acara yg ada muatan politik nya..

Knp ga pake duit sendiri2 aja ci.. Kan bs iuran..tajir2 lg pejabat nya 😏
Jokowi aja beli sabun 2 milyar aj mampu.. 🙊🙊

Mending duit nya buat sumbangin korban bencana yg blm terbayar.. Kan lumayan ganti untung emoticon-Frown

So 17 april 100% fix makin yakin.. 👆👆
Diubah oleh kaka10ciao
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Habiskan Anggaran Rp 18 M, Apel Kebangsaan di Semarang Tuai Kritik
gpp drpd besuk prabowo duid negara buat jemput rijik,
Quote:


Mulai kejang...
Benci boleh goblok jangan... emoticon-Big Grin
Duit rakyat 18 m... Buat acara ga jelas.. emoticon-Frown
Quote:


lah wong acarany jelas gt emoticon-Ngakak. g ada salah apel kebangsaan, mau ditagih percuma udah dipake juga drpd rencana wowo duid negara buat jempat satu orang, sama2 mubazir
kalo dah ada tuduhan netralitas dan jawaban tidak ada kampanye serta kebetulan mendekati pemilu begini sebenarnya rakyat cuma bisa diam.

besok-besok pemda kalo mau adakan acara gini koordinasi sama bpip ajalah,yah hitung-hitung sama-sama tujuannya Pancasila,sekaligus jadi pemantau benar-benar acaranya sesuai tujuan dan direncanakan baik atau tidak.
Quote:


Yg gw masalahin knp hrs pake duit rakyat..


Knp ga pake duit romi aja.. Ketua umum ppp yg keciduk di di Surabaya emoticon-Frownemoticon-Frown





emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Diubah oleh kaka10ciao
Balasan post kaka10ciao
Yg satu tutup mata 18 m buat apel, yg satu tutup mata apbd dihabiskan buat tgupp magabut
Sampah semua kalian itu
Kalo pake APBD pasti atas persetujuan dHewan juga
Dan ane belom denger member parté allah protes emoticon-Leh Uga
Quote:


Quote:


Quote:


Ciii lubbbb... Baaaaa emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

Habiskan Anggaran Rp 18 M, Apel Kebangsaan di Semarang Tuai Kritik
Diubah oleh kaka10ciao
demi memuaskan nafsu cebong apa sih yg gak..emoticon-Big Grin
Pilih 1 bukan krna bisa menjmin bebas korupsi, tp tidak mau 2 yg 'wah' . .
ini sudah jelas ga tepat.

jateng lagi sering banjir.
masalah warga sekitar tol.

APBD malah dipakai event dalam rangka nya yang gajelas.
Diubah oleh KuwuRT
Balasan post kaka10ciao
Memang pantas kok, ga kaget gua
Contoh nyata gobloknya kampret, dipikir semua yg kontra dia pasti cebong emoticon-Leh Uga
Diubah oleh madchick
Quote:


emoticon-Ngakak bangcyat jauh amat tmptnya
bisa buat memperbaiki jalan rusak, sekolah rusak
Quote:


emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Orang kita suka kumpul-kumpul simbolis begini ya. Mengherankan.
sayang banget anggaran segitu buat acara setengah hari.
yang 2 miliar si dahnil dipermasalahin..


moga berkah aja dah.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di