alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Penyelundupan 245 Ribu Benih Lobster di Batam Digagalkan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8b12f0f4d6950df47a9f7b/penyelundupan-245-ribu-benih-lobster-di-batam-digagalkan

Penyelundupan 245 Ribu Benih Lobster di Batam Digagalkan

Penyelundupan 245 Ribu Benih Lobster di Batam Digagalkan

JPP, JAKARTA - Pemerintah melalui Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Satuan Tugas Gabungan Komando Armada I (Koarmada I) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster ilegal di perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (12/3/2019). Sebanyak 245.102 ekor BL berhasil diselamatkan dalam operasi pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (jarkaplid) terhadap satu speed boat (SB) tanpa nama. 

Tim F1QR Satgas Gabungan Koarmada I ini terdiri dari tim F1QR Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam; tim F1QR Detasemen Intel Koarmada I; tim F1QR Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I; dan tim F1QR Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV. 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, penggagalan BL ini merupakan tangkapan yang terbesar dalam sejarah yang dilakukan oleh pemerintah selama ini. 

 “Kalau dinilai dengan harga beli dari masyarakat, BL ini mungkin bernilai Rp10 miliar-an. Tapi kalau dinilai ke bakulnya, Rp37 miliar. Kalau dinilai di Singapura, mungkin sudah Rp60 miliar. Kalau dilepas di laut, jadi 8 ons, 1 kg, 2 kg per ekornya, mungkin nilainya sudah paling tidak seratus kalinya,” jelasnya.

Kronologis Penangkapan

Komandan Guskamla Koarmada 1 Laksamana Pertama TNI Dafit Santoso menjelaskan, penggagalan penyelundupan ini bermula dari informasi yang diperoleh Tim 2 dengan SB Hanoman dari Tim 1 yang bertugas di lapangan pada Selasa (12/3/2019) pagi. Disebutkan, terlihat sebuah SB melintas masuk dari wilayah Batam menuju Singapura dengan kecepatan tinggi.

Setelah memperoleh informasi tersebut, Tim 2 segera melaksanakan persiapan dan memantau SB yang akan melintas di area lokasi yang direncanakan. Sesuai perkiraan, segera ketika SB melintas Tim 2 melakukan pengejaran dari perairan Pulau Sugi, Moro, Kabupaten Karimun hingga Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Berdasarkan informasi yang dilaporkan, saat pengejaran terlihat dua SB lain dengan laju kecepatan tinggi. Tim 2 memutuskan untuk mengejar satu SB bermesin 3 x 200 PK yang terpantau membawa barang bukti berupa coolbox styrofoam berwarna putih. 

“Kalah cepat dan merasa terkepung, SB tanpa nama tersebut menabrakkan diri ke daratan di area Teluk Bakau hingga kandas. Akhirnya SB tanpa nama tersebut beserta barang bukti berupa 44 coolbox styrofoam berisi benih lobster berhasil diamankan,” ujarnya. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan, BL tersebut dikemas dalam 1.320 kantong plastik yang dimasukan dalam 44 coolbox styrofoam. 41 coolbox styrofoam berisi 235.438 ekor BL jenis pasir, sementera 3 coolbox styrofoam lainnya beroso 9.664 ekor BL jenis mutiara. 

BL tersebut diyakini berasal dari Lampung, Bengkulu yang dikeluarkan dari pintu pelabuhan tangkahan Jambi. "Saya mengapresiasi sinergitas dan kerja sama yang baik petugas di lapangan sehingga berhasil menggagalkan tindakan ilegal penyelundupan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara yang besar ini," tutur Menteri Susi. 

Indikasi SindikatMenteri Susi mengatakan, penyelendupan BL ini diindikasikan merupakan sindikat penyelundup BL yang dikumpulkan dari semua pos-pos wilayah lobster yang terbentang di sepanjang wilayah Indonesia. Wilayah lobster itu meliputi bagian barat Sumatera, Belitung, selatan Jawa, utara Natuna, Kalimantan, Bali, Lombok, dan beberapa pulau di Indonesia bagian Timur. 

Pengamanan penyelendupan BL yang mulai dilakukan secara intensif oleh pemerintah sejak tahun 2015 diduga membuat para penyelundup BL mengerucut menjadi sebuah sindikasi. 

“Dulunya kan pemain-pemain kecil dari mana-mana. Nah, sekarang ini ada pemain besar dengan segala speedboat berkecepatan tingginya. Paling tidak 42 knot kecepatannya minimal. Jadi kalau liat itu, ini ada pemain besar yang memang bisa mengerjakan seperti ini,“ jelasnya. 

Pemerintah akan terus mengembangkan indikasi sindikat yang ditemukan ini untuk menemukan aktor besar yang berada di ujung rantai penyelundupan selama ini.  Sebagai informasi, terhitung sejak Januari-Maret 2019 terdapat 8 (delapan) kasus penggagalan pengiriman BL di 6 (enam) titik lokasi. Total 338.065 ekor yang berhasil diselamatkan tersebut diperkirakan bernilai setara dengan Rp50,7 miliar. 

Penggagalan kasus pengiriman BL yang dikoordinasikan oleh Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) ini sesuai dengan amanat Peraturan Menteri (Permen) No. 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan. 

“Permen Nomor 56 Tahun 2016 yang memberikan perintah pada kami (red-BKIPM) bahwa lobster yang undersized dan bertelur tidak boleh keluar dari wilayah Indonesia. Oleh karena, itu (badan) karantina melakukan tugasnya di exit-entry point dan di beberapa lokasi, bekerjasama dengan instansi terkait di lapangan,” ucap Kepala BKIPM Rina. 

Dilepasliarkan

BL hasil penangkapan di Batam tersebut selanjutnya dilepasliarkan di wilayah Senoa, Natuna pada Rabu (13/3/2019) petang. Pelepasliaran dilakukan di Natuna, menyesuaikan dengan wilayah habitat lobster. Hal ini sejalan dengan aturan untuk menjaga stok lobster di alam. Pelepasliaran dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui BKIPM. (kkp)


Sumber : https://jpp.go.id/humaniora/lingkung...tam-digagalkan

---

Kumpulan Berita Terkait HUMANIORA :

- Penyelundupan 245 Ribu Benih Lobster di Batam Digagalkan Mentan Amran Dorong Hilirisasi Industri Kakao dan Kopi di Luwu dan Toraja

- Penyelundupan 245 Ribu Benih Lobster di Batam Digagalkan Menag Pertimbangkan Pasal Kesehatan Masuk RUU Pesantren

- Penyelundupan 245 Ribu Benih Lobster di Batam Digagalkan Menteri Syafruddin Optimistis Penerapan SPBE Lebih Cepat dari Target

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di