alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Bom Sibolga tak ancam keamanan pemilu
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c8991148012ae726e776194/bom-sibolga-tak-ancam-keamanan-pemilu

Bom Sibolga tak ancam keamanan pemilu

Bom Sibolga tak ancam keamanan pemilu
Personel kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019).
Pemerintah memastikan insiden penangkapan terduga teroris di Sibolga, Sumatra Utara, tidak akan mengganggu stabilitas keamanan dalam penyelenggaraan pesta demokrasi 2019.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memastikan otoritas keamanan telah melakukan langkah-langkah untuk menetralisir ancaman keamanan khususnya pada daerah-daerah dengan indeks kerawanan pemilu yang tinggi.

“Katanya pemilu enggak aman, enggak. Pemilu tetap kita jamin keamanannya,” tegas Wiranto saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Mantan panglima pada era reformasi ini menuturkan, pada dasarnya aksi terorisme itu bisa bergerak kapan saja tanpa harus menunggu momentum tertentu.

Namun yang terpenting, masyarakat harus menyadari bahwa pemerintah melakukan upaya pencegahan semaksimal mungkin sehingga meminimalisir dampak buruk yang meluas.

“Terorisme itu terkadang bergerak kala kita lengah, kala aparat keamanan tidak memonitor mereka. Tapi selama ini yang saya ketahui dari laporan dan realitas di lapangan, aparat keamanan kita sanga-sangat kuat memonitor maupun melakukan hard dan soft approach kepada kelompok-kelompok ini,” sambung Wiranto.

Selain itu, sambung Wiranto, langkah penangkapan terduga teroris di Sibolga ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk diketahui, pasca-pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Terorisme oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Mei 2018, aparat keamanan mendapatkan kewenangan lebih dalam hal pemberantasan tindak pidana terorisme.

Kewenangan tersebut berkaitan dengan ketentuan pencegahan yang terdiri dari kesiapsiagaan nasional kontraradikalisasi dan deradikalisasi.

Dalam hal ini, aparat keamanan bisa melakukan penangkapan terhadap orang yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme tanpa harus menunggu aksinya terlebih dahulu.

Untuk diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror meringkus tiga orang terduga teroris di Jl. KH Ahmad Dahlan, Kota Sibolga, Sumatra Utara, Selasa (13/3/2019).

Penangkapan tiga orang ini merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris di Lampung.

Penangkapan salah satu terduga, Husain alias Abu Hamzah turut memakan korban. Istri terduga meledakkan diri setelah berjam-jam pihak aparat berupaya melakukan negosiasi agar dirinya mau menyerahkan diri.

Aparat turut menyita sejumlah bom rakitan di dalam rumah Husain. Bahkan, Mabes Polri meyakini bahwa masih banyak bom yang ditanam di rumah yang terletak di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga itu.

Selain istri, dua anak Husain juga ikut menjadi korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Seorang anggota kepolisian turut menjadi korban luka-luka dalam ledakan tersebut. Namun, merujuk laporan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, kondisi aparat yang turut menjadi korban telah berangsur baik.

Senada dengan Wiranto, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyatakan bahwa tidak akan ada peningkatan keamanan jelang pemilihan presiden (pilpres) pada 17 April 2019.

“Tidak, ini sebenarnya dimulai dari pengungkapan teroris yang ada di Lampung, jadi tidak ada kaitannya dengan Pilpres,” kata Jokowi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Terkait dengan aksi penangkapan, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menekankan bahwa pihaknya telah memerintahkan aparat keamanan untuk terus menyisir jaringan teroris yang masih bersembunyi.

“Sudah disampaikan harus ada sebuah tindakan yang tegas, terus menerus tanpa henti. Kita harapkan semua bisa terungkap,” ucapnya.

Menyisir Indeks Kerawanan Pemilu (IPK) 2019 yang dirilis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tiga provinsi dengan tingkat kerawanan paling tinggi selama masa Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Legislatif 2019 berada di Pulau Sumatra.

Ketiganya adalah Sumatra Barat dengan skor 51,21, disusul Maluku dengan skor 51,02, dan Sulawesi Tenggara. Sementara Sumatra Utara mendapatkan skor sebesar 48,14.

Bawaslu membuat tiga ukuran penilaian IPK 2019, yakni 0-33 untuk kerawanan rendah, 33,01-66 untuk kerawanan sedang, dan 66,01-100 untuk kerawanan tinggi.

Secara nasional, rata-rata skor IKP 2019 adalah 49. Perinciannya 43,89 pada dimensi konteks sosial politik, 53,80 penyelenggara penilai yang bebas dan adil, serta 50,65 kontestasi dan 46,18 partisipasi politik.
Bom Sibolga tak ancam keamanan pemilu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...eamanan-pemilu

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Bom Sibolga tak ancam keamanan pemilu Izin terbang Max 8 tunggu hasil inspeksi Ethiopia

- Bom Sibolga tak ancam keamanan pemilu KPU jamin data pemilih tetap aman walau diserbu peretas

- Bom Sibolga tak ancam keamanan pemilu KPK minta pemerintah tak bentuk institusi baru

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di